Devil Boyz 2

Devil Boyz 2
Episode 10 : Ujian Cinta


__ADS_3

Randy harus melalui 3 ujian berat yang diberikan oleh Mr Thorn. Dengan semangat membara diiringi rasa cinta yang besar kepada Wenny, dia siap melaksanakan ujian itu.


Bodyguard membawa Randy ke sebuah ruangan besar seperti aula, yang cukup gelap.


Tak lama, lampu menyala. Mr Thorn dan Wenny berada di sebuah panggung, berjarak 500 meter dari Randy berdiri.


Terlihat banyak pecahan beling, paku-paku tajam dan pecahan benda-benda tajam memenuhi ruangan.


"Ujian pertamamu adalah, lewati lautan kaca dan beling ini, dengan cara berlutut! Hingga sampai ke tempat kami berdiri sekarang!" ujar Mr Thorn.


"Ayah, ini terlalu berlebihan! Ujian macam apa ini?" seru Wenny.


"Aku sanggup melaksanakannya, Mr Thorn," sahut Randy.


"Bagus! Mulailah sekarang."


"Randy, jangan bodoh! Ini terlalu berlebihan," Wenny terlihat cemas.


"Tak apa Wen. Kulakukan segalanya untukmu."


Randy mulai berlutut dan maju selangkah demi selangkah.


CRASSSSH


Duri, paku dan kaca mulai menancap di lututnya.


Darah mengalir di celana jeansnya.


"Aaaakhhhh!!"


"Randy!!!" teriak Wenny mulai terisak.


"Aku harus kuat," batin pemuda itu.


Sedikit demi sedikit, Randy maju ke depan.


Darah kian mengalir...


Rasa pedih, sakit dan nyeri bercampur jadi satu.


Wenny terisak sambil menutupi mukanya. Kini ia tahu, begitu dalamnya cinta seorang Randy kepada dirinya.


Randy hampir ambruk, saking sakitnya.


"Oh Tuhan, begitu pedihkah cinta itu?" ujarnya dalam hati.


Randy bangkit lagi..


Dia tak mau kehilangan wanita yang dicintainya.


CRASSSH


Lautan beling kaca makin terasa sakit luar biasa.


Hingga 100 meter terlampaui...


Randy berhasil melewati ujian pertama.


Dia bangkit berdiri, sambil menahan sakit.


"Bagus, kau bisa melewati ujian pertama! Masih ada 2 ujian lagi!" seru Mr Thorn.


Wenny terdiam, tak sanggup berkata-kata.


"Perintahkanlah! Aku siap melaksanakannya!" Kata Randy sembari mengusap keringatnya.


Mr Thorn mengangguk, rasa simpati dan respek mulai terasa di hati pria paruh baya itu.


"Ujian kedua adalah kau harus bisa melewati 30 bodyguardku tanpa melawan."


"Ayah! Cukup! Tidakkah Randy sudah cukup menderita?!" Wenny memohon kepada ayahnya.


"Diam!!"


Ujian kedua...


Melewati bodyguard-bodyguard itu.


Randy mulai berjalan dengan gontai.


BUG BUG


2 bodyguard mulai memukulnya.


Randy terjatuh...


Begitu seterusnya.


Pukulan, tendangan, gamparan..


Dia lewati.. seriring fisiknya mulai lemah.


Hingga bodyguard ke 30.


Pukulan yang menghantam Randy itu membuat dia tersungkur menahan sakit...


BRUKKKK


Dia tertelungkup ke depan panggung.


Namun dia berhasil melewati 2 ujian itu..


"Ujian terakhirmu adalah kau harus mau menjadi tukang bersih-bersih di mansionku selama 3 hari!" ujar Mr Thorn.


Wenny segera memeluk Randy yang hampir pingsan itu.


"Baik, Mr Thorn. Aku siap laksanakan ujian terakhir itu," sahut pemuda itu.


"Puaskah ayah sekarang?" Wenny menengadah menatap ayahnya.


"Pria memang harusnya berkorban!" kata ayahnya sambil pergi meninggalkan tempat.


Wenny lalu menyuruh pesuruhnya membawa Randy ke ruang perawatan.


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


(HALAMAN LUAR UNIVERSITAS TUNAS API)


Fred dan Blueboy sedang keluar dari universitas terkemuka di kota Bavel.


Mereka baru saja mengurus beasiswa yang diberikan pemerintah.


"Wah siang ini cukup terik ya?" ujar Fred.

__ADS_1


"Semoga hujan deh, panas kalo tidak!" Blueboy merangkul Fred.


Suasana di sekitar universitas itu cukup ramai. Mereka segera memasuki parkiran mobil.


Namun di depan mobil Blueboy, sudah berdiri puluhan anggota Laskar Tengkorak.


"Halo, cebol dan cowok culun!" seru Jerangkong Hidup.


"Mau apa kalian?!" Blueboy menyahut dengan melotot.


"We want you, bit**!!" sorak anggota Laskar Tengkorak.


"Brengsek!! Minggir kalian!" seru Fred.


"Sikat mereka!!!!"


Puluhan orang itu segera mengeroyok Fred dan Blueboy.


Blueboy melakukan tendangan ala Capoeira dengan tangan di tanah. Lalu kakinya berputar ke atas, menyapu 5 orang di depan.


DAG DAG DAG


Fred menghindari sabetan pedang dan parang, dia lalu menggunakan jurus yang diajarkan Randy kepadanya.


"Terimalah ini kunyuk!!!"


"PUKULAN BARA API"


Pukulan yang mengandung percikan api itu menghantam mundur 4 orang yang menyerangnya.


BUGGGGG CASSSSSSH


Jerangkong Hidup turun tangan...


Dia memanjangkan tangannya lalu menonjok muka Fred secara bertubi-tubi.


Saat Fred terpukul mundur, 6 orang memukulinya hingga pingsan.


"Fred!!!" teriak Blueboy.


Blueboy hendak menolong Fred, tapi seseorang berpakaian pesulap menghadangnya.


"Hai Blueboy! Aku Amar Pesulap siap memainkan trik sulap untukmu!"


Amar pesulap menyambut Blueboy dengan trik sulapnya, dia membungkuk lalu berkata dengan penuh misteri, " Selamat datang di pertunjukanku."


Dia mengambil 4 kartu yang gambarnya AS semua.


"Pilih mana As keriting atau As wajik?" tanyanya ke blueboy.


Blueboy bingung, "Kau mau berkelahi atau main sulap?"


" Wrong Answer! " Amar memasukkan kartunya lagi.


Dia dengan cepat menyerang blueboy dengan puluhan kartu terbang yang sisinya setajam silet.


BEEEET BEEEET BEEET


Blue boy mencoba menghindari kartu kartu itu...


" Anjayyyyy.....Kau mau main poker bro?"


Cowok blasteran itu memainkan jurus kungfu mabuk nya.


Dia mendoyongkan tubuhnya ke samping, melekukkan tangan kiri seolah membawa arak, dan tangan kanan berfokus pada serangan telapak.


Lalu menyerang lawan..


Amar melompat dan menerbangkan 6 merpati ganasnya..


Tapi blue boy berhasil membabat 6 merpati itu lalu membalas dengan jurusnya.


"TINJU MABUK UTARA"


Dengan merebahkan diri seolah pingsan, kakinya bergerak maju sambil menendang


Beruntun ...


BAK BAK BAK


Amar merasa kewalahan, dia lalu dengan curang menabur merica ke mata cowok biru itu.


Lalu memukulnya berulangkali...


Blue boy kewalahan.


Amar menendang kepalanya hingga pingsan...


Kedua anggota devil boyz tergeletak di tanah.


Jerangkong berkata," Bawa Fred bersama kita, yang satu lagi biarin aja disitu!"


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


( DANAU DIAMOND)


Malam itu pukul 8, Randy dan Wenny sedang berjalan di tepi danau, sambil bergandengan.


Randy sudah kelar melaksanakan ujian ketiganya, yaitu membersihkan mansion yang cukup luas itu.


"Masih ada 3 hari lagi nih, Wen," ujar Randy sembari sesekali mencium rambut kekasihnya itu.


"Terus, kenapa? Kamu sudah mulai tepar ya?" goda Wenny.


"Nope. Untukmu, aku tak pernah capai atau menyerah."


"Gombal!"


"Serius, Wen. I really Love you!"


Saat Randy mau mencium Wenny, tiba-tiba muncul banyak burung gagak berterbangan mengerubungi mereka.


Bersamaan dengan suara tawa...


"Ha ha ha, romantis sekali!"


"Denny Crow!" seru Wenny.


"Oh jadi kau yang namanya Denny si gagak pembunuh itu!" ujar Randy.


"Betul. Lancang sekali kau mendekati tunanganku. Apa kau sudah bosan hidup?"


"Aku tak pernah setuju bertunangan denganmu. Jangan mimpi ya!" bentak Wenny kesal.

__ADS_1


Denny menghela nafas, lalu setengah memohon kepada gadis itu, "Wen, aku mohon kepadamu. Ikutlah denganku! Aku tak sekejam kakakku."


"Tidak akan! Lebih baik aku mati, daripada ikut denganmu," Wenny meludah ke arah Denny.


"Kau sungguh keras kepala! Tidak ada masa dengan pemuda miskin ini!"


"Enyahlah!"


Denny mulai emosi, dia menyerang Randy dengan sapuan telapaknya.


Randy melompat ke samping dan kakinya menendang pinggang Denny dengan keras.


"Sompret! Akan kubabat kau hari ini!" seru Denny.


Dengan melesat ke atas, Denny membentangkan tangan, sedangkan kakinya berputar membentuk pusaran angin berwarna hitam, yang langsung menerbangkan lawannya.


"SERBUAN TORNADO HITAM"


BRUAKKKK


Tubuh Randy menabrak pagar tepi sungai itu.


"Randy! Kau tak apa-apa?" tanya Wenny.


"I am fine. Biar kuhadapi sendiri si kunyuk ini!"


HIAAAAAAAA


Randy merafal Pukulan Meteornya...


Bogemnya langsung memancarkan sinar hijau, yang juga membentuk gumpalan asap.


Target Randy adalah muka Denny. Tapi adik Arifin itu merunduk dan menghantam perutnya.


DAGGGG


Randy terhuyung, dan merubah dirinya menjadi harimau tutul.


Denny tak mau kalah, tubuhnya bertransformasi jadi siluman gagak yang menyeramkan.


KUAKKKKKKKKK


Paruh gagak jadi-jadian itu hendak mematuk si harimau dengan cepat.


Harimau menggeram dan memukul paruhnya.


KUAKKKKKK


Cakar gagak menggores pipi harimau dengan tajam...


Namun harimau melompat dan berhasil mencakar sayap gagak.


CRASSSH


Gagak berubah lagi menjadi Denny.


"Huh, kurasa bukan saatnya membunuh si kampret ini!" batin Denny.


Dia berseru, "Tunggu pembalasanku, Randy Macan!"


Lalu menghilang, seiring asap tebal.


Wenny menghampiri Randy, "Sudah, lupakan dia. Ayo kita pulang."


Randy mengangguk.


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


(THORN MANSION)


Randy mengantar Wenny pulang, lalu berpamitan kepadanya. "Aku pulang dulu, Wen. Sampai besok ya."


"Oke, macan. Apapun yang terjadi, aku selalu mencintaimu."


Randy merasa aneh dengan ucapan Wenny barusan, namun dia coba pikir positif.


Sesaat setelah Randy pergi. Puluhan merpati menyerang Wenny dan penjaga pintu gerbang.


Mereka pingsan terkena gas tidur dari sesosok berpakaian pesulap.


Sosok itu membawa Wenny pergi dan menghilang di gelapnya malam.


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


(MABES DEVIL BOYZ)


Kaki Randy dirawat Julie di markas, karena tiba tiba ada sedikit infeksi.


Setelah beberapa menit kemudian, baru mendingan dan berangsur sembuh.


Paul juga cemas melihat kondisi jakam itu.


"Gilaaa, kau nekad melewati ujian dari Mr Thorn itu, sampai begini," seru Paul.


" Iya bang, salut kita dengan perjuanganmu" Julie juga berkomentar.


"Aku orangnya pejuang, apapun impianku, harus bisa meraihnya," kata Randy.


Pintu markas dibuka...


Blue boy masuk dengan kondisi babak belur..


" Randy, Fred diculik Demonic."


" Apaaaa?!" Randy panik.


Ponsel randy bergetar...


UNKNOWN NUMBER


Randy segera mengangkatnya.


Terdengar suara Denny Crow, "Kalo kau mau dua orang ini selamat, datang lah sendirian ke gudang tua di jalan Kartolo."


" Kurang ajar, Denny setan!!!!!" Serunya.


Di ponsel terdengar suara Wenny, "Randy! Jangan kesini, bahaya!"


Randy menutup ponsel dan segera menuju lokasi.


Bagaimana nasib Wenny dan Fred?


Akankah Randy berhasil menyelamatkan mereka?

__ADS_1


__ADS_2