Dewa Perang Pelindung Negara

Dewa Perang Pelindung Negara
Bab 3 Dua Ratus Miliar Duduk di Meja Mana


__ADS_3

Tidak bisa dimengerti!


Chelsea bertiga sangat marah melihat Asta yang masih membual.


Apakah masuk penjara membuat kepalanya rusak?


Chelsea langsung memberikan ponsel kepada Asta dan berkata, “Baik, kamu bilang bisa menaklukkan keluarga Huston hanya dengan satu kata? Ayo, buktikan sekarang! Aku ingin lihat bagaimana kamu bisa menaklukkan keluarga Huston dengan satu kata!”


“Aku ….”


Asta tercengang.


Dia memang bisa menghancurkan keluarga Huston hanya dengan satu kata.


Tapi dia sudah memberikan waktu satu bulan kepada keluarga Huston.


Kalau menghancurkan keluarga Huston sekarang akan menjadi tidak menarik.


“Lihat sendiri, kamu tidak sanggup melakukannya bukan? Kalau tidak bisa, jangan membual lagi lain kali.”


Chelsea yang kesal langsung membanting ponselnya ke lantai.


Handi dan istrinya juga mendorong Asta dan berkata, “Cepat pergi, keluarga kami tidak menginginkanmu. Malam ini kami harus pergi menghadiri perjamuan keluarga!”


“Tidak, biarkan dia masuk!”


“Chelsea, apa maksudmu?”


“Aku tidak akan menikah lagi, suamiku sudah kembali.”


….


Handi dan istrinya tidak bisa melawan Astrid dan membiarkan Asta masuk.


Chelsea membawa Asta ke dalam kamar.


“Karena kamu sudah kembali, kamu masih suamiku! Aku tidak peduli dengan omong kosong di luar sana! Apalagi aku tahu kamu tidak bersalah, semua orang juga tahu kalau keluarga Huston yang menfitnahmu!”


Asta terharu mendengarnya.


Chelsea percaya kepadanya.


Itu sudah cukup!


“Tapi kamu harus berjanji padaku, kita mulai dari nol. Aku percaya dengan kemampuanmu pasti akan bangkit kembali! Aku akan memberikan waktu lima tahun kepadamu!”


Asta malah berkata, “Tidak perlu, kamu hanya perlu memberiku waktu satu bulan. Setelah satu bulan aku akan membuat keluarga Huston ….”


“Diam!!! Aku tidak ingin kamu membual lagi! Apakah kita tidak bisa lebih realistis sedikit?”


“Walaupun kamu tidak memiliki apa pun, tapi aku percaya kamu bisa kembali bangkit!”


Teriak Chelsea ke arahnya.


Asta langsung terdiam.


Chelsea mengeluarkan jas dari lemari dan berkata, “Ini adalah baju yang aku beli enam tahun lalu. Cepat ganti, kamu ikut aku ke perjamuan malam ini!”


“Chelsea, kenapa kamu membawanya pergi?”


Melihat Asta, Handi dan istrinya sangat tidak senang.


Chelsea malah menggandeng lengan Asta dan berkata, “Ayah Ibu, Asta adalah suamiku sekarang! Malam ini aku akan memberitahu kakek!”


Handi dan istrinya melotot ke Asta dengan kesal, mereka lalu berkata dengan nada tidak berdaya, “Dosa besar!”


Hotel Luxury.


Perjamuan keluarga Astrid diadakan di sini.


Keluarga Astrid tidak bisa dibandingkan dengan keluarga kaya seperti keluarga Huston, tapi mereka juga termasuk kalangan menengah di Surabaya.


Mereka mereservasi seluruh hotel.


Ketika Handi berempat sampai di lobi, orang-orang mulai menatap mereka dengan tatapan aneh.


Dulu ketika Chelsea dan Asta menikah, Handi sekeluarga memiliki posisi tertinggi di keluarga Astrid.

__ADS_1


Tapi ketika Asta bangkrut, posisi Handi sekeluarga langsung berubah 180 derajat.


Sekarang mereka memiliki posisi paling rendah di keluarga Astrid.


Setiap kali bertemu anggota keluarga yang lain, semuanya akan menertawakan mereka.


“Hm? Apakah orang yang berada di samping Chelsea itu adalah Asta?”


“Iya! Itu adalah Asta! Dia sudah keluar dari penjara?”


Tiba-tiba, semuanya melihat ke arah Asta.


Kepala keluarga Astrid yang bernama Budiman hanya mendengus dingin melihat Asta berempat, dia tidak memperdulikan mereka.


Tuan besar sekarang paling menyukai Willy sekeluarga.


Karena menantu Willy yang bernama Juniman adalah seorang darah campuran, dia berasal dari keluarga kaya dan tinggal di luar.


Lalu pria yang diatur Budiman untuk Chelsea adalah adiknya Juniman yang bernama Peter.


Peter sudah lama mendambakan keindahan tubuh Chelsea.


Tidak ada yang memperdulikan mereka. Handi sekeluarga terpaksa mencari tempat dan langsung duduk.


Ketika mau duduk, tiba-tiba ada suara yang berkata, “Tidak boleh, kalian tidak boleh duduk di sana.”


Orang yang mengingatkan mereka adalah anak kedua keluarga Astrid, Tommy.


“Ahh?”


“Perjamuan kali ini memiliki aturan sendiri terkait tempat duduk.”


Handi dengan ekspresi bingung bertanya, “Gimana?”


“Perjamuan kita dibagi empat meja! Berdasarkan kontribusi terhadap keluarga kita.”


“Meja pertama memberikan kontribusi sepuluh miliar, meja kedua di atas dua miliar, meja ketiga memberikan kontribusi dua ratus juga dan meja terakhir adalah orang-orang yang lebih rendah dari dua ratus juta atau tidak membelikan kontribusi sama sekali.”


Tommy tersenyum dan berkata, “Penghasilan keluarga kami cukup baik dan bisa memberikan kontribusi sepuluh miliar kepada keluarga kita. Jadi kami duduk di meja ini, maaf.”


“Kalau keluarga kalian memiliki aset puluhan sampai ratusan miliar, tapi tidak memberikan kontribusi kepada keluarga juga boleh duduk di meja pertama.”


Anak Tommy yang bernama Otto mengangkat gelas dan berjalan kemari. “Ayah Ibu, setahuku, keluarga paman ketiga bukan hanya tidak memberikan kontribusi kepada keluarga besar, malah perusahaan mereka bangkrut dan meminjam empat miliar lebih dari tempat kakek. Kalau mereka duduk di meja keempat juga tidak adil bagi keluarga lain di meja keempat!”


“Kalau menurut aku, kita tambah meja kelima saja!”


“Betul, setuju!”


Anggota keluarga Astrid juga setuju.


“Baik, kita atur meja satu lagi sesuai ucapan Otto! Ini akan menjadi inspirasi buat kalian!”


Budiman juga setuju.


“Cepat duduk, jangan berdiri dan membuat malu.”


Budiman melotot ke arah Handi.


Handi bertiga juga tidak berani berbicara dan berjalan ke sana.


Asta tiba-tiba menarik tangan Chelsea dan bertanya, “Kalau meja untuk dua ratus miliar di sebelah mana?”


Asta adalah satu-satunya jenderal bintang lima.


Uang bagi dia hanyalah angka.


Dia bahkan tidak tahu berapa jumlah uangnya.


Tapi dia tetap bisa mengeluarkan dua ratus milyar sekarang juga.


Ucapan Asta membuat semua orang tercengang.


“Hahaha….”


Setelah beberapa detik, semuanya tertawa dengan keras.


Mereka bahkan sampai sakit perut karena saking lucunya.

__ADS_1


“Kalian bercanda ya? Keluarga Huston juga belum tentu punya dua ratus miliar!”


“Kepala bocah ini pasti bermasalah! Dia datang ke sini untuk mempermalukan semua orang!”


“Handi, ternyata kamu punya seorang menantu dua ratus miliar, hahaha ….”


Semua orang mulai menatap mereka dengan tatapan aneh dan menertawakan mereka.


Handi sekeluarga ingin sekali masuk ke dalam lubang.


Memalukan!


Sangat memalukan!


Chelsea juga marah, dia menatap Asta dengan kesal.


“Kamu bukan hanya membual di rumah, tapi kenapa juga membual di sini? Asta, apakah kamu sengaja ingin mempermalukan diriku? Apakah kamu merasa penghinaan selama beberapa tahun ini tidak cukup?”


Wajah Chelsea sudah penuh dengan air mata, tubuhnya juga ikut gemetar.


Asta tidak berdaya. “Tapi aku beneran memiliki dua ratus miliar!”


Saat ini, semua orang tidak ingin memperdulikan lelucon Asta lagi.


Karena pemeran utama malam ini telah tiba.


Anak dan menantu Willy telah datang.


Semua orang termasuk Budiman juga pergi menyambutnya.


Juniman berkata, “Maaf semuanya, membuat kalian menunggu.”


“Pesawatmu terlambat hampir sepuluh jam, apa yang terjadi?”


Tanya Budiman dengan penuh perhatian.


Juniman tersenyum, “Apakah kakek tidak tahu? Ada orang penting datang ke Surabaya dan menutup bandara Surabaya selama delapan jam.”


Semua orang berkata, “Apa? Ada kejadian seperti ini?”


Budiman berkata, “Juniman, siapakah orang itu? Dia bahkan bisa menutup bandara selama delapan jam.”


“Bukan hanya begitu, aku dengar kalau pesawat pribadi orang itu dilindungi oleh seratus jet tempur dan seratus ribu prajurit yang berjaga di bandara.”


“Wah!”


“Apa?”


Semua orang menarik napas dalam-dalam.


Juniman berkata dengan sombong. “Orang itu adalah Jenderal Rinjani, panglima tertinggi dari sembilan zona perang. Haha, mungkin kalian tidak percaya, aku pernah bertemu orang penting ini di perjamuan luar negeri, kami juga saling meninggalkan kontak. Tidak disangka dia datang ke Surabaya, aku akan mengajaknya keluar kalau ada waktu, mungkin saja dia bisa membantu keluarga Astrid, keluarga kita pasti akan berdiri tegak di Surabaya!”


“Astaga! Hebat Sekali! Kamu bahkan kenal dengan orang itu?”


“Kakak iparku hebat sekali!”


“Menantu keluarga Astrid memang hebat! Tentunya adalah pengecualian!”


Semua orang mengagumi Juniman seperti orang gila.


Tuan besar juga terus memujinya.


Handi dan istrinya sangat iri melihat menantu anggota keluarga lain yang hebat.


Chelsea juga merasa kagum.


Tapi dia juga percaya, dalam lima tahun, Asta akan memberikan hasil yang bagus kepada kakek.


Asta yang mendengarnya ingin tertawa.


Bocah ini memang sedikit hebat, bahkan bisa tahu kalau dirinya datang ke sini.


Tapi dia juga jago berbohong.


Asta bertanya, “Kamu bilang kamu kenal dengan Jenderal Rinjani?”


Juniman mengangkat kepala dan berkata, “Betul, pernah minum bersama, kenapa?”

__ADS_1


Asta tersenyum. “Lalu kenapa aku tidak kenal denganmu?”


__ADS_2