Dendam Gadis Ular & Cinta Pangeran Tampan

Dendam Gadis Ular & Cinta Pangeran Tampan
Episode 8


__ADS_3

'Follow akun authornya dulu ya readers sebelum baca'


Ruang pertemuan istana


"Kaisar Young Ji, anda repot-repot kemari untuk menjenguk putra mahkota. Kami sangat berterima kasih sekali." Ucap Kaisar Xia


"Jangan bersikap sungkan Yang Mulia Xia, bukankah kita akan menjalin hubungan dan menjadi satu keluarga, sudah sepantasnya kami datang untuk melihat keadaan menantu kami." Balas Kaisar Young Ji.


"Tap tap tap" Suara langkah sepatu putri mahkota Young Ji.


"Putri Young Ji, kenapa begitu cepat kembali? apakah pangeran masih tertidur?" Tanya ibu suri ke dua saat melihat putri dari kerajaan Young Ji kembali dengan cepat dari kamar pangeran.


"Iya ibu su_" Belum selesai berbicara ibu suri sudah sampai di ruangan itu dan menyela kata-kata Young Yeu Ar.


"Putra Mahkota sangat tidak memiliki sopan santun pada tamu kita, dia tidak ingin Young Yeu menjenguk nya, bahkan Young Yeu berniat melihat luka-luka di tubuhnya pun dia tidak ijinkan." Ucap ibu suri pertama dengan kesal.


"Benarkah seperti itu putri?" Tanya kaisar Xia dengan nada tinggi.


"Ah itu, itu mungkin pangeran masih ingin beristirahat, hamba hanya tidak tepat saja saat bertemu dengannya. Tidak usah di permasalahkan." Jawab Young Yeu dengan tersenyum, agar suasana menjadi tidak tegang.


"Yang di katakan putri itu benar, mungkin pangeran masih ingin beristirahat saat ini, dia akan datang kemari saat dia sudah merasa nyaman dengan tubuhnya." Timpal Ibu suri Eung Liau Young, permaisuri Young Ji.


"Dayang bagaimana dengan hidangan untuk jamuan para tamu apa sudah siap?" Ucap suri kedua memanggil dayang yang sedang bertugas menyiapkan hidangan untuk para tamu istana.


Seorang dayang menghampiri dan menghadap pada mereka dengan menundukkan kepala.


"Yang Mulia, semua hidangan sudah di sajikan di atas meja makan." Ucap dayang tersebut.


"Mari Kaisar Young Ji, permaisuri Eung Liau, dan tuang putri, kita makan dahulu." Ajak ibu suri kedua seraya berdiri dan mengajak para tamu untuk datang ke meja makan.


Pangeran sudah selesai membersihkan badan dan menggunakan pakaian rapih khas kerajaan, dia nampak gagah dan tampan.


Dia keluar dari kamar nya dan melangkah menuju ruang makan istana.


Semua dayang menunduk memberi hormat ketika pangeran masuk ke dalam ruang makan yang sudah terdapat banyak orang.


"Kakak Xia Ling." Ucap Xia Eng Lie ketika melihat kakaknya masuk ke dalam ruangan itu.


"Mari pangeran, kita makan bersama!" Timpal Ibu suri kedua.


"Aku fikir kau tidak akan keluar dari kamar mu Putra mahkota." Ucap Kaisar Xia sedikit kesal, kesal dengan tingkah pangeran satu-satunya itu.


Xia Ling Yu tidak berkata apa-apa, dia lalu duduk di sebelah ayahnya itu. Acara makan siang pun di mulai.


Setelah 1 jam acara makan di sertai dengan percakapan antara dua kaisar. Mereka bercengkrama tentang pertunangan dan pernikahan putra-putrinya,

__ADS_1


"Acara pernikaham pangeran dan putri harus segera di langsungkan, bagaimana jika tiga pekan lagi kita langsungkan acara pernikahan dua kerajaan ini? Bagaimana menurut kaisar young Ji?" Tanya Kaisar Xia pada calon besannya.


"Hamba hanya dapat mengikuti saja Kaisar Xia." Jawab Kaisar Young Ji seraya tersenyum.


"Kalau begitu, kita akan melangsungkan persatuan dua kerajaan ini tiga pekan lagi, dan hamba mohon kalian menginaplah untuk beberapa hari disini." Pinta kaisar Xia.


"Benar Yang Mulia, kalian menginaplah di sini, kita akan menyiapkan semua kebutuhan untuk pernikahan putra-putri kita." Ujar ibu suri pertama menimpali.


"Baiklah! Jika itu permintaan kalian, kami akan menginap di istana kalian ini." Jawab permaisuri Eung Liau Young.


Pangeran tidak mengatakan apapun sama sekali, lagi pula kehidupannya sudah di atur oleh kaisar. Bahkan untuk hal ini tidak meminta pendapat nya sama sekali. Sedangkan Putri Young Yeu Ar, wajahnya memerah karena malu.


"Baiklah! Hari ini aku akan mengumumkan pernikahannya. Pernikahan yang megah yang akan berlangsung 7 hari 7 malam." Ucap kaisar Xia kembali dengan penuh kebahagiaan.


"Kalau begitu, hamba akan segera menyiapkan ruang istirahat untuk para tamu." Ucap suri kedua, seraya berdiri dan pamit untuk menyiapkan kamar untuk mereka.


Raut para tetua sangat senang siang itu.


Setelah selesai mereka kembali ke ruang pertemuan.


Semua bahasan tentang acara pernikahan kedua kerajaan pun selesai di bahas di ruang pertemuan, di lanjutkan dengan pengumuman ke seluruh penjuru negeri kerajaan dinasti Xia.


Tidak terkecuali desa tempat tinggal Xiao Li Eur, gadis yang di cinta putra mahkota.


"Apakah kamu akan melupakan ku Xia Ling?" Batin Xiao Li, setelah mendengar berita pernikahan antara laki-laki yang menyatakan cinta padanya beberapa hari yang lalu, yang rela terluka dari serangan seekor singa demi melindunginya.


Tapi semua rasa dalam hatinya itu dia tolak, dia akan fokus pada tugasnya sebagai seorang tabib.


Tiga hari sudah pangeran berada di istana, dan dia memikirkan gadisnya, dia sangat ingin bertemu dengannya, rasa rindu menyelimuti hatinya.


"Besok aku akan pergi ke desa menemui mu Xiao Li, kumohon untuk menungguku." Batin Xia Ling, dia yakin gadisnya sudah mendengar berita pernikahan nya.


Malam ini Xia Ling tidak bisa tidur karena hatinya sangat gundah memikirkan gadisnya di desa.


Kini perasaan rindunya tidak dapat di bendung lagi. Akhirnya pria itu bangkit dari tempat tidur nya, mengambil sehelai kain yang mampu menutupi seluruh tubuhnya, mengendap keluar istana, menuju tempat kuda gagahnya beristirahat, di bawa nya kuda itu keluar dari dalam kandang. Membelai lembut kepala kudanya agar tidak mengeluarkan suara.


Setelah berhasil berada di luar istana, pria itu memacu kudanya dengan cepat menuju ke rumah Xiao Li.


Beberapa lama kemudian, dia sudah sampai di dalam rumah bambu sang gadis, pria itu membuka pintu gubuk tersebut, mencoba mencari gadis nya, namun sayang sekali, Xiao Li tidak berada di sana.


Namun pangeran tahu di mana keberadaan gadis itu, di pacu kembali kudanya, kini masuk ke dalam hutan yang mengarah ke danau itu.


Setelah sampai di danau, diia sangat kagum melihat pemandangan air terjun dan danau pada malam hari. Pangeran menuruni lembah menuntun kudanya perlahan dan menuju goa setelah di dasar lembah. Kudanya di biarkannya lepas.


Benar saja perkiraan nya, gadis itu berada di goa, dia sedang tidur pulas di atas batu besar tempat dia dan gadis itu berbaring bersama beberapa hari yang lalu saat dirinya terluka.

__ADS_1


Pria itu berbaring di samping gadis itu dan memeluk gadis itu.


Xiao Li terkejut, ketika mendapati seseorang memeluk dirinya dari punggung nya.


"Siapa kau? Sreeng!" Teriak Xiao Li seraya menghunuskan pisau belati yang terdapat di bawah batu besarnya, ke arah leher pria itu.


Setelah mendapati wajah seorang pria yang tidak asing berada dekat dengannya, dia sangat terkejut lalu melompat dari tempat dia berbaring.


"Kau, kau berada di sini? Sejak kapan?" Ucapnya seraya menyarungkan kembali pisau belatinya dan menyimpan di atas batu.


Pangeran tersenyum seraya berdiri menghampiri gadis itu.


"Kau terkejut? Kemarilah, aku sangat merindukanmu." Ucap Xia Ling seraya menarik tangannya dan meraih pinggang gadis itu masuk ke dalam pelukannya.


"Malam ini aku tidak bisa tidur karena sangat merindukanmu Xiao Li. Maka dari itu aku berfikir segera menemuimu." Bisik Xia Ling di telinga gadis itu. Gadis itu hanya terdiam dan melepaskan pelukan prianya.


"Kamu akan menikah tiga pekan lagi, kamu tidak usah menemuiku kembali." Ucap Xiao Li dan duduk di atas batu.


"Aku hanya akan menikah denganmu saja, Xiao Li." Pria itu ikut duduk di sebelahnya dan merangkul Xiao Li.


"Tapi Yang Mulia."


"Aku ingin tidur bersamamu di sini." Ucap Xia Ling seraya menuntun gadis itu berbaring.


"Tidak ada dapay mengubah semuanya, aku hanya akan menjadi milikmu." Ucap nya lagi.


Malam ini menjadi malam yang indah untuk mereka berdua, pangeran memberanikan diri untuk bercumbu dengan gadisnya.


Setiap cumbuan Xia Ling di terima gadis itu hingga menimbulkan lenguhan dan desahan dari bibir Xiao Li.


"Mmmmhhhhh." Desah Xiao Li, malam ini seluruh hidupnya dia berikan pada laki-laki yang mencintai nya, begitupun sebaliknya, pria itu menyerahkan hidupnya kepada gadis yang di cintainya.


Malam ini kedua sejoli menghabiskan malamnya bersama dan bersenggama di atas batu besar yang sudah seperti tempat tidur empuk bagi mereka.


Bersambung


Maaf authornya baru up lagi, baru dapat ilham buat cerita ini.


jangan lupa mampir ke karya author yang lain ya.


Happy reading


terimakasih


-darkorchid-

__ADS_1


__ADS_2