
Jadilah milikku
Cahaya jingga yang menghangatkan mulai terbit dari ufuk timur, Xiao Li Er sudah berkutat dengan ramuan-ramuan nya di dapur. 2 jam dia membuat ramuan-ramuan itu, hingga sinar sang surya sudah benar-benar naik, masuk kedalam gubuk nya dan menghangatkan.
Dia teringat pria yang sudah mengundangnya untuk datang menemui di danau yang biasa dia kunjungi. Xiao Li bergegas menuju danau, menyusuri hutan, dan jalan setapak, cukup jauh memang, sekitar 2 jam perjalanan baru dia sampai di sana.
Dia melihat ke sekeliling danau, belum nampak pria itu di sana. Dia pun duduk di atas sebuah batu seraya menurunkan kakinya ke air. Sangat segar sekali, 15enit menunggu akhirnya memutuskan untuk membuka pakainnya dan turun ke air, dia pun mandi di danau itu.
"Mungkin Pria itu tidak akan menemuiku. Ah biarlah! bukannya itu bagus, jika dia tidak jadi menemuiku!" Gumamnya, seraya membersihkan seluruh tubuhnya.
Dia sangat menikmati segarnya air danau itu, menenggelamkan seluruh tubuhnya ke dalam air, ketika dia berdiri keluar dari air.
"Deg"
"ah! oh dewa!"
"Kenapa Anda mengejutkan ku terus? apa ini menjadi kebiasaan anda mengejutkan seseorang?" Tanya Xiao Li, jantungnya berdetak tidak beraturan, nafasnya sedikit tersengal-sengal melihat Xia Ling tiba-tiba berada di hadapannya.
"Sudah menunggu lama?" Ucap Xia Ling balik bertanya.
"Tidak terlalu! baru beberapa menit yang lalu!"
Xia Ling tersenyum senang, melihat gadis itu menempati janjinya untuk menemuinya.
Xiao Li sudah berada di daratan dan memakai pakaiannya, di susul oleh Xia Ling.
"Pangeran! Kenapa anda menyuruh hamba untuk menemui anda di sini? apa ada sesuatu yang akan anda sampaikan pada hamba? Tanya Xiao Li ketika melihat Xia Ling sudah selesai memakai pakaiannya.
Pangeran berjalan melewatinya, lalu duduk di sebuah batu dan berbaring di atasnya, dia tidak mengatakan sesuatu.
"Maaf Yang Mulia! apa ada yang harus saya lakukan? atau ada sesuatu yang anda perlukan?" Ucapnya dengan sopan, karena Xia Ling belum menjawab pertanyaan nya.
Xiao Li sedikit menawan marah, karena Xia Ling membuang waktunya, dengan berdiam diri seperti itu.
Tidak lama kemudian, Xia Ling turun dari tempat dia berbaring, lalu menghampiri gadis itu, seraya menghela nafas nya.
"Xiao Li!"
"Iya, pangeran!"
"Apa kau mau jadi kekasihku?" Tanya Xia Ling.
"Deg." Jantung Xiao Li berasa jatuh, benar-benar terkejut dengan apa yang dia dengar. Dia mematung dan tidak bergeming.
"Xiao Li!"
"Yang Mulia! apa anda sedang mempermainkan hamba?"
"Maksudmu?"
"Yang Mulia tentu tahu jika hamba hanyalah seorang wanita biasa! hamba tidak pantas untuk anda. Lalu kenapa anda mengatakan hal itu?"
"Cinta tidak memandang status seseorang Xiao Li!"
"Tapi Yang Mulia! hamba mendengar jika anda akan menikah dengan putri mahkota dari kerajaan dinasti Young Ji!"
Tidak di pungkiri Xiao Li dari awal bertemu dengan Xia Ling pun sudah menyimpan perasaan, namun ketika kabar pernikahan pangeran dengan putri dari kerajaan Young Ji tersebar ke seluruh penjuru negri, semua perasaan itu harus di redam dalam-dalam. Karena dia menyadari dia hanya seorang gadis desa.
"Aku tidak mencintai Young Ye Ar. Aku hanya mengikuti titah kaisar saja Xiao Li. Sejak awalpun yang aku cintai hanya dirimu seorang, sejak awal kita bertemu di tempat ini."
__ADS_1
"Tapi pangeran! itu tidak benar! Anda pun menerima perjodohan itu bukan?"
"Ya! aku menerimanya, tapi bukan berarti aku menyetujui dan mencintai putri Young Ye Ar. Sudahlah kita tidak perlu membahas masalah ini, Xiao Li. Apa kau menerima cintaku?"
"Maaf pangeran! hamba tidak bisa." Ucap Xiao Li lalu berlari meninggalkan Xia Ling. berlari menanjaki tebing menuju hutan.
"XIAO LI ER, XIAO LI ER. Tunggu!" Xia Ling mengejarnya.
Dia melihat Xiao Li tiba-tiba berdiri mematung, dengan nafas yang tertahan, di lihatnya di hadapan mereka seekor singa jantan menghampiri mereka berdua.
Xia Ling berjalan perlahan mendekati Xiao Li yang sekarang nampak pucat pasi, menahan nafasnya, keringat dingin bercucuran di atas dahinya.
"Xiao Li! tetap tenang jangan bergerak!" Ucap Xia Li.
"Aum-aum." Singa itu menerkam Xiao Li.
"Akkkhhhhh. Brugghhh." Xia Ling merengkuh Xiao Li mereka terjatuh dan berguling, tepat saat singa itu meloncat di hadapan mereka berdua.
Pangeran dan singa pun bergumul berguling-guling di tanah, berguling ke samping kanan dan kiri, berdiri lalu jatuh kembali, kini tubuh singa itu berada di atas tubuh Xia Ling.
"Crash. aauuumm. brughh." Singa berhasil di lumpuhkan, sebuah pisau belati tertancap di perutnya.
Pangeran lalu berdiri dan menendang tubuh singa yang sudah tidak berdaya itu. Tubuh pria itu berlumur darah yang mengucur dari badan singa. Ada beberapa luka bekas cakaran singa saat bergumul.
"Pangeran, anda!" Xiao Li berlari menghampiri dan memapah Xia Ling menuju danau Kembali.
"Pangeran anda duduk lah di sini. Krekkk!" Ucap Xiao Li seraya menyobek baju bagian bawahnya. lalu mengambil air untuk membersihkan luka-luka pada tubuh Xia Ling.
Setelah Xiao Li membersihkan luka-luka Xia Ling, dia pun memapahnya masuk kedalam sebuah goa yang tidak jauh berada di tepi danau tersebut, setelah membaringkan tubuh Xia Ling, dia pun beranjak bangun berniat mencari dedaunan untuk membuat obat herbal untuk mengobati lukanya itu.
Namun Xia Ling menggengam tangan gadis itu, gadis itupun memalingkan wajahnya menoleh pada pria itu.
"Xiao Li! Kau mau kemana?"
"Tidak usah! tetaplah di sini, aku ingin berbicara padamu." Ucap Xia Ling seraya mengangkat tubuhnya.
"Hamba akan cepat kembali pangeran, jika tidak segera di obati luka-luka itu akan terinfeksi. Hamba mohon, dan andapun jangan terlalu banyak bergerak dulu!" Ucap Xiao Li dengan sigap menahan Xia Ling agar berbaring kembali.
"Baiklah! tapi cepat kembali!" Ucap Xia Ling lalu membaringkan tubuhnya kembali.
Xiao Li Er mengangguk lalu meninggalkan pria itu sendiri, goa yang indah, dan aneh. Goa itu begitu nyaman, tidak lembab sama sekali, bahkan terdapat sebuah kolam kecil yang di tumbuhi bunga teratai dan di tepi nya bunga anggrek tubuh indah sekali.
Selain itu ada sebuah ayunan yang di balut oleh tumbuhan rambat dengan bunga yang berwarna cantik. Ada air terjun kecil juga di sana, mengalirkan air jernihnya ke kolam tersebut, indah itulah yang terlihat.
Xia Ling nampak takjub dengan pemandangan di dalam goa itu, sangat nyaman, sehingga dia enggan untuk pergi dari sana, tempat itu mampu membuat dirinya terhipnotis.
Xiao Li pergi selama tiga puluh menit dan kembali ke goa dengan beberapa tumbuhan obat di tangannya.
"Xiao Li, goa ini begitu indah, bahkan aku rasa tidak pantas di sebut goa karena tempat ini begitu nyaman dan tidak lembab seperti goa-goa kebanyakan nya? " Tanya Xia Ling saat gadis itu sudah berada di dekatnya.
"Ah iya! ini tempat hamba menenangkan diri saat hamba jenuh tinggal di desa, dan tempat hamba membuat ramuan-ramuan selain di desa. Di sini hamba mendapatkan ketenangan saat mempelajari ramuan baru."
Ucap Xiao Li.
"Pantas saja saat kau menghilang beberapa hari yang lalu dari desa, ternyata kamu berada di sini?" Tanya Xia Ling pada nya, kini dia tahu tempat Xiao Li jika gadis itu menghilang dari desa.
Xiao Ling mengangguk lalu mulai menumbuk tanaman obat yang dia bawa tadi, setelah selesai dia mengoleskannya pada luka-luka pria itu.
"Sshhhh." Pria itu menahan perih lukanya ketika obat itu mulai meresap pada sela-sela lukanya.
__ADS_1
"Apa sangat sakit?" Tanya Xiao Li saat pria itu mendesis.
Xia Ling hanya menggelengkan kepalanya.
"Tidak sakit, namun terasa sedikit perih." Ucapnya.
"Sudah selesai pangeran. Luka ini akan cepat kering dan menghindari dari infeksi."
"Apa pangeran akan pulang dalam keadaan seperti ini?" Ucapnya lagi.
"Sepertinya aku tidak akan pulang ke istana dulu, aku akan menginap di goa ini saja." Ucap pangeran.
"Anda yakin? jika kaisar mencari anda bagaimana?"
"Tidak usah memikirkan hal itu." Ucap pangeran.
"Xiao Li! duduk lah di dekat ku. Aku ingin berbicara padamu."
Xiao Li pun menuruti nya lalu duduk di samping Xia Ling.
"Xiao Li aku mohon, jadilah wanitaku. Masalah putri mahkota Young Ye A, biar itu jadi urusan ku nanti, yang jelas aku hanya akan menikahimu saja. Percayalah padaku, aku sangat mencintaimu dan aku tidak ingin kehilangan dirimu."
Xiao Li hanya terdiam, lalu menoleh menatap wajah pria itu, nampak binar matanya yang tulus, pria itu benar-benar mencintainya.
Beberapa menit gadis itu termenung lalu memutuskan untuk mengangguk menyetujui permintaan pangeran untuk menjadi miliknya.
Pangeran sangat bahagia melihat anggukan dari gadis itu.
"Apa kau serius menerimaku Xiao Li?" Tanyanya untuk meyakinkan.
"Iya pangeran." Ucapnya seraya menganggukkan kepalanya kembali, nampak wajahnya menjadi merah karena malu.
Xia Ling sangat senang mendengarnya lalu merengkuh gadis itu masuk dalam pelukannya.
"Pangeran! Anda sedang terluka!"
"Luka ini sudah sembuh Xiao Li, berkat dirimu." Ucap Pangeran penuh kebahagiaan.
"Dan satu lagi, jangan panggil aku pangeran lagi, panggil aku dengan namaku." Ucapnya lagi.
"Tapi Anda."
"Tidak ada tapi, Xiao Li. Kau sekarang sudah menjadi milikku. Kau harus mengikuti apa yang aku katakan." Ucapnya.
" Iya! Xia Ling." Ucap Xiao Li malu-malu.
Kedua sejoli yang sedang jatuh cinta itu larut dalam kebahagian, hingga waktu tidak terasa mulai gelap di luar sana. Mereka beristirahat dan tidur di dalam goa itu berselimutkan langit-langit goa. Sinar rembulan menyinari seakan tempat itu adalah kamar tidur yang sangat mewah.
-***Bersambung-
Next gak?
Follow dong akun authornya, plissss biar dapet notifikasi saat cerita up.
dan di tunggu likenya..
semoga kalian senang ya dengan novelku ini.
I love you readers
__ADS_1
Happy reading
-Darkorchid***-