
Malam ini Chelsea tidak bisa tidur.
Asta menghiburnya. “Tenang saja, kamu tidur dulu. Besok Budiman akan datang ke sini untuk memintamu kembali bekerja.”
Chelsea melotot ke arahnya dan berkata, “Tidak mungkin menyuruh kakek datang mencariku! Aku dan ayah sudah bersyukur jika bisa mendapatkan kembali pekerjaan.”
“Tenang saja. Aku bilang Budiman akan datang mencarimu, dia pasti akan datang.”
Asta berjalan keluar balkon, kemudian menelepon seseorang. “Naga Biru, suruh Yohanes jawab telepon ….”
Keesokan harinya.
Budiman yang baru bangun langsung mendapatkan telepon dari Biro Konstruksi Perkotaan. Dia mengundang keluarga Astrid untuk datang mengikuti tender pengembangan Taman Ekologi.
Budiman sangat kaget dan juga senang.
Dia menganggap proyek pengembangan Taman Ekologi sudah lewat dan mereka juga tidak berhak untuk mengikutinya. Siapa sangka sekarang mereka diberikan kesempatan untuk mengikuti tender.
Budiman langsung mengundang semua keluarga Astrid, dia pun bertanya, “Sebelumnya, aku pernah mendengar kalau ada orang yang sedang mempersiapkan untuk mengikuti tender, siapa itu?”
Tommy langsung menjawab, “Ayah, orang itu adalah Chelsea! Dia menulis proposal dengan rinci, tapi keluarganya tentu tidak memiliki kemampuan untuk mengikuti tender.”
Budiman mengelus dagu, lalu berkata, “Kalau begitu, setelah kita mendapatkan proposal Chelsea, kita bisa mengikuti tender?”
“Betul! Chelsea masih memiliki sedikit kemampuan.”
“Otto, kamu pergi ke rumah Handi dan ambil kembali proposalnya! Tidak disangka sampah seperti mereka juga memiliki kegunaan!”
…
Saat ini, Asta berempat sedang sarapan.
Ekspresi Chelsea dan orang tuanya sangat suram, mereka juga tidak berbicara.
Saat ini ada yang mengetuk pintu.
Setelah dibuka, orang yang berada di depan pintu adalah Otto.
Otto memperhatikan rumahnya dan berkata, “Tidak disangka tempat tinggal kalian sekecil ini? Hanya 150 meter persegi saja?”
Handi langsung bertanya dengan kesal. “Kenapa kamu datang ke sini?”
Otto menjawab dengan nada dingin. “Aku datang untuk mengambil proposal proyek pengembangan Taman Ekologi! Biro Konstruksi Perkotaan menyuruh kami untuk pergi mengikuti tender!”
Chelsea langsung menolaknya. “Tidak bisa! Aku yang membuat proposal itu, kalau kalian ingin mengikuti tender, buat proposalnya sendiri. Apalagi aku sudah dipecat, jadi tidak ada hubungannya denganku.”
Otto memelototinya dan berkata, “Baik, aku akan menyuruh kakek berbicara denganmu!”
Sambil berkata, dia memberikan ponselnya kepada Chelsea.
“Chelsea, apa maksudmu? Kamu tidak mau menyerahkan proposalnya? Apakah kamu tidak mau mengakui kakek lagi?”
Setelah menerima telepon, Chelsea langsung mendengar suara kemarahan Budiman.
Air mata Chelsea langsung turun. “Kakek, kamu sudah memecatku, buat apa kamu meminta proposalnya? Aku tidak mau!”
__ADS_1
“Huh, apa maksudmu? Kalau kamu tidak mau menyerahkan proposalnya, kita akan memutuskan hubungan hari ini. Kalian bukan lagi anggota keluarga Astrid!”
Mendengar ucapannya, tangisan Chelsea semakin keras.
Asta kemudian berdiri dan menyerahkan proposalnya kepada Otto, dia lalu menghibur Chelsea.
“Ini baru tahu diri,” ucap Otto dengan senyuman sinisnya.
Melihat Asta memberikan proposalnya, Chelsea dan orang tuanya sangat kecewa.
Lemah sekali? Untuk apa suami seperti ini?
“Kenapa kamu memberikan proposalnya?” tanya Chelsea.
Asta tersenyum dingin. “Dengarkan aku, Budiman pasti akan datang mencarimu! Hari ini, kita pergi ke tempat lain dulu.”
Chelsea sangat marah. “Bagaimana kamu bisa membuatku percaya denganmu?”
Handi juga berteriak kesal, “Kalau Ayah tidak datang mencari Chelsea, kalian harus cerai!”
“Baik, aku setuju!” ucap Asta menyetujuinya.
Di sisi lain, Juniman dan Lena membawa proposal dan datang ke perusahaan Cahaya Pelita milik Chelsea untuk serah terima.
Kemudian mereka langsung pergi ke tempat tujuan.
Kantor proyek pengembangan Taman Ekologi.
Banyak orang yang sudah berbaris di sini.
Memikirkan bahwa seluruh kekayaan keluarga Astrid akan menjadi miliknya, Juniman sangat bersemangat.
Juniman dan Lena masuk ke dalam ruangan dan mulai memperkenalkan diri dengan panjang lebar. Tidak disangka orang di seberangnya langsung berkata, “Orang keluarga Astrid?”
Juniman tertegun sebentar, dia pun menjawab, “Betul betul betul.”
Lena langsung memberikan proposalnya. “Ini adalah proposal proyek ini! Silakan anda lihat.”
Biro Konstruksi Perkotaan yang bertanggung jawab untuk persetujuan proyek ini. Orang yang bertanggung jawab di lapangan adalah Direktur Biro Konstruksi Perkotaan yang bernama Buntoro.
Buntoro menerima proposal keluarga Astrid, dia tidak langsung melihatnya, melainkan mengangkat kepala dan bertanya, “Kenapa Nona Chelsea atau Tuan handi tidak datang?”
“Ah?”
Ucapan ini membuat Juniman berdua bingung.
“Pak Buntoro, perkenalkan aku Juniman, orang yang bertanggung jawab di proyek ini dari Grup Astrid. Lalu Chelsea dan Handi sudah dipecat, mereka bukan bagian dari Grup Astrid. Kenapa Pak Buntoro menanyakan tentang mereka?” tanya Juniman yang penasaran.
Setelah mendengarnya, Buntoro mengangguk, “Oh, sudah dipecat. Baiklah, kalau begitu kalian pulang saja. Keluarga Astrid tidak memiliki hak untuk mengikuti tender lagi.”
Sambil berkata, Buntoro mendorong proposal mereka ke depan.
Juniman dan Lena langsung bengong.
“Pak … Pak Buntoro, apa maksudnya ini?” ucap Juniman yang gemetar.
__ADS_1
Lena juga bertanya, “Pak Buntoro, apakah hal ini berhubungan dengan Chelsea?”
“Betul. Setelah melalui proses pemeriksaan, para pimpinan merasa Grup Astrid sangat cocok dengan proyek ini, terutama perusahaan Cahaya Pelita milik Nona Chelsea. Jadi sementara ini dipastikan bahwa pemenangnya adalah perusahaan Cahaya Pelita dari Grup Astrid. Sekarang Nona Chelsea sudah dipecat, kalau begitu tidak ada urusan dengan keluarga Astrid lagi, kita akan memilih orang lain.”
Buntoro menjelaskan dengan penuh kesabaran.
Walaupun dia mengatakan bahwa sementara, tapi sebenarnya sudah bisa dipastikan.
Semua orang juga mengerti tentang hal ini.
Juniman dan Lena langsung berkata dengan semangat. “Pak Buntoro, walaupun Chelsea sudah dipecat, tapi kami yang bertanggung jawab dengan perusahaan Cahaya Pelita, anda sangat tepat memilih kami. Ini adalah bukti serah terima perusahaan Cahaya Pelita.”
Juniman mengeluarkan beberapa dokumen dari tas dan memberikannya.
“Pak Buntoro, kami yang bertanggung jawab dengan Cahaya Pelita!”
“Phak!”
Tapi tidak disangka Buntoro langsung menghempaskannya, dokumen yang diberikan langsung terjatuh ke lantai.
“Pergi! Apakah kalian tidak mengerti maksudku? Aku menginginkan Nona Chelsea yang membawa proposalnya ke sini! Selain dia, tidak ada orang yang boleh mewakilinya dari keluarga Astrid! Kami akan memberikan proyek ini kepada Nona Chelsea! Mengerti tidak?” ucap Buntoro kepada Juniman dengan kesal.
Lena dengan ekspresi tersipu malu berkata, “Pak Buntoro, kenapa harus Chelsea? Aku adalah Lena, kakaknya Chelsea. Aku lulusan dari Amerika dan memiliki kemampuan lebih tinggi dari Chelsea. Pak Buntoro, aku bisa menangani proyek ini.”
Juniman mengangguk, “Betul betul betul, kemampuan Lena juga sangat hebat! Dia bahkan lebih hebat beberapa kali lipat dari Chelsea!”
“Trang!”
Buntoro langsung menghempaskan proposalnya ke lantai, dia berteriak kesal. “Cepat pergi! Aku kasih tahu, kecuali besok Nona Chelsea datang jam delapan pagi dan tidak terlambat. Kalau tidak, keluarga Astrid akan dicoret dari proyek ini!”
“Cepat pergi! Jangan sampai aku memanggil satpam untuk mengusir kalian!”
Sekretaris dari Buntoro mendorong mereka berdua keluar dari ruangan.
Sampai saat ini, mereka baru mengerti.
Proyek ini diberikan kepada keluarga Astrid bukan karena kemampuan keluarga Astrid, melainkan karena Chelsea.
“Tidak tahu apa yang dilakukan oleh wanita ****** itu, kenapa proyek sebesar ini bisa diberikan kepada Chelsea?” ucap Lena yang merasa aneh.
Juniman menutupi kepala dan berkata, “Ternyata alasan Biro Konstruksi Perkotaan menelepon keluarga Astrid untuk menghadiri tender ini adalah Chelsea!”
Setelah kembali ke rumah utama keluarga Astrid.
Budiman langsung bertanya, “Juniman, bagaimana hasil tendernya? Apakah kita melewati tahap pertama?”
Namun ekspresi Juniman terlihat suram. “Lena, kamu jelasin kepada kakek!”
Lena kemudian menjelaskan semuanya kepada Budiman.
“Apa? Kenapa harus Chelsea yang pergi?” ucap Budiman yang terkejut.
Juniman berkata, “Betul, Pak Buntoro sudah memberi kode bahwa proyek ini akan diberikan kepada perusahaan Cahaya Pelita. Tapi harus Chelsea yang melakukan negosiasi! Tidak boleh ada yang mewakilinya! Kami hampir saja menyinggung mereka!”
Budiman kemudian mengutus Tommy dan Willy, hasilnya mereka berdua juga diusir keluar.
__ADS_1
Setelah berpikir sejenak, Budiman akhirnya berkata, “Cepat cari Chelsea! Kita biarkan dia kembali bekerja agar bisa mendapatkan proyek ini. Setelah itu, baru kita bicarakan!”
Juniman berkata, “Kakek, kamu harus cepat. Direktur itu bilang besok jam delapan kalau tidak melihat Chelsea, mereka akan ganti orang.”