Dendam Gadis Ular & Cinta Pangeran Tampan

Dendam Gadis Ular & Cinta Pangeran Tampan
Episode 9


__ADS_3

CINTA YANG TELAH BERSEMI


Keesokan paginya.


Sinar jingga di pagi hari masuk menghangatkan goa. pasangan itu sepertinya enggan untuk bangun, masih nyaman dengan kehangatan masing-masing.


"Xia Ling? Apa kamu tidak akan pulang ke istana?" Seru Xiao Li yang masih dalam pelukan prianya itu.


"Aku masih ingin menghabiskan waktu bersama mu. Apa kamu keberatan?" Ucap pria itu, pelukannya menjadi lebih erat pada gadisnya.


Xiao Li tersenyum bahagia, pria nya sangat mencintainya.


"Tapi bagaimana dengan pangeran Young dan keluarga kerajaan, jika mereka tahu pangerannya tidak ada di istana seperti waktu itu?" Tanya nya lagi.


"Aku tidak perduli, aku hanya ingin bersama wanitaku. Diamlah dan tidur kembali." Titahnya seraya mempererat pelukannya.


"Apa kamu tidak ingin makan? Aku sangat lapar sekarang. Aku akan bangun dan membuatkan makanan untuk sarapan kita." Ucap Xiao Li seraya bangkit dari samping Xia Ling.


"Uh, Xiao Li, bisakah tempat tidur ini di ganti? Tubuhku sangat sakit sekarang, tidur di atas sebongkah batu seperti ini." Keluh Xia Ling saat dia bangun dari tidurnya, merenggakan seluruh tubuhnya yang sedikit kaku.


Xiao Li hanya tersenyum melihatnya. Tentu saja pria itu berbeda dengan dirinya, dia bisa tidur di mana pun yang dia inginkan, jangankan di sebuah bongkahan batu, di atas semak belukar pun jadi, itu sama rasanya seperti tidur di atas tempat tidur yang empuk. Sedangkan pria itu terbiasa tidur di atas tempat tidur yang megah dengan beralaskan kasur yang empuk.


"Apa tubuhmu tidak merasa sakit seperti ku, Xiao Li?" Tanya nya seraya mendekat pada gadis itu.


"Tidak! Aku sudah terbiasa." Serunya menyapa wajah pria yang berdiri memeluk tubuh di belakang tubuhnya.


Kehangatan ini tidak pernah dia rasakan sebelumnya. Cinta yang sudah bersemi di dalam hatinya akan terus dia pertahankan sampai kapanpun juga. Karena pria yang sedang memeluknya saat ini adalah pria yang pertama menyentuh hatinya. Gadis itu berharap kebahagiaan ini tidak akan berakhir selamanya.


"Aku akan membuatkan sebuah tempat tidur kalau begitu, aku merasa sakit jika harus tidur di atas batu itu." Ucapnya lagi.


Xiao Li hanya mengangguk mengiyakan perkataan pria nya. Dia menatap ke arah Xia Ling, ada perasaan yang bersalah di hatinya, ada yang ingin dia ungkapkan tentang jati dirinya pada pria nya itu, namun berat baginya untuk di utarakan, berat untuk di ucapkan saat ini.


"Hei, kenapa kamu diam Xiao Li? apa ada sesuatu yang terjadi?" Ucap Xia Ling melihat gadisnya yang termenung.


"Percepat masaknya, aku sungguh sudah lapar." Ucap Xia Ling seraya mengecup pipi kanannya.


"Sebentar lagi selesai." Sahutnya.


"Mungkin suatu hari aku akan memberi tahu segalanya tentang jati diri ku, jika waktunya sudah tepat." Batin Xiao Li.


Makanan sudah siap di hidangkan, dan mereka pun sarapan bersama.


"Xiao Li! Setelah makan aku akan ke hutan mencari kayu untuk membuat tempat tidur."

__ADS_1


"Berhati-hatilah nanti di dalam hutan. Aku menunggu mu disini." Balas Xiao Li.


Setelah selesai makan, Xia Ling pun pergi ke hutan mencari kayu yang dia katakan tadi.


Beberapa waktu kemudian dia kembali dengan beberapa batang kayu di pundaknya.


Lalu dia mulai mengukir dan mengikat kayu itu hingga membentuk sebuah tempat tidur.


Di hiasinya dengan bunga-bunga di tepian nya. Sangat cantik, seperti tempat tidur sepasang pengantin baru.


Akhirnya Xia Ling pun memutuskan untuk kembali ke istana sesuai permintaan gadisnya.


Di istana kerajaan sudah nampak hiasan-hiasan yang mulai di pasangkan untuk pesta penyambutan keluarga Dinasti Young Ji di istana, sebagai tanda persatuan dua kerajaan akan segera berlangsung.


Batin Xia Ling mengatakan ini harus secepatnya di hentikan, karena pria itu tidak menginginkan pernikahan bersama putri dari kerajaan Young Ji.


Xia Ling berjalan gagah melewati keramaian itu, mencoba mencari keberadaan ibu suri kedua untuk mengatakan hal yang sebenarnya.


"Pangeran!" Seru suara seorang gadis di belakang punggungnya. Xia Ling menoleh ke arah suara tersebut sekejap dan memalingkan kembali wajahnya.


"Anda, Putri?" Ucapnya tidak menghiraukan panggilan gadis itu.


"Anda dari mana pangeran? Hamba datang ke kamar anda tadi pagi tapi hamba tidak menemukan pangeran di sana." Ucap Young Yeu Ar seraya mendekat padanya.


"Apa aku harus selalu mengatakan pada orang lain jika hendak pergi? Ini hidup ku, tidak ada yang lancang bertanya padaku." Ucapnya datar dengan tatapan yang tidak menyukai kehadiran gadis itu.


"Calon." Young Yeu Ar menoleh dan membulatkan matanya ketika mendengar kata-kata itu dari Xia Ling.


"Kau baru calon istriku, belum resmi menjadi istriku, maka ku peringatkan jangan melewati batasan mu itu, karena aku tidak suka di atur." Tegas Xia Ling lalu melangkah meninggalkan gadis itu yang mematung.


"Pangeran tunggu."


"Aku memang calon istrimu, tapi sebentar lagi aku akan menjadi istrimu! Apa yang salah dari itu." Tanya Young Yeu.


"Karena kau tak berhak menanyakan hal yang pribadi dariku. Ini pernikahan untuk menyatukan dua kerajaan, hanya untuk kemakmuran kerajaan di kehidupan mendatang. Tidak ada rasa cinta di pernikahan ini." Tandas Xia Ling.


"Tapi aku mencintaimu pangeran."


"Aku tidak."


Setelah mengatakan itu Xia Ling pun pergi menuju kamarnya dan membersihkan tubuhnya. Tidak lama kemudian ibu suri kedua mendatanginya.


Sesuai perkiraannya, gadis itu akan menceritakan obrolan mereka pada semua keluarga.

__ADS_1


"Ibu!" Seru pangeran setelah permaisuri berada di hadapannya.


"Pangeran apa yang kamu bincangkan pada putri Young Yeu Ar, apa kamu tidak ingin pernikahan ini terjadi, anakku?" Tanya Ibu suri ke dua.


"Ya, sesuai yang anda dengar ibu." Ucapnya.


"Kenapa?"


"Ibu, aku mencintai seorang gadis desa dan yang ingin aku jadikan istri ku hanya dia." Terang Xia Ling. Ibu suri jatuh terduduk di atas tempat tidur megah Xia Ling, matanya membulat mencoba mencerna perkataan anaknya.


"Apa kau sudah memikirkan akibat dari kebodohan mu itu Xia Ling, jika kaisar mengetahui ini, hukuman apa yang akan dia berikan padamu putraku." Ibu suri kedua duduk lemas tidak berdaya, membayangkan betapa murkanya kaisar pada putra mahkota nya itu.


"Aku akan menerima semua akibat yang akan aku terima dari kebodohan ku ini ibu. Aku tidak bisa menjalin hubungan dengan seorang gadis yang tidak aku cintai." Ucap Xia Ling.


"Dengarkan aku Xia Ling, kau seorang putra mahkota dari dinasti Xia, putra satu-satunya penerus kerajaan. Jika kau menikahi seorang gadis desa apa yang akan terjadi dengan kelangsungan hidup kerajaan ini. Dan cinta yang kau katakan, itu akan di dapatkan setelah kalian menikah nanti. Seorang Kaisar bisa menikahi beberapa wanita dan di jadikan sebagai selir, kau pun akan seperti itu kelak putraku." Tegas Ibu suri menjelaskan.


"Tapi aku tidak menginginkannya ibu." Elak Xia Ling.


"Kamu_" Ucapan ibu suri kedua terhenti ketika putri Young Yeu Ar masuk.


"Ibu Suri. Maafkan hamba mengganggu, makan siang sudah siap untuk di hidangkan." Sela Youn Yeu Ar seraya menunduk.


"Pangeran mari." Ajak gadis itu pada pria itu.


"Kalian duluan saja, aku akan segera menyusul." Ucap Xia Ling.


"Baik kalau begitu. Mari Ibu suri kedua." Ajaknya pada ibu suri.


"Putri Young! Apa kau mendengar percakapan kami berdua?" Tanya Ibu suri setelah berada di luar kamar Xia Ling.


Putri Young Yeu Ar mengangguk seraya tersenyum lembut, seperti senyum yang di paksakan. Ada kebencian bersarang di hatinya.


-bersambung-


Hai jangan lupa follow akun authornya supaya dapat notifikasi saat cerita up.


semoga kalian suka dengan alur ceritanya.


di awal-awal episode ini, adegan dewasanya hanya sedikit, tapi saat reinkarnasi nanti ke seribu tahun mendatang di usahakan dibuat seru.


autornya sedang cari ilham untuk membuat alur cerita semakin seru.


Happy reading all

__ADS_1


lup lup all


Darkorchid


__ADS_2