Devil Boyz 2

Devil Boyz 2
Episode 15 : Konfrontasi


__ADS_3

Randy melihat sesosok gadis, yang lemah gemulai menari di depannya.


Rasanya dia tahu, siapa gadis itu...


"Wenny??"


Wenny tersenyum kepadanya, dan mengulurkan tangan dengan mesra.


"Peluklah aku, sayang. Aku rindu padamu."


"Aku juga, Wen. Bagaimana kau bisa berada disini?"


"Peluklah aku, Randy."


Randy mendekati Wenny dan dengan rasa penuh kerinduan, segera memeluknya.


Paul yang sadar Randy terkena ilusi dari musuh, berteriak, "Randy! Sadarlah, itu cuma ilusi belaka!"


Randy terkaget mendengar teriakan sobatnya itu. Dia segera sadar, yang di depannya adalah pria berjubah dengan pedang terhunus.


Tapi, terlambat...


JLEPPP


Pedang itu telah menembus dada Randy.


"Aaaaaaaakhhhhhh!!!!"


Paul yang histeris, segera menghalau pria berjubah itu pergi...


Namun pria itu mendadak menghilang.


"Randy, kau tidak apa-apa?"


Randy memuntahkan darah, namun dengan cepat mengalirkan tenaga dalamnya.


"Aku sudah tidak apa-apa. Ayo kita lanjut!"


Mereka berjalan menyusuri lorong lantai dua yang sepi. Dimana sesekali mendengar lagu sedih "Gloomy Sunday" yang menyayat hati.


"Ayo kita dobrak pintu merah itu!" seru Randy.


"Baik! Biar aku saja, bro."


Paul menendang sekuat tenaga pintu itu.


DAGGGGGG


Tapi pintu itu selain berlapis besi, seakan terkunci oleh gembok atau sesuatu yang kuat.


"Tidak bisa, Randy!" keluh pria jabrik itu.


"Biar aku coba."


Randy menghimpun tenaga dalamnya. Lalu merafal "Tendangan Penghancur Karang".


DAGGGGG


Masih gagal juga...


HU HU HU HU HU HU HU


HU HU HU HU HU HU HU


Suara tawa yang hampir mirip ayam berkokok itu, memecah kebingungan mereka.


Puluhan panah berapi menyerang mereka dari berbagai penjuru...


"Awas, pakai mata malaikat!" seru Randy.


Dengan mata malaikat, mereka melihat puluhan pria berjubah menggunakan panah menyerang mereka.


Randy menerjang 10 orang di sudut kiri dengan Ilmu Gasing, yang berputar-putar sembari memukul lawan.


DAG DAG DAG


Mereka tumbang seketika dalam keadaan hangus.


Paul melesat dan menghunus pedangnya.


Lalu menebas kepala 10 pria di sudut kanan dengan cepat.


BAT BAT BAT CASSSH


Mereka ambruk juga dan tewas.


"Tuh mata malaikatku menunjukkan. Ada yang memegang kunci!" tunjuk Paul.


Randy merogoh saku salah satu pria berjubah itu, dan mengambil sebuah kunci emas.


Mereka akhirnya bisa membuka pintu berwarna merah itu.


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


( MARKAS JUBAH NERAKA)


Di dalam ruangan ini, terdapat sebuah ruangan dengan 4 layar besar seperti bioskop.


Lampu warna-wari tampak menghiasi ruangan ini.


Markas para hacker, peramal, dan tukang santet.


Terdengar suara di speaker.


"WELCOME TO MY WORLD"


"Buset, darimana asal suara itu?" tanya Paul.


"Sepertinya dari sudut sana," tunjuk Randy ke arah atas sebuah brankas.


"Ayo kita telusuri tempat ini!" seru Paul.

__ADS_1


Mereka berdua segera mengeksplor ruangan itu.


Di layar monitor komputer terlihat daftar bank yang pernah diretas dan disertai pemilik bank yang ternama.


BLAAAASH


Sebuah sinar merah hampir mengenai Paul...


Untung saja dia sigap.


Namun..


Berpuluh-puluh sinar laser terus menyerang mereka.


"Bro, gunakan mata malaikat!" seru Randy.


Mereka kemudian menggunakan mata malaikat untuk melihat posisi para Jubah Neraka.


Paul melihat ada yang bersembunyi di balik brankas. Maka dia segera membanting brankas dan meraih pundak hacker itu.


Dan menghajarnya habis-habisan.


BUG BUG BUG


Tamat sudah.


Randy mengejar hacker yang kabur dari toilet, dan memukul punggungnya dengan...


"PUKULAN METEOR"


Hanguslah hacker itu.


Tinggal tersisa 2 hacker lagi...


Namun keberadaan mereka tak bisa dideteksi oleh mata malaikat.


Sebuah pedang melayang dan mengarah ke leher Paul.


HUPPPS


Paul menangkap ujung pedang itu dengan dua tangannya.


Dan membalik posisi pedang kemudian melemparkannya ke arah pedang itu muncul.


WAAAAAAA


Terdengar jeritan seseorang...


Ternyata 1 hacker lagi tewas.


Tinggal pimpinan mereka, Silver Hell.


Silver Hell akhirnya menampakkan diri.


Pria dengan rambut gondrong itu menghunus pedangnya.


"Majulah! Lawan aku!" tantangnya.


Randy melakukan pemanasan dulu dengan menggerakkan kakinya sambil lari di tempat.


" Bersiaplah untuk mati! " kata Silver Hell sambil bersiap menyerang.


"JURUS BULAN MERANGKUL BUMI"


Silver Hell mencondongkan tubuhnya ke kiri lalu memutar tubuhnya dari bawah melesat ke atas.


Dari atas dia menyabetkan pedangnya yang bersinar ke ubun-ubun Randy.


Randy menghindar lalu membalas dengan...


"MACAN MENERJANG LAWAN"


Dia merangkul Silver Hell lalu mengarahkan lutut ke perutnya..


Silver Hell mundur ke belakang...


Lalu mengarahkan jari telunjuk ke dahinya sendiri.


Tak lama, pedangnya terbang dengan sendirinya.


Disusul puluhan pedanģ turun dari atap.


Pedang-pedang beracun itu terus menyerbu Randy.


Randy menangkis dan melakukan tendangan apik di udara.


"TENDANGAN METEOR LEVEL AKHIR"


Tendangan itu mengeluarkan sinar biru yang menghancurkan pedang-pedang itu secara langsung.


Saat Silver Hell terkejut, Randy segera dengan cepat mengesot...


Lalu menendang kaki lawannya.


Dia terjungkal...


Lalu dia menekan dagu Silver Hell dengan cepat.


KREEEKKK


Tamatlah riwayat pemimpin Jubah Neraka itu.


"Done! Ayo kita ke lantai selanjutnya!"


Randy dan Paul segera menuju lantai 3.


Disana mereka membereskan preman preman kelas teri.


Begitu juga di lantai 4.


Hingga di lantai 5...

__ADS_1


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


( LANTAI 5 )


Mereka tiba di lantai 5, dimana 11 orang bertubuh besar menanti dengan air liur menetes.


Para anggota Kelompok Kanibal membawa gada berpaku dan golok tajam, siap membabat mereka.


"Groaaaa, ayo majulah! Kami sudah lapar!" seru Randall Bull, pemimpin kelompok itu.


"Paul, ayo kita rubah wujud kita!"


"Oke!!!"


Randy berubah wujud menjadi harimau tutul, sedangkan Paul berubah jadi Cobra raksasa.


GROAAAAAA SSSSHHHH


Kedua hewan buas itu menerjang para anggota kanibal dengan membabi-buta.


Leher mereka tercabik-cabik, usus berhamburan, dan bisa ular meracuni mereka.


Dalam hitungan menit, para pasukan pemakan manusia itu tergeletak tak bernyawa.


Randall mengamuk dan berubah jadi kingkong berwarna ungu.


"Biar kusikat dia!" ujar Paul.


Maju kau, cowok berbulu!" tantangnya.


Randall terbakar emosi, dan langsung mengambil ancang-ancang.


"JURUS LANGIT BERDARAH "


Randall berjongkok di lantai, lalu menggeram, beberapa saat muncul asap dari tubuhnya yang cukup tebal.


Dia mengaum dan menerjang Paul


Paul merasa tubuhnya panas saat menangkis cengkeraman Randall.


Paul menyeruduk lawannya cukup keras...


Randall mengaduh dan meninju dagu lawan.


DUGGGG


"Fuiiih, panas sekali tubuhmu!" keluhnya.


Paul menggosok tangannya, lalu merafal jurus...


"COBRA MENERJANG SETAN"


Dia bersalto lalu menubruk Randall, dan memiting kepalanya.


Terjadi pergumulan yang cukup lama, sebelum randall menohok perut paul.


DAKKKKKK


Perut Paul terasa sakit, dia mengamuk dan meninju muka Randall.


BUGGG


"JURUS CAKAR KINGKONG "


Cakar itu menggores leher Paul, darah merembes bajunya.


Paul membalas...


"SERBUAN 100 TOMBAK"


Dia mengibaskan kedua lengannya yang besar... merunduk dan keluar puluhan tombak kecil mengarah ke Randall.


CAP CAP CAP


7 dari 10 tombak itu menancap di tubuh Randall.


Dia ambruk...


Paul segera mengambil tombak panjang dan menghujamkan ke perut lawannya itu.


CLEPPPP


Tamat riwayatnya.


"Beres bro, Lantai berikutnya!"


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


( LANTAI 6 )


2 Jagoan kita sampai di lantai terakhir rusun...


Sudah menunggu Denny Crow dan Syarief.


Namun dimanakah Arifin???


Denny duduk di kursi meja bundar mereka sambil menyulut rokok, sedangkan Syarief berdiri di sampingnya.


"Sampai juga kalian disini, 2 orang bodoh!" sambut Denny dengan sinis.


Randy CS mendekat ke arah mereka.


"Jangan banyak bicara, hai pemuja setan!" bentak Randy.


" Apa maumu sekarang ? Melawan aku dan Syarief?"


" Yang pasti, aku harus memberantas setan dan antek-anteknya," jawab Randy.


Denny bertepuk tangan dan tertawa,"Bravo... bravo. Besar juga nyalimu."


"Jangan banyak bacot, ijinkan aku kirim kau kembali ke neraka."

__ADS_1


Bagaimana pertarungan sengit mereka?


Mampukah Randy dan Paul bertemu Arifin?


__ADS_2