
Mata Randy Macan kian membara. Api dendam kesumat telah terbakar dalam hatinya.
Denny Crow dengan kejam telah membunuh sobatnya, Fred. Belum lagi, dia tega mencuri roh kekasih tercintanya.
"Kalau kau kembalikan roh Wenny kepadaku. Aku masih bisa mengampunimu," ujar pemuda gondrong itu.
"Ha ha ha. Jangan mimpi! Jika Wenny tidak bisa mencintaiku, jangan harap pria lain bisa memilikinya!"
Randy tidak ada pilihan lain, selain membasmi manutra gagak di depannya tersebut.
"Baiklah! Aku terpaksa melenyapkanmu!"
"Majulah, kau. Sampai salah satu diantara kita tewas! " seru Denny.
"Oke, Let's fight!"
Randy merafal jurus keluarganya.
"JURUS PENGHANCUR KARANG"
Dengan kedua tangan disatukan, diikuti gerakan bersalto menyerang lawan.
Titil energi berpusat pada ujung tangan yang bersinar...
SLAAAAAAAAASHHH
Menerpa Denny...
Denny tak kehilangan akal dia memakai jurusnya.
"GAGAK MENERKAM MERPATI"
Dimana dia merangkul Randy lalu memiting lehernya, dan kakinya menekan perutnya.
AAARGGGH
Randy merasa mual...
Dia lalu menyikut mata lawannya.
DUGGGG
"Sompret , pedih nih mataku."
Denny mulai emosi... dia membabi buta menyerang Randy.
"CAKAR IBLIS PENJAGA"
Cakar ini memfokuskan pada panca indra lawan. Jadi mata, hidung, kulit akan tersayat..
Dan dalam lima menit 5 indera lawan akan berhenti berfungsi.
Untung Randy cekatan..
Dia memakai jurus ajaran Master Adji..
"AWAN PEMUSNAH JIWA"
Randy meletakkan 2 jari kelingking di bibirnya..
Kedua kaki direntangkan..
Lalu melompat dan menyemburkan cahaya seperti awan yang mengandung energi.
BAAAAAASSSSSHHH
Denny terpental..
Tapi dia segera mengambil rantai besi menyerang randy...
" Oiii, jangan curang pake itu! " bentaknya.
Adik Arifin itu menyerang randy terus menerus dengan rantai besi...
Hingga menjerat leher Randy.
EEEEEKKK
Randy tampaknya kesulitan bernafas.
Namun..
Dia teringat 2 latihan dengan master adji.
.......
Pertama, ketika lehernya diikat diatas perahu dengan tali.
Berarti Randy harus pakai teknik menahan nafas sambil mengalirkan tenaga dalam.
Kedua, dia harus memakai teknik menendang pohon hingga roboh.
Setelah Randy berhasil melepaskan tali..
Dia melompat dan mengeluarkan 2 jurus tendangan.
"TENDANGAN MACAN GANAS
TENDANGAN BALING BALING"
Tendangan pertama mengenai muka Denny...
Tendangan kedua bersarang di dahinya.
KRAKKKK
Tengkorak Denny pecah...
Dia ambruk seketika dan menemui ajal.
"Tuan Denny!!!"
Syarief terkejut melihat Denny tewas di depannya...
Dia mengamuk dan menyerang Paul.
"SERUDUKAN SILUMAN TENGKORAK"
Kepalanya muncul 4 tanduk lalu masing masing tanduk lepas dan melayang ke arah lawan.
Paul menangkap 2 tanduk dan melempar balik ke syarief..
Meleset...
Paul menggoyangkan tubuhnya mengeluarkan jurus taichi.
"TAICHI WUDANG MEMANGGIL BULAN"
Dia menghembuskan angin yang berpusat di dadanya...
WUUUUSH
Syarief terlempar ke belakang..
__ADS_1
Dia menerkam ke depan.. ke leher paul..
Paul membenturkan kepalanya ke jidat si tengkorak...
DUGGGGG
"Aku kan kirim dirimu ke neraka untuk menemani Tuan Denny! " teriak Syarief sambil menendang ******** Paul.
"Aduh! Sialan kau ! "
Paul memegangi anunya...
Syarief menyerang lagi...
"TENGKORAK MENARI DI NERAKA"
Kedua tangannya diangkat ke atas dan dipukulkan ke lantai.
Lantai langsung bergoncang....
Paul terpaksa menggunakan jurus supernya..
"COBRA ANGIN TURUN DARI LANGIT"
Angin berhembus..
Tapak paul mengeluarkan angin.
Dia memutar balik tubuh Syarief...
Lalu membantingnya
Paul mencolok kedua mata musuh...
CRAAASSSSH
Tewaslah Syarief menyusul Denny.
Randy menghampiri Paul.
"Mana tabung yang berisi roh Wenny itu ya?" tanya Randy.
"Itu!" tunjuk Paul pada sebuah tabung di meja.
"Wenny, aku akan segera memulihkanmu kembali!"
"Hampir berakhir! Ayo kita cari Arifin!" kata Paul.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
( MABES GENG KUNTILANAK )
(MABES GENG KUNTILANAK)
Devi sedang keluar dari markas untuk membeli makanan.
Dia hendak menengok kakak besarnya di RS.
Maka dia mempercepat langkahnya ke parkiran untuk segera ke RS.
Namun..
Seseorang menantinya di parkiran.
Wanita berbaju kuno ala tiongkok.
"Akhirnya aku bertemu denganmu. Malam ini akan kubalaskan kematian suamiku, Jerangkong Hidup! " kata wanita itu.
"Diam! Aku, Persik Biru akan membunuhmu! "
Dia menghunus pedang dan menyerang Devi.
Devi menangkis dan mengeluarkan jurusnya..
"KUNTILANAK MELAYANG"
Dia terbang dan menendang pipi lawan.
DAGGGG
Persik biru menebaskan pedangnya dan merafal jurus pedang.
"PEDANG BUNGA LIAR"
Pedang itu mengeluarkan siluet bunga lalu pedang itu membelah jadi dua.
Dua mata pedang hampir mengenai devi..
Devi segera bersalto dan mengincar kepala Persik Biru.
Persik berkelit dan menyodok dadanya...
ARRRRGHHHH
Terpaksa dia memainkan jurus keduanya..
"TANGISAN KUNTI DI TENGAH MALAM"
Suara devi melengking dan dari mulutnya keluar puluhan belati.
Menyerang persik biru...
Persik biru berhasil menghindar.
Dia membuang pedangnya dan melayangkan tinjunya...
BUGGGGG
Terkena muka anak buah Wenny tersebut..
"Kurang ajar! Rasakan jurusku yang berikutnya."
"KUNTI MERACUNI WEWE"
Dia terbang ke udara..
Menghujani persik biru dengan puluhan benda tajam berbentuk bintang.
Salah satu benda tajam itu menancap di leher persik biru.
AAAKHHHH
Darah muncrat dari leher wanita jahat itu...
Dia ambruk ke tanah dengan mata melotot.
"Fuiih, beres sudah," ujar Devi lega.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
( CAUSEWAYBAY, HONGKONG )
Seorang Pemuda berambut ikal dengan warna ungu sedang berada di Kuil Tin Hau di daerah Causeway Bay.
__ADS_1
Nafasnya tersengal-sengal, dia menunggu seseorang keluar dari kuil.
Setelah beberapa lama, muncul seorang biksu berjubah hitam keluar dari kuil.
"Siapa kau? Mana Ricky Kim?!" tanya pemuda itu.
"Aku Biksu Cifero, Benny Puma!" jawab biksu itu sambil duduk bersila.
"Serahkan Ricky Kim padaku, Cifero! Atau akan kumusnahkan juga dirimu!" bentak pemuda bernama Benny.
Biksu itu hanya tersenyum, "Hmmm.. kau telah melewati banyak rintangan hingga bisa menemuiku, lebih baik kau bergabung denganku saja."
"Tak sudi aku bersekutu denganmu, lebih baik aku mati!"
"Ha ha ha ha!"
Terdengar suara di belakang biksu Cifero.
Seorang pemuda berpakaian necis dan berambut belah tengah, sampai di hadapan Benny.
"Kau mencariku?"
"Ricky Kim! kubunuh kau!"
Biksu Cifero berseru, "Bergabunglah denganku, daripada mati!"
"Tidak akan!!"
"Baik, kalau itu maumu. Bersiaplah untuk mati!"
"Bedebah!!!"
Benny menyerang biksu dengan pukulan tajam...
Biksu melompat dan menendang muka Benny.
Benny merafal jurusnya.
"SINGA PADANG MENERKAM"
Dimana dia merunduk dan mencengkeram lengan biksu dan menjedukkan kepalanya.
DAGGGGG
Biksu melesat ke udara dan menghujaninya dengan....
"RIBUAN METEOR API"
Puluhan bara api menyerang Benny...
Tapi dia berhasil menangkisnya.
Dia segera menghunus pedangnya dan siap menebas kepala biksu.
Pedang itu setajam hati sang pemuda.
Biksu cifero menangkap pedang itu...
Dan menghancurkannya hanya dengan sekali gosok saja.
PRANGGGGGG
Benny terkejut....
"Gila.. biksu sesat ini tak bisa diremehkan, ilmunya hebat sekali!" batinnya.
"Wahai pemuda, aku masih berbaik hati padamu. Bersujud dan terimalah aku sebagai Tuanmu," kata biksu itu yang tiba tiba melayang ke udara.
Benny melihat ada tombak di sekitar tiang kuil, lalu melemparkannya ke arah biksu.
Namun..
Biksu itu menghilang.....
Benny celingukan mencarinya.
Muncul Barongsai dengan bentuk mirip singa bertanduk, disusul arak arakan pemakaman ala tionghoa dan 2 pria berbaju hitam dan putih dengan lidah menjulur panjang.
Biksu Cifero muncul di atas mereka, bersila sambil terbang.
"Saatnya ajal menjemputmu, Benny!" katanya sambil menatap mata pemuda itu.
Timbul cahaya menyilaukan meenerpa Benny.
Mukanya ketakutan dan menyeringai...
Seakan melihat sesuatu yang mengerikan...
Terdengar suara berbarengan.
"Hidup Kelompok Omega!!!!"
AAAAAAAAAHHHHHHH
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
( MABES GENG DEMONIC )
Kedua jagoan kita segera mencari keberadaan Arifin.
Namun belum jauh mereka melangkah...
Bumi serasa bergoncang.
Angin berhembus kencang.
Tembok hancur.
Juga kaca.
Muncul dari lantai...
Api besar yang menyala-nyala.
Dari api itu, muncul sesosok berambut menutupi sebelah muka dan berzirah besi.
Arifin Ghoul.
Dia memandang ke mayat adiknya dan berteriak kencang...
AAAAAAAAHHHHHHHHHH..
ADIKKKUUUUUUUU...
Lalu memandang tajam kedua jagoan kita.
Manusia itu sepertinya sudah bersatu dengan iblis.
Matanya merah menyala...
"Hari ini akan kubawa kalian ke neraka!"
Arifin mengaum laksana binatang buas.
__ADS_1