
HUTAN VLADO
Randy, Wenny dan Paul sampai di tepi hutan angker tersebut. Mereka segera turun dari mobil dan membawa persenjataan dalam ransel mereka.
"Setelah ini kita akan memasuki Zona Segitiga. Dimana tempat itu dihuni para Wewe Gombel, Manusia Serigala dan Kelelawar Penghisap Darah. Kita mesti waspada!" seru Paul.
"Hmmm, baiklah. Kita harus tetap bersama. Cepat! Aku takut Lucy dalam bahaya," sahut Randy sambil mengencangkan ranselnya.
"Yuk, berangkat!" ajak Wenny.
Mereka segera memasuki lebatnya hutan seluas 3 hektar tersebut. Sejauh mata memandang, hanya ada pohon-pohon besar dan suasana yang sunyi mencekam.
Walau sudah tengah hari, namun cuaca di hutan itu terasa dingin menusuk tulang.
Saat berjalan 500 meter, terdengar suara lolongan serigala dan kepakan sayap besar.
"Stop! Aku melihat 3 sosok di atas pohon itu!" Wenny menunjuk pohon besar yang berjarak 5 meter di depan mereka.
Randy menggunakan mata malaikatnya, dan melihat 3 sosok bersayap mengintai mereka.
"Gaes, ada 3 siluman bersayap di atas pohon itu! Cepat kita serang mereka!" ujar Randy.
"Go!!!!"
Mereka bertiga menggunakan senapan M4 Carbine menembaki sosok bersayap yang hinggap diatas pohon itu.
DRETTTT DRETTTT DRETTT
BUSSSSSHHH
Asap berwarna merah, keluar dari atas pohon itu.
3 sosok bersayap terbang menuju arah mereka.
KWAK KWAK KWAK
Suara aneh melengking, keluar dari mulut makhluk berbentuk kelelawar itu...
"Siluman Kelelawar!" teriak Paul.
"Sikat mereka!!!" Randy menembak salah satu makhluk dengan senapan apinya.
DRETTTT DRETT
Namun, makhluk itu kebal senjata.
Salah satu siluman kelelawar menyerang Wenny dengan sayapnya yang tebal.
Wenny dengan tangkas, melompat ke udara dan memukul dada siluman itu dengan keras.
DIAGGGG
Siluman kelelawar itu malah membalas dengan semburan cairan berwarna hijau...
Terkena muka Wenny.
"Akh pedih mukaku!"
"Wenny, gunakan ilmu tenaga dalam!" seru Randy.
Paul menghunus parangnya dan dengan ilmu ringan tubuh, berhasil menebas kepala salah satu siluman kelelawar.
BETTTTSSS
"Mati kau!"
Namun Siluman Kelelawar yang lain mengamuk dan mencakar seluruh tubuh Paul dengan cepat dan bertubi-tubi.
KWAK KWAK KWAK
CRASSSH
Paul terjatuh ke tanah dengan luka di sekujur tubuhnya.
"Kurang Ajar! Rasakan pukulanku!"
Randy merafal "Pukulan Meteor" dan melancarkan pukulannya ke arah Siluman Kelelawar yang hendak menggigit Paul.
BLARRRRRRR
Pukulan itu terkena perut siluman...
Seketika perutnya hancur berantakan.
Wenny menyerang siluman yang tersisa dengan "Cakar Kuntilanak" .
Cakar itu mengandung energi api yang sangat panas. Dan berhasil merobek leher siluman bersayap itu.
CRATTTT
Darah berwarna hijau muncrat dari leher siluman itu, sebelum akhirnya jatuh ke tanah.
"Beres sudah! Ayo lanjutkan perjalanan!" seru Randy.
"Oke!" Sahut Paul dan Wenny.
Mereka terus menelusuri hutan, hingga bertemu jalan setapak dengan pohon yang lebih pendek dan semak belukar.
"Ini daerah Siluman Serigala. Tetap waspada!" kata Paul sembari mengambil pistol berpeluru perak.
"Gaes, gunakan pistol dengan peluru perak!" sambung pemuda botak licin itu.
__ADS_1
Randy dan Wenny segera mengisi pistol mereka dengan peluru perak.
"Macan, penciumanku merasakan bau puluhan binatang di balik semak belukar itu,"ujar Wenny.
"Aneh. Semakin kemari, mata malaikatku semakin tak berfungsi," Randy mengucek matanya sambil berdecak sebal.
"Aku akan naik ke pohon, untuk melihat situasi!"
Wenny menggunakan ringan tubuhnya, lalu hinggap diatas pohon.
"Gaes! Ada 10 serigala besar di balik semak itu!"
TEEEETTTTTTT
Terdengar bunyi terompet yang melengking.
Seiring munculnya 10 ekor serigala besar dari semak belukar.
AUUUUUUUUUUUUU
Lolongan mereka sungguh membuat bulu kuduk merinding. Terutama mata mereka yang berwarna merah.
Air liur serigala-serigala berwarna perak itu menetes. Seakan rasa lapar mereka kian tak tertahankan.
TEEEETTTT
Suara terompet terdengar lagi, dan kali ini para serigala berukuran 2 kali dari normal itu berlari cepat, dan siap melahap Randy dan Paul.
"Rubah diri kalian!!" teriak Wenny.
Paul dengan sigap merubah wujudnya menjadi Cobra raksasa dan menggigit 3 serigala di depannya.
KAINGGGG KAINGGG
3 serigala itu mati dengan perut srmburat.
Randy juga berubah jadi harimau tutul raksasa dan mencakar dan memcabik-cabik seluruh serigala di depannya.
GRRRRRROAAAAA
Harimau tutul itu menerkam serigals yang menggigit lengannya dan melemparkannya jauh.
Wenny melesat dari atas pohon dan membelah kepala 2 serigala yang tersisa.
Bangkai serigala-serigala itu berserakan di tanah.
TEEEETTTT
Terdengar suara terompet lagi...
Kali ini puluhan serigala besar berbulu hitam muncul dari arah belakang mereka.
Randy, Paul dan Wenny yang sudah terlanjur menjadi wujud manusia lagi, segera menembaki binatang-binatang itu dengan pistol peluru perak.
Hingga tak tersisa...
Wenny terduduk lemas dan berkata, "Fuiiih beres sudah!"
Randy mengulurkan tangan ke kelasihnya itu dan mengajaknya meneruskan perjalanan.
Setelah 1 Km, mereka menemukan sebuah sungai yang berwarna merah.
"Itu sungai darah!" kata Paul sambil mengambil sebotol air dan meminumnya.
Wenny tertegun melihat warna air sungai itu.
Hingga...
Sebuah tangan muncul dari dalam air, dan mencengkeram mukanya.
"Heh heh heh heh!"
Wenny membalas dengan tendangan ke perut penyerangnya itu...
BAGGGG
Penyerang misterius itu terjerrmbab ke tepi sungai.
Dia adalah seorang wanita berambut panjang dan bergaun hitam.
"Kurang ajar! Siapa kau? Cepat minggir!" bentak Randy.
"Itu Wewe Gombel Vlado," bisik Paul.
"Huh, biar kuhadapi dia!" seru Wenny.
"Heh heh heh! Sombong sekali kau, manutra kuntilanak! Ayo bertarunglah denganku!" tantang Wewe Gombel.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
(MABES DEVIL BOYZ)
Fred sedang browsing internet di markas, sedang Blue Boy sibuk berlatih kungfu warisan ortunya.
Sambil berlatih, Blueboy berkata, "Oiii Bro Fred, sepertinya si bang Randy dan Wenny lama- lama jadian tuh."
"He he iya, soale mereka emang cocok, satu aneh yang satunya nyentrik, kan cocok tuh " jawab Fred.
"Ha ha, kalau kau kenapa gak cari cewek, bro?" tanya Blueboy.
Fred menyahut, "Dulu ada, sekarang sudah menikah dengan orang lain."
__ADS_1
Blue Boy mengangguk pelan.
Salah satu anggota geng bernama Tigor masuk dengan terengah engah.
"Bro Fred, adik Johnny mati karena OD."
"Apa?????"
Mereka bergegas ke lokasi kejadian.
Tak lupa mereka mengajak Julie ikut serta.
(PINGGIR KALI)
Tampak mayat adik Johnny sedang diangkat ambulan, dia mati karena OD. Johnny dan ibunya menangis sambil mengantar jenazah korban ke ambulan.
"Menurut info, adik Johnny dicekoki obat bius oleh Max, salah satu anggota Laskar Tengkorak!" kata Fred pada Blueboy dan Julie.
"Kurang ajar! Dimana mereka biasa nongkrong?!" tanya Julie.
"Warung dekat sekolah Tunas Api!" sahut Fred.
"Ayo kita cari keterangan kesana!" ajak Blueboy.
"Yuk!"
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
( SUNGAI DARAH, HUTAN VLADO )
Wenny Kunti bersiap menghadapi Wewe Gombel yang dengan sumringah memasang kuda-kuda.
"Maju kau kuntilanak jelek!"
Wenny merafal jurusnya, dan melompat ke depan sambil mengibaskan gaun putihnya.
"JURUS ANGIN MENGGULUNG PULAU"
Angin kencang berupa pusaran menerpa Wewe Gombel...
Namun, dia berhasil menahan pusaran angin itu dengan telapak tangannya. Lalu dia bersalto di udara dan menembakkan sinar berwarna hitam dari matanya ke arah Wenny.
BLARRRR
Untung Wenny sempat mengelak ke samping. Jika tidak, nasibnya akan sama dengan pohon di belakangnya. Hangus terbakar.
Wenny menyiapkan jurus selanjutnya...
Dia memutar tubuhnya dengan cepat, dan seketika, puluhan paku keluar dari tubuhnya dan langsung menyerbu lawannya.
3 buah paku berhasil menancap di lengan dan perut Wewe Gombel.
Dia menggeram, "Setan alas! Rasakan jurusku yang satu ini!"
Wewe Gombel mengarahkan kedua cakar tangannya, menerjang ke arah Wenny...
Wenny meladeni dengan jurus cakar juga.
Terjadilah pertarungan cakar kuntilanak dan wewe gombel yang cukup sengit.
Kedua belah pihak tak mau mengalah dan terus berusaha melukai titik vital masing-masing.
Hingga, Wenny mengerahkan salah satu jurus pamungkasnya "Cakar Dewi Hutan Bakau".
Sebuah cakar yang mengandung aliran listrik bertegangan tinggi.
BZZZZZZZTTTTT
Cakar itu berhasil mengenai payudara Wewe yang besar hingga tersetrum.
"TIDAK!!!!!"
BLARRRRRR
Pertama, payudara Wewe meledak, disusul tangan dan kakinya.
Menyisakan tubuh dan kepalanya saja yang putus seketika.
"Huh dasar Wewe Jelek!!!"
Wenny yang emosi menginjak-injak kepala Wewe hingga ambyar.
Randy berusaha menenangkannya, lalu melanjutkan perjalanan.
Mereka sampai di pintu gerbang istana Bathory.
2 jeep berisikan 12 pasukan bersenjata, tampak berada di depan mereka.
"Serbu!!!!" perintah Randy sambil menembaki para pasukan bersenjata itu.
Paul menembakkan bazoka ke arah jeep-jeep itu.
Sedangkan Randy dan Wenny berhasil membabat puluhan orang itu.
Mereka berhasil mendobrak pintu gerbang.
Namun...
3 buah anak panah dari atas melesat dan menancap di dada Paul.
"Aaaaaaaaakhhhhh"
__ADS_1
"Paul!!!!"