Dendam Gadis Ular & Cinta Pangeran Tampan

Dendam Gadis Ular & Cinta Pangeran Tampan
Episode 4


__ADS_3

Bayangan dia selalu ada....


Sesampainya di Istana, pangeran menyembunyikan perasaan yang saat ini sedang menggebu-gebu di hatinya.


Pangeran tahu jika dia mengatakan mencintai wanita lain dan tidak ingin melanjutkan hubungan yang di buat kaisar itu, pasti dia tidak akan hidup tenang di istana.


Akhirnya dia menyembunyikan semua perasaan tentang Gadis pujaannya, lagi pula dia baru dua kali bertemu dengan gadis itu, pria itu ingin mengenal lebih tentang gadis pujaannya tersebut.


"Pangeran! kamu sudah sampai rupanya!" Suara seorang perempuan dari ambang pintu.


"Yang mulia Ibu Suri Jiang Li!" Serunya pada ibu suri pertama itu, dengan raut wajah datar tanpa expresi dengan kehadiran Ibu kandung nya itu.


"Panggil aku ibu saja, Xia Ling!" Ucap ibu suri pertama.


"Saya harus tetap menghargai anda, bukan?" Ucap pangeran tetap tidak perduli dengan kehadiran ibunya itu.


"Apa yang Anda inginkan, Yang mulia? Kenapa anda tiba-tiba datang ke kamar saya? Apakah ada hal penting?" Ucapnya lagi seraya membuka pakaian nya satu persatu dan berjalan menuju kolam mandi.


"Aku ibumu, ibu kandung mu! kenapa kamu begitu kaku padaku, Pangeran?" Suara ibunya meninggi karena jawaban dan sikap dingin anaknya tersebut.


"Apa hanya itu yang ingin anda sampaikan?"


"Jika tidak ada hal yang sangat penting, saya mohon untuk tinggalkan saya sendiri, saya ingin membersihkan badan."


"Kamu! Lancang sekali pada Ibumu!" Ibu suri semakin geram pada setiap perkataan anaknya tersebut.


"Kenapa perlakuanmu pada ibu kandungmu ini berbeda dengan perlakuan mu pada Jiang Xi, Xia Ling? Apa dirimu begitu membenciku?"


"Ingatlah jika aku yang melahirkan mu Xia Ling!" Ucap ibu suri pertama, masih menunggu Xia Ling Yuu selesai membersihkan tubuhnya.


"Kenapa anda mulai membahas ini semua, Yang mulia? Anda tentu tahu jawaban saya bukan? jadi saya tidak perlu menjelaskan semua pertanyaan Anda tersebut!" Masih sibuk membersihkan badannya di kolam mandi pribadinya, dengan di halangi oleh kain yang sedikit tranparan yang mengahalangi tubuhnya.


Ibu Suri pertama hanya diam setelah ucapan yang di lontarkan putranya tersebut.


"Aku_."


Ketika dia ingin membalas perkataan nya, ibu suri kedua masuk ke ruangan itu. Menghela perbincangan keduanya, Permaisuri kedua melihat putranya itu sedang berada di balik tirai kolam mandi, lalu berdiri di samping permaisuri pertama.


"Pangeran Xia Ling! Kamu sudah selesai membersihkan badan?" Ucap suri kedua, setelah melihat anaknya bangkit dan keluar air, pangeran mengambil handuk kimononya dan menyimpulkan tali di pinggangnya.


Pangeran turun dan senyum tipis pada Permaisuri kedua.


"Apa ingin langsung makan malam, sekarang?" Lanjut ibu suri kedua. melihat pada putranya lalu melihat pada Suri pertama dan tersenyum.


"Ibu! tidak usah bu, aku sudah sangat kenyang saat ini, sepertinya aku ingin istirahat cepat saja malam ini." Jawab pangeran dengan tersenyum kecil padanya.

__ADS_1


"Kamu yakin? baik! istirahatlah! badanmu pasti sangat lelah!" Ucap sang Ibu suri lalu tersenyum lagi padanya dan pada Suri pertama.


"Yang Mulia!" Seru Jiang Xi mengajak Jiang Li Eur untuk beranjak keluar dari ruangan kamar Putranya tersebut.


Pangeran hanya menatap mereka berdua dengan senyuman tipis.


Di perjalanan, setelah keluar dari kamar.


"Yang Mulia! Saya tahu jika anda merindukan Xia Ling Yuu, Putra kandung anda! tapi saya fikir pangeran kita itu tidak ingin terus membahas masalah yang sudah terjadi bertahun-tahun, dan anda pun tahu kenapa putra kandung anda lebih memilih menyayangi saya di bandingkan Anda! jika anda tidak ingin lebih jauh kehilangan Xia Ling, Saya harap anda untuk tidak terus menerus membahas semuanya, tapi cobalah berfikir bagaimana untuk mendapatkan kasih sayangnya tanpa harus bersikap keras padanya, Yang Mulia." Ucap Jiang Xi panjang lebar dan senyuman pada Jiang Li eur tanpa sungkan sama sekali, dan tidak harus menunggu jawaban dari permaisuri pertama tersebut permaisuri kedua mendahului nya menuju ruang pertemuan dimana kaisar sedang menunggu, meninggalkan permaisuri mematung di sana.


*Di ruang pertemuan


"Permaisuri Jiang Xi! Apa Putra Mahkota sudah kembali dari mengantarkan rombongan Dinasti Young Ji?" Tanya Kaisar Xia.


"Sudah yang mulia! tapi sepertinya Putra Mahkota kelelahan. Dia ingin segera istirahat cepat malam ini." Jawab Permaisuri kedua dengan lembut dan tenang, seraya menganggukkan kepalanya.


"Baiklah!"


"Anda juga perlu istirahat cepat malam ini, Yang Mulia." Ucap permaisuri tersenyum.


Kaisar pun turun dari singgasana dan berlalu meninggalkan ruang pertemuan menuju tempat istirahat nya, di ikuti permaisuri kedua.


Permaisuri pertama sudah beranjak dari tempat nya melamun ketika Putri Xia Eng Li memanggilnya, dan mengajak ibu nya tersebut untuk segera beristirahat.


🍂🍂🍂🍂🍂


Sepanjang malam pria itu terjaga, rasanya dia tidak sabar untuk menyambut pagi hari. Dia ingin cepat pergi ke desa lagi menemui gadis itu, pria itu sudah kehilangan logika nya karena memikirkan gadis desa tersebut, sehingga dia tidak bisa berhenti memikirkan nya.


Sinar jingga mulai menampakkan cahaya nya di Ufuk timur, menandakan hari sudah mulai pagi, tapi pria itu masih tetap terjaga, menggulingkan badannya ke kanan dan kiri di atas tempat tidur, tapi tetap saja belum bisa memenjamkan mata, akhirnya dia beranjak untuk membersihkan badan, bersiap dan keluar dari kamar menuju tempat pertemuan.


Di ruang pertemuan, Kaisar dan kedua Permaisuri sudah berada di sana, Mereka menunggu Anak-anaknya untuk segera sarapan di pagi itu.


Setelah Xia Ling Yuu dan Xia Eng Lie adik dari pangeran itu tiba di ruang pertemuan, mereka berjalan menuju ruang makan dan mulai menyantap makanan yang sudah tersedia di atas meja.


Acara makan di pagi itu pun selesai, lalu mereka pun kembali ke ruang pertemuan.


Beberapa mentri dan penasehat kerajaan sudah menunggu di ruang pertemuan untuk membahas setiap masalah. Masalah yang di bawa oleh para warga desa di sekitar kerajaan, membahas setiap keluhan para warga desa yang sangat mencintai Rajanya.


Kaisar menerima semua keluhan dari warganya dan memberi solusi, tiba saatnya seorang pria paruh baya datang menghadap kaisar, mengutarakan kedatangannya tersebut ke istana mengeluhkan permasalahan tentang desa tempat tinggalnya.


" Yang Mulia, Kaisar Xia Eng Yi! hamba Bahram dari desa Kuang ji, hamba ingin menyampaikan masalah yang menimpa kami di desa." Ucap pria paruh baya tersebut.


"Katakan Pria tua!"


"Yang Mulia! kami sangat kesulitan dalam mendapatkan ikan di sungai, ikan-ikan di sana semuanya dalam keadaan mati dan mengambang di atas permukaan air sungai, kami tidak dapat mengetahui penyebabnya! selain itu, banyak orang-orang mengalami muntah dan tidak sadarkan diri saat mencoba mengambil dan mengkonsumsi ikan dan air dari sungai tersebut. Kejadian ini baru kami alami sekarang Yang Mulia, semoga Yang mulia dapat mengatasi permasalahan kami ini, dan berharap sungai di desa kami airnya dapat kami konsumsi kembali." Ucap sang pria tua seraya menundukkan kepala.

__ADS_1


"Sejak kapan air sungai itu mengalami masalah tersebut, Pria tua?" Tanya Kaisar.


"Sejak semalam Yang Mulia! ketika Hamba berniat mengambil air untuk keperluan masak istri hamba, dan saat itu hamba melihat ikan-ikan itu bergelimang di permukaan air."


"Baiklah pria tua! segera akan aku kirimkan seseorang untuk melihat nya!" Ucap Kaisar.


"Terimakasih Yang Mulia, Kaisar Xia Eng Yi! semoga anda panjang umur dan sehat selalu.


Semoga permasalahan desa tempat tinggal hamba dapat dengan cepat terselesaikan."


Pangeran sejak tadi mendengar dan tiba-tiba mengingat jika Desa tempat tinggal sang pria paruh baya tersebut adalah desa yang kemarin dia lalui saat pulang mengantar tamu kerajaan, desa tempat tinggal gadis. Tapi seingat dia kemarin warga desa tersebut baik-baik saja, tidak nampak kekhawatiran pada wajah mereka, tapi pangeran tidak ingin sama sekali mengatakan semuanya pada kaisar.


Dia ingin mengetahui penyebab sungai tersebut tercemar, dan mengingat tentang gadis tersebut, bagaimana dengan kondisi gadis itu saat ini.


Tanpa harus memikirkan bagaimana caranya untuk dapat keluar dan pergi ke desa itu, masalah dari desa itu bisa membuat pangeran bertemu dengan sang gadis dan dapat mengetahui kondisinya. Tentu saja kesempatan itu tidak di sia-siakannya dia langsung meminta Kaisar untuk memberikan tugas tersebut padanya.


"Yang Mulia! biarkan hamba yang pergi mengunjungi desa Kuang Ji, untuk menyelesaikan masalah Desa tersebut, hamba ingin tahu penyebab ikan-ikan itu mati bergelimpangan seperti yang bapak tua itu katakan." Ucap sang pangeran.


"Apa kamu yakin ingin mengambil alih untuk menyelesaikan permasalahan desa itu, Putra Mahkota?"


"Hamba yakin Yang Mulia! Hamba dapat mencari sumber masalah tersebut!"


"Baiklah! pergilah bersama pria tua itu, dan kembalilah saat masalah di desa tersebut sudah selesai!" Ucap Kaisar mengijinkan putranya untuk menangani masalah di kerajaannya. Sebenarnya sudah waktunya Pangeran Mahkota itu menggantikan singgasana di kerajaan nya itu, tapi putranya menolak, mengatakan jika dia belum siap untuk memimpin kerajaan besar, lagi pula sang kaisar pun masih terlihat sehat bugar dan masih mampu memimpin kerajaan nya dengan baik.


Pangeran membungkukkan badan dengan tangan kanan berada di dadanya dan tangan kiri berada di punggungnya, lalu undur diri dari hadapan sang kaisar. Begitu pula dengan pria paruh baya itu, membungkukkan badannya dengan mengatupkan kedua telapak tangan di dadanya lalu undur diri dari ruang pertemuan tersebut.


Pangeran mengendarai kuda putihnya di ikuti beberapa pengawal dan juga tentunya pria paruh baya itu, berjalan menuju desa. Tidak lama kemudian merekapun sampai ke desa.


Pangeran pun langsung menuju sungai yang di katakan pria paruh baya itu, benar saja banyak ikan bergelimangan di pinggir sungai.


pangeran lalu turun dari kudanya, berjalan menuju pinggir sungai, lalu menyendok air dengan telapak tangannya, mencium air tersebut, dugaan nya benar, air tersebut sudah tercemar oleh sesuatu yang tidak tahu apa itu, entah racun atau apa? yang pasti dia harus tahu darimana asal permasalahan ini. Akhirnya dia memutuskan untuk menyusuri sungai tersebut.


--***Bersambung--


Guys Follow akun ku dong, biar aku rajin up ceritanya..


dan jangan lupa krisan kalian di tunggu..


maaf ya untuk kata-katanya sedikit acak-acakan, masih belajar, dan harus menyesuaikan dengan alur cerita pada 1000 tahun sebelum masehi, hehe agak sulit cari kata-kata yang pas.


Ok Readers tercinta,


Happy reading


Luv U all....

__ADS_1


-Darkorchid***-


__ADS_2