
Asta mengangguk, “Ada, karena aku adalah Jenderal Rinjani, aku sudah memberitahunya di perjamuan keluarga kemarin.”
Setelah mendengarnya, Chelsea langsung menatap Asta dengan kesal. “Kalau kamu terus begini, aku tidak mau memperdulikanmu lagi.”
Menurut Chelsea, Asta masih membual.
“Baiklah, aku tidak memiliki hubungan dengan mereka,” ucap Asta tidak berdaya.
“Lalu kenapa satu telepon darimu bisa membuat Mayor Naga Biru datang bersama satu grup?” tanya Chelsea yang kebingungan.
“Ketika datang ke sini kemarin, aku menyadari Mayor Naga Biru tinggal di sini. Aku merasa kalau Jenderal Rinjani juga tinggal di sini. Hari ini David membawa orang-orang ke sini, aku langsung menelpon bagian terkait dan memberitahu mereka bahwa ada orang yang ingin membunuh Jenderal Rinjani, makanya langsung datang satu grup,” ucap Asta menjelaskannya.
Dia berbicara jujur pun Chelsea tidak percaya.
“Ternyata begitu! Pantas Mayor Naga Biru mengatakan bahwa Jenderal Rinjani tinggal di sini. Kalau begitu sudah masuk akal.”
Setelah memikirkannya, Chelsea merasa semuanya masuk akal.
“Kalau ada ingin dipindahkan, kamu pindahkan saja! Aku tidak ingin tinggal di sini lagi!” ucap Asta.
“Tidak usah dipindahkan lagi, kalau pindah ke rumah nanti malah repot kalau ditanya oleh Ayah dan Ibu,” ucap Chelsea menggelengkan kepala.
Kompleks Vila Wateria di Surabaya.
__ADS_1
Ini adalah salah satu vila paling mewah di dekat pegunungan.
Keluarga Huston dengan perusahaan yang baru terdaftar di bursa efek tinggal di daerah sini.
Sekarang, waktu menunjukkan pukul sembilan pagi.
Bagi orang-orang keluarga Huston, belum waktunya masuk kerja.
Semua orang masih berada di rumah.
Saat ini, ada orang yang mengangkut David ke dalam.
Semua anggota keluarga Huston akhirnya tahu, mereka langsung membawa David ke rumah sakit terdekat.
Hartono bertanya, “Bagaimana dengan kondisi David?”
“Tuan besar, Tuan muda dalam kondisi koma, mungkin tidak akan pernah sadar lagi,” ucap dokter yang memeriksanya sambil menghela napas.
“Apa? Koma? Kenapa anakku menjadi koma?” Chandra masih tidak percaya.
Dokter menjelaskan, “Tuan muda David dipukul dengan keras, ini adalah alasan kenapa dia menjadi koma.”
Hartono dengan wajah suram bertanya, “Siapa yang mengantar David?”
__ADS_1
Suhari berkata dengan nada pelan. “Ayah, dua orang asing yang mengantarnya. Setelah itu mereka langsung pergi, tapi mereka meninggalkan beberapa kata ….”
“Apa? Cepat katakan!” Hartono memancarkan aura yang mengerikan.
Suhari langsung berkata, “Ini adalah hadiah pertama dari Asta!”
“Apa? Hadiah dari Asta?”
“Kalau begitu, Asta yang menyebabkan semua ini?”
Chandra hampir mendobrak meja, “Asta, aku akan membunuhmu!!!”
“Kasih tahu di mana Asta sekarang, aku akan membunuhnya!” ucap Chandra dengan kesal.
“Sebentar Chandra! Asta sedang memberikan peringatan kepada kita! Ini hadiah pertama, pasti akan ada hadiah kedua dan hadiah ketiga. Tidak disangka, ada hari di mana kita akan diperingatkan oleh seorang Asta! Hehe ….,” ucap Hartono dengan senyuman dingin.
“Ayah, aku sudah menyuruh Petrus memeriksanya. Sebentar lagi pasti ada hasil.” Ucap Suhari.
Setelah itu, Petrus datang dengan napas terengah-engah.
“Kakek, Ayah, Paman, aku sudah memeriksanya. David bertengkar dengan Asta karena vila di kompleks Royal Garden, Asta yang memukul David,” ucap Petrus.
“Apa? Seorang David juga tidak bisa membunuh Asta? Bukankah dia sering bersama dengan Hercules? Kenapa mereka tidak bisa membereskan Asta dan malah dipukul sampai koma?” tanya Hartono.
__ADS_1