
Esok hari
Sinar matahari menembus ke dalam goa, memancarkan cahaya yang sangat indah pada air terjun di sana. Xia Ling terbangun, sungguh menakjubkan, dia mengerti sekarang kenapa goa itu tidak terasa lembab, bahkan membuat nyaman dirinya. Karena sinar matahari pun dapat menembus goa itu, sehingga membuat dinding-dinding goa tidak akan terasa lembab.
Xia Ling melihat di sampingnya dan melihat sekeliling goa, Xiao Li tidak berada di sana.
"Kemana Xiao Li pagi-pagi begini? ssshhh!" Xia Ling mendesis seraya bangkit dari tempat dia berbaring, merasakan sakit pada sekujur tubuhnya akibat pergumulan dia kemarin dengan seekor singa.
"Apa dia pergi?" Tanya Xia Ling pada dirinya sendiri.
"Xia Ling! kau sudah bangun? maafkan aku pergi tidak memberitahukan mu, aku ke hutan untuk mencari buah-buahan ini." Ucap Xiao Li seraya menunjukan satu keranjang buah-buahan segar.
"Kenapa kamu tidak membangunkan ku Xiao Li? Bagaimana jika ada hewan buas yang dapat mencelakai mu lagi?" Ucap Xia Ling khawatir.
"Kamu tidak perlu khawatir, buktinya aku kembali baik-baik saja." Ucap Xiao Li seraya tersenyum.
"Makanlah buah-buahan ini. Aku ingin kamu secepatnya pulih, ketika aku menyusuri hutan tadi aku melihat para pengawal kerajaan sedang mencari pangerannya." Ucap Xiao Li seraya menyerahkan buah-buahan pada Xia Ling.
"Apa mereka melihatmu?" Tanya Xia Ling.
"Tidak! mereka tidak melihatku! Sebentar aku akan membuat ramuan herbal untukmu."
Xiao Li mengambil beberapa bahan untuk membuat ramuan pemulih tubuh, dan menyalakan api unggun untuk merebus ramuan itu. Xia Ling menaruh buah-buahan di atas batu besar yang di pakai mereka untuk tidur, lalu mendekati Xiao Li.
"Kamu sangat bekerja keras untuk memulihkan tubuhku, apa kamu ingin aku secepatnya pergi dari sisimu, Xiao Li?"
"Pangeran apa yang kamu katakan? apa kamu ingin terus menerus lemah seperti ini, dan tetap berada di goa ini? bagaimana dengan kaisar dan kerajaannya, mereka berfikir jika dirimu hilang." Ucap Xiao Li.
"Aku ingin kamu cepat pulih, aku tidak ingin melihatmu seperti ini, Xia Ling." Lanjutnya lagi.
Pria itu hanya menatap nya.
"Ramuannya sudah jadi, tunggu hangat agar bisa kamu minum." Ucap Xiao Li seraya menuangkan ramuan tersebut kedalam wadah yang terbuat dari tempurung kelapa.
Xia Ling meminum ramuan itu dengan sekali tegukan saja.
"Xia Ling, aku rasa anda bisa pulang ke istana hari ini, anda akan di rawat di sana dengan baik oleh tabib istana." Ucap Xiao Li ketika melihat pria itu sudah mulai membaik dengan ramuan dan perawatan yang dia berikan sejak kemarin, namun dia tidak ingin jadi sumber masalah karena pangeran dari kerajaan tidak kunjung pulang.
"Apa kamu tidak ingin berlama-lama bersamaku dengan ku Xiao Li? sehingga kamu menyuruhku untuk pulang." Tanya Xia Ling tidak senang.
"Bukan seperti itu Yang Mulia. Aku hanya tidak ingin menimbulkan masalah anda tidak kunjung pulang ke istana. Lagi pula luka anda sudah berangsur membaik, jika terus berada di sini saya khawatir luka anda akan lama kering, goa ini tidak baik untuk kesehatan anda." Ucap Xiao Li menjelaskan.
__ADS_1
"Kau membuat alasan yang tidak masuk akal, kau sengaja mengatakan itu, padahal goa ini begitu nyaman untuk di tinggali manusia. Tapi baiklah aku akan pulang siang ini." Ucap Xia Ling tidak ingin berdebat.
"Tapi satu hal yang ingin kamu menyetujuinya." Ucapnya lagi.
"Apa itu Xia Ling?" Tanya Xiao Li.
"Kamu harus menemuiku di sini setiap hari, aku ingin menghabiskan waktuku bersamamu setiap hari di sini." Ucap Xia Ling seraya menggenggam tangan gadis itu.
"Baiklah, aku berjanji, aku akan menemuimu di sini sesuai permintaan mu." Ucap Xiao Li seraya tersenyum.
Mereka pun berpelukan sebelum meninggalkan goa itu.
"Tapi saat kamu benar-benar pulih Xia Ling."
Xia Ling hanya mengangguk menyetujui nya.
Hari mulai terang, cahaya matahari pun sudah berada di atas kepala, mereka memutuskan untuk pulang dan pergi dari goa.
Dua sejoli itu pulang membawa kebahagiaan di hati mereka masing-masing, Xiao Li tidak menyangka jika dia akan di cintai seorang pria pewaris kerajaan. Sedangkan Xia Ling sangat senang, gadis yang selama ini membuat tidur nya tidak nyenyak, membuat dia hilang akal karena selalu memikirkan nya, gadis yang sudah mencuri hatinya sejak awal pertemuan nya di danau itu, kini di milikinya.
Tidak berapa lama mereka sampai ke kediaman mereka masing-masing.
"Pangeran, pangeran. Ibu suri pangeran sudah kembali." Ucap seorang dayang seraya memanggil ibu suri.
"Kakak! anda. Kamu kembali. kakak kemana saja beberapa hari ini, para pengawal istana mencari mu keseluruh kerajaan, namun tidak dapat menemukan mu." Xia Eng Lie, adik dari Xia Ling berlari ke arahnya, lalu memeluknya.
"Putri Xia Eng, biarkan kakak mu masuk dulu ke kamarnya." Ucap ibu suri ke dua yang menghampirinya, di ikuti ibu suri pertama.
"Biarkan aku saja yang membawa kakak pergi ke kamar pengawal." Ucap Xia Eng pada para pengawal ketika akan memapah nya.
Putri Xia Eng pun dengan perlahan memapah kakaknya menuju kamar Xia Ling.
Sesampainya di kamar, dan pangeran pun merebahkan dirinya di atas tempat tidur.
"Xia Ling, dari mana saja kamu beberapa hari ini, lalu apa yang terjadi pada dirimu, kenapa tubuhmu penuh dengan luka seperti ini?" Tanya ibu suri kedua bertubi-tubi. Melihat tubuh putranya yang penuh dengan luka.
"Tidak apa-apa, Bu. Aku baik-baik saja. Aku pergi ke hutan untuk berburu namun ada seekor singa yang tiba-tiba menyerangku, dan aku jatuh tidak sadarkan diri ketika berhasil melumpuhkan singa tersebut. Namun ada seseorang yang sudah menolongku dan merawatku hingga pulih, baru lah aku bisa pulang." Ucap Xia Ling menjelaskan.
"Oh Dewa! syukurlah, kamu baik-baik saja. Kenapa tidak mengajak beberapa pengawal untuk menemanimu berburu seperti biasa?" Tanya ibu suri pertama.
"Tidak apa-apa Ibu suri kedua, aku baik-baik saja. Aku hanya ingin melakukan sesuatu tanpa harus di ikuti pengawal." Ucap Xia Ling berbohong.
__ADS_1
"Baiklah. Kamu istirahat sekarang, aku akan menyuruh dayang membawakan sup ginseng untuk mu." Ucap ibu suri kedua.
"Mari Xia Eng Lie, permaisuri pertama, biarkan putra mahkota beristirahat." Ajak Ibu suri kedua, mengajak putri mahkota dan suri ke luar untuk membiarkan pangeran mereka untuk beristirahat.
Tidak lama dayang pun datang dengan membawa sup ginseng dan sup ayam di nampan, dan menyimpannya dekat ranjang pangeran, lalu berlalu pergi setelahnya.
Sakit di sekujur tubuhnya tidak lagi terasa sakit ketika hati yang dia kejar akhirnya dia memilikinya.
Setelah beberapa jam pangeran beristirahat di kamarnya. Ibu suri dan seorang gadis muda masuk ke dalam kamar nya.
Pangeran terbangun ketika pintu megah kamarnya berderit.
"Pangeran, Kaisar Young Ji beserta Ibu suri dan Putri mahkota berada di istana, mereka baru saja sampai. Putri Mahkota Young Yeu Ar berada di sini untuk menemuimu." Ucap Ibu suri ke pertama dan duduk di samping pangeran yang sudah terbangun.
"Pangeran, Anda. Bagaimana kondisi anda sekarang? hamba mendapat berita jika anda hilang beberapa hari dan pulang dalam kondisi tidak baik." Ucap Putri Young Yeu Ar seraya mendekat pada pangeran, berdiri di hadapannya.
"Bolehkah hamba melihat luka-luka anda?" Ucap putri itu kembali seraya lebih mendekat.
"Tidak perlu Young Yeu Ar. aku sudah pulih sekarang. Ibu suri memberikan ku sup ginseng, badanku sudah membaik." Ucap pangeran, dia tidak ingin ada seorang wanita yang memegang bagian tubuhnya selain Xiao Li Eur.
"Pangeran, dia calon istrimu kenapa kamu tidak ingin dia mendekati mu?" Ucap Ibu suri pertama yang tahu pria itu sengaja tidak ingin di dekati calon menantunya itu.
"Aku sudah katakan, jika lukaku sudah pulih kan, jadi tidak perlu untuk di lihat lagi." Ucap Pangeran menegaskan.
"Yang Mulia Ibu suri pertama, hamba tidak apa-apa. Pangeran sudah memeberi tahu saya jika tubuhnya sudah pulih, itu cukup buat hamba. Kalau begitu hamba undur diri kembali ke ruang keluarga." Ucap Putri Young Yeu Ar seraya memutar badannya dan melangkah meninggalkan kamar pangeran.
"Putri mahkota tunggu!" Ibu suri mencegah gadis itu keluar, namun gadis itu tetap berjalan.
"Kamu ini! ada apa pangeran?" Ucap Ibu suri lalu meninggalkan putranya sendiri di ruangan besar itu.
Pangeran tidak berkata apa-apa, lalu turun dari tempat tidur nya, dan berjalan menuju bak mandi megahnya.
-Bersambung-
Hai hai, follow akun authornya dulu dong, notifikasi cerita up akan muncul nanti.
Happy reading ya
Luv luv luv kalian semua
-Darkorchid-
__ADS_1