
“Jangan berharap!”
Chelsea lebih memilih mati daripada menemaninya tidur.
“Baik, kamu tunggu saja!”
Anto tersenyum jahat dan berjalan pergi.
Melihat ekspresi Chelsea yang menjadi pucat, Asta menggenggam tangannya dan bertanya, “Kenapa Chelsea? Siapa orang itu?”
Chelsea menggelengkan kepala. “Tidak apa-apa!”
Tapi Chelsea tahu Anto tidak akan berhenti di sini.
Chelsea terus merasa takut.
Tapi setelah berjalan sampai setengah, tiba-tiba ada sebuah pasukan yang mengelilingi Asta berempat.
Orang-orang ini adalah anggota pasukan khusus, mereka mengarahkan ujung senapan kepada Asta dan yang lain.
Chelsea sangat ketakutan, dia menggenggam tangan Asta dengan erat. Wajahnya sangat terlihat sangat pucat.
Handi dan istrinya juga sama, mereka juga takut.
Mereka tahu kalau Anto datang balas dendam.
Orang yang berada di depan memakai seragam tempur berwarna hitam. Di belakang kacamatanya ada sepasang mata yang dingin, dia menatap Asta berempat, “Tuan Anto, ini adalah penjahat yang kamu bilang?”
Anto berada di samping. “Betul! Aku kasih tahu, orang ini baru keluar dari penjara. Mana mungkin dia berhak menghadiri perjamuan malam ini? Aku curiga dia memiliki niat jahat! Kalau terjadi sesuatu di perjamuan ini, pasti anda juga tidak bisa bertanggung jawab ….”
“Apa? Ada hal seperti ini?”
Wakil ketua pasukan khusus yang bernama Aakar bertanggung jawab dengan keamanan di dalam. Dia tidak tahu Asta masuk dengan cara seperti itu.
Anto tersenyum angkuh ke arah Chelsea. Dia pun berkata kepada Aakar. “Ketua, tidak peduli apa yang terjadi. Aku sarankan anda menangkapnya terlebih dahulu! Kita harus menyampingkan segala risiko yang mungkin terjadi!”
“Betul! Bagaimana mungkin seseorang yang baru keluar dari penjara bisa mengikuti perjamuan ini? Cepat periksa kartu undangan mereka!” ucap Aakar dengan nada dingin.
Handi bertiga langsung bengong.
Mereka tidak memiliki kartu undangan!
“Cepat keluarkan kartu undangan!” teriak Anto kepada mereka.
“Kami tidak punya kartu undangan,” ucap Asta dengan tenang.
“Haha, kamu sudah mendengarnya bukan? Mereka tidak memiliki kartu undangan! Pasti ada masalah!”
Anto langsung merasa senang ketika mendengar tidak ada kartu undangan.
Aakar langsung memberi perintah. “Tangkap mereka dan bawa pergi!”
Chelsea langsung panik.
Kalau sampai ditangkap, dia dan orang tuanya mungkin tidak masalah.
Tapi Asta pasti akan dimasukkan ke dalam penjara lagi oleh Anto.
“Tunggu! Kami masuk dari pintu utama melewati pemeriksaan, kenapa kalian bilang kalau kami bermasalah?” ucap Chelsea dengan kesal.
Anto berkata dengan nada dingin. “Tidak mungkin! Setiap orang yang datang wajib memiliki kartu undangan! Bahkan Jenderal Rinjani juga harus memiliki kartu undangan! Tidak ada kartu undangan berarti bermasalah!”
“Iya, aku juga tidak mendengar bahwa ada yang boleh masuk tanpa kartu undangan!” ucap Arkar dengan penuh keyakinan.
Semua bos besar yang menghadiri acara ini juga membawa kartu undangan.
“Bawa mereka pergi dari sini!!!”
Handi dan istrinya menutup mata karena ketakutan.
Mereka benar-benar sangat kesulitan.
__ADS_1
Chelsea juga takut.
Anto tersenyum dan berkata, “Terima nasibmu, Chelsea! Siapa suruh kamu tidak mau menemaniku!”
“Siapa yang memberitahu kalau tidak ada kartu undangan tidak boleh masuk?” tanya Asta dengan tiba-tiba.
Semua orang menatapnya dengan curiga.
Chelsea juga menarik tangan Asta dan menyuruhnya jangan bicara.
Handi dan istrinya sangat ketakutan.
Asta mau membuat masalah lagi?
Asta menepuk bahu Chelsea, dia pun berkata, “Percaya sekali lagi denganku, ya?”
Chelsea mengangguk, “Baik.”
Asta menatap ke Aakar dan berkata, “Tanya kepada atasanmu, apakah Asta Huston tidak boleh masuk tanpa kartu undangan?”
“Hahaha … apakah kepalanya terluka saat berada di dalam percaya? Dia kira siapa dirinya?”
Anto dan yang lain terus menertawakannya.
Aakar dibuat marah oleh ucapan Asta. Dia berkata, “Baik, aku akan bertanya kepada ketua apakah dia mengenalmu?”
Anto masih merasa senang.
Mereka sangat ingin melihat lelucon ini.
Orang-orang juga mulai mengerumuni area ini.
Handi dan istrinya serta Chelsea menundukkan kepala.
Memalukan sekali!
Sangat memalukan!
Suara dari seberang sana membuat ekspresi Aakar berubah drastis.
Tatapan Aakar dipenuhi oleh ketakutan ….
“Aku aku aku … aku mengerti, ke … ketua ….”
Aakar bahkan berkata dengan terpatah-patah.
Anto masih menatap Aakar dengan wajah penuh harapan. “Bagaimana? Ketua?”
“Phak!”
Jawabannya adalah tamparan.
Tamparan ini membuat Anto terpental sejauh tujuh sampai delapan meter. Mulut Anto penuh dengan darah, beberapa giginya juga copot.
“Ketua … kenapa?”
Anto menatap Aakar dan tidak percaya.
Aakar mendekat dan menghajar Anto kembali.
“Kenapa? Kamu menggunakan kekuasaan untuk mempersulit nona Chelsea! Mereka tidak memiliki undangan, tapi mereka masuk dengan resmi ke dalam! Malahan kamu merusak aturan dan membuat suasana menjadi kacau! Tangkap dia dan bawa pergi!” teriak Aakar.
Dua orang anggota langsung maju dan menangkap Aakar, kemudian menyeretnya keluar.
“Tuan Asta, nona Chelsea, maafkan saya!”
Aakar juga tidak berani berdiri di sini dan langsung membawa pasukannya pergi.
Adegan yang tiba-tiba ini membuat Chelsea dan orang tuanya bingung.
Apa yang terjadi?
__ADS_1
Bukankah mereka ingin menangkap Chelsea?
Kenapa malah Anto yang dibawa pergi?
Apa yang terjadi?
Semua orang menatap Asta dengan tatapan curiga.
Setelah dia melaporkan namanya, kejadian ini baru muncul.
Chelsea menatap dengan curiga. “Kamu mau menjelaskannya?”
“Sederhana! Walaupun kita tidak mempunyai undangan, tapi kita masuk dengan sah, jadi tidak ada masalah. Malahan Anto yang mengacaukan acaranya, kalian juga melihatnya, banyak orang yang berkumpul di sini, bukan? Kalau Jenderal Rinjani datang dan mengetahui hal ini, jangankan seorang Anto, bahkan Yohanes walikota Surabaya juga tidak sanggup bertanggung jawab.”
Handi berkata, “Aku mengerti. Jadi, kita hanya perlu menjelaskan bahwa kita masuk secara sah.”
Fitri juga mengangguk. “Masuk akal.”
Chelsea merasa ada yang salah, tapi penjelasannya juga tidak ada masalah dan masuk akar.
Ketika Asta menoleh ke samping, ada aura dingin yang melintas di matanya.
Dia sudah mendengar ucapan Anto tadi. Kali ini Anto bukan hanya dikurung beberapa hari, tapi dia akan dipenjara terus selamanya.
Acara perjamuan sangat sederhana, tetapi orang-orang yang datang adalah orang penting.
Handi bertiga duduk di satu tempat, mereka tidak berani bergerak dan bahkan tidak berani bicara.
“Ayah Ibu, kenapa kalian diam saja. Jalan-jalan saja, mana tahu bisa mendapatkan teman baru.” ucap Asta sambil tersenyum.
Handi dan istrinya saling bertatapan, tapi pada akhirnya mereka juga tidak berani bergerak.
Chelsea memiringkan kepala dan memperhatikan Asta dengan penasaran. “Sepertinya kamu tidak terlihat takut?”
Ketenangan Asta membuat Chelsea dan orang tuanya merasa kalau Asta sudah terbiasa dengan perjamuan seperti ini.
Asta tersenyum. “Kenapa aku harus takut dengan mereka?”
Chelsea berpikir dalam hati, mungkin karena di dalam penjara juga dipenuhi orang-orang jahat, jadi Asta sudah terbiasa.
Jadi Chelsea juga tidak melanjutkan pertanyaannya lagi.
Orang-orang yang datang semakin banyak.
Yohanes dan beberapa bos besar Surabaya juga sudah datang, mereka langsung dikerumuni orang-orang.
“Hmm? Handi, aku tiba-tiba menyadari semua orang membawa hadiah. Bahkan sekretaris di samping Yohanes juga membawa hadiah. Sepertinya hanya kita yang tidak membawa hadiah,” ucap Fitri yang bingung.
Setelah melihatnya, ternyata memang seperti itu.
Hanya mereka sekeluarga yang tidak membawa hadiah.
Semua orang berkumpul untuk memberikan hadiah.
Hanya mereka yang berada di pojok dan menarik perhatian.
Semua orang melihat ke arah mereka.
“Ini karena kita tidak mengerti aturannya. Aku tidak sadar juga,” ucap Handi sambil menundukkan kepala.
Fitri juga berkata, “Betul, Ayah dan Juniman juga membawa banyak hadiah tadi.”
Chelsea berkata, “Ini juga salahku, aku juga tidak yakin kita bisa masuk.”
Handi juga mengangguk, “Kalau tidak, bagaimana kalau aku menyuruh orang untuk mengantarkan hadiah ke sini? Masih ada waktu.”
Asta langsung menolak. “Ayah Ibu Chelsea, kalian tidak perlu khawatir. Siapa tahu Jenderal Rinjani tidak suka hadiah, ‘kan?”
“Bukan, tapi ini hal yang paling standar,” ucap Chelsea.
Asta tersenyum. “Aku merasa Jenderal lebih menyukai orang yang tidak memberikan hadiah. Kamu percaya tidak?”
__ADS_1
Chelsea menggelengkan kepala. “Aku tidak percaya.”