Devil Boyz 2

Devil Boyz 2
Episode 13 : Air Mata Ksatria


__ADS_3

GUDANG TUA KARTOLO


Denny Crow dengan kejam membunuh Fred di hadapan Randy.


Randy meronta mencoba membebaskan diri, namun sia-sia, tali besi itu terlalu kuat.


Wenny dengan pasrah berkata," Randy, sampai matipun aku tetap mencintaimu."


Seiring Denny yang mengarahkan pistolnya ke kepala Wenny...


DORRRRRR


" Tidakkkkkk!!!! , setan kau Denny!!" teriak Randy.


Tubuh Wenny melayang sesaat di udara dan jatuh di hadapan jakam Devil Boyz itu.


Randy menangis dan terus mencoba melepaskan diri...


2 orang yang dia sayangi harus menderita di depan matanya.


Denny Crow tertawa "Kau sedih ya? Kenyataan hidup terkadang pahit, bro."


"Kita bunuh Randy sekarang bos?" tanya Amar Pesulap.


" Tidak usah, biarkan dia meratapi kepergian dua orang yang disayanginya itu."


Denny dan gengnya meninggalkan Randy meratapi kepergian dua orang yanh dicintainya.


" Wen, bertahanlah."


"Fred jangan tinggalkan aku seperti ini."


Sia-sia, kedua orang itu hanya terdiam...


Setelah beberapa lama, Randy berhasil melepaskan diri dari tali besi itu.


Dia segera menelpon teman-temannya dan juga ambulan.


__________________________________________


(RS JATIKUNING)


Dokter segera melakukan tindakan operasi pada Wenny dan Fred.


Fred dinyatakan meninggal setelah 2 jam paska operasi.


Wenny sudah melewati masa kritis, namun masih koma, kemungkinan hidup 10 persen.


Randy mengadakan pemakaman untuk sahabatnya itu, dihadiri seluruh anggota Devil Boyz.


Di pemakaman, Randy berbisik kepada Paul "Kita harus menghentikan Arifin, jika pada hari arwah dia berhasil menjadi penguasa alam gaib, tamatlah kita."


" Ya, kita juga harus membalas dendam atas kematian saudara kita juga lentera merah" seru paul.


" Jangan sampai ada kematian lagi."


Setelah pemakaman selesai, Randy mengajak Paul dan Julie ke RS untuk berdiskusi.


"Arifin pasti punya titik lemah, itu yang harus kita cari" Randy duduk di ranjang Wenny dirawat.


" Tapi apa titik lemahnya? ada yang bilang pernah melihat Arifin memakan paku beton, kan gila itu" kata Paul.


Julie berdiri dari sofa lalu menggelengkan kepala, "Apalagi jumlah anak buahnya banyak, sudah banyak sakti lagi."


Seseorang membuka pintu kamar.


Ternyata si gadis misterius Alveenia...


" Alveenia..." Randy kaget melihatnya.


Paul dan Julie mempersilahkan dia duduk.


Alveenia memandang Wenny yang terbaring.


"Tenang saja, setelah 1 minggu dia akan siuman, dia manutra."


" Aku turut berduka cita atas kepergian Fred, semoga Tuhan menerimanya."


Randy mengangguk.


"Aku datang kemari hendak menyampaikan pesan, yang pertama adalah untuk menghadapi arifin dan kelompoknya, kalian harus berguru pada Master Adji di laut barat" jelas Alveenia.


Dia lalu menatap ke arah paul dan julie.


"Hal kedua adalah 3 mustika sakti di laut barat bisa memusnahkan roh, jin, dan setan di tubuh Arifin."


" Tapi bagaimana cara kita pergi ke sana?" tanya Randy.


"Mbah Tejo Walet bisa membantu kalian" jawab gadis itu.


" Hal terakhir adalah hanya 3 pria manutra yang berhati suci yang bisa membawa 3 mustika itu untuk menumpas arifin. Tiga pemuda itu adalah kau randy, paul dan satu lagi cowo berambut biru."


" Oh si Blueboy!" Paul mengangguk.


Alveenia lalu memandang ke semua orang di situ, "Semoga beruntung, jangan berpatokan pada hari arwah, selama 3 mustika itu ada, arifin bisa ditumpas."


Dia kemudian menghilang....

__ADS_1


Julie gelagapan,"Buset, dia itu jin atau manusia?"


Randy hanya tertawa sejenak, kemudian memutuskan untuk pergi kerumah Mbah Tejo untuk mendapat petunjuk.


Namun sebelumnya dia berpamitan pada Wenny.


" Wen, aku pergi dulu, kalau aku bisa kembali dengan selamat, aku janji akan menikahimu."


Dia mengecup dahi wanita yang dia cintai itu, Wenny hanya terdiam.


Randy lalu menemui Julie di luar pintu dan berkata," Julie, tolong jaga Wenny untukku."


Julie mengangguk dan menghampiri Paul, "Kau hati-hati ya, jaga dirimu."


Paul mengelus rambut adiknya.


" Ayo kita panggil blueboy dan segera ke rumah mbah tejo."


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


(MABES DEMONIC)


" Ha ha ha! Akhirnya semua rencanaku berhasil dengan sempurna."


Arifin berada di ruangannya bersama Syarif dan Denny.


Dia mengambil 2 tabung yang berisi jantung mr ming dan red hawk dan memakannya.


Lalu setelah itu dia meminum 2 tabung kecil yang berisi darah randy dan wenny.


Tubuh Arifin bergoncang, keluar 3 cahaya dari mulut, mata dan dadanya.


ROARRRRRRR


Arifin mengaum laksana binatang buas.


Tubuhnya melayang ke udara...


" Besok hari arwah! Aku akan menguasai alam gaib! Dunia juga harus berlutut padaku!"


Denny dan Syarief rada takut melihat perubahan di diri bos mereka itu.


Arifin memandang dua anak buahnya itu.


" Saat semua makhluk alam gaib menyatu di tubuhku, saat itulah dunia juga akan ada di genggamanku!"


" Tapi bagaimana dengan Randy Macan? Selama dia hidup, kau akan mendapat perlawanan darinya" tanya adiknya.


" Tenang, Randy dan temannya tak akan bisa mengalahkan pasukan alam gaib plus Azmaer."


Arifin membuka sebuah kitab, yaitu kitab iblis.


" Aku Arifin Ghoul berkata pada kalian, hari ini juga sebarkan benih benih kejahatan ke dunia, tunjukkan demonic berkuasa, laksanakan!!!!" perintah Arifin.


" Laksanakan, Tuanku! " seru Denny dan Syarief.


Bulan Beku terdiam di mabes demonic..


Hatinya hancur karena suaminya tewas dibunuh Denny.


" Betapa malang nasibmu suamiku, kau menjadi korban demi pekerjaan kita" katanya lirih.


Taurus menghampiri rekannya itu dan mencoba menghiburnya.


" Sudahlah, kita semua dari awal sudah berkomitmen akan melayani demonic hingga mati, tak usah kau sesali kepergian suamimu itu."


" Tapi tuan Denny sudah berjanji akan membawa suamiku kembali ke demonic."


Taurus tersenyum,"Kau tahu, jika tuan Arifin bisa menjadi penguasa alam gaib, dia bisa berkomunikasi dengan arwah arwah disana, mohonlah kepadanya untuk kembalikan arwah suamimu ke dunia."


Bulan Beku mengangguk pelan, matanya terpicing dan menatap tajam.


$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$


(RUMAH MBAH TEJO)


Mbah Tejo sudah mengetahui akan kedatangan 3 ksatria itu.


Dia menyambut mereka di halaman rumahnya.


" Masuklah anak-anak muda, aku sudah menunggu kalian."


" Baik, Mbah."


Mbah Tejo lalu menceritakan bagaimana cara menemui Master Adjie di laut barat.


Pertama, mereka harus naik kapal ke arah laut barat itu.


Kedua, di tengah laut mereka harus bisa mengambil kunci pagar pondok master adji di dalam perut monster hiu.


Ketiga, lakukan segala cara agar master adjie mau melatih mereka.


" Gimana, sudah jelas?" tanya Mbah Tejo.


" Baik Mbah kita siap berangkat" jawab Randy.


Blue boy dan paul juga mengiyakan.

__ADS_1


Mereka lalu pamit dari rumah mbah tejo dan nongkrong sebentar di tepi jalan.


"Aku memikirkan nasib Wenny, karenaku dia jadi begini," kata Randy sedih.


" Tenang, dia akan bertahan, Alveenia bilang semuanya akan baik-baik saja. Wenny kan manutra," Paul berusaha menghibur Randy.


Blueboy menatap ke atas langit, " Kalo aku hanya sekali jatuh cinta, namun aku merasa dia akan menderita jika mendapatkanku."


" Serius? Wah sayang banget!" seru Paul.


"Siapa nama gadis yang kau taksir itu?" tanya Randy.


"Amanda."


" Hmmm, semoga kita bisa mengalahkan Arifin, 3 mustika itu satu satunya harapan kita" desah randy.


Blue boy kemudian menghubungi seseorang yang bekerja di perkapalan.


" Ayo kita ke dermaga" ajaknya.


Mereka bertiga hendak naik kembali ke motornya, namun...


Muncul musuh lama mereka...


LIBRA SI NENEK SAKTI


" heh heh heh... gara-gara kalian, aku masuk penjara selama 4 hari, hari ini aku kan bantai kalian heh heh heh," Libra mengambil gendangnya.


TANG TANG TANG


Paul dan Blueboy menutup kuping.


Randy bersiap melawan nenek itu.


" Bersiaplah nek!!!"


Dia mengeluarkan Pukulan Meteornya...


Memukul gendang itu hingga hancur.


BLARRRRRR


" Setan alas rasakan tendanganku ini!" bentak Nenek Libra.


"TENDANGAN ANGIN TOPAN"


Angin berhembus diiringi suara memekikkan telinga.


Kaki libra hampir mengenai randy.


Tapi randy berkelit, lalu melompat dan menendang.


"TENDANGAN MACAN GANAS"


Tendangan yang berpadu dengan tenaga dalam diikuti kecepatan kaki beruntun.


Menendang dada nenek.


Si nenek terpental...


Namun bangkit lagi dan menerkam randy.


Randy meninju muka nenek dengan target muka.


Sayang, meleset...


Libra terkekeh dan mengambil seruling.


Meniupnya..


Setiap bunyi seruling...


Ratusan belati melesat...


"SERULING MAUT LIBRA"


Ketiga jagoan kita menghindar..


Randy melompat ke udara dan memukul nenek dari atas..


Paul segera merebut seruling dan merafal jurus Taichinya.


"PUKULAN TAICHI WUDANG"


BAKKKK


Nenek terjatuh pingsan...


" Fuiiiih kelar juga, ayo kita ke dermaga" kata Blueboy.


Tapi...


HIAAAAAA


Nenek bangkit dan menyerang Blue boy..


Blue boy terpaksa membanting nenek hingga terlempar ke jurang bukit itu.

__ADS_1


Tewaslah dia...


__ADS_2