
THORN MANSION
Wenny Kunti sampai di Thorn Mansion.
Sebuah mansion mewah tempat tinggal keluarganya. Sebuah kehidupan yang dia tinggalkan, demi obsesinya menjadi Manutra, Youtuber Horror dan geng Kunti.
Semenjak Ibunya meninggal, dia kabur dari rumah dan tinggal di rusun Jeruk Bali.
Hari itu Wenny dipanggil ayahnya untuk sesuatu yang urgen. Mau tidak mau, dia terpaksa menuruti perintah ayahnya.
Dia sampai dengan perasaan gusar bercampur bingung.
Sesampainya di pintu masuk, dia sudah disambut oleh 2 pelayan dan 2 bodyguard ayahnya.
"Selamat Datang Kembali, Nona Wenny, " seru mereka bersamaan.
"Dimana Ayah?" tanya Wenny.
"Di ruang tamu utama, Nona" jawab salah satu pelayan.
Wenny langsung menuju ruang tamu. Dimana mansion itu dilengkapi perabot mewah dari jepang dan korea. Maklum, ayah Wenny yang bernama Mr Thorn, adalah pebisnis narkoba terbesar di kota Bavel.
Ayahnya sedang duduk bersama seorang pria berambut gondrong yang dikuncir dengan jas hitam bermantel bulu gagak.
Orang itu adalah Denny Crow.
"Wenny, kamu sudah datang? Duduklah disini bersama kita," kata ayahnya sambil meminum tehnya.
Wenny duduk dengan muka cemberut.
"Hai Wenny, cantik banget hari ini. Tumben, tidak pakai kostum kuntilanak," Denny berkata sambil tersenyum mupeng.
"Basi banget kamu! Aku memang sudah cantik dari dulu!" sahut gadis yang sekarang berambut poni tersebut.
Mr Thorn mencubit lengan putrinya itu, "Wenny, jaga sikapmu, kita lagi kedatangan tamu penting."
"Denny datang kemari sedang membahas kerjasama perusahaan ayah dengan Demonic Factory, ini bisa menguntungkan kedua belah pihak," sambung Mr Thorn.
"Huh, itu kan urusan ayah, apa hubungannya denganku?" jawab Wenny.
"Nah, bagus kamu bertanya, Ayah juga lagi diskusi tanggal yang baik untuk kalian tunangan."
Wenny terkejut...
"Aku gak bilang setuju kok!!!"
Denny tersenyum lalu mencoba menyentuh jari gadis itu, " Aku akan berusaha membahagiakanmu, sayang."
"Apaan sich?, Jangan panggil aku dengan sebutan sayang, aku jijik!" katanya sambil menepis tangan adik Arifin itu.
Ayahnya mencoba menenangkan situasi yang kian memanas.
Tapi Wenny langsung nyelonong ke tangga menuju kamarnya.
"Maafkan sikap putriku, saudara Denny."
Denny tersenyum simpul, "Tidak apa tuan Thorn, cinta datang karena terbiasa."
"Hmmm sekarang, kita harus menyatukan kekuatan untuk menguasai bisnis narkoba," kata Mr Thorn sambil menghirup kopinya.
"Tenang, tuan. Selama kita bekerjasama, semuanya akan baik-baik saja."
Wenny masuk ke kamarnya dan membanting bantal di ranjang.
"Dasar Ayah! Sudah kubilang, aku yang menentukan jodohku sendiri, masih memaksa saja!" serunya kesal.
Dia memandang foto di meja kamarnya.
Terlihat foto Wenny bersama almarhum ibunya.
"Aku merindukanmu, bu," katanya lirih.
Dia teringat Randy...
Entah kenapa dia selalu teringat pemuda itu.
Gadis itu lalu membuka Ponsel dan menghubunginya.
"Oiiii macan, kau bisa temui aku di taman kota malam ini?"
Randy menjawab, "Ada apa wen?"
"Pokoknya, temui aku malam ini!"
Wenny langsung mengakhiri panggilan.
Randy yang sedang di museum hanya menggeleng kepala, "Dasar cewek aneh!"
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
(HALAMAN LUAR APARTEMEN BOUGENVILLE)
Fred, Blueboy dan anggota Devil Boyz lainnya, sedang nongkrong di warung depan apartemen Bougenville.
Mereka cukup lelah setelah pindahan ke tempat itu tadi siang.
"Woi, bro Fred. Aku barusan lihat berita di WA. Banyak gadis-gadis berumur belasan yang hilang diculik. Lalu banyak terjadi penjambretan dan pembunuhan di daerah Kartolo," ujar Gunawan, salah satu anggota Devil Boyz.
Fred menyahut sambil menyeruput kopinya, "Iya. Aku juga sudah mendengarnya. Masalah kian rumit! Sejak geng Demonic menguasai rusun, tingkat kriminalitas makin tinggi."
"Kita harus diskusi dengan bang Randy mengenai hal ini," Blueboy ikut angkat bicara.
Mendadak, sebuah motor dengan kecepatan tinggi, hampir menabrak warung.
Motor itu terjatuh...
Dan sepasang muda-mudi langsung melompat dan mendarat di depan mereka.
Mereka adalah Paul dan Julie yang berhasil meloloskan diri dari hutan Vlado.
"Bang, tolong kami. Kami dikejar para anggota Siluman Ular!" seru Paul ke Fred.
"Hah? Benarkah? Kalau begitu kau bersembunyi di apartemen ini dulu!" kata Fred sambil memapah Paul yang terluka.
BRRRRRRRMMMMMM
Suara truk dan rombongan sepeda motor terdengar makin mendekat.
Kadal Gurun, Belatung Sakti dan anak buahnya tiba di hadapan mereka.
"Mau lari kemana kau, Cobra bersaudara?!" ujar Kadal Gurun.
Fred mendorong tubuh Kadal, dan membentaknya, "Dasar makhluk laknat! Sudah berapa gadis yang kau culik, hah?!"
__ADS_1
Kadal Gurun emosi dan mendorong Fred cukup keras, hingga terjatuh.
"*******! Minggir kau cebol!"
Kontan, anggota Devil Boyz tidak terima, dan segera mengerubungi Kadal Gurun.
"Mau ribut kau?!" hardik Blueboy.
"Setan alas! Bunuh mereka semua!!!" perintah Belatung Sakti.
"Sikat!!!!"
Terjadilah pertarungan antara 2 geng manutra itu. 10 anggota Devil Boyz membawa pedang melawan 21 orang dari siluman ular.
Mereka saling memukul dan beradu ilmu kanuragan...
Halaman depan apartemen itu menjadi ramai dan ricuh seketika.
Gunawan membacok 2 orang sekaligus dengan pedang saktinya yang memancarkan sinar merah.
Blue Boy menggunakan jurus mabuk, warisan keluarganya untuk memukul 6 orang di sekelilingnya.
Fred yang bukan manutra, terdesak oleh pukulan tajam dari Kadal Gurun.
"Asem, rasain jurusku ini!" ujar Fred.
"Pukulan Meteor"
Sebuah jurus yang diajarkan Randy kepadanya.
Pukulan berisikan bara api yang mampu menghanguskan tubuh lawan.
Sayangnya, pukulan itu ditangkis oleh Kadal Gurun, dan dengan cepat dia memukul muka Fred.
DAGGGGGG
Fred terjerembab ke belakang dan menabrak tembok pintu gerbang apartemen.
"Bang Fred!!!" seru Blueboy.
Blueboy yang merupakan manutra hybrid rajawali dan manusia itu segera menghajar Kadal Gurun dengan bogemnya yang bersinar terang.
BAGGGGGGG
"Pukulan Rajawali Super"
Pukulan itu cukup tangguh, sehingga membuat hidung Kadal berdarah.
"Kurang ajar! Cari mati kau!"
Kadal Gurun segera berubah menjadi siluman kadal raksasa dan siap melahap Blueboy.
Blueboy dengan sigap, juga merubah wujudnya menjadi Rajawali bersayap biru tua.
Mereka bertarung di udara dengan sengitnya.
Gunawan yang telah melumpuhkan beberapa orang dari kelompok itu, harus menghadapi serangan ulat beracun dari Belatung Sakti.
"Njirrrr, jijik aku melihatnya!" keluh Gunawan.
"****** kau!!!"
Ulat-ulat melayang ke arah Gunawan dan mulai menari-nari di tubuhnya.
Julie dan Paul yang sudah pulih membantunya membersihkan ulat-ulat itu.
"Adik, ayo kita serang si belatung!" ajak Paul.
"Baik, kita satukan kekuatan!" sahut Julie.
Paul dan adiknya menggabungkan ilmu mereka. Dan seketika mereka berfusi menjadi siluman cobra bertanduk.
SSSSSHHHH
Belatung Sakti menggempur mereka dengan ratusan ulat, belatung dan serangga ganas.
Tapi semburan bisa ular cobra itu berhasil membuatnya keracunan.
"Aaaaaakh, mukaku!!!!" jerit Belatung Sakti.
Paul memanfaatkan kesempatan dengan menendang mukanya dengan tendangan 180 derajat.
DIAGGGGGG
Belatung Sakti pingsan seketika.
Blueboy yang bertransformasi menjadi rajawali, masih bertarung sengit dengan Kadal Raksasa.
Sapuan tendangan Kadal, sempat membuat Rajawali itu keliyengan. Namun, cakar rajawali berhasil melukai sebelah mata kadal...
CRASSSSHHH
Kadal terjatuh dan menjerit kesakitan.
Di saat bersamaan, satpam apartemen dengan bersenjatakan bazoka muncul di depan mereka dan berseru, "Cepat pergi, atau kami ledakkan tubuh kalian!"
Terpaksa, Kadal Gurun, Belatung Sakti dan beberapa anak buahnya yang tersisa segera kabur ke truk.
"Awas kalian! Kami pasti kembali!" ancam Belatung Sakti.
Paul dan Julie menghampiri Blueboy dan memapahnya ke warung.
"Fuiiih, kalian sementara tinggal disini dulu. Besok kukenalkan ke Randy," kata Fred yang ngos-ngosan.
Paul dan Julie mengangguk.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
( TAMAN KOTA BAVEL )
Randy sedang berbincang dengan Wenny di sebuah kafe di taman kota tersebut.
Wenny yang malam itu mengenakan gaun merah yang indah membuatnya kelihatan beda.
Namun malam itu, gadis itu terlihat muram dan hanya memainkan sendok makannya.
"Makanannya gak enak ya, Wen?" tanya Randy.
Mata Wanita itu lalu beralih ke Randy.
"Bukan, perasaanku yang tidak enak."
Randy tersenyum, "Mungkin kau bisa berbagi kepadaku, daripada ngelamun."
__ADS_1
Wenny lalu menjawab, "Ayah ingin menjodohkanku dengan Denny Crow adik dari ketua geng Demonic."
"Apa?? Kau dijodohkan dengan anggota pemuja setan?!"
Wenny mengangguk pelan.
"Lalu kau setuju?" tanya pemuda itu.
"Ya nggaklah, kakak Denny aja sudah sangat kejam, apalagi adiknya!" serunya.
"Terus apa yang bisa aku bantu?" Randy bertanya sambil meminum teh nya.
"Kadang cowok tidak usah bantu dengan tindakan, tapi cukup sebagai pendengar saja," jawab Wenny.
Randy tersedak...
"Tumben, kau bisa dewasa, Wen."
Wanita itu menatap dengan ketus, "Jadi gini, aku pingin ke markas geng Lentera Merah, kau bisa temani kan?"
"Untuk apa kita kesana?"
"Untuk menyatukan kekuatan melawan Demonic!"
"Itu permintaan terakhir yang waktu itu?"
DEGGG
Pertanyaan itu adalah pertanyaan yang cukup membuat Wenny tertegun.
Dia sempat diam lalu berkata, "Enak aja, itu ajakan yang merupakan solusi memberantas kejahatan!"
Randy terdiam, dia memikirkan benar juga kata wanita ini, demi melindungi warga kota dan gengnya, dia harus bersatu.
Pikirannya buyar saat Wenny mengoleskan lipstiknya sambil berkaca di cermin kecil.
Dia merasa wanita ini cantik dan mempesonanya.
"Kau cantik hari ini Wen " katanya sambil menatap Wenny.
Wenny kaget dan mencoba mengalihkan topik.
"Mmmm, memangnya Geng Demonic itu punya banyak anak buah?" Tanyanya gugup.
"Iya betul... tapi yang lebih bahaya kalo mereka berhasil menguasai alam gaib, " jawab randy.
Mereka berbincang ria sampai 3 jam lamanya.
Randy memutuskan untuk bersedia menemani Wenny ke markas lentera merah.
Randy lalu mengantar gadis itu dengan bis ke apartemen geng kunti.
Saat Wenny mau masuk ke pintu apartemen..
Tiba tiba...
RRRRRRNGGGGG
Muncul motor hampir menabraknya...
"AWASSS!!!!"
Tapi Randy segera menubruk Wenny untuk mengindari tabrakan.
Randy terjatuh, disusul Wenny yang terjatuh di dadanya.
Mereka bertatapan...
Perasaan itu tiba tiba datang..
Mereka terdiam sesaat.
Hingga Randy tak mau nunggu lama lagi lalu mencium bibir Wenny.
Selama 2 menit..
Hanya ada diam..
Hanya ada 2 insan yang berpadu sesaat
Hanya ada.....
Wenny tersipu dan bangkit berdiri.
Randy memeluknya, "I think i love you, Wen."
Wenny menjawab dengan tersipu, "Proove it!"
Dia melepas pelukan Randy, lalu berlari masuk ke apartemen.
Randy mematung, dadanya bergejolak...
Dia berbisik lirih, "Someday, i will."
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
( DANAU DIAMOND )
Danau ini adalah sebuah danau air tawar kecil di kota tersebut. Dalam penelitian yang dilakukan pada tahun 2011, peneliti dari National Institute of Water and Atmospheric Research (NIWA) telah menemukan bahwa danau ini memiliki tingkat kejernihan air hingga kedalaman 80 meter, yang dianggap hampir sama dengan tingkat kejernihan air sulingan.
Saat malam hari, banyak muda-mudi yang datang untuk menyaksikan pertunjukkan lazer di danau tersebut.
Tak terkecuali Devi dan Lucy yang merupakan anggota geng Kunti. Setelah pertunjukkan selesai, mereka menunggu bis untuk kembali ke apartemen geng mereka.
Namun, bis tak kunjung datang.
"Lama sekali, Dev!" keluh Lucy.
"Sabar atuh neng. Buat apa sih buru-buru?" sahut Devi.
"Bukan begitu, aku sudah lama tidak menelpon ibuku di desa. Kan ponselku ketinggalan."
Devi menjitak pelan kepala sahabatnya itu, "Dasar pikun! Ponsel kok ketinggalan!"
SSSSSSSSSSSSSHHHH
Tiba-tiba muncul puluhan ular di depan mereka...
"Hah? Kok banyak ular?!" seru Devi.
Hingga, muncul sosok tinggi besar, berbulu lebat berwarna hitam dengan muka mirip gorila.
"Si siapa kau???"
__ADS_1
BERSAMBUNG