Dendam Gadis Ular & Cinta Pangeran Tampan

Dendam Gadis Ular & Cinta Pangeran Tampan
Episode 16


__ADS_3

PERBINTANGAN


Keesokan harinya...Di kamar Kaisar Xia


"Yang Mulia, hamba ingin mengatakan sesuatu padamu." Ucap Ibu suri kedua, ketika Kaisar Xia dan Permaisuri hendak pergi ke ruang makan.


"Apa yang ingin kau katakan? Katakan lah." Ucap Kaisar.


"Yang Mulia, semalam hamba sedang berjalan-jalan di halaman istana, dan hamba bertemu dengan Permaisuri Eung Liau Young, dia sedang berdiri di dekat kolam seorang diri. Ketika hamba menghampiri nya, hamba bertanya kenapa dia berada di sana pada tengah malam. Dan Permaisuri mengatakan jika dia sedang merasa tidak nyaman, hati nya sedang gelisah, setelah hamba tanya alasannya, dia menjawab, jika memiliki sebuah firasat buruk untuk kerajaan kita." Ucap Permaisuri kedua.


"Dan, hamba pun sama, merasakan hal itu. Hamba merasa tidak nyaman akhir-akhir ini. Hati hamba sangat gelisah Yang Mulia. Mungkinkah apa yang di katakan Yang Mulia Permaisuri Eung Liau itu benar? Apakah yang akan terjadi pada kerajaan kita?" Sambung permaisuri kedua dengan suara parau.


"Hamba takut ini menyangkut dengan Pangeran dan Putri Young." Tambah Permaisuri kedua. Dia menekan dadanya dengan telapak tangannya, merasakan kegelisahan yang amat sangat.


"Kalian para wanita hanya bisa menggunakan perasaan saja. Tidak akan ada yang terjadi pada kerajaan kita. Dan untuk urusan Pangeran, aku yakin dia Putra Mahkota yang sangat bertanggung jawab. Jangan terlalu berfikir omong kosong. Lebih baik kalian persiapkan semua kebutuhan pernikahan. Hanya tinggal dua hari saja." Ucap Kaisar Xia dengan suara datar.


"Tapi Yang Mulia, hanya untuk memastikan nya saja, bisakah kita memanggil peramal istana untuk melihat masa depan kerajaan. Bukankah dari awal kita melakukan perjodohan ini, kita tidak menanyakan terlebih dahulu kepada peramal. Hari, waktu, semua kita yang tentukan." Sela Permaisuri.


"Hentikan omong kosong mu itu, Permaisuri Jiang Xi, sudah aku katakan tidak akan terjadi apapun dengan kerajaan ku." Ucap Kaisar tegas dengan suara lantang, Permaisuri sangat terkejut mendengar suara Kaisar, tubuhnya bergetar.


Permaisuri terpaku, akhirnya memilih untuk diam dan tidak mengatakan apapun lagi, dia hanya berdoa agar apa yang dia rasakan saat ini hanya perasaannya saja. Dia mencoba menenangkan dirinya sendiri.


"Apa kau hanya akan berdiri saja di sana?" Seru Kaisar Xia pada Permaisuri yang sedang berdiri mematung.


Permaisuri Jiang Xi tercekat, dan dengan segera dia berjalan, menyusul Kaisar Xia keluar dari kamar. Mereka berjalan menuju ruang makan.


Beberapa saat kemudian, mereka pun tiba di ruang makan, Kaisar Young dan Permaisuri Eung Liau, Permaisuri Jiang Li (Suri Kedua Kaisar Xia), Putri Xia Eng Lie, Putra Mahkota Ji Eng Lia, sudah berada di sana menunggu mereka berdua.


"Maaf kami membuat kalian menunggu." Ucap Kaisar Xia seraya duduk di tempat khusus dirinya, di ikuti Permaisuri Jiang Xi duduk di samping nya.


"Permaisuri, kemana Putri Young Yeu Ar, kenapa sampai sekarang dia belum datang juga kemari?" Tanya Kaisar Young pada permaisuri nya.


Kaisar Xia pun tidak melihat Pangeran Xia Ling di sana, tapi dia tahu jika putranya selalu bersikap seperti itu, tidak pernah menghargai keluarganya, jadi dia memilih untuk tidak menanyakan keberadaan Xia Ling pada permaisuri nya.


"Mungkin Young Yeu masih tidur Yang Mulia, karena hamba semalam melihatnya masih terjaga, mungkin karena sangat gelisah menunggu pernikahan nya yang tidak lama lagi." Jawab Permaisuri segera, di hatinya pun bertanya kenapa Putri satu-satunya kini berubah menjadi tidak penurut dan selalu membantah, bahkan semalam dia melihat gelagat tidak baik pada putrinya yang membuat dia semakin gelisah.

__ADS_1


"Tapi seharusnya dia tetap mematuhi peraturan, dia seorang gadis dan sebentar lagi akan menikah, jika dia seperti itu terus, dia tidak akan menjadi permaisuri sekaligus istri yang baik." Seru Kaisar Young marah.


"Ah, tidak apa Yang Mulia Kaisar Young, berikan dia waktu sebentar lagi untuk tidur, mungkin Putri Young Yeu Ar masih merasa lelah, lagi pula Pangeran pun tidak datang pagi ini." Sela Kaisar Xia menenangkan seraya tersenyum.


"Ya, mungkin semalam mereka menghabiskan waktu bersama, dan mereka tidur sangat larut." Tambah Permaisuri Pertama Jiang Li Eur.


"Biarkan pelayan mengantar makanan ke kamar mereka nanti." Sambung Permaisuri pertama seraya tersenyum.


"Baiklah, sekarang kita mulai makan saja." Timpal Kaisar Xia meredakan suasana.


Akhirnya mereka pun tidak membicarakan anak mereka, dan mulai menyantap hidangan makanan pagi ini.


Setelah satu jam berlangsung, acara makan pun selesai.


"Yang Mulia Kaisar Xia, apakah hamba bisa mengganggu waktumu pagi ini?" Seru Kaisar Young, saat hendak meninggalkan ruang makan.


"Ada apa Yang Mulia Kaisar Young? Apa ada masalah?" Sahut Kaisar Xia, menoleh ke arahnya.


"Yang Mulia, hamba ingin berbincang dengan mu, mungkin ini sedikit tidak penting, tapi hamba perlu membicarakan nya padamu." Ucap Kaisar Young segera, raut wajah nya menyimpan kekhawatiran.


Kedua kaisar pun memutuskan pergi ke ruang baca untuk berbincang.


Di ruang baca...


"Ada apa Yang Mulia Kaisar Young? Nampaknya ada yang sedang kau khawatir kan. Apa ada masalah di kerajaan mu?" Tanya Kaisar Xia seraya menuangkan teh ke dalam cangkir kecil di atas meja dia ruang baca.


"Terimakasih Yang Mulia." Kaisar Young meneguk teh itu, bersulang bersama Kaisar Xia.


"Semalam, Permaisuri Eung Liau bercerita akan kegelisahan hatinya akhir-akhir ini, hamba pun memikirkan hal itu, hamba berfikir bagaimana jika kita memanggil peramal istana untuk menanyakan semuanya sebelum pernikahan Pangeran dan Putri kita di langsungkan." Ucap Kaisar Young menjelaskan.


"Bagaimana menurut Yang Mulia Kaisar Xia?" Sambung Kaisar Young, dia menatap ke dalam wajah Kaisar yang berada di hadapannya.


Nampak Kaisar Xia sedang termenung, dia mengingat perkataan dari permaisuri kedua nya, istrinya pun berkata hal yang sama. Apakah ini menjadi hal yang sangat serius, sehingga bukan hanya istrinya saja yang berkata demikian. Merasakan kegelisahan dan ketakutan akan kerjaannya, dan memintanya untuk memanggil peramal istana.


"Yang Mulia. Sebenarnya, Permaisuri Jiang Xi pun mengatakan hal yang sama tadi, sebelum kita hendak pergi keruang makan. Dia pun merasakan hal sama. Baiklah, aku akan memanggil peramal istana untuk memastikan apa yang menjadi firasat kedua Permaisuri." Ucap Kaisar Xia.

__ADS_1


"Pengawal." Seru nya memanggil pengawal.


"Panggil peramal istana untuk datang sekarang juga ke ruang pertemuan, dan panggil semuanya untuk berkumpul." Titah sang Kaisar setelah pengawalnya sudah berada di hadapannya.


Pengawal pun segera melaksanakan perintah dari Kaisar nya.


Ruang Pertemuan...


Semua orang sudah berada di sana, begitupun kedua kaisar. Peramal istana pun datang menghadap dan menyapa sang kaisar seraya membungkuk kan badannya memberi hormat.


"Yang Mulia, ada apa anda memanggil hamba kemari?" Tanya sang peramal.


"Peramal, aku akan melangsungkan pesta pernikahan antara Pangeran dan Putri Young. Aku ingin meramal keduanya kapan hari baik untuk melangsungkan pernikahan tersebut." Ucap Kaisar Xia menjelaskan tujuan nya memanggil sang peramal.


"Baik Yang Mulia, hamba membutuhkan perbintangan kedua mempelai untuk melihatnya." Jawab sang peramal.


Atas perintah sang Kaisar kedua Permaisuri pun membawa dua gulungan kertas dan menyerahkan nya pada sang permaisuri.


Peramal pun mulai membuka kedua gulungan tersebut, di dalam nya terdapat perbintangan kedua mempelai. Dan alangkah terkejutnya sang peramal ketika mencocokkan kedua perbintangan tersebut.


Sang peramal terus mencermati kedua nya, kini peluh sudah membasahi dahinya.


-Bersambung-


Apa yang di lihat sang peramal dari perbintangan kedua mempelai? Kemana Young Yeu Ar, apa dia berada di kamarnya?


Apa yang akan terjadi setelah sang peramal memberitahukan tentang apa yang di lihat dalam perbintangan kedua mempelai?


Tunggu kelanjutannya di Dendam Gadis ular dan Cinta Pangeran tampan..


See U readers tercinta..


salam hangat dari sang Author


-Darkorchid-

__ADS_1



__ADS_2