
“Tampar!” ucap Asta dengan pelan.
Naga Biru maju ke depan dan menampar Willen.
Seketika, Willen terpental sejauh tujuh sampai delapan meter.
Kulit wajahnya robek, ada beberapa gigi yang patah dan terdengar suara Willen yang sangat mengenaskan.
Lukman terkejut.
“Kamu … kamu jangan sembarangan. Aku akan memanggil satpam ….,” ucap Lukman yang gemetaran.
Naga Biru juga menampar Lukman.
Darah segar keluar dari mulut Lukman dan hampir membuat meninggal.
“Jangan bunuh aku … jangan bunuh aku ….”
Walaupun Lukman juga orang besar di dunia bisnis, tapi ketika bertemu dengan perkelahian seperti ini, Lukman hanyalah sampah tidak berguna!
“Lukman, malam ini kamu harus keluar dari sini. Besok jam delapan pagi aku akan datang mengambilnya. Kalau tidak, kamu akan tahu akibatnya.”
“Aku tidak menerima sedikit kotoran pun di dalam villa milikku,” ucap Asta dengan ekspresi dingin.
Lukman sudah tinggal di vila ini selama enam tahun, walaupun Asta mengambilnya kembali, dia juga tidak akan tinggal di sini.
Asta sangat menjaga kebersihan.
“Ah?”
Lukman mengira dirinya salah dengar.
Mantan narapidana yang baru keluar dari penjara ingin mengambil vilanya?
Mana mungkin?
Setelah selesai bicara, Asta pergi dari sini.
Lukman juga tidak sempat pulang, dia langsung membawa sekretarisnya pergi mencari David.
David sedang berada di ruangan sambil memeluk dua orang wanita cantik, suasana hatinya sedang berbunga-bunga.
“Pak David, terjadi masalah besar!”
Lukman berlari masuk dan menceritakan masalahnya kepada David.
“Pak David, kamu harus membantu kami. Kamu lihat sendiri, kami dipukul sampai babak belur.”
David sangat marah ketika melihat Lukman dan Willen babak belur karena dipukul.
“Melawan? Siapa Asta itu? Dia bahkan berani menyentuh orangku?”
David melemparkan botol bir ke lantai.
“Kamu juga tidak berguna, kamu tidak sanggup melawan Asta?”
David melotot kesal ke arah Lukman.
Lukman dengan wajah sedih berkata, “Bukan Pak David, di sampingnya ada seseorang yang tinggi, orang itu sangat hebat. Asta juga bilang kalau besok tidak menyerahkan villa itu, dia bukan hanya akan membunuhku, dia bahkan ingin membunuhmu.”
“Bagus, Asta bukan? Besok aku akan membawa orang ke sana, aku ingin lihat bagaimana dia menyentuhku?” ucap David dengan dingin.
Lukman mengingatkan, “Pak David, kamu harus bawa lebih banyak orang. Aku takut Asta membawa banyak orang kemari.”
__ADS_1
Aura membunuh terlintas di mata David, dia berkata dengan nada dingin. “Aku akan membawa Hercules ke sana besok, cukup bukan?”
“Pasti bisa! Hercules adalah orang yang menakutkan! Kalau begitu, aku juga bisa tenang!”
Lukman akhirnya bisa merasa tenang.
Hercules adalah salah satu bos di organisasi bawah tanah Surabaya. Dia memiliki ratusan anak buah dan juga sangat kejam.
Tangan Hercules sudah penuh dengan darah.
Beberapa tahun ini, Hercules banyak membantu David.
Jika ada hal yang tidak bisa diselesaikan di dalam bisnis, Hercules akan mengutus beberapa anak buah dengan pisau di tangan mereka. Orang-orang itu pasti akan ketakutan setengah mati.
Di sisi lain.
Chelsea yang sibuk seharian akhirnya pulang ke rumah, dia baru menyadari Asta tidak berada di rumah.
“Ayah Ibu, Asta pergi ke mana?”
“Tidak tahu, mungkin pergi cari kerja?” ucap Handi tanpa mengangkat kepalanya.
“Aku coba telepon tanya dulu.”
Handi langsung menghentikan Chelsea. “Chelsea, mulai sekarang kamu harus memprioritaskan pekerjaanmu. Kamu harus mulai menjauh dari Asta, jangan membiarkan dirimu terpengaruh. Aku akan menyuruhnya jangan sering datang ke rumah.”
Chelsea menatap Ayahnya dengan tatapan tidak percaya, dia bertanya, “Ayah, apa maksudmu?”
“Chelsea, mulai sekarang identitasmu sudah berbeda. Kamu akan menjadi orang penting, jangan biarkan Asta merusak reputasimu,” ucap Fitri.
Chelsea berkata dengan nada dingin. “Ayah Ibu, kita harus punya hati nurani. Aku bisa mendapatkan proyek ini juga karena bantuan Asta! Kalau bukan karena dia mendapatkan kartu undangan, kita tidak akan mendapatkan kesempatan itu.”
“Itu juga benar, dia memang sedikit berguna. Tapi pada akhirnya kamu yang dipilih, kamu dipilih juga karena kemampuanmu sendiri! Apakah ada hubungan dengan Asta?” ucap Handi.
“Asta akan membantuku, kita tidak perlu meragukan kemampuannya.”
“Betul! Kalau tidak, kami tidak akan setuju!” ucap Fitri.
“Aku tidak peduli dengan kalian lagi. Aku akan pergi mencarinya.”
Chelsea tahu Asta diusir oleh orang tuanya.
Pada akhirnya, Chelsea menelepon Asta dan menyuruhnya pulang.
Handi dan Fitri juga tidak senang ketika melihat Asta.
Asta ikut Chelsea masuk ke kamar.
“Kamu tidak perlu mendengar ucapan Ayah dan Ibu! Aku percaya kepadamu, kamu pasti bisa berhasil jika dikasih waktu!” ucap Chelsea.
Asta bertanya, “Bagaimana dengan investasinya?”
Membicarakan hal ini, ekspresi Chelsea terlihat suram. “Aduh, jangan diungkit lagi. Banyak hal yang tidak bisa dinegosiasikan!”
“Tenang saja, aku akan menemanimu pergi, pasti akan berhasil!” ucap Asta menghiburnya.
“Chelsea, besok kamu ikut aku ke suatu tempat,” ucap Asta.
“Baik.”
Keesokan harinya jam delapan pagi, Asta muncul di vila tepat waktu.
“Chelsea, hari ini aku akan mengambil kembali vila ini. Rumah pernikahan kita tidak boleh ditinggali orang lain!” ucap Asta.
__ADS_1
Chelsea sangat kaget, “Ah?”
Ketika melihat Asta, Lukman tersenyum dingin dan berkata, “Kamu juga berani datang?”
“Sudah pindah? Hari ini aku akan mengambil kembali villa ini.” ucap Asta dengan wajah tanpa emosi.
“Aduh, siapa ini? Kamu ingin mengambil kembali villa ini? Lancang sekali!”
Diikuti suara yang aneh, David membawa segerombolan orang kemari.
Mereka langsung mengerumuni Asta berdua.
Di samping David berdiri seorang pria paruh baya dengan pakaian adat kuno. Dia memegang dua buah kenari di tangan, bekas sayatan pisau di wajahnya sangat menarik perhatian.
Orang ini adalah Hercules yang terkenal di Surabaya.
Semua orang takut melihatnya!
Karena tidak tahu berapa banyak nyawa yang melayang di tangannya, dia juga memiliki banyak anak buah.
Lukman melihat Hercules membawa seratus lebih anak buah ke sini, dia langsung merasa lebih tenang.
Chelsea ketakutan melihat para berandalan ini, dia cepat-cepat mendekat ke Asta.
David terus memperhatikan Chelsea, sebuah keserakahan melintas di sudut bibirnya.
Dia sudah mendambakan Chelsea sejak lama.
Hari ini, setelah menghancurkan Asta, dia akan meniduri Chelsea di depan Asta langsung.
“Asta, kenapa kamu datang ke sini?”
David berlagak santai dan menatap Asta sambil tersenyum.
“Mengambil kembali vila milikku!” ucap Asta tanpa ekspresi.
“Mengambil kembali vila milikmu? Apanya vila milikmu? Ini adalah villa aku, aku yang memberikan kepada Lukman.”
David mendorong Asta dan berkata, “Hari itu kamu membuat orang penting itu marah, jadi hari ini aku akan balas dendam! Aku akan mematahkan tangan dan kakimu, kemudian meniduri Chelsea!”
“Asta, ayo kita pergi. Kita tidak bisa melawan mereka,” ucap Chelsea yang ingin menangis.
“Ingin pergi? Sudah terlambat! Apakah kalian sudah bertanya kepada seratus lebih anak buah Hercules?” ucap David dengan suara tinggi.
Seratus lebih anak buah maju ke depan, mereka mengayunkan senjata di tangan untuk menakuti Asta dan Chelsea.
Berhadapan dengan situasi seperti ini, Asta menelpon seseorang tanpa ekspresi. “Naga Biru, bawa satu grup dari wilayah militer Surabaya ke sini! Semuanya harus bersenjata lengkap!”
Chelsea masih ketakutan, dia tidak mendengar jelas ucapan Asta.
Karena suara Asta tidak terlalu besar, orang-orang juga tidak mendengar dengan jelas.
David tertawa dengan keras. “Wah, manggil orang? Apanya yang bersenjata lengkap? Baik, aku tidak akan menyentuhmu dulu. Aku ingin melihat siapa yang bisa kamu panggil ke sini?”
Hercules juga mulai tertarik dengan Asta.
Chelsea ketakutan setengah mati.
Setelah sepuluh menit kemudian, satpam di Kompleks Royal Garden bengong semua.
Karena ada belasan mobil tentara yang berisi penuh dengan prajurit masuk ke dalam kompleks.
Bahkan ada beberapa mobil yang berisi senjata berat.
__ADS_1
“Semua ini lebih dari seribu orang, bukan?”
“Astaga, ini pasti satu grup tentara, ‘kan?”