Dewa Perang Pelindung Negara

Dewa Perang Pelindung Negara
Bab 4 Aku Adalah Jenderal Rinjani


__ADS_3

“Hah?”


Juniman tercengang.


Semua orang juga ikut tercengang.


Apa maksudnya?


Juniman mengerutkan keningnya dan berkata, “Jadi maksud kamu, kamu adalah Jenderal Rinjani?”


Asta tersenyum dan berkata, “Betul, aku adalah Jenderal Rinjani, tapi aku tidak pernah melihatmu.”


“Hahaha ….”


Detik selanjutnya, semua orang langsung tertawa.


Terutama Juniman yang tertawa sangat keras.


Bahkan Tuan Besar Budiman juga tertawa.


Pernah melihat orang yang suka membual, tapi tidak pernah melihat orang yang membual seperti ini.


Badut!


Asta adalah seorang badut.


Istri Juniman yang bernama Lena tertawa dan berkata, “Chelsea, suamimu ini lucu sekali! Demi menjaga harga diri, membuktikan dirinya, dia bahkan berani bilang kalau dirinya adalah Jenderal Rinjani! Apakah kamu tahu Jenderal Rinjani itu siapa? Panglima tertinggi dari sembilan zona perang, satu ucapannya bisa memusnahkan satu suku. Jangan-jangan penjara kamu itu berada di zona perang? Chelsea, kakak merasa sedih untukmu karena memiliki suami seperti ini!”


Orang-orang juga ikut berkata, “Kak Chelsea, mulai sekarang jangan bawa dia keluar. Kamu tidak takut malu, kami masih mau menjaga harga diri!”


“Betul, mulai sekarang dia tidak boleh menghadiri perjamuan keluarga! Keluarga Astrid kita harga menjaga harga diri!”


“Handi, kalian benar-benar sangat parah, aku sangat kecewa kepada kalian.”


Budiman melotot ke arah Handi dengan kesal.


“Aduh! Apa kesalahan yang telah aku perbuat di kehidupan sebelumnya?”


Handi dan istrinya menunduk dengan ekspresi yang sangat jelek.


Ini adalah hari paling memalukan bagi mereka!


Chelsea duduk di pojok, dia hanya terdiam dengan sindiran dari orang-orang, tetapi dia tidak bisa menahan air matanya.


Bahkan ada saat yang lebih memalukan lagi!


Dia melihat Asta dan mulai merasa kesal.


Dia tidak peduli kalau Asta masuk penjara, dia tidak masalah dengan nama buruk Asta.


Tapi dia peduli dengan sikap Asta.


Awalnya dia mengira setelah Asta keluar dari penjara, dia akan mulai dari awal.


Tapi Asta yang sekarang membuatnya kecewa!


Tidak realistis!


Suka membual!


Keras kepala!


Seperti badut.


Chelsea tidak ingin mengakui dia sebagai suami.


Juniman tidak ingin melepaskan Asta, dia tersenyum dingin dan berkata, “Baik, kamu adalah Jenderal Rinjani ‘kan? Besok malam ada sebuah perjamuan di Surabaya untuk menyambut orang penting itu! Aku harap bisa melihatmu muncul.”


Juniman ini tahu banyak hal juga.


Besok malam memang ada sebuah perjamuan.

__ADS_1


Asta ingin tinggal di Surabaya untuk waktu yang lama. Jadi dia mendapatkan posisi wakil walikota di Surabaya.


Biar hal ini menjadi lebih logis.


Karena jika ada orang penting yang tidak memiliki tujuan berada di sini, semua orang akan takut!


Mudah menyebabkan kepanikan.


Karena itu, Surabaya mengadakan perjamuan untuk menyambutnya.


Budiman yang mendengarnya langsung bertanya, “Apakah kamu bisa menghadiri perjamuan itu?”


Mendengar pertanyaan ini, Juniman berdiri tegak dan tersenyum. “Aku kebetulan mendapatkan dua buah undangan.”


Sebenarnya Juniman demi berlagak hebat di perjamuan malam ini, dia sengaja menghabiskan empat miliar untuk mendapatkan undangannya.


Ucapannya membuat semua orang menatap Juniman dengan kagum.


Empat miliarnya tidak sia-sia!


Budiman bertanya dengan hati-hati. “Budiman, apakah kita bisa mendapatkan undangannya lagi? Kalau bisa, aku dan Ayahmu ingin pergi melihatnya juga.”


Willy menatap Juniman dengan penuh harapan.


“Tentu bisa!”


Juniman langsung menyetujuinya.


Tapi dia tetap merasa sakit.


Karena harus membayar empat miliar lagi!


“Aku hanya perlu satu telepon saja!”


Juniman menelepon keluar dan membeli dua buah undangan lagi.


Lena mendekat ke samping Chelsea dan berkata, “Chelsea, apakah aku bisa melihatmu di perjamuan malam besok? Hahaha ….”


Wajah Chelsea sangat suram.


Tapi setelah beberapa saat, sebuah mobil hitam berhenti di depan hotel Luxury.


Kemudian, seorang pria yang memakai jas masuk ke dalam hotel.


“Bukankah itu adalah sekretaris yang bernama Yanto?”


Melihat kedatangan pria itu, Budiman langsung pergi menyambutnya.


Yanto adalah sekretaris di gedung pemerintahan kota Surabaya. Setiap hari dia selalu berhubungan dengan para petinggi kota Surabaya.


Semua orang harus menghormatinya!


“Tuan Budiman, tujuan kedatanganku adalah memberikan sepuluh undangan acara perjamuan besok malam kepada keluarga Astrid!”


Setelah meninggalkan sepuluh undangan, Yanto langsung berjalan pergi.


Ini adalah tugas yang diberikan sekretaris nomor satu di Surabaya kepadanya.


Sekarang, sekretaris nomor satu di Surabaya sedang berada di dalam mobil.


Dia sangat takut bertemu dengan Jenderal Rinjani ….


Dia masih ingat dengan perintah dari bosnya. Anggota keluarga mertua Jenderal Rinjani harus menghadiri perjamuan besok malam. Kamu harus memberikan undangannya, tapi tidak boleh kelihatan jelas dan bahkan mengungkit identitas orang tersebut.


Jadi dia menyuruh Yanto untuk memberikannya.


Asta hanya terdiam melihatnya.


Tapi Juniman langsung tercengang.


Apa yang terjadi?

__ADS_1


Bukankah dia hanya membeli dua kartu undangan?


Kenapa langsung datang sepuluh sekaligus? Bahkan diantar oleh sekretaris langsung?


Detik selanjutnya, Budiman langsung tertawa dan berkata, “Benar-benar menantu yang baik! Satu telepon darinya langsung membuat sekretaris dari kantor pemerintahan Surabaya membawa sepuluh undangan! Juniman, keluarga Astrid kami sangat bangga denganmu!”


Willy juga tersenyum lebar.


“Sialan, kakak ipar hebat sekali. Aku sangat kagum dengannya!”


Otto juga menatap Juniman dengan tatapan kagum.


“Kak Lena menikah dengan pria yang baik! Kamu adalah wanita paling bahagia! Tidak seperti kak Chelsea, menikah dengan seorang pemerkosa!”



Lena berkata kepada Chelsea. “Chelsea, maaf ya, suamiku lebih hebat! Kalau butuh bantuan kami, tinggal katakan saja. Tapi aku juga tidak berani terlalu dekat dengan kalian. Orang ini memiliki niat jahat kepada kakak ipar, aku takut dia juga memiliki niat jahat kepadaku ….”


Chelsea sangat marah.


Bukankah ini sama saja dengan menghinanya?


Tapi dia juga tidak berdaya!


Juniman memang terlalu hebat.


Satu teleponnya bisa membuat sekretaris dari kantor pemerintahan Surabaya mengantar undangan ke sini, koneksinya pasti luas sekali, ‘kan?


Keluarga Astrid bahkan tidak bisa mendapatkan satu undangan sekalipun.


Handi dan istrinya juga sangat iri.


Kalau punya menantu seperti ini, pasti akan mimpi indah terus.


Setiap hari hanya perlu menghitung uang saja.


Oh iya, adiknya Juniman menyukai anak kita, ‘kan?


Tapi karena tidak bisa melawan Chelsea, jadi mereka tidak berani mengatakannya.


Juniman juga bingung.


Dia tidak punya koneksi sama sekali di Surabaya.


Pasti ada kesalahan.


Tapi dia terpaksa mengakuinya.


Karena akan membuat dirinya semakin hebat.


Juniman tersenyum. “Maaf kakek, aku hanya bisa mendapatkan sepuluh undangan, karena tidak banyak tempat untuk acara seperti ini.”


Budiman tersenyum lebar dan berkata, “Kamu hebat sekali! Sini, kakek ingin bersulang denganmu!”


Handi semakin iri setelah mendengarnya.


Juniman berkata, “Kakek, sepuluh undangan ini kamu yang atur saja.”


“Baik.”


Budiman memiliki empat orang anak, semuanya dapat selain keluarga Handi.


Sisa beberapa undangan diberikan kepada Otto dan beberapa cucu yang berprestasi.


“Terima kasih kakek.”


Otto dan yang lain membawa undangan dan memamerkannya di depan Handi.


Handi sekeluarga hanya tertunduk dan tidak berani berbicara.


Di mata Ayahnya, mereka bahkan lebih buruk dari para junior ini.

__ADS_1


Tapi mereka juga mengakuinya, siapa suruh mereka tidak memiliki prestasi sama sekali.


Saat ini Asta tiba-tiba bertanya, “Kenapa kami tidak kebagian undangannya?”


__ADS_2