Devil Boyz 2

Devil Boyz 2
Episode 8 : Dilema


__ADS_3

2 pria berjas hitam menghadang Randy dan salah satu dari mereka berkata, "Randy Macan?"


"Betul, kalian berdua siapa?"


"Ikutlah dengan kami, bos ingin bicara denganmu."


Randy sedang tidak ingin berdebat ataupun bertarung. Lukanya baru saja sembuh. Jadi dia memutuskan mengikuti kedua pria itu.


Mereka membawanya ke kafe apartemen itu. Suasana di tempat itu terlihat lebih sepi dari biasanya.


Seorang pria paruh baya duduk di dekat piano berwarna coklat. Dia adalah Mr Thorn.


"Duduklah, Randy," kata Mr Thorn sambil meminum tehnya.


Randy duduk dan bertanya kepadanya, "Maaf, boleh saya tahu anda siapa? Dan ada urusan apa ya?"


Mr Thorn memandangnya dengan tersenyum tipis, "Aku William Thorn, ayah dari Wenny."


Randy setengah terkejut, dan menyapanya dengan lembut, "Salam kenal, tuan Thorn."


"Begini, Randy. Aku tahu, kau sudah lama mengenal putriku. Sejak dia tinggal di rusun manutra itu."


Sambung Mr Thorn, "Wenny adalah gadis yang susah ditebak, labil dan terkadang misterius. Tapi sesungguhnya dia memiliki hati yang rapuh. Aku sangat menyayanginya."


Randy mengangguk, "Betul, tuan. Wenny adalah gadis yang baik dan setiakawan."


"Ya. Tapi bukan itu maksud kedatanganku kemari."


Mr Thorn menghela nafas, "Aku ingin putriku mendapat pendamping yang terbaik bagi masa depannya."


"Lalu apa inti pembicaraan anda?" tanya Randy bingung.


"Aku ingin kau menjauhi Wenny."


Ucapan pria itu bagaikan pedang tajam yang langsung ditusukkan ke hati Randy.


"Tapi, tuan. Aku sungguh serius menjalani hubungan dengan Wenny. Aku mencintainya dengan sepenuh hati."


Mr Thorn tidak menjawab.


"Jika tabunganku cukup, aku akan melamar Wenny, tuan Thorn."


"Tapi menikah harus butuh restu orang tua kan?" potong Mr Thorn.


"Aku tak merestui hubungan kalian, dia sudah kujodohkan, titik!"


Randy terdiam terpaku.


"Apakah karena aku sering berkelahi? Atau karena aku hanya seorang fotografer?"


"Karena kau bukan orang kaya!" jawab ayah Wenny tersebut.


Mr Thorn mengeluarkan koper dan membukanya. "Ini 5 juta bavel, ambillah dan jauhi putriku selamanya."


Randy tersenyum...


Lalu mengambil koper itu.


Tapi...


Dia segera mengembalikan koper itu ke Mr Thorn.


"Maaf cinta tak bisa dibeli dengan uang! Aku permisi, tuan."


Randy langsung pergi meninggalkan pria itu.


Setelah Randy pergi, Mr Thorn memanggil mata-matanya yang bernama Bill.


"Bill, jalankan Plan cadangan!"


"Baik, tuan."


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


( Hotel Concorde, Kota Bavel )


Di ruang pertemuan hotel mewah ini, sedang digelar acara ulang tahun pemimpin geng Lentera Merah yang bernama Heru Langsat.


Geng ini adalah kelompok pembela kebenaran, pegiat sosial dan menjauhi narkoba. Wenny berniat bekerjasama dengan mereka, namun terhalang oleh peristiwa yang menimpanya kemarin.


Siang itu, Heru yang berusia 44 tahun itu sedang meniup lilin ultah, didampingi istri dan anak satu-satunya.


Seluruh anggota geng Lentera Merah hadir di perayaan hari bahagia tersebut. Mereka berjumlah 30 orang, yang terdiri dari pria dan wanita.


"Salam sejahtera, wahai anggota geng Lentera Merah yang kucintai. Aku sangat bersyukur bisa merayakan hari bahagiaku bersama kalian," Heru berpidato di atas panggung.


"Sesuai prinsip utama geng kita. Tegakkan kebenaran dan kedamaian di kota Bavel. Hidup Lentera Merah!"


"Hidup!" sorak seluruh orang di situ.


BOOOOOM DUARRRR


Tiba-tiba, pintu ruang pertemuan itu dijebol dengan peledak.


Asap mengepul...

__ADS_1


Dan masuklah Denny Crow dengan puluhan pria berbadan besar dengan bertelanjang dada.


Mereka adalah Kelompok Kanibal yang haus darah dan daging manusia.


Semua orang jadi panik dan berlindung di bawah podium.


Heru melompat dari podium, dan menghampiri Denny Crow. "Mau apa kau? Mengapa merusak hari bahagiaku?!"


"Ha ha ha! Maaf tuan Heru, tapi aku butuh sesuatu darimu. Sedikit saja, kok," sahut manutra gagak hitam itu.


"Apa itu? Katakanlah!"


"Aku butuh jantungmu, wahai Heru Langsat keturunan Kaisar Dinasti Ming!"


Semua terkejut dan langsung merinding. Pasalnya, itu permintaan yang mengerikan dan biadab.


"Kurang ajar! Langkahi dulu mayatku dulu, ********!" bentak Heru sembari mengarahkan bogemnya ke Denny.


Denny bersalto indah di atas dan mendarat di meja makanan. Dia mengobrak-abrik makanan yang ada, dan berseru, "Bunuh semua orang yang ada! Ini saatnya makan besar, para kanibal!"


"Hoaaaaa siap!!!"


Para kanibal menggunakan gada yang dihiasi paku tajam, menyerang para anggota geng Lentera Merah.


Mereka membacok 4 pemuda yang bersenjatakan pedang. Leher mereka tertebas, usus berhamburan dan darah muncrat seketika.


2 gadis dipermainkan sebelum dibunuh.


Jagoan-jagoan Lentera Merah berhasil menghalau 6 kanibal yang mulai mengganas tersebut.


Tapi rentetan senjata langsung menewaskan mereka.


Ternyata kelompok Laskar Tengkorak turut andil dalam pembantaian sadis itu.


Nyonya Winta, istri Heru akhirnya turun laga.


Dengan selendang saktinya, dia berhasil memukul mundur para Laskar Tengkorak.


"Dasar wanita tua, sebaiknya kau segera menyusul nenek moyangmu!" seru Jerangkong Hidup.


"Bedebah! Hadapi aku sekarang juga!" Nyonya Winta menggulung selendangnya, bersiap melawan Jerangkong Hidup.


Jerangkong memperpanjang tangannya dan menohok perut Winta.


Winta segera mundur selangkah dan merafal ilmu tenaga dalamnya.


"SERANGAN LENTERA SUCI"


Dimana deru angin mulai terdengar, bersamaan dengan kilatan petir menyatu di telapaknya.


Jerangkong mengaduh saat keningnya tersetrum. Lalu menyikut dagu Winta dengan cepat.


DAGGGGG


Winta beradu tenaga dalam dengan Jerangkong selama beberapa menit.


Hingga akhirnya dia muntah darah dan terpental menabrak dinding.


Jerangkong dengan sadis meremukkan tengkorak wanita malang tersebut.


KRAKKKK


"Istriku!!!" jerit Heru.


Putra Heru yang bernama Hansel, dipukuli beberapa anggota Laskar Tengkorak. Namun dia hanya pingsan saja.


Satu-persatu anggota Lentera Merah tewas dibantai oleh kelompok pemuja setan tersebut.


Banjir darah menggenangi ruang pertemuan itu.


Heru mengamuk sejadi-jadinya. Dia menghunus pedangnya dan membabat para laskar tengkorak.


Jerangkong Hidup beraksi kembali. Kali ini, dia berguling di lantai, seiring bara api di sekujur tubuhnya. Target adalah perut Heru.


Heru menghindar dan menendang kepala Jerangkong dengan cepat.


DAGGGGGG


Sambaran tangan Heru kian memanas...


Dalam hitungan detik, dia mampu membuat Jerangkong pingsan.


Tapi, pemimpin kelompok Kanibal yang bernama Randall Bull, berhasil mengayunkan gada paku ke belakang kepalanya.


BAGGGGGG


Darah muncrat, seiring Heru yang jatuh terduduk di lantai.


Denny menghampiri pria malang itu, merobek leher dan mengambil jantungnya dengan sadis.


"Ha ha ha! Syarat pertama sudah terpenuhi. Tinggal menunggu perintah Kakak!" ujarnya sambil memasukkan jantung Heru ke dalam tabung.


Hari itu, geng Lentera Merah menjadi korban keganasan Demonic. Hanya menyisakan satu orang saja yang luput dari mereka.


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆

__ADS_1


( MARKAS DEVIL BOYZ )


Paul dan Julie sedang browsing internet sambil bersantai, mereka memutuskan mencari kerja di sekitar apartemen demi menghindari geng Demonic.


Siang itu di markas hanya ada Paul, Julie dan Blueboy.


"Hah? Lentera Merah habis dibunuh oleh pembunuh berdarah dingin!" seru Julie saat membaca berita di internet.


"Apa?! Ini pasti ulah Demonic!" ujar Paul.


"Gawat, kini yang tersisa tinggal geng kita dan geng Kunti," Blueboy menimpali dengan muka sedih.


Randy kemudian masuk ke markas, sambil menggelengkan kepala.


"Tadi Wenny menelpon. Katanya geng Lentera Merah sudah hancur!"


Paul menunduk, "Iya, bro. Kami juga sudah tahu."


"Tapi ada masalah yang juga berat untukku, sobat!"


" Kenapa bro?" tanya Paul.


Randy menceritakan pertemuannya dengan ayah Wenny tadi pagi.


"Buset jaman milenial masih pakai acara jodoh- jodohan segala!" sahut Blueboy.


"Iyee, emangnya jaman Siti Nurbaya!" kata Julie.


Randy berkata, "Itulah, aku juga gak mau ambil pusing mengenai ini, aku kan berjuang demi cinta ini."


"Weittts mantab tuh kata-kata!" kata Blueboy.


Tiba-tiba Blueboy terkejut melihat WA dari ayahnya.


"Hahhh?? Ayahku tiba-tiba dipecat tanpa sebab, katanya ada hubungan dengan Thorn Factory," katanya kaget.


Semua juga mendapat WA yang mengejutkan.


Ayah dan ibu Randy ditolak kartu kreditnya, sehingga mereka tertahan di hotel.


Surat Lamaran kerja Paul dan Julie ditolak.


Semua karena ayah Wenny cukup punya power atas perusahaan kecil dibawahnya.


Randy kaget dan bingung harus berbuat apa.


Seseorang mengetuk pintu...


Muncul Gunawan, anggota Devil Boyz tampak masuk dengan muram.


"Kenapa Gun? kok ikutan muram juga?" tanya Randy.


"Bea siswaku dicabut, entah apa penyebabnya!" sahutnya lemas.


Paimin salah satu anggota devil boyz juga datang ke markas, dia berkata, "Gawat, kakakku juga dipecat dari kerjaannya."


Randy terdiam, matanya melotot...


"Ini pasti ulah Mr Thorn!" ujarnya dalam hati.


Randy melangkah keluar dan melamun di teras.


Dia harus membuat keputusan, demi teman temannya, ortunya bahkan dirinya sendiri.


Namun dia dilema...


Bagaimanapun juga, dia tak bisa melepaskan Wenny. Gadis itu cukup berarti dalam hidupnya.


Randy sungguh gundah-gulana.


Hingga akhirnya, dia sudah mengambil keputusan.


Keputusan terberat dalam hidupnya.


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


(KAFE TAMAN KOTA BAVEL)


Randy memanggil Wenny untuk bertemu dengannya di kafe taman kota di sore hari itu.


Wenny datang dengan baju pink yang jarang dipakainya. Dia terlihat cantik dengan lipstik merah yang menghiasi bibirnya.


"Hai macan, tumben kau ngajak ketemuan? Biasanya aku dijemput," sapa Wenny.


Randy sebenarnya gak rela kehilangan wanita di depannya itu.


"Aku..aku..." katanya terbata-bata.


Wenny tambah bingung, dan bertanya pada kekasihnya itu.


"Kenapa sih kok kau aneh sore ini?"


Akhirnya kata-kata yang tak mengenakkan itu, keluar dari mulutnya.


"Kita gak usah saling ketemu lagi, Wen."

__ADS_1


__ADS_2