
"Sabar atuh neng. Buat apa sih buru-buru?" sahut Devi.
"Bukan begitu, aku sudah lama tidak menelpon ibuku di desa. Kan ponselku ketinggalan."
Devi menjitak pelan kepala sahabatnya itu, "Dasar pikun! Ponsel kok ketinggalan!"
SSSSSSSSSSSSSHHHH
Tiba-tiba muncul puluhan ular di depan mereka...
"Hah? Kok banyak ular?!" seru Devi.
Hingga, muncul sosok tinggi besar, berbulu lebat berwarna hitam dengan muka mirip gorila.
"Si siapa kau???"
Sosok itu tertawa seram, seiring suara nafasnya yang bagaikan binatang buas yang mengerikan.
"Wahahaha, aku butuh kalian sebagai korban ratu agung!"
Devi membentaknya, "Setan! Rupanya kau anak buah ratu Bathory yang suka menculik gadis-gadis di kota ini!"
"Menurutmu bagaimana? Sudahlah, kalian menyerah saja dan ikut denganku!"
Devi dan Lucy berpandangan, lalu sepakat untuk menyerang makhluk itu bersamaan.
"Persetan kau!!" teriak Lucy.
Devi mengarahkan kedua telapaknya yang bercahaya kuning ke arah makhluk itu.
Sedangkan Lucy secara bersamaan, menendang lutut kaki makhluk seram tersebut.
BLAMMMMM
Makhluk itu menghilang, seiring asap tebal menyelimuti kedua gadis itu.
"Hah?! Dimana dia?" seru Devi.
Lucy menyibak asap tebal itu dengan kedua tangannya, hingga...
DAGGGGG
Sebuah pukulan keras bersarang di punggungnya...
AAAAAKHHH
Lucy terjerembab ke depan Devi sambil memuntahkan darah...
"Lucy!!!"
Devi berusaha menggunakan mata malaikatnya, untuk mencari keberadaan makhluk itu.
Tapi, mendadak sebuah cakar menggores lengannya...
"Aaaaakhhhhh!!! Setan! Tunjukkan dirimu!"
Makhluk itu seketika muncul di hadapan anggota geng Kunti tersebut.
"Ha ha ha, menyerahlah gadis manis!"
Devi merafal ilmu yang diajarkan Wenny kepadanya. Dengan menyilangkan tangan di dada, dia merafal salah satu ilmu gengnya.
"ANGIN MENGGULUNG PULAU"
Angin berhembus kencang, seiring pusaran angin menyatu di telapak Devi.
Segera dia melayang di udara, dan mengarahkan kedua telapak ke makhlul mengerikan di depannya.
HIAAAAATTT
Tapi anehnya, setelah muka dan tubuh makhluk mengerikan itu terkena serangan telapak itu.
Dia malah tertawa, seakan tak terkena efek sama sekali.
Makhluk itu berseru, "Giliranku gadis manis!
Kedua tangan makhluk itu memukul tanah di sekitar mereka...
BLARRRR
Gempa kecil terasa di sekitar Devi dan Lucy.
Makhluk itu merafal ilmu kanuragannya...
"SERANGAN GENDRUWO PERAK"
Sebuah cahaya hitam pekat menyelimuti Devi dan Lucy. Dalam waktu sekejap, tubuh mereka seakan terikat oleh tali yang tak kasat mata.
"Aaaahhh, bagaimana ini Devi??" teriak Lucy panik.
__ADS_1
Makhluk itu segera memukul muka kedua gadis itu secara berurutan lalu menjedukkan kepala mereka ke tanah...
DUG DUG DUG
Kedua gadis itu tak sadarkan diri.
Makhluk mengerikan itu segera menggotong mereka berdua. Namun sesaat dia diam.
"Aku haus nih! Lebih baik kuhisap salah satu diantara mereka dulu, ha ha ha!"
Dia menaruh kedua gadis itu. Lalu menggigit leher Devi dan meminum darahnya.
Namun, dia tiba-tiba memuntahkan darah yang dihisapnya. "Hoekkh, pahit! Dia rupanya telah menguasai ilmu kuntilanak level 10!
Dia melempar tubuh Devi, dan membawa Lucy pergi menghilang bersama asap tebal.
Devi yang hampir kehabisan darah, pingsan seketika.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
(MARKAS GENG DEVIL BOYZ)
Fred dan anggota Devil Boyz memperkenalkan Cobra bersaudara ke Randy di siang itu. Tampak Wenny Kunti juga sedang mampir di markas mereka.
"Wah rupanya kalian Cobra bersaudara yang terkenal itu, ya," sapa Randy.
"Ah, abang terlalu memuji. Kami hanya manutra biasa saja," sahut Paul dengan malu.
"Kami sangat berterimakasih, kalian semua bisa menerima kami," Julie berkata sambil menyibakkan rambut pirangnya.
"Ngomong-ngomong, bagaimana kalian bisa berurusan dengan kelompok siluman ular?" tanya Wenny.
"Jadi begini, saat aku bekerja di casino Paradise, manajerku menawariku shift malam. Dan ternyata, dia mencekokiku dengan obat bius dan dibawa ke istana Ratu Bathory."
"Untung aku segera mengetahuinya. Akhirnya aku berhasil mengetahui keberadaan istana makhluk gaib itu," sambung Paul.
"Kurang ajar! Kita harus segera menumpas para siluman itu!" Randy mulai geram.
"Tenang, Randy. Kita jangan gegabah. Mereka dilindungi geng Demonic yang ganas itu," Wenny berkata sambil tersenyum.
Tiba-tiba ponsel Wenny berdering...
Dia segera mengangkatnya, "Halo, kenapa Sunny?"
"Apa?!"
Wenny mengakhiri panggilan, dan berkata pada semua orang disitu, "Gawat! Devi terluka hingga kehabisan darah, dan seseorang menculik Lucy!"
Randy mengajak Paul dan Fred ikut serta.
"Julie, kau tak usah ikut. Lukamu belum sembuh benar. Blue boy, Gunawan, kalian jaga dia!"
"Siap, bang Randy!"
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
( Rusun Jeruk Bali )
Rusun yang sempat ditinggali geng Devil Boyz itu sekarang jadi tempat berkumpul anak muda pecandu obat dan kehidupan bebas. Polisi berusaha melawan, namun mereka kewalahan.
Geng Demonic yang terdiri dari 4 kelompok besar itu menguasai rusun. Mereka semua tinggal di tiap lantai rusun itu.
Warga yang ekonominya kurang, terpaksa tinggal bersama mereka dengan tertekan.
Di aula besar yang terletak di lantai 6 rusun, Arifin Ghoul mengumpulkan seluruh anggotanya untuk mengadakan upacara persembahan kepada iblis.
Hadir juga Ratu Bathory dari kelompok siluman ular beserta para hulubalangnya.
Denny Crow dan Syarief Skull mempersiapkan api unggun dan memasukkan 2 ekor kambing jantan yang sudah disembelih.
Tak lama, 2 orang berjubah hitam menyeret seorang wanita berperawakan gendut ke depan api yang menyala.
"Akhirnya ketemu juga kau! Bu Neni si pengkhianat! Beraninya kau melapor polisi, hah?!" bentak Arifin sambil menampar wanita paruh baya itu.
"Cuih! Kau pembunuh berdarah dingin! Suatu saat keadilan akan ditegakkan!" sahut Bu Neni.
Arifin tanpa menjawab, langsung mengambil belati dan menusukkannya ke leher wanita malang itu.
HEEEEEKHHHH
Belum puas, Arifin menusukkam belatinya ke perut wanita itu hingga ususnya berhamburan.
"Pengkhianat!! Mati saja kau!"
Denny dan Syarief melemparkan mayat wanita itu ke api unggun.
"Terimalah persembahanku, wahai iblis di neraka!" seru Arifin sambil berlutut di depan api yang menyala.
Dia lalu melangkah ke podium, dan berpidato.
__ADS_1
"Wahai para pengikut kegelapan, para pemuja setan dan para anggota Demonic. Sudah 3 bulan, kita berkuasa di rusun dan kota ini. Kita akan terus menebar teror dimana-mana dan menghancurkan siapapun yang menghalangi kita!"
"Siap, tuanku!" sahut seluruh anggota Demonic.
"Para kelompok Laskar Tengkorak. Kalian jambret, rampok dan teror penduduk kota sebanyak-banyaknya!"
Pimpinan Laskar Tengkorak yang bernama Jerangkong Hidup menyahut, "Hamba selalu melaksanakan perintah, tuanku!"
"Bagus! Lalu, para kelompok Jubah Neraka, kalian pengaruhi anak-anak muda, pejabat, artis dan tokoh masyarakat agar bisa bergabung dengan geng kita!"
Seorang pria berambut gondrong berwarna perak dengan codet di bawah matanya, berkata,"Hamba sudah mempengaruhi para polisi daerah dan politikus. Sebentar lagi para pejabat kota juga akan bergabung."
"Bagus Silver Hell!"
Arifin menyambung, "Dan kalian para kelompok Kanibal. Tetap berjaga di bukit Oak yang menjadi pusat perjudian. Jatah kalian makan manusia, hanya seminggu sekali!"
Pemimpin kelompok Kanibal yang bernama Randall Bull menyahut, "Siap laksanakan!"
Arifin menyudahi pidatonya dan mengajak Ratu Bathory berdiskusi.
"Kudengar Cobra bersaudara berhasil lolos?"
"Ampun, tuanku. Hamba minta maaf," Ratu menundukkan muka dan berlutut.
"Hmmm... sekarang yang penting. Kau harus menemukan pemuda yang keturunan bangsawan di kota ini. Yang pasti, dia harus berilmu tinggi!"
Ratu Bathory menjawab, "Menurut terawangan hamba. Pemuda itu adalah Jakam Devil Boyz yang bernama Randy Macan."
"Hah, Dia? Orang itu yang mengalahkan Parto, kan?"
"Betul, Tuanku. Dan yang pasti, perawan yang sakti itu adalah Wenny Kunti, putri Mr Thorn."
Arifin tertawa, "Ha ha ha ha! Setelah kedua darah itu kudapatkan, aku kan menguasai dunia!"
Ratu Bathory menghela nafas, "Tuanku, maaf jika hamba lancang. Tapi ada satu syarat lagi untuk bisa menjadi penguasa alam gaib."
"Oh ya? Apa itu?" Arifin mengernyitkan muka.
"Berdasarkan kitab iblis, selain darah perjaka dan perawan sakti tadi, kau harus memakan jantung keturunan raja Tiongkok di kota ini."
"Ha ha ha! Aku tahu siapa orangnya!"
Arifin segera memerintahkan anak buahnya kembali beraktivitas. Ratu Bathory juga kembali ke istananya.
Ambisi Arifin benar-benar tinggi dan kejam. Dia bagaikan iblis yang turun ke dunia
÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷
(RS JATI KUNING)
Randy, Wenny beserta Paul dan Fred sampai di rumah sakit dan menengok Devi yang terbaring.
Devi membutuhkan transfusi darah bergolongan O. Hanya Randy yang memiliki golongan darah itu. Maka, pemuda gondrong itu segera menyumbangkan darahnya.
1 jam kemudian...
Devi sudah sadar dan berbicara pada Randy dan Wenny. "Kak Wenny, Lucy diculik anak buah Ratu Bathory. Aku khawatir atas keselamatannya."
Wenny mengelus rambut anak buahnya itu, "Tenang saja, aku akan menyelamatkan Lucy! Akan kutempuh, apapun resikonya!"
Randy menghela nafas, "Aku siap mendampingimu. Kejahatan ratu kejam itu harus segera dihentikan!"
"Randy, aku berterimakasih padamu atas pertolonganmu pada Devi. Tapi untuk masalah Lucy, aku sanggup sendirian ke sana."
"Wen, segala hal yang berhubungan dengan kejahatan menjadi urusanku juga."
Wenny mengangguk pelan. Dalam hati gadis itu, makin mengagumi pemuda disampingnya itu.
Demikian juga Randy, rasa protektif terhadap Wenny mulai tumbuh, seiring cintanya yang terus bersemi.
Randy dan Wenny menjumpai Paul di luar kamar dan menceritakan rencana penyelamatan Lucy.
"Aku bersedia ikut kalian. Aku tahu persis lokasi istana wanita biadab itu!" seru Paul.
"Baik, sekarang juga kita berangkat!" sahut Randy.
"Fred, kau jaga Devi di sini."
"Oke, Randy!"
Randy, Wenny dan Paul segera meninggalkan RS untuk pergi ke Istana Bathory.
Demi menyelamatkan Lucy.
Demi memberantas kejahatan Ratu Bathory.
Tanpa mereka sadari, sepasang mata sedari tadi mengintai mereka.
Siapakah dia?
__ADS_1
Berhasilkah misi penyelamatan mereka?
BERSAMBUNG