Dendam Gadis Ular & Cinta Pangeran Tampan

Dendam Gadis Ular & Cinta Pangeran Tampan
episode selanjutnya


__ADS_3

Perjodohan antar kedua kerajaan


Setelah bersiap, Pangeran menuju ruang pertemuan untuk menghadap pada Kaisar.


Di ruang pertemuan ternyata sudah banyak orang, seperti nya keluarga dari kerajaan sebrang yang sudah menunggu kehadiran nya di sana.


"Mari Putra Mahkota." Ucap sang Kaisar seraya memanggil nya.


"Duduklah di sini ,nak." Ujarnya kembali.


Pangeran melihat ke seluruh ruangan dan berjalan santai menuju Kaisar di singgasana nya, melewati para tamu yang sudah berdiri tegap seraya membungkuk memberi hormat. Tanpa berkata ataupun bertanya apapun pada Kaisar, pangeran duduk di sampingnya.


"Nak, perkenalkan mereka adalah keluarga dari kerajaan Disnasti Young ji." Ucap Kaisar memperkenalkan para tamu nya.


"Itu Kaisar Ji Lung Yie, itu Permaisuri Eng Liau Young, Putra Mahkota Ji Eng Lia dan itu Putri Mahkota Young Ye Ar." Lanjut Kaisar padanya.


"Kaisar Young Ji, ini Putra Mahkota ku satu-satunya Pangeran Xia Ling Yu, Dia lah yang akan menggantikan posisi ku di singgasana milik ku ini." Sambung Kaisar Xia penuh dengan bangga memperkenalkan Puta Mahkotanya itu.


Pangeran tetap tidak berkata apapun, hanya melihat pada mereka seraya menganggukkan kepala memberi salam hormat pada Kaisar Dari kerajaan Young Ji. Seraya di balas anggukan dari Sang Kaisar tersebut.


"Mari Kaisar, silahkan nikmati hidangan yang sudah kami sajikan, kita akan melanjutkan percakapan nya setelah makan." Ibu Suri Jiang Xi menuntun para dayang untuk menghidangkan makanan pada para tamu tersebut.


Mereka makan bersama-sama sambil berbincang-bincang tentang kerajaan masing-masing, tidak ada ketegangan di sana Kaisar Xia Eng Yi dan Kaisar Ji Lung Yie bercakap dengan serius tentang kelangsungan kerajaan masing-masing. Sedangkan para Permaisuri bercakap-cakap tentang keindahan istana masing-masing sambil berkelakar tertawa sesekali, mereka mengagumi satu sama lain.


Sedangkan Para Pangeran dan Putri Mahkota hanya berbincang tentang hobby dan kebiasaan mereka masing-masing saja.


Tidak lama kemudian acara jamuan pun selesai dan melanjutkan perbincangan mereka yang tertunda tadi.


"Pangeran Xia Ling,Putra ku. Kedatangan Kaisar Young Ji kemari adalah untuk mempererat hubungan dua kerajaan agar kelangsungan kerajaan semakin makmur dan maju." Kaisar Xia memulai percakapan nya dan berkata pada putra nya.


Pangeran sudah tidak asing dengan ini, dia sudah tahu alasan akan kehadiran tamu jauh ini adalah untuk mengajukan lamaran nya. Yang tidak lain adalah untuk dirinya sendiri dan Putri dari kerajaan Young Ji, Young Yeu Ar. Pangeran tidak berkata apa-apa dia hanya diam seribu bahasa, dia mengingat wajah gadis cantik yang Ia temui di Danau dalam hutan tadi.


Wajah gadis itu terus membayangi pelupuk matanya sehingga dia merasa hilang akal, fikirannya melayang kesana kemari, entah harus apa dan berkata apa, jika dia tidak menerima lamaran ini Kaisar akan murka padanya, tapi dia tidak sedikit pun memiliki perasaan pada Sang Putri Mahkota tersebut.


Lama dia termenung sehingga Ibu Suri melihat raut wajah anaknya, Dia tahu jika Putra Mahkota satu-satunya itu tidak menyetujui lamaran ini, Dia sedang memikirkan sesuatu jauh di angan-angan nya.


"Putra Mahkota, kenapa kamu termenung, nak?". Pertanyaan Ibu Suri membuyarkan lamunan Pria tampan itu.


"Bagaimana Nak? tentang lamaran Kaisar Young Ji?" Lanjut Ibu Suri.


"Aku serahkan semuanya Pada Kaisar Xia, Aku akan mengikutinya, ini demi kelangsungan dan kemakmuran dua kerajaan mana mungkin aku menolak Yang Mulia Ibu Suri." Jawab pangeran dengan santai namun penuh keraguan.


Tapi hal itu hanya Ibu suri saja yang tahu jika Putra Mahkota nya itu keberatan dengan perjodohan ini. Di sisi lain Kaisar Xia begitu senang mendengar penuturan Putranya itu, maka di resmikannya lah perjodohan antar dua kerajaan.


"Pangeran, bawalah Putri Young Yeu Ar berkeliling istana, Nak. Tidak lama lagi dia akan menjadi bagian dari istana, tentu dia harus tahu seluruh tempat di istana." Ujar Ibu suri Jiang Li Eur.


 

__ADS_1


Jiang Lie Eur adalah Permaisuri Pertama yang tidak lain adalah ibu kandung dari Pangeran Xia Ling Yu, sifatnya jauh berbeda dengan Jiang Xi ibu suri kedua, ibu suri yang selalu di kagumi dan di sayangi Xia Ling Yu Permaisuri pertama sifatnya lebih keras, terlalu banyak menuntut, kasar kepada siapapun yang membuat kesalahan, tidak punya belas kasih, dingin bahkan pada anak-anaknya sekalipun, maka dari itu Xia Ling Yu tidak begitu dekat dengan ibu kandungnya tersebut, sifat nya yang selalu tidak di sukai nya lah yang membuat anak dan ibu kandung itu terlalu jauh, Xi Ling Yu lebih dekat dengan ibu suri kedua.


 


Karena yang membesarkan dirinya dari kecil adalah ibu suri kedua Permaisuri Jiang Xi, makanya sifat buruk ibu kandungnya tidak menurun padanya.


Pangeran hanya mengangguk mengiyakan perintah Ibu suri pertama.


"Silahkan Putri!" Hanya itu saja yang keluar dari mulut laki-laki itu, mempersilahkan wanita muda di hadapannya untuk berjalan. Mereka berkeliling ke semua penjuru istana, setelah itu berhenti di sebuah taman yang begitu banyak tanaman yang tumbuh subur di sana, seperti sayuran, buah-buahan, serta berbagai macam bunga dengan warna-warna yang indah, membuat mata tidak akan jenuh untuk melihatnya.


Putri Young Yeu Ar berjalan setengah berlari mendekati bunga-bunga yang bermekaran di sana, senyum merekah di bibir kecilnya menandakan kekaguman yang amat sangat pada pemandangan indah di depan matanya.


Pangeran berjalan santai mendekatinya.


"Yang Mulia! begitu banyak bunga-bunga dan tanaman segar di sini, begitu cantik dan indah sekali." Ucap sang Putri sambil menciumi bunga satu persatu dan memetik buah jeruk yang ranum dan manis di sana.


Pangeran hanya tersenyum tipis melihat nya, entah kenapa dia tidak memiliki getaran di hatinya untuk wanita muda di hadapannya ini, hanya rasa kagum karena menghargai saja yang ada saat ini.


"Apa anda menyukai ini semua Tuan Putri?"


"Tentu saja Pangeran," Ucap sang putri dan menoleh kepada laki-laki di samping kirinya.


"Anda sebentar lagi akan menjadi bagian dari istana Xia, Anda bisa menikmati nya sepanjang waktu nanti." ucap Pangeran dengan senyum simpulnya.


Gadis muda itu hanya menganggukkan kepala dan tersenyum bahagia, mengiyakan ucapan sang Pangeran.


Gadis muda itu mengangguk pelan dan mengikuti laki-laki itu dari belakang. Di belakang punggung Putri, para dayang setia mengikuti mereka setiap mereka melangkah.


"Tuan!" Panggilan gadis itu memecah keheningan di sepanjang jalan mereka.


 


"Apa anda benar-benar menyetujui perjodohan kita ini? Karena saya sejak tadi melihat wajah anda begitu tidak senang?" Lanjut si gadis tanpa menunggu sahutan panggilannya pada pangeran.


 


"Jika memang anda tidak menyukainya kenapa anda menyetujuinya Tuan?" Sambungnya lagi.


Laki-laki itu hanya diam saja, Dia tidak menoleh sedikit pun pada gadis itu. Gadis itu pun terdiam tidak mendapatkan jawaban dari laki-laki yang kini berjalan beriringan dengan nya.


"Apa bedanya jika aku menerima atau menolak? Toh semua ini sudah di atur demi kelangsungan hidup untuk kedua kerajaan, kita tidak bisa menolak jika menyangkut dengan kerajaan,bukan?" Ujar pangeran menjawab pertanyaan gadis itu setelah beberapa menit.


Mereka terdiam kembali, dan suasana kembali hening. Akhirnya mereka pun sampai kembali ke ruangan pertemuan, disana mereka melihat Kaisar dan Permaisuri dari kedua kerajaan saling berbincang-bincang, entah perbincangan tentang apa.


"Oh, calon Raja dan Ratu sudah kembali? mari sini nak duduk bersama kami." Ujar Permaisuri Jiang Lie Eur, Ibu suri pertama.


"Bagaimana Putri Young Ye Ar? apa kamu menyukai istana kami ini?" Sambung Ibu suri kedua.

__ADS_1


"Tentu saja Permaisuri, istana ini begitu megah dan indah, apalagi di belakang istana terdapat kebun yang terhampar luas di tumbuhi tanaman-tanaman yang segar, aku begitu sangat kagum melihatnya, jika Tuan Muda tidak mengajakku untuk kembali aku pasti akan berada seharian di sana." Ujar Sang gadis antusias menceritakan isi istana kepada semuanya, seraya tersenyum simpul agar terjaga kewibawaan nya sebagai seorang putri.


 


"Oh, iya, disana kami sendiri lah yang menanami berbagai tumbuh-tumbuhan, agar tidak merepotkan rakyat kami untuk memberi upeti berupa tanam-tanaman hasil panen mereka." Ujar Ibu suri kedua, di sambut dengan senyuman masam dari Ibu suri pertama.


 


"Betul Menantu, kelak kau pun akan menikmati dengan puas hasil kebun kami itu, Tapi sesungguhnya kamu lebih cantik dan menawan di banding tanaman-tanaman di sana Putri Young Yeu Ar." Ujar Ibu suri pertama tidak mau kalah dengan memuji Gadis muda itu.


Putri Young Yeu Ar hanya tersenyum simpul malu seraya menganggukkan kepala. Tanda dia sangat senang mendengar nya, mendengar pujian yang di ucapkan ibu suri pertama.


"Yang Mulia Kaisar Xia, kalau begitu kami akan pamit kembali ke kerajaan kami, hari sudah mulai petang, perjalanan kami sangat jauh, takut-takut kami bermalam di jalan." Ujar Kaisar Young Ji seraya berpamitan.


 


"Kaisar Young Ji kenapa anda terburu-buru, menginaplah dulu di sini, kami akan menyiapkan tempat untuk kalian beristirahat di sini." Sergah Kaisar Xia.


 


"Dayang!" Kaisar Xia memanggil para dayang tapi di larang oleh Kaisar Young Ji.


"Oh, tidak perlu Kaisar Xia, Anda tidak perlu repot-repot menyiapkan semuanya, kami betul-betul harus kembali, kerajaan kami menunggu Kaisarnya untuk segera kembali di tahtanya, Hamba tidak dapat berlama-lama meninggalkan kerajaan." Ujar Kaisar Young Ji meyakinkan Kaisar Xia.


"Anda yakin akan kembali sekarang, Yang Mulia Young Ji?" Tanya Kaisar Xia untuk meyakinkan.


"Tentu Yang Mulia Kaisar Xia, Kami undur diri sekarang, Perjodohan ini sudah di tetapkan, tinggal menunggu waktu yang baik untuk melangsungkan pernikahan anak-anak kita bukan?" Ujar kaisar Young Ji seraya berdiri untuk berpamitan.


"Baiklah kalau Anda memaksa"


 


"Putraku Pangeran Xia Ling Yu akan mengantarkan rombongan anda sampai perbatasan kerajaan kalau begitu." Ucap Kaisar Xia seraya menatap Xia Ling yu.


 


Xia Ling Yu menganggukan kepala seraya berpamitan untuk mengantar rombongan Kerajaan Young Ji, Dia menunggangi kuda putihnya berjalan di samping rombongan mereka. Setelah perbatasan Xia Ling Yu menundukan kepala dan berpamitan untuk kembali ke istana, melepaskan rombongan di perbatasan.


_***bersambung_


Hai readers di tunggu komen dan like nya ya,bagaimana pendapat kalian tentang cerita ini, saya membutuhkan krisan kalian para readers Novel Manga toon sejati.


Episode per episode akan up setiap harinya...


Semoga kalian suka dengan alur naskahnya.


-Happy reading***-

__ADS_1


__ADS_2