Devil Boyz 2

Devil Boyz 2
Episode 6 : Hancurnya Istana Siluman Ular


__ADS_3

Mereka sampai di pintu gerbang istana Bathory.


2 jeep berisikan 12 pasukan bersenjata, tampak berada di depan mereka.


"Serbu!!!!" perintah Randy sambil menembaki para pasukan bersenjata itu.


Paul menembakkan bazoka ke arah jeep-jeep itu.


Sedangkan Randy dan Wenny berhasil membabat puluhan orang itu.


Mereka berhasil mendobrak pintu gerbang.


Namun...


3 buah anak panah dari atas melesat dan menancap di dada Paul.


"Aaaaaaaaakhhhhh"


"Paul!!!"


Randy dan Wenny segera memapah Paul yang terluka untuk berlindung dibalik pepohonan.


"Aku tidak apa, hanya butuh waktu memulihkan diri. Kalian masuklah ke dalam. Lantai satu dijaga oleh Gendruwo Perak dan anak buahnya. Lantai 2 merupakan markas para siluman ular. Dan terakhir lantai tiga adalah penjara tempat para gadis itu diculik, sekaligus dekat tahta sang ratu biadab itu," ujar Paul sambil mencoba mengobati lukanya.


"Baiklah. Kau jaga dirimu, sobatku!" seru Randy.


Randy dan Wenny bergegas masuk ke dalam.


¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤


( Lantai Satu, Istana Siluman Ular )


Sepasang kekasih itu sampai di lantai satu istana siluman. Terlihat berjejer masing-masing dua belas buah pilar putih berukiran indah sekali.


Lalu di antara jejeran dua belas tiang ini, pada pertengahan lantai terbentang sehelai permadani tebal berwarna biru membujur dari tangga di sebelah depan bangunan dekat mereka berdiri.


"Wow, megah sekali istana ini," komentar Wenny saat melihatnya.


"Sayang istana ini sarang siluman," sahut Randy.


Bau tidak sedap mulai tercium...


Diiringi kepulan asap tebal...


Bersamaan dengan munculnya 5 sosok tinggi besar, berbulu dan bermuka gorila.


"Gendruwo Perak dan anak buahnya!" seru Randy.


GROWWWWWWWW


Diantara 5 gendruwo itu, terdapat satu gendruwo yang kulitnya berwarna sedikit perak.


Dia adalah pemimpin mereka, Gendruwo Perak.


"Growww, beraninya kalian datang kemari. Cari mati ya?" Gendruwo Perak berkata dengan menggeram.


"Lebih baik kau minggir, kita tak ada urusan denganmu!" hardik Wenny.


"********! Mati saja kalian!"


Keempat gendruwo segera melompat dan menyerang kedua manutra itu dari berbagai penjuru.


Randy bersplit udara, dan menendang kedua gendruwo di depannya dengan cepat. Mereka mengaduh, dan mencoba mengeroyok Randy dengan cengkeraman lengan berbulu mereka.


Randy segera memukul mundur 2 makhluk gaib itu dengan pukulan pamungkasnya.


"PUKULAN METEOR"


BAGGGGG CASSSSH


Kedua gendruwo itu terbakar...


Wenny Kunti melesat ke atas, dan menyambar leher kedua gendruwo di depannya dengan cepat...


BRUAKKKK


Gadis itu membanting kedua makhluk itu hingga menubruk tiang penyangga, sampai hancur lebur.


Melihat dua anak buahnya tak berdaya, Gendruwo Perak emosi dan melancarkan serangan kuku tangannya ke arah Randy dan Wenny.


Randy merunduk dan menghantam perutnya dengan bogem mentahnya.


Disusul Wenny dengan menggunakan tendangan berputar, berhasil membuat gigi makhluk itu rontok semua...


GROWWWW


Gendruwo mengaduh kesakitan. Dia merafal ilmu kanuragannya.


Asap tebal kembali menyelimuti tubuhnya.


"SERANGAN MAKHLUK FANA"


Dia menyerang zig zag dari kiri ke kanan dan aneh bin ajaib, dia sudah sampai di samping Randy, dan langsung memukul pipinya.

__ADS_1


BUGGGGGGG


Randy terdorong ke kiri dan refleks menendang lengan Gendruwo.


Gendruwo mengimbangi dengan cakar setannya, namun Randy terlalu gesit.


"Rasain nih dimsum gosong buatmu!" seru Randy sambil meninju keras muka lawannya


"TINJU SHAOLIN UTARA"


Gendruwo Perak mulai emosi, dia merafal jurus berikutnya.


"ILUSI 4 HANTU"


Dia bersila dan menyatukan telapaknya..


Tak lama muncul 4 bayangan yang membentuk 4 hantu yaitu pocong, leak, kuyang dan tuyul.


Keempat bayangan itu mengerubungi Randy.


"Terpaksa kusudahi pertarungan ini!" ujar Randy dalam hati.


"TENDANGAN BALING-BALING MANUTRA HARIMAU"


Tendangan yang berputar itu di udara itu, menghasilkan pusaran angin yang langsung mengangkat tubuh lawan dan memutar balikkannya.


Gendruwo jatuh dan menabrak meja porselen hingga kepalanya retak.


"Finish!" ujar Randy.


-----------------------------------------------------------------------------


(LANTAI 2, ISTANA SILUMAN)


Saat berada di lantai dua itu, Randy dan Wenny langsung disambut puluhan siluman ular dengan bersenjatakan tombak beracun.


Mereka adalah prajurit dengan tubuh separuh ular dan pantang menyerah.


"Bunuh mereka!!!!"


Para pasukan siluman ular langsung menyerbu dua manutra itu sambil mendesis layaknya ular.


"Wen, gunakan pedang sakti warisan keluargaku!" seru Randy.


"Siap"


Dengan menggunakan pedang, Wenny memenggal puluhan prajurit siluman itu dengan tangkas.


Randy merubah dirinya lagi menjadi siluman harimau dan mencabik-cabik mereka dengan ganasnya.


"WOAAAAAAAA"


Para prajurit itu tewas dengan kepala pecah...


Mereka bukan tandingan Pemimpin Devil Boyz dan Gadis Kuntilanak itu.


2 ponggawa Siluman Ular yaitu Belatung Sakti dan Kadal Gurun turun laga. Mereka menghadang Randy dan Wenny.


"Sok jagoan! hadapi kami dulu!" Kadal Gurun menghunus pedangnya.


"Wen, kau hadapi si Kadal, biar kusikat si Belatung!"


"Oke, macan!"


Randy menggeram, dan saat bertransformasi menjadi harimau, dia langsung mencakar seluruh kulit Kadal Gurun.


Kadal Gurun membalas dengan menyabetkan ekornya ke Harimau tutul.


BATTTTTTTTT


Harimau mengamuk dan mengoyak leher si Kadal dengan beringas, sehingga darah berwarna hijau segera muncrat.


Kadal tewas seketika.


Wenny Kunti memanjangkan tangan, yang menjadi lentur laksana karet. Dan langsung mencekik leher Belatung Sakti...


Belatung Sakti meronta-ronta, lalu dengan sisa tenaganya, dia melemparkan tombak ke arah Wenny.


Gadis itu mengelak dan dengan kedua kakinya menjepit tombak itu, lalu melemparkan balik ke arah lawannya.


JLEPPP


Belatung Sakti menemui ajal dengan dada tertembus tombaknya sendiri.


"Yuk, kita bebaskan para gadis di lantai 3!" ajak Wenny.


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


(LANTAI 3, ISTANA SILUMAN)


Sesampainya di lantai terakhir, mereka melihat pintu putih yang di atasnya ada lampu berwarna merah terbuka, lalu menyusul pintu putih di sebelah kiri yang ada lampu hijau.


Randy membuka pintu, dan terbelalak melihat pemandangan mengerikan.

__ADS_1


Puluhan gadis terbujur kaku, ada yang dalam keadaan terpotong jadi dua, ada yang sedang meregang nyawa.


Lucy dan 2 gadis lainnya yang masih hidup sedang terikat di pojok ruangan itu.


Wenny segera membebaskan mereka, namun saat mereka keluar ruangan...


PETAKKKK


10 ular yang entah muncul darimana, terbang dan mematuk Wenny...


"Ouhhhhhh sialan!" teriak Wenny.


Randy memeriksa keadaan kekasihnya, tapi suara tawa yang menyerankan menggema di seluruh ruangan.


"Ha ha ha ha!!! Jangan harap kalian bisa lolos dari istanaku!"


Di hadapan mereka, sudah menunggu Ratu Bathory dengan pakaian kebesarannya yang berwarna merah.


"Kubunuh kau pengacau!!"


Bathory bergerak menyambar-nyambar dengan gerakan-gerakan yang cukup tangguh. Akhirnya Randy tidak dapat hanya bersikap mengelak dan menghindar saja. Ia tidak bisa hanya bersikap mempertahankan diri saja. Untuk mengurangi kebebasan gerak lawannya, ia harus ganti menyerang.


Serangan Bathory, semakin lama menjadi semakin hebat pula. Tangannya bergerak-gerak dengan cepat dibarengi gerak kakinya yang ringan cekatan. Tiba-tiba cakàr ratu biadab itu sudah berubah menyambar kening.


Mereka saling beradu ilmu kanuragan. Ratu Bathory tak memberi kesempatan untuk Randy berubah jadi harimau. Dia mencekik leher lawannya itu dan dengan taringnya, dia berusaha menggigit Randy.


Tapi, Serangan-serangan Randy berikutnya datang bertubi-tubi seperti ombak yang bergulung-gulung menghantam pantai. Bagaimanapun kukuhnya batu-batu karang tebing, namun akhirnya segumpal demi segumpal berguguran jatuh juga ke laut.


Pukulan Meteor ditambah Tendangan Penghancur Karang itu mampu merontokkan dada Ratu Bathory.


Ia tersungkur di depan Randy, sambil memuntahkan darah.


Wenny menghunus pedangnya dan segera memenggal kepala wanita siluman itu.


Mereka lalu bergegas pergi dari istana itu.


Tapi...


Di depan mereka sudah berdiri pasukan wanita berjubah hijau dengan panah, siap menembak mereka.


Di saat kritis itu, muncul sebuah jeep yang menubruk para pasukan pemanah hingga ludes.


Paul Cobra berseru dari dalam jeep, "Ayo masuk, gaes!"


"Okeeee"


Mereka tak lupa melempar granat, bom molotov dan dinamit ke istana siluman itu.


BOOOOM JEGARRRRR


Hancurlah istana ratu biadab itu.


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


( WARUNG DEPAN SEKOLAH TUNAS API)


Fred, Julie dan Blueboy memergoki beberapa orang anggota Laskar Tengkorak sedang bertransaksi narkoba dengan anak-anak sekolah.


Fred menghardik mereka, "Kurang ajar! Beraninya kalian rusak generasi muda dengan benda haram itu!"


"Hei cebol! Bukan urusanmu!" sahut pemuda berkepala botak dan berbaju hitam.


"Resek kau!!!" Fred langsung melayangkan bogem ke muka pemuda itu.


Para anggota Laskar Tengkorak yang berjumlah 3 orang, segera mengeroyok geng Devil Boyz.


Namun Blueboy dan Julie adalah manutra yang mumpuni.


Dengan jurus rajawali milik Blueboy dan patukan cobra milik Julie, mereka mampu membuat anggota laskar tengkorak klenger.


Fred mencengkeram salah satu pemuda dan menginterogasinya, "Dimana markas Laskar Tengkorak, hah?!"


Tapi, tiba-tiba...


Sebuah tembakan menyebabkan dahi pemuda itu bocor.


"Berlindung, ada sniper!" teriak Blueboy.


"Ayo kita balik, susun rencana!" ajak Fred.


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


( Apartemen Bougenville )


Setelah mengantar pulang para korban penculikan, Wenny Cs berkumpul di markas Devil Boyz.


"Kita harus waspada, geng Demonic yang lain takkan tinggal diam," Randy membuka pembicaraan.


"Betul, terutama Laskar Tengkorak yang makin merajalela!" sahut Paul.


Mendadak, Wenny muntah darah dan terjatuh di depan mereka...


"Wenny, Kau kenapa???"

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2