
(GUDANG TUA JALAN KARTOLO)
Randy sampai di gudang tua itu.
Dia langsung diantar menuju ke dalam oleh anak buah Denny.
Tangannya diikat oleh rantai besi dan segera diantar bertemu Denny.
Randy berdiri dalam kegelapan...
Setelah lampu menyala, tampak Denny berada di lantai 2.
Randy bisa melihat, adik Arifin itu membawa 2 orang yang sedang terikat.
Mereka adalah Fred dan Wenny.
"Ha ha ha, aku langsung saja ke intinya ya?
Kalau kau mau mereka lepas, relakan saja 200ml darahmu!" kata Denny.
"Jangan mau Randy, kau pergi saja jangan pedulikan aku! Jangan turuti setan ini, dunia bisa kiamat," rintih Wenny.
" Iya bro, kalau kau serahkan darahmu, Arifin akan hidup abadi! " kata Fred.
"Aku takkan menyalahkanmu, Randy. I will always love you!" Wenny berkata sambil menitikkan air mata.
"Randy, selamanya kau adalah sahabatku" seru Fred pasrah.
Randy terdiam sesaat lalu berkata, "Aku akan serahkan darahku, tapi kau harus janji melepaskan mereka."
Denny mengangguk.
Tak lama 2 orang menghampiri randy dan mengambil 200ml darahnya.
Setelah selesai mereka memberikan darah dalam tabung itu ke Denny.
"Bravoo, tengkyu bro!" katanya sambil menaruh tabung itu di meja belakangnya.
"Lepaskan mereka sekarang!" Randy berteriak.
"Aku akan lepaskan, tapi aku tak bilang dalam keadaan hidup kan?" katanya.
DORRRRRR
Denny menembak kepala Fred...
Fred terjatuh dari lantai 2 tepat di depan Randy.
TIDAKKKKKKKKKKKKKKK
Randy berteriak sambil meronta-ronta mencoba melepaskan rantainya.
Denny lalu mengarahkan pistol ke kepala
Wenny.
Wenny yang pasrah berkata lirih, "Randy, sampai mati aku akan mencintaimu!"
DORRRRRRRRRR
" Tidakkkkkkkkk......" jerit Randy.
Denny lalu berseru, "Jangan khawatir, kekasihmu masih bisa diselamatkan. Tapi aku akan mengambil rohnya. Sehingga jiwanya akan kosong, ha ha ha!"
"Keparat kau, Denny! Aku bersumpah takkan melepaskanmu!"
Denny memanggil Amar Pesulap, lalu menyuruhnya melakukan ritual pengambilan roh.
Roh Wenny masuk ke dalam sebuah tabung dan segera diplester dengan erat.
"Wenny! Tidak!!!" Randy menangis sambil mencoba membebaskan diri.
Amar bertanya pada bosnya, "Perlu kita bunuh Randy sekarang?"
"Tidak usah. Biarkan dia merasakan pedihnya ditinggal sahabat dan kekasih! Ayo kita pergi!"
Denny dan gengnya meninggalkan Randy yang meratapi kepergian dua orang yang dicintainya.
" Wen, bertahanlah."
"Fred jangan tinggalkan aku seperti ini."
Sia-sia, kedua orang itu hanya terdiam...
Setelah beberapa lama, Randy berhasil melepaskan diri dari tali besi itu.
__ADS_1
Dia segera menelpon teman-temannya dan juga ambulan.
__________________________________________
(RS JATIKUNING)
Dokter segera melakukan tindakan operasi pada Wenny dan Fred.
Fred dinyatakan meninggal setelah 2 jam paska operasi.
Sedangkan Wenny berhasil selamat dari maut. Tapi jiwanya kosong, dia seperti orang bodoh yang hanya bisa berkata, "Randy" dan "Cinta" saja.
Mr Thorn menangisi kondisi putrinya itu.
"Wenny? Kau kenapa nak? Haruskah aku tersiksa seperti ini sepanjang hidupku?!" seru Mr Thorn sambil memeluk putrinya.
Randy masuk ke kamar kekasihnya itu dirawat.
Mr Thorn yang depresi segera memukul dan menendang Randy. "Gara-gara kau! Wenny menderita seperti ini! Kenapa tidak kau bunuh saja dia sekalian!"
"Pukul saja saya, Tuan! Saya bersalah! Ayo pukul saya!" sahut Randy sambil menangis.
Ayah Wenny itu mendorong tubuh Randy, dan menunjuk ke putrinya yang pandangannya kosong, "Lihat! Lihat baik-baik putriku! Katakan kepadaku, adakah harapan untuknya?!"
"Biarkan aku merawatnya sepanjang hidupku. Aku rela, Tuan."
Mr Thorn mengusap air matanya, dan bergegas keluar dari kamar.
Randy memeluk kekasihnya itu. "Aku tak peduli kondisimu seperti apa. Aku kan menjagamu dan menyayangimu selalu."
"Randy. Cinta. Randy. Cinta."
Wenny hanya bisa mengucapkan 2 kata itu. Sambil sesekali tersenyum.
Paul, Julie, dan Devi mencoba menenangkan hati pemuda itu.
Perawat datang ke kamar dan berkata dengan santun, "Maaf, Tuan. Biarkan nona Wenny istirahat dahulu."
Randy tetap memeluk Wenny dengan sedih.
Paul menepuk bahu sobatnya itu, "Ayo Randy. Biarkan dia beristirahat. Ayolah, sobat."
"Tidak! Aku mau bersamanya selamanya."
"Aku tahu kau sangat mencintainya, tapi Wenny butuh istirahat!"
Anggota Devil Boyz segera melakukan prosesi pemakaman Fred.
Bara dendam tersimpan di hati mereka.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
Randy terus mendampingi Wenny di rumah sakit sampai diperbolehkan pulang.
Dengan lembut dan penuh kasih sayang, dia merawat Wenny di rumahnya.
"Ayo makan sayang, nanti kamu sakit," ujar Randy sambil menyuapi Wenny yang memuntahkan makanannya lagi.
"Randy. Cinta, hi hi," ucap gadis itu sambil tertawa kecil.
Tiba-tiba, Wenny membanting mangkok bubur itu dan menjerit, "Randy, cinta! Randy, cinta!!!!!"
Randy hendak memeluk kekasihnya, tapi Wenny mendorongnya hingga jatuh. Lalu memukuli dadanya sambil menjerit, "Randy! Cinta! Randy!! Cinta!!!"
"Pukul aku Wen! Pukul aku!!! Aku layak mendapatkannya!! Pukul!!" teriak Randy sambil menangis.
Di luar pintu kamar, Mr Thorn tak kuasa menahan air matanya dan melangkah pergi.
Devi dan anggota geng Kunti mengunjungi Wenny dan saling berpelukan.
"Kak Randy. Kita harus berbuat sesuatu. Kak Wenny tak bisa terus-terusan begini," ujar Devi.
"Aku tak mau bertarung lagi. Aku tak mau kehilangan orang yang kusayangi lagi," jawab Randy dengan menutupi mukanya.
"Tapi, Kak. Kasihan Kak Wenny, dia tersiksa seperti ini!"
"Pergilah Devi! Juga kalian semua! Ini hukuman Tuhan kepadaku."
Devi menggelengkan kepala dan mengajak anggota geng Kunti pergi.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
(MARKAS GENG DEMONIC)
"Ha ha ha! Akhirnya semua rencanaku berhasil dengan sempurna."
__ADS_1
Arifin berada di ruangannya bersama Syarif dan Denny.
Dia mengambil tabung yang berisi jantung Heru Langsat, dan memakannya.
Lalu setelah itu dia meminum 2 tabung kecil yang berisi darah Randy dan Wenny.
Tubuh Arifin bergoncang, keluar 3 cahaya dari mulut, mata dan dadanya.
ROARRRRRRR
Arifin mengaum laksana binatang buas.
Tubuhnya melayang ke udara...
"Besok lusa adalah hari arwah! Aku akan menguasai alam gaib! Dunia juga harus berlutut padaku!"
Denny dan Syarief rada takut melihat perubahan di diri bos mereka itu.
Arifin memandang dua anak buahnya itu.
"Saat semua makhluk alam gaib menyatu di tubuhku, saat itulah dunia juga akan ada di genggamanku!"
"Tapi bagaimana dengan Randy Macan? Selama dia hidup, kau akan mendapat perlawanan darinya," tanya adiknya.
"Tenang, Randy dan temannya tak akan bisa mengalahkan pasukan alam gaib plus Azmaer."
Arifin membuka sebuah kitab, yaitu kitab iblis.
" Disini tertulis, barangsiapa bisa meminum darah perjaka dan perawan suci, lalu memakan jantung keturunan raja tiongkok, dia akan hidup kekal."
" Aku Arifin Ghoul berkata pada kalian, hari ini juga sebarkan benih benih kejahatan ke dunia, tunjukkan Demonic berkuasa, laksanakan!!!!" perintah Arifin.
"Laksanakan, Tuanku! " seru Denny dan Syarief.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
(TAMAN KOTA BAVEL)
Randy mengajak Wenny berjalan-jalan ke taman kota. Dengan lembut, dia menggendong Wenny, dan menaruhnya di kursi.
"Kau tahu. Di taman ini kita sering menjalin cinta, juga berdebat. Kenangan indah akan selalu tersimpan di hatiku."
Wenny hanya terdiam dan menatap kosong.
Randy memetik sekuntum bunga di depannya. Tapi begitu dia membalikkan badan, Wenny sudah berlari kecil ke selokan.
"Jangan kau minum air itu!!" teriaknya.
Wenny malah menjerit, dan menampar muka Randy. "Randy! Cinta!"
Randy menyeret tangan Wenny dari selokan dengan berat. Lalu keduanya terjatuh di rumput.
Dia menangis sejadi-jadinya...
"Wenny, beginikah rasanya mencintaimu?"
2 orang pemuda menghampiri mereka dan mengejek, "Ha ha ha! Yang cowok cengeng, yang cewek bodoh!"
Randy hanya terdiam, saat 2 pemuda itu memukulinya. Juga menendang Wenny.
Wenny menangis dan berteriak seperti anak kecil. "Randy! Cintaaaaa!!!!"
Paul dan Julie tiba di saat yang tepat, dan segera menghalau kedua pemuda itu.
Julie membawa Wenny pulang. Sedangkan Paul menemani Randy yang mulai depresi itu.
"Randy! Bangkitlah! Kita harus menyusun rencana!"
"Aku tak mau bertarung lagi! Semua yang kusayangi akan mati," sahut Randy.
"Kalau kau sayang Wenny, cari solusinya bersama! Jangan terus-terusan murung!"
Randy berteriak dan mendorong Paul, "Pergilah, Paul. Jangan dekati aku, nanti kau mati!"
"Pengecut!!!" teriak Paul sambil menutupi mukanya.
Hujan turun deras membasahi 2 manutra itu.
Seiring kesedihan dan duka lara yang menyelimuti mereka.
Seorang gadis berambut pink, muncul di depan mereka.
"Kalian semua laki-laki, bukan sih?!"
Siapakah dia?
__ADS_1
Apakah Randy bisa bangkit dari keterpurukan dan kesedihannya?