Devil Boyz 2

Devil Boyz 2
Episode 21 : Randy Macan vs Denny Crow


__ADS_3

MABES NUJUM SAKTI


Saat tiga jagoan kita berada di markes para hacker itu, mereka hanya melihat peralatan komputer, laptop, mesin fax dan senjata tajam.


Tak ada seorang pun berada di sana.


Kosong...


Dan Sepi...


Hingga terdengar suara dari loudspeaker


" Welcome to My World."


" Buset, darimana asal suara itu?" tanya Blueboy.


"Sepertinya dari sudut sana," tunjuk Randy ke arah atas sebuah brankas.


" Ayo kita telusuri tempat ini " seru Paul.


Mereka bertiga segera mengeksplor ruangan para hacker.


Di layar monitor komputer terlihat daftar bank yang pernah diretas dan disertai pemilik bank yang ternama.


BLAAAASH


Sebuah sinar merah hampir mengenai Paul...


Untung saja dia sigap.


Namun..


Berpuluh puluh sinar laser terus menyerang mereka.


" Gaes, gunakan mata malaikat!" seru Randy.


Mereka kemudian menggunakan mata malaikat untuk melihat posisi para hacker.


Paul melihat ada yang bersembunyi di balik brankas. Maka dia segera membanting brankas dan meraih pundak hacker itu.


Dan menghajarnya habis habisan.


BUG BUG BUG


Tamat sudah.


Randy mengejar hacker yang kabur dari toilet, dan memukul punggungnya dengan..


"PUKULAN METEOR"


Hanguslah hacker itu.


Tinggal tersisa 2 hacker lagi...


Namun keberadaan mereka tak bisa dideteksi oleh mata malaikat.


Sebuah pedang melayang dan mengarah ke leher blue boy.


HUPPPS


Blue boy menangkap ujung pedang itu dengan dua tangannya.


Dan membalik posisi pedang kemudian melemparkannya ke arah pedang itu muncul.


WAAAAAAA


Terdengar jeritan seseorang...


Ternyata 1 hacker lagi tewas.


Tinggal pimpinan mereka Virus Kid.


Virus kid akhirnya menampakkan diri.


Pria dengan rambut mirip nobita itu membawa bazoka.


" Hati-hati, sekali kena bisa ambyar kita bray!" teriak Randy.


Paul segera dengan cepat mengesot..


Lalu menendang kaki Virus kid..


Dia terjungkal..


Lalu Paul menekan dagu si Virus Kid...


KREEEKKK


Tamatlah riwayat raja hacker tersebut.


__________________________________________


(LANTAI 6 MABES UTAMA DEMONIC)


3 Jagoan kita sampai di lantai terakhir rusun...


Sudah menunggu Denny Crow dan Syarief.


Namun dimanakah Arifin???

__ADS_1


Denny duduk di kursi meja bundar mereka sambil menyulut rokok, sedangkan Syarief berdiri di sampingnya.


"Sampai juga kalian disini, 3 orang bodoh!" sambut Denny dengan sinis.


Randy CS mendekat ke arah mereka.


"Jangan banyak bicara, hai pemuja setan!" bentak Randy.


" Apa maumu sekarang ? Melawan aku dan Syarief?"


" Yang pasti, aku harus memberantas setan dan antek-anteknya," jawab Randy.


Denny bertepuk tangan dan tertawa,"Bravo... bravo. Besar juga nyalimu."


" Jangan banyak bacot, ijinkan aku kirim kau kembali ke neraka."


Randy menyuruh blue boy istirahat dulu.


Dia dan Paul akan menghadapi Adik Arifin itu dan Bodyguardnya.


RANDY MACAN VS DENNY CROW


Dendam membara mengalir di dada Randy Macan. Sahabatnya mati di tangan Denny.


Kekasihnya koma, gara-gara dia juga.


Mata Jakam Devil Boyz ini kian berapi.


Seiring api pertarungan yang akan berlangsung.


"Hari ini akan kubalaskan dendam sahabatku. Bersiaplah untuk ******! "


Randy mengumpulkan energi dan tenaga dalamnya.


"Ha ha ha, bersiaplah untuk menyusul sobatmu!" kata Denny sambil meretangkan kedua tangannya kesamping.


Matanya terpejam...


Muncul puluhan burung gagak dari atas Denny...


"SERBUAN GAGAK SETAN"


Burung-burung itu menyerang ke arah jagoan kita.


Paruh paruhnya setajam pedang.


Randy menangkis dan mengebaskan tangannya dan menyerang balik.


"PANCARAN API SURGA"


Sebuah jurus yang jarang dikeluarkannya


Energi manutra menyatu di area kepalanya.


Lalu menembak ke arah lawan.


BLARRRRR


Saat Denny menghindar...


Tembok dibelakangnya retak...


"Hmmm sepertinya dia marah besar" seru Denny dalam hati.


Adik Arifin itu melompat dan memukul ke depan namun Randy menangkis dan segera menendang perutnya.


DAGGGGGGGG


Perut Denny sudah kebal berbagai macam tendangan.


"CAKAR IBLIS NERAKA"


Cakar Denny yang berapi itu berhasiĺ merobek baju Randy.


KRESSSSSSS


Pemuda gondrong itu menendang dagu Denny lalu memutar tendangannya lagi ke pipi nya.


BAGGGGGGGGG


Denny terhuyung ke samping..


Dia menghela nafas, "Asem! Banyak peningkatan ilmumu. Tapu jangan senang dulu, kawan!"


Randy merunduk dan siap menyundul Denny..


"MACAN PADANG MENERJANG"


BAMMMMMM


Denny terjatuh lagi...


Tampaknya makin seru pertarungan 2 jakam ini.


PAUL COBRA VS SYARIEF SKULL


Syarief menengadah ke atas, membuka mulutnya, menggerakkan kepalanya ke atas dan ke bawah.


Keluar sinar putih dari mulutnya...

__ADS_1


Muka Syarief berubah jadi monster bertaring dengan warna kulit pucat bagai mayat.


"Roarrrr.. terimalah ajalmu bocah gundul! "


Paul terkejut sesaat, "Buju buneng.......kok muka loe kaya mak lampir gitu."


" Bacot dah, sini loe! " seru Syarief.


Syarief mengarahkan bogemnya ke depan lalu ke samping.


Bersamaan dengan cahaya merah menyala dari ujung kupingnya.


"CAHAYA TENGKORAK HITAM"


Cahaya itu menghantam Paul.


SLAAAAASHHHH


Paul terjerembab..


Dia bangkit berdiri dan merafal jurus *** chinya...


"TINJU TAICHI BERAKSI"


Pukulan pertama di arahkan ke udara lalu kedepan, beriringan dengan hentakkan kaki di lantai.


BLAAAARRR


Giliran Syarief terhuyung ke belakang...


" Rese loe...rasakan ini!"


"LARVA HITAM MERANGKAK"


Dia merunduk lalu melayang ke depan.....


Seiring hologram hitam menyelubungi tubuhnya


Paul menghindar dan menyikut kepalanya.


DIIIIIIIGGHHHHH


Paul menarik nafas dan menyalurkan chi ke kakinya.


"TENDANGAN TAICHI UTARA"


Kaki Paul bersarang di kepala Syarief.


"*******!" kata Syarief kesal.


Dia memegangi kepalanya sejenak.


Paul juga menarik nafas..


Menghimpun ilmu chi nya ke level yang lebih tinggi.


Tampaknya posisi 2 orang itu sama sama kuat.


÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷


(RS JATIKUNING)


Kondisi Wenny masih dalam keadaan koma.


Julie Cobra sangat mengkhawatirkannya.


Terlebih memikirkan nasib kakak satu-satunya di luar sana.


Di alam baka..


Roh Wenny berada di suatu tempat yang kosong, sepi dan berembun.


Samar samar terdengar suara memanggilnya..


" Wenny anakku....."


Wenny menoleh kiri kanan, tak ada seorangpun.


Sebuah kilatan cahaya menyilaukan muncul di depan gadis itu.


Tak lama seorang wanita paruh baya yang masih cantik berdiri di depannya.


" Anakku, ibu rindu denganmu."


" Ibuuu... Wenny juga rindu sama ibu."


Wenny memeluk arwah ibunya...


Airmata mengalir dari matanya...


" Aku ingin bersamamu, ibu."


" Ibu juga ingin bersamamu..."


Mereka berpelukan seakan tak ingin berpisah lagi.


Namun ibu Wenny segera melepas pelukannya.


"Suatu saat kita semuaakan berkumpul lagi, tapi sekarang bukanlah waktunya," kata ibu Wenny.

__ADS_1


Dia lalu mendorong putrinya....


" Ibu.... tidak!!!!!"


__ADS_2