
Wenny tiba-tiba terjatuh di depan Paul dan Randy di markas Devil Boyz.
"Wenny, kau kenapa??" teriak Randy.
Pemuda itu segera menyalurkan tenaga dalamnya, takut terjadi sesuatu padanya.
Wenny memuntahkan darah dan tubuhnya kejang-kejang.
"Tidak!! Bagaimana ini?!" seru Randy sambil mencoba mengalirkan seluruh energi yang dimilikinya.
Hingga akhirnya Randy lemas dan tergeletak tak berdaya.
Paul panik dan segera memanggil anggota geng untuk membawa mereka ke RS.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
( RS JATIKUNING)
Randy dan Wenny segera dirawat di unit gawat darurat rumah sakit tersebut.
Paul duduk di ruang tunggu dengan cemas. Tak lama, Julie bersama Fred dan Blueboy tiba di tempat.
"Bagaimana keadaan mereka?" tanya Fred sambil duduk di samping Paul.
"Kata dokter, Wenny terkena racun yang cukup kuat. Sehingga harus dikeluarkan racunnya dan butuh transfusi darah. Untung saja, ilmu tenaga dalamnya mumpuni dan ditambah Randy sudah menyalurkan Chi nya. Jadi, dia baik-baik saja," sahut Paul.
"Kak Randy bagaimana?" ujar Julie.
"Dia baik-baik saja. Hanya lemas sehabis transfusi darah dan membantu Wenny tadi."
"Kak Randy benar-benar mencintai Wenny," ujar Julie sambil memainkan rambut pirangnya.
Seorang pria tua berjas necis, memasuki kamar Wenny dirawat. Orang itu tak lain adalah Mr Thorn, ayahnya.
Mr Thorn berdiri di samping ranjang, dan mengelus rambut putrinya itu.
"Kamu berulah apa lagi, sampai begini?" tanyanya dengan tegas.
"Biasa yah. Manutra pembela kebenaran memang begitu tugasnya."
"Kamu selalu membuat Ayah cemas. Pertama, kabur dari rusun, pergi ke alam gaib, dan sekarang berurusan dengan siapa lagi?"
"Bathory menculik saudariku, haruskah aku berpangku tangan?"
Mr Thorn menggelengkan kepala, "Semua gara-gara pemuda bernama Randy itu. Laporan mata-mata Ayah mengatakan, pemuda itu selalu membuatmu dalam bahaya.
"Nggak kok, yah. Randy itu baik orangnya, dan sangat mencintaiku!" bantah Wenny.
"Pokoknya, kamu dilarang berhubungan dengan Randy, titik!"
"Kenapa memangnya? Wenny sudah besar, yah. Sudah saatnya menentukan pilihan sendiri!"
"Kamu sudah dijodohkan dengan Denny. Dia lebih ada masa depan, paham?!"
Wenny membuang bantal di ranjangnya, "Dia dan kakaknya adalah pembunuh berdarah dingin. Tak sudi aku bertunangan dengannya."
Mr Thorn berdehem kencang, dan meninggalkan putrinya.
Dia keluar dari RS dan menjumpai seseorang di kafe dekat situ.
"Wenny benar-benar keras kepala. Susah untuk menaklukkan anak itu, Bill!"
Pria bernama Bill itu membuka kacamatanya, dan menyulut rokok, "Kita pakai Plan B, tuan Thorn."
"Bagaimana kalau gagal juga?"
"Tenang saja. Jika Plan B gagal, saya masih ada cadangan ha ha ha!"
Mr Thorn tertawa, "Tak salah kau jadi penasihat sekaligus mata-mataku, ha ha ha!"
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
(MABES GENG DEMONIC)
Arifin menggebrak meja ruangannya hingga hancur.
"Kurang ajar! Beraninya Randy menghancurkan istana siluman! Dia mau cari mati, rupanya."
Denny Crow berusaha menenangkan kakaknya itu. "Tenang, kak. Anak buah kita cukup banyak. Sekarang juga, mereka siap meluluh-lantakan markas Devil Boyz."
Arifin Ghoul membuka kitab iblis yang diberikan Bathory sebelum mati. "Hmm, menurut kitab iblis, aku harus mengumpulkan syarat-syarat menjadi penguasa alam gaib. Pertama, aku harus makan jantung keturunan Tiongkok di kota ini. Kedua, meminum darah dari manutra keturunan bangsawan dan perawan berilmu tinggi."
"Jadi apa rencanamu, Kak?"
__ADS_1
"Kita bantai geng Lentera Merah, dan mengambil jantung penimpinnya. Baru setelah itu kita ambil darah Randy dan Wenny!"
Denny terdiam sejenak, "Emm.. tapi haruskah kita bunuh Wenny? Aku kan hendak ditunangkan dengannya."
Arifin tertawa dan menepuk bahu adiknya, "Kau ikuti saja rencanaku. Lagipula masih ada wanita lain yang lebih cantik, bukan?"
Denny terdiam, tak menjawab.
Sepertinya Arifin benar-benar ingin menguasai dunia dan alam gaib dengan menghalalkan segala cara.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
(RS JATIKUNING)
Randy mengunjungi Wenny di kamar perawatan, dan mencium keningnya.
"Kau sudah mendingan, Wen?"
Wenny tersenyum, "Aku sudah tidak apa-apa kok. Tadi Devi dan Sunny sudah menyuapiku bubur dan obat."
Randy menarik nafas lega, "Aku khawatir sekali padamu tadi. Jantungku serasa ingin copot."
"Hi hi hi hi" Wenny malah menanggapi dengan tertawa.
"Lho, kok kamu malah ketawa sih? Aku serius, Wen!"
Wenny menyahut sambil menahan tawa. "Iya, aku tahu. Hanya saja, ekspresi takutmu mirip sama Bruno."
"Bruno? Siapa dia? Mantan kamu ya?"
"Bukan. Dia anjing pudelku dulu, hi hi hi hi!"
Randy cemberut dan mencubit lengan kekasihnya itu, "Nih rasain!"
"Aduh! Sakit tahu, gondrong jelek!"
Mereka saling membalas mencubit, dan menikmati rasa saling memiliki, satu sama lain. Nampaknya, gelora asmara kian menyelimuti dua pimpinan geng itu.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
2 Hari Kemudian...
Sore itu, Fred baru keluar dari minimarket sambil menenteng barang belanjaan.
Fred melangkah ke gang yang sepi, menuju apartemennya. Namun langkahnya terhenti, saat diujung gang, telah berdiri seorang pria berkepala botak dengan tato di wajahnya.
"Hei, siapa kau? Permisi, aku mau lewat!" bentak Fred.
Pria itu menatapnya tajam dan berkata, "Kudengar kau mencariku dan gengku!"
"Memangnya siapa kau?"
"Aku Jerangkong Hidup dari Laskar Tengkorak. Hari ini akan kucincang kau!"
Fred terkejut. Namun berusaha menutupi ketakutan yang ada di dalam hatinya.
"Kalau iya, kenapa?" tantang pemuda berambut ikal itu.
BUGGGG
Sebuah pukulan bersarang di muka Fred. Hidungnya langsung berdarah.
Dia membalas dengan sapuan telapak dengan menargetkan muka lawan. Namun tendangan Jerangkong cukup dashyat, sehingga mampu membuat perutnya cukup mulas.
"Anjirrr!!! Perutku serasa disodok bajaj!" keluh Fred.
Saat Jerangkong mencoba mengarahkan bogemnya lagi, Fred menghindar dan menendang pinggang pria itu dengan kencang.
DIAGGGG
"Monyet! Boleh juga kau!"
Jerangkong merafal ilmu tenaga dalamnya. Tubuhnya memancarkan cahaya dan bara api.
Telapaknya bersinar terang, dan tak menunggu lama lagi, segera beradu dengan telapak Fred.
Sayangnya, Fred yang bukan manutra, tak mampu menahan ilmu Jerangkong Hidup tersebut.
Dia terjerembab menabrak tong sampah...
Fred sadar, ilmunya kalah jauh. Maka dia segera melarikan diri.
"Kejar dia! Babat!!!"
__ADS_1
Puluhan anggota Laskar Tengkorak segera mengejar Fred dengan motor Harley mereka.
Fred berlari ke pasar malam, hingga ke ujung jembatan menuju taman.
Dia menemui jalan buntu di ujung taman itu.
"Mau lari kemana kau, hah?" seru Jerangkong Hidup. "Salah sendiri sok turut campur bisnis orang!"
.
"Bunuh dia!!!"
Puluhan orang yang bersenjatakan pentungan dan parang, segera mengeroyok Fred.
BAG BUG BAG BUG
Fred dihajar dan dipentungi bersama-sama.
Mukanya bonyok dan giginya copot.
Sampai terdengar suara menggelegar...
"Lepaskan dia!!!"
Ternyata Randy Macan.
Jerangkong Hidup menyuruh anak buahnya mengeroyok Randy. Namun dengan tendangan beruntun, Jakam Devil Boyz itu mampu membuat mereka terjengkal dan menubruk satu sama lain.
Randy menjedukkan kepala 2 orang di dengan kepalanya yang keras. 2 orang itu langsung klenger seketika.
Jerangkong mengambil ancang-ancang, lalu menyerang Randy dengan Hook dan Upper Cut ke dagunya.
Meleset...
Randy menyikut dagu Jerangkong, menjegal kakinya dan mencoba membanting tubuhnya.
Tapi Jerangkong sempat bersalto di udara, dan mendarat di tanah dengan mulus.
"Asem! Aku beri snack gratis untukmu nih!"
Dengan gerakan secepat kilat, Jerangkong berkop roll dan menjepit tubuh Randy.
Randy menyodok leher lawan dengan keras, dan saat jepitan jerangkong terlepas, dia melayangkan Tendangan Penggetar Karang ke ulu hati lawannya.
DAGGGGG DAGGGGG DAGGGGG
"Hoekhhhhh!!!"
Jerangkong muntah darah, dan menyeka mulutnya.
"Pergilah! Sebelum aku berubah pikiran!" hardik Randy.
"Awas kau Randy! Kita pasti hitung-hitungan denganmu!"
Jerangkong Hidup dan anak buahnya segera memacu motor mereka dengan kencang, meninggalkan Randy dan Fred.
"Kau tak apa-apa, bro?" Randy mengulurkan tangan dan memapah Fred.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
( Apartemen Bougenville )
Pagipun tiba.
Surya menyinari apartemen Bougenville.
Ayah dan Ibu Randy berencana liburan ke luar pulau, hari itu mereka bersiap siap berangkat.
"Hati hati Yah, Bu! " kata Randy sambil membawa koper mereka masuk dalam Taksi.
"Oke randy, ayah sama ibu pergi dulu, ingat selalu doa, sebelum melakukan apapun! " kata ayahnya sambil masuk ke taksi.
Randy melambaikan tangannya ke mereka...
Lalu masuk ke apartemen lagi.
Namun di lobi, ada 2 pria berjas hitam menghadangnya.
"Randy Macan?" tanya salah satu pria.
Siapakah mereka??
Apakah Randy dalam bahaya??
__ADS_1
BERSAMBUNG