
Vila yang dibeli oleh Asta adalah vila nomor A88
Sekarang vila nomor A88, A87, A89 dan B88 sudah dipenuhi dengan tentara bersenjata lengkap.
Mereka berdiri di empat sisi dan juga mengangkat senjata ke atas dada.
Mereka hanya perlu menunggu satu perintah.
Di depan vila.
David menatap Asta sambil tersenyum. “Kenapa? Mana orang yang kamu panggil? Kenapa masih belum datang?”
Asta menjentikkan jarinya.
Detik selanjutnya.
Tanah mulai bergetar, suara langkah kaki terdengar begitu jelas.
“Apa yang terjadi? Apa ini?”
Para anak buah Hercules melihat ke segala sisi, ekspresi setiap orang begitu terkejut.
Diikuti suara langkah kaki yang semakin jelas, ribuan tentara mengerumuni mereka tanpa celah sedikit pun.
“Apa ini?”
Ketika tentara mengepung dari segala sisi, anak buah Hercules ketakutan setengah mati.
Lukman tercengang.
David tercengang.
Hercules tercengang.
Semua orang juga tercengang.
Mereka tidak pernah melihat pemandangan seperti ini.
Para tentara berdiri di segala sisi dan mengepung semua orang.
Ujung senapan diarahkan kepada David dan yang lain.
Yang lebih menyeramkan adalah di setiap celah sudah terpasang senjata berat, mereka juga mengarahkan senjata berat kepada David mereka.
David dan yang lain juga melihat mortir ….
Semua anak buah Hercules langsung membuang senjata dan mengangkat tangan mereka.
Beberapa orang juga kencing di celana karena ketakutan.
Tercium bau urin di area sini.
Bahkan buah kenari di tangan Hercules juga terjatuh, dia juga mengangkat kedua tangannya.
Hercules sudah menjadi preman selama belasan tahun, dia sudah melihat banyak hal.
Bahkan ketika membunuh orang, dia juga tidak mengedipkan mata.
Tapi kejadian hari ini cukup membuat dia ketakutan!
Lukman berlutut di lantai. “Aku tidak melakukan apapun!”
David gemetar ketika melihat semua ujung senapan.
“Aku … aku juga tidak melakukan apapun.”
David tidak menyangka kalau satu telepon dari Asta akan mendatangkan satu grup pasukan ….
Chelsea masih shock, ketika sadar kembali, dia melihat ke arah Asta.
Dia merasa Asta seperti bisa bersinar.
Kenapa satu telepon darinya bisa mendatangkan orang sebanyak ini?
__ADS_1
Dari depan muncul sekumpulan orang.
Orang yang berada di depan memakai seragam tentara dengan dua garis dan tiga bintang kecil.
Dia adalah seorang Kapten.
“Kapten grup satu dari tentara Surabaya siap melindungi Jenderal Rinjani!”
Donny memberi hormat dan tanpa sadar melirik ke arah Asta.
Di sisi lain, seorang pria muncul dengan bintang satu di bahunya.
Seorang mayor muncul.
“Mayor Naga Biru, Grup satu sudah selesai mengepung! Silahkan memberi perintah!”
Donny berlari ke depan Naga Biru dan memberi hormat tentara.
Mayor Naga Biru melepaskan sarung tangan, dan berkata dengan dingin. “Apakah kalian tahu ini tempat tinggal siapa?”
David terus gemetar dengan hebat, dia berkata, “Apakah … apakah tempat Jenderal Rinjani?”
Naga Biru berkata, “Betul, semua vila di area ini adalah milik Jenderal Rinjani.”
“Ssh!”
David menarik napas yang dingin.
Dia hampir pingsan karena terlalu takut.
Hercules yang mendengarnya juga sangat takut, wajahnya menjadi pucat.
Ini adalah tempat tinggal Jenderal Rinjani. Kalau tahu, dia tidak akan berani datang ke sini.
“Kalian membawa orang sebanyak ini, apa yang ingin kalian lakukan? Apakah kalian ingin membunuh Jenderal Rinjani?”
Naga Biru menatap ke arah David dan Hercules.
Bab 18 : Memberi Hormat
“Pong!”
“Pong!”
David, Hercules, Lukman dan yang lain langsung berlutut.
“Salah paham, salah paham, semua ini salah paham ….”
Pemandangan seratus orang lebih ini berlutut dan bersujud tanpa henti sangat spektakuler.
Chelsea hampir pingsan.
Perubahan ini terlalu besar.
Begitu banyak preman yang ketakutan?
“Chelsea, kamu masuk ke dalam vila dulu, jangan mengganggu mereka.” Ucap Asta.
Chelsea juga takut melihat semua ini.
Dia langsung berlari ke dalam vila dan bahkan tidak menoleh ke belakang.
“Pimpinan semua, masalah ini tidak ada hubungan denganku. Aku hanya dibayar oleh David untuk datang ke sini ….”
“Betul betul betul, kami tidak tahu apapun!”
Hercules dan seratus anak buahnya berusaha menjelaskan semuanya dan menyalahkan David.
David muntah darah karena terlalu takut.
“Biarkan mereka pergi!”
David dan yang lain tidak menyangka kalau Asta akan memberi perintah.
__ADS_1
Yang paling mengerikan adalah setelah Asta memberi perintah, Mayor Naga Biru mengayunkan tangannya dan berkata, “Cepat pergi, kalau sampai aku melihat kalian lagi, semuanya akan dihukum mati.”
Itu berarti Asta adalah ….
Sebuah kenyataan yang mengerikan muncul di benak orang-orang.
Hercules dan seratus lebih anak buahnya langsung berlari keluar.
Karena mereka takut ditembak.
“”Tuan … Tuan Asta, aku juga tidak bersalah! Semua karena David ….”
Lukman juga mulai menyalahkan David.
Asta tiba-tiba berkata, “Naga Biru, bagaimana hukuman kepada seorang pengkhianat?”
“Langsung dibunuh!” teriak Naga Biru.
Lukman langsung pingsan.
Tapi akhir dari sebuah pengkhianatan adalah kematian.
Lukman pun meninggal!
Melihat kematian Lukman, David langsung meminta pengampunan. “Kak Asta, kami tidak tahu identitas anda. Sebagai keluarga, mohon ampuni aku kali ini. Kalau anda pulang ke rumah, semua anggota keluarga pasti akan senang!”
David mulai menggunakan alasan keluarga.
Asta malah tersenyum, “Ketika kalian memukulku dan membuangku ke jalan seperti seekor anjing, apakah kalian pernah berpikir kalau kita adalah keluarga?”
“Kakak, ini salah paham, ini salah paham!”
David sudah mau menangis.
“Aku dengar kamu mau meniduri istriku?”
Asta mulai menghampiri David.
David yang ketakutan bahkan tidak bisa berdiri tegak. Dia berbicara terpatah-patah. “Kakak, ini hanya bercanda, candaan saja ….”
“Kamu juga boleh bercanda?”
Asta langsung meninju wajah David.
Tinju itu membuat David pingsan.
“Serahkan kepada keluarga Huston! Ini adalah hadiah pertama dari Asta!” ucap Asta tanpa ekspresi apapun di wajahnya.
“Mengerti, Jenderal!” ucap Naga Biru.
“Aku sudah mengingatmu, kapten Donny,” ucap Asta melihat ke arah Donny.
“Hormat kepada Jenderal!”
Setelah Donny berteriak, Grup satu langsung memberi hormat kepada Asta.
Asta juga memberikan hormat tentara kepada mereka!
Ketika Asta masuk ke dalam vila, dia melihat Chelsea duduk gemetar di sofa.
Ribuan orang yang berkumpul hari ini sudah membuatnya terkejut.
Sehingga Chelsea tidak berani melihat kondisi di luar.
“Tenang saja Chelsea, sudah selesai semuanya. Vila ini mulai sekarang adalah milik kita.” Asta memeluk Chelsea.
Chelsea mengangkat kepala dan bertanya, “Serius?”
“Iya! Tapi karena sudah pernah ditinggali oleh orang-orang itu, kita tidak boleh tinggal di sini, aku akan renovasi ulang,” ucap Asta.
Chelsea yang baru sadar kembali langsung menatap Asta, dia bertanya dengan ekspresi serius, “Asta, aku ingin tanya sesuatu, kamu harus jawab dengan jujur!”
“Baik, silahkan.”
__ADS_1
Chelsea menggigit bibir bawah dan bertanya, “Apakah kamu memiliki hubungan dengan Jenderal Rinjani atau Mayor Naga biru? Kamu harus jawab dengan serius.”