
Kali ini keluarga Astrid bengong semua.
Chelsea mungkin akan setuju.
Tapi di sampingnya ada seorang Asta yang selalu membuat kekacauan.
“Bagaimana ini? Jangan-jangan Asta akan membawa Chelsea dan menghilang lagi. Kalau sampai sore kita tidak bisa menemukan mereka, Pak Buntoro akan menganggap kita menyerah.” Ucap Juniman yang terlihat panik.
“Huh, Dia ingin mengancamku dan bernegosiasi denganku!” ucap Budiman yang kesal.
Setelah teleponnya tersambung, Budiman langsung memarahinya. “Apa maksudmu Asta? Apakah kamu tidak menginginkan proyek ini lagi?”
Asta berkata dengan nada dingin. “Betul, karena tidak ada hubungannya dengan kami! Bukankah kalian ingin menggosongkan Chelsea? Lebih baik kamu menyerah dengan proyek ini!”
Setelah mendengarnya, Budiman langsung berbicara dengan lembut. “Asta, kakek tidak ada maksud lain. Tolong bawa Chelsea untuk tanda tangan kontrak! Mulai sekarang proyek ini akan dijalankan oleh Chelsea, ini juga perintah dari Pak Buntoro.”
“Aku tidak bisa tenang. Karena takut Chelsea akan dijebak setiap saat.”
“Asta, apa syarat yang kamu ingin? Bagaimana agar Chelsea bisa pergi tanda tangan kontrak?”
Budiman sangat marah, tapi dia juga tidak punya cara lain.
“Pertama: perusahaan Cahaya Pelita yang mengembangkan proyek ini sepenuhnya, Grup Astrid dan perusahaan lain tidak boleh ikut campur. Kedua: perusahaan Cahaya Pelita harus terpisah dari Grup Astrid, menjadi sebuah induk perusahaan sendiri. Tapi, Chelsea juga berjanji akan memberikan sebagian proyek pengembanga kepada kalian, agar bisa untung bersama. Selama kalian setuju dengan dua syarat ini, aku akan membawa Chelsea pergi tanda tangan kontrak!”
Setelah mendengar ucapan Asta, Budiman sangat marah.
Asta ingin Chelsea terlepas dari keluarga Astrid, sehingga proyek ini tidak memiliki hubungan sama sekali dengan keluarga Astrid.
Keluarga Astrid menginginkan sedikit keuntungan harus mengemis kepada Chelsea.
Namun, sekarang lebih baik tanda tangan kontrak dulu.
Karena Budiman menginginkan proyek besar ini.
“Baik, aku setuju!”
Budiman menarik napas dalam-dalam.
“Tidak cukup hanya dengan mulut, kamu harus mengurusnya sekarang juga!” ucap Asta sambil tersenyum.
“Kamu …”
Budiman ingin membunuh Asta sekarang juga.
Asta sama sekali tidak memberikan waktu kepada mereka.
__ADS_1
“Baik, aku akan menyuruh orang untuk mengurusnya!”
…
Dalam waktu tiga jam, Budiman sudah menyelesaikan semuanya.
Perusahaan Cahaya Pelita sudah terpisah dari Grup Astrid. Semua kekuasaan berada di bawah Chelsea.
“Iya, bagus. Aku akan membawa Chelsea untuk pergi tanda tangan kontrak!”
Asta membawa Chelsea datang ke tempat tender, lalu mereka tanda tangan kontrak dengan Pak Buntoro.
Chelsea serasa berada di dalam mimpi, dia akan mulai mengerjakan proyek senilai dua triliun lebih?
Dari bangkrut sampai mendapatkan proyek sebesar ini, Chelsea tidak pernah membayangkannya.
Setelah selesai tanda tangan kontrak, Budiman dan yang lainnya merasa senang dan juga sedih.
“Asta kejam sekali. Dia memutuskan semua jalan kita!” ucap Tommy.
“Kenapa Chelsea mengambil seluruh proyek untuk dia sendiri? Kalau bukan karena latar belakang keluarga Astrid, dia tidak akan mendapatkan kontraknya.”
“Betul, kami tidak bisa menerimanya!”
Otto, Lena dan yang lain merasa tidak adil.
Otto langsung tersenyum. “Betul juga, perusahaan Cahaya Pelita sekarang dalam kondisi hampir bangkrut, dia juga memiliki hutang kepada kakek. Mereka pasti tidak memiliki uang untuk memulai proyeknya.”
“Kita tidak perlu mengkhawatirkan Asta yang tidak berguna itu, Chelsea juga tidak memiliki koneksi yang lain. Sampai saat itu, dia harus datang memohon kepada kita, ‘kan?”
“Hahaha ….”
Tommy tertawa dengan ekspresi jahat. “Ayah, kita harus memberikan mereka sedikit tekanan! Suruh mereka kembalikan uang lima milyar enam ratus juta itu.”
Budiman juga tersenyum. “Tommy kamu memang jahat, tapi kita harus melakukannya! Otto, kamu pergi tagih hutang!”
….
Handi dan Fitri sudah menerima kabarnya, mereka berdua sangat senang.
Mereka sudah menyiapkan makanan untuk menunggu Asta dan Chelsea.
Walaupun mendapatkan proyek besar, tapi Chelsea masih tidak terlihat senang.
“Ayah Ibu, kali ini kita sudah menyinggung kakek! Kakek mereka juga pasti akan semakin membenci kita!” ucap Chelsea.
__ADS_1
Handi berkata, “Tidak perlu memperdulikan mereka! Selama ini, keluarga kita selalu berada di posisi terendah, kakek juga selalu merendahkan kita! Kali ini kita harus membuat kesuksesan yang besar untuk dilihat oleh kakek!”
“Betul, aku harus berusaha!”
Handi berkata kepada Asta. “Asta, walaupun kali ini kamu tidak ada jasa apapun, tapi setelah kamu pulang, keberuntungan keluarga kami semakin membaik. Sini, ayo minum bersamaku!”
Ketika Handi mengeluarkan alkoholnya, Otto pun datang.
“Paman, kakek mengutusku ke sini! Ini adalah surat hutangnya, tolong kembalikan uang lima milyar enam ratus juta,” ucap Otto menyampaikan maksud kedatangannya.
“Bang!”
Handi bertiga seperti tersambar petir, seketika benak mereka menjadi kosong.
Otto tersenyum. “Kakek bilang kalau dia ingin berobat keluar negeri, karena tidak punya uang, jadi terpaksa meminta Paman untuk membayar hutang. Kondisinya sedikit darurat, Paman harus mengembalikan dalam waktu tiga hari! Kalau tidak, penyakit kakek akan semakin parah!”
Otto sudah pergi, dia membuat suasana di rumah ini menjadi dingin kembali.
Chelsea bertiga terlihat sangat depresi.
Asta bertanya, “Kenapa?”
Chelsea menggigit bibirnya dan berkata, “Tidak ada uang lagi, kita tidak memiliki uang di perusahaan maupun di rumah! Operasional di kantor baru berjalan dengan lancar, rekening kantor hanya tersisa satu miliar kurang. Untuk kondisi di rumah, kita hampir saja tidak bisa membayar uang sekolah adik.”
Chelsea masih memiliki seorang adik yang sekolah di luar negeri. Untuk memenuhi kebutuhan adiknya, uang di rumah sudah dikeluarkan semua.
Handi berkata, “Aku sudah tahu kalau Ayah tidak akan membiarkannya! Aku tahu kali ini dia ingin memaksa kita membayar hutang.”
Chelsea terlihat putus asa. “Bukan hanya perlu membayar hutang, untuk mengerjakan proyek juga membutuhkan modal awal. Sekarang, kita bahkan tidak memiliki modal untuk memulai proyeknya! Kita perlu mencari investasi, tapi juga sulit. Jika proyek ini telat, pihak sana pasti akan memutuskan kontraknya.”
“Betul, sekarang semua bank juga tidak akan meminjamkan uang kepada kita.”
Handi hampir menangis.
Sekarang masalah terbesar yang dihadapi keluarga Astrid adalah uang!
Selama ada uang, semuanya bisa diselesaikan!
Uang dari dulu selalu menjadi masalah bagi semua orang.
Apalagi sekarang masalah keuangannya tidak kecil.
Handi berkata, “Aku sudah menebaknya, kakekmu pasti akan memaksa kita untuk meminjam uang kepada mereka untuk berinvestasi di proyek ini, sampai akhirnya proyek ini akan menjadi milik mereka.”
Chelsea berkata dengan tidak berdaya. “Kalau tidak bisa, lebih baik kita menyerah saja dan berikan kepada kakek. Perusahaan Cahaya Pelita sudah berada di tangan kita, kita bisa memulainya dari awal.”
__ADS_1
Asta berkata, “Kenapa harus menyerah? Aku akan membereskan masalah keuangan ini! Lima milyar enam ratus juta bukan masalah!”