
Pangeran masih menyusuri anak sungai di desa Xuang ji, sudah seharian dia menyusuri sungai tersebut namun masih belum menemukan apapun. Senja mulai menyapa, para pengawal menyarankan untuk beristirahat dahulu, dan sebaiknya mengusun rencana untuk menangkap basah pelaku yang menumpahkan limbah berbahaya ke sungai.
Pangeran pun menyetujui, lalu memerintahkan para pengawal mendirikan tenda di hulu sungai dekat dengan hutan kecil tidak jauh dari pemukiman warga. Sebenarnya warga memintanya untuk menginap di salah satu rumah mereka saja, mengingat keselamatan putra mahkota adalah nomor 1, namun pangeran tersebut tidak ingin merepotkan warga, dan memilih untuk tinggal di tenda di tengah hutan.
Selain itu jika ada pergerakan dari seseorang yang mencurigakan dia tidak perlu membangunkan warga, alasan itu lah mengapa pangeran lebih memilih tinggal di tenda.
Hari semakin gelap, fikiran nya mengalihkan rasa kantuknya, para pengawal berjaga ketat di luar tenda, seusai perintah pangeran jangan menyalakan api yang akan menarik perhatian orang atau hewan buas di hutan itu.
Fikiran pangeran melayang pada masalah desa ini, dan beralih ke Xiao Li er gadis impiannya, seharian ini dia tidak dapat bertemu dengannya. Ketika pria itu asik dengan lamunannya itu, tiba-tiba di kejutkan oleh panggilan pengawalnya.
"Yang Mulia maafkan hamba! Yang mulia hamba melihat seseorang yang mencurigakan di dekat sungai."
Setelah pangeran mendengar hal itu, dia langsung beranjak dari tempat tidurnya, keluar dari tenda bergegas ke tempat yang di tunjukkan pengawalnya. Dan benar saja, tiga orang sibuk menumpahkan cairan dari sebuah botol ke sungai, pangeran dengan sigap menangkap ketiga orang tersebut, menghajarnya hingga tidak dapat berkutik lagi, dan menyuruh para pengawal untuk mengikat ketiga orang tersebut.
Pria itu tidak bisa menunggu lagi, mereka di giring ke istana malam itu juga. Kaisar sudah menunggu mereka di ruang sidang istana.
Para pelaku itupun di bawa ke ruang sidang tersebut.
Tanpa menunggu lama mereka bertiga di putuskan dengan hukuman mati karena sudah merugikan rakyat dari dinasti Xia dengan tujuan pribadi mereka, mereka ingin menguasai desa dengan meracuni air sungai agar para warga meninggalkan desa, sebenarnya pelaku tersebut bukan tiga orang melainkan lebih dari sepuluh orang, dan setelah tiga orang tersebut tertangkap, tidak lama kemudian gerombolan pelaku itupun ikut di tangkap dan di hukum sesuai titah Kaisar.
Warga Xuang ji bersyukur dan berterima kasih pada Raja dan Pangerannya yang sudah berhasil mengembalikan semuanya seperti sedia kala, dengan memberikan berbotol-botol ramuan penetral racun tersebut, walau itu membutuhkan waktu berhari-hari agar air sungai dapat kembali di konsumsi warga.
Semenjak kejadian itu, pangeran jadi sering mengunjungi desa xuang ji untuk memastikan rakyat nya itu sudah aman. ini hari ke 8 saat kejadian penangkapan terjadi. Saat Pangeran mengunjungi desa itu, dia melihat Xiao Li Er terlihat terburu-buru, Pangeran berusaha mengejarnya, dia berfikir pasti menuju rumahnya, dan betul saja.
Xiao Li Er menuju rumahnya dengan tergesa-gesa, setelah sampai ke rumah, Xiao Li Er menuju dapur, terlihat berjajar botol-botol ramuan di sana, tanpa fikir panjang Xia Ling Yuu menghampiri gadis itu.
"Xiao Li!" Panggil Xia Ling.
"Akh, Anda!" Xiao Li Er menoleh padanya dengan wajah ketakutan.
"Yang Mulia! sedang apa di gubuk hamba!" Ucapnya lagi
Pangeran nampak tidak menyukai sikap gadis itu, dan ternyata gadis itu sudah tahu jati dirinya yang sebenarnya.
"Aku melihatmu berjalan dengan tergesa-gesa tadi, lalu aku mengikuti mu kemari. Ada apa? apa ada masalah? mungkin aku bisa membantumu!" Jawab Xia Ling Yuu.
"A-anu, Yang Mulia! tidak ada apa-apa, hamba baik-baik saja!" Jawab Xiao Li terbata-bata.
"Apa kau takut padaku?" Tanya Xia Ling.
"Tidak Yang Mulia! hamba hanya_" Belum selesai menjelaskan kalimatnya terpotong dengan pertanyaan dari Xia Ling.
"Botol apa ini Xiao Li?" Tanyanya.
__ADS_1
"Ah! itu botol ramuan Yang Mulia. Setelah kejadian sungai di racuni oleh orang jahat, hamba pergi dari sini dan mencoba membuat ramuan-ramuan ini, tapi sayangnya saat hamba kembali, semuanya sudah kembali normal, akhirnya saya simpan ramuan ini di sini." Terangnya pada Xia Ling Yuu.
"Oh! pantas saja sejak awal aku kemari aku tidak melihat mu. Kemana kamu pergi?" Tanya Xia Ling.
"Ah! itu hamba pergi ke tempat yang biasa hamba kunjungi, tempat di mana air di sana tidak akan bisa terjamah oleh siapapun." Jawab Xiao Li.
"Lembah, dengan danau di tengah nya, dan air terjun yang memancarkan cahaya yang menyilaukan mata?" Tanya Xia Ling.
Xia Li Er sedikit terkejut, namun dia ingat jika pria itu sempat pergi ke sana, dan tempat yang jadi saksi bisu pertemuan pertama mereka.
"Iya." Jawab Xia Li seraya mengangguk.
"Seharusnya aku tahu, jika kau pasti akan sering datang ke sana." Ucap pangeran seraya tersenyum.
"Yang Mulia! anda belum kembali ke istana? sudah cukup lama anda berada di sini, hamba takut orang-orang berfikir buruk tentang hamba, melihat Anda berada di gubuk hamba ini." Ucap Xiao Li seraya menundukkan kepala.
"Tenang saja! kau tidak perlu takut, aku tidak akan membuat kamu bermasalah dengan kehadiran ku di sini, aku hanya ingin sesikit lebih lama berbincang dengan mu." Ucap Xia Ling Yuu.
"Tapi Yang Mulia! hamba_"
"Hamba tidak ingin pihak kerajaan pun menilai hamba buruk."
"Hamba mohon Yang Mulia. Anda kembalilah!" Ucap Xiao Li dengan suara yang sedikit tertekan.
"Baiklah! aku akan pergi dari sini, tapi kamu harus berjanji padaku dan harus menepati nya."
"Kamu harus berjanji untuk bertemu denganku besok pagi di danau dekat hutan itu!"
"Tapi Yang Mulia saya tid_" Belum sempat selesai kata-katanya sudah terpotong dengan ucapan Xia Ling Yuu.
"Jika kamu menolak, aku tidak akan pergi dari sini, bahkan aku akan menginap di sini." Ucap Xia Ling sedikit mengancam.
"Ah! Yang Mulia hamba tidak dapat berjanji itu."
"Ya sudah! jika kamu tidak ingin berjanji, mulai hari ini aku tidak akan pergi dari sini dan akan menginap di rumah mu ini."
"Yang Mulia! ba-baiklah Yang Mulia! saya berjanji, saya besok akan menemui Anda di sana!"
"Bukan hanya besok Xiao Li, tanpa setiap hari."
"Deg." Xiao Li terkejut.
"Yang Mulia!" Tapi Xia Ling Yuu sudah tidak ada di hadapannya. Pria itu sudah menunggangi kudanya berlalu dari halaman rumah Xiao Li Er.
__ADS_1
Gadis itu tertegun melihat Xia Ling pergi, termenung kenapa pria itu tiba-tiba ingin selalu berada di sekeliling dia.
Dia tidak mengerti apa yang di inginkan pria itu darinya sehingga memintanya untuk menemui dia setiap hari.
"Ah.. Terserah aku pusing, terserah dia mau apa, aku ingin lihat besok apa yang dia akan lakukan padaku di lembah." Ucapnya pada diri sendiri. Lalu masuk kedalam rumahnya.
"Akhhhhh! kenapa aku sampai lupa melakukan sesuatu, gara-gara pria itu, sampai aku melupakan tugas ku." Ucap nya seraya mengambil satu botol ramuan dan berlari sekuat tenaga dia, menuju sebuah rumah di desa.
"Maafkan saya, saya terlalu lama mengambil ramuan ini, ini cepat berikan pada Yang Ji. Supaya racunnya tidak menyebar ke seluruh tubuh." Ucap Xiao Li menghambur ke kerumunan orang di tengah rumah yang berna Yang ji. Setelah selesai meminumkan ramuan dari botol itu, Xiao Li seperti mentransferkan suatu energi ke dalam tubuh Yang Ji, sehingga pemuda itu terbatuk-batuk dan mengeluarkan cairan berwarna hitam pekat.
"Ah, syukurlah! aku belum terlambat!" Ucapnya, mengingat tubuh Yang Ji saat dia telat datang sudah berubah, kuku-kuku nya menjadi biru dan juga bibirnya, lingkar matanya sedikit hitam legam, 5 menit saja wanita itu telat datang Yang Ji, pemuda yang terkena racun saat berusaha mengusir kelabang di dapur rumah nya itu, pasti tidak dapat tertolong.
"Nona Xiao Li Er! anda sangat berbakat dalam mengobati orang, terutama yang terkena racun. Terimakasih Nona Xiao Li, jika anda tidak datang mungkin putraku akan tiada." Ucap seorang wanita paruh baya, ibu dari pemuda itu.
"Nyonya Yan Eng! anda tidak perlu sungkan seperti itu, sudah tugas saya sesama manusia menolong, bukan?"
"Berkat dewa dan doa seorang ibu juga yang menolong putra anda! putra anda akan segera sembuh, minumkan ramuan yang sudah saya siapkan ini sehari dua kali, agar racun kelabang itu cepat keluar dari tubuh Yang ji, dan membuat energi pada tubuh Yang Ji kembali normal." Ucap Xiao Li seraya menyerahkan sebungkus ramuan dari akar-akar tumbuhan dan daun yang sudah di keringkan.
"Baik Nona! sekali lagi saya sangat berterima kasih pada anda. Tapi saya tidak dapat memberikan apapun untuk anda bawa Nona Xiao Li." Ucapnya wanita paruh baya itu seraya menundukkan kepalanya sedikit menyesal.
"Ah! tidak masalah nyonya, anda tidak perlu khawatir, fikirkan saja kesehatan putra anda, dan jangan lupa panggil saya jika ada sesuatu pada putra anda nyonya." Jawab Xiao Li padanya dengan tersenyum lembut.
"Baik nona."
"Kalau begitu saya permisi, masih banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan." Ucap gadis itu seraya undur diri meninggalkan rumah wanita paruh baya itu.
Xiao Li Er lega, usahanya menyembuhkan pemuda itu tidak sia-sia, tadi dia tergesa-gesa menuju rumahnya untuk mengambil beberapa ramuan penetral racun, namun gara-gara Xia Ling Yuu datang dan malah mengajak dia bercakap-cakap, membuat gadis itu terancam terlambat.
Jika Xia Ling bersih keras diam di rumahnya dan berdebat, pasti dia akan benar-benar akan terlambat, dan 1 nyawa tidak akan terselamatkan.
Maka dari itu gadis itu menyetujui permintaan Xia Ling Yuu untuk bertemu dengannya besok di lembah.
Gadis itu sudah berada di gubuknya meracik beberapa ramuan dan memasukkannya ke dalam botol-botol kecil, menyimpannya di selongsong bambu yang sudah di buatkan lubang-lubang di dalamnya.
Tidak terasa hari sudah semakin larut, gadis itu memutuskan untuk masuk ke rumahnya dan pergi beristirahat, mengingat besok dia akan menemui pangeran yang akan membuat hidupnya bermasalah jika dia tidak menemuinya.
--***Bersambung--
Jangan lupa di Follow ya akun authornya readers tercinta, supaya bisa mendapatkan notifikasi saat part selanjutnya up.
semoga kalian terhibur readers
thank you
__ADS_1
Happy reading
-Darkorchid***-