
Semuanya melihat Asta dengan curiga. “Apa? Kamu akan menyelesaikan masalah keuangannya? Kamu baru saja keluar dari penjara, apakah kamu punya uang?”
“Aku … aku akan mencari cara.”
Asta memiliki sebuah kartu, bahkan dia sendiri tidak tahu berapa saldonya.
“Kamu jangan terlalu memaksakan diri dan melakukan hal yang tidak benar! Kalau tidak bisa, lebih baik kita menyerah saja,” ucap Chelsea kepada Asta dengan tatapan khawatir.
Chelsea takut Asta akan melakukan hal yang tidak benar.
“Tenang saja, aku akan menyelesaikan masalah ini,” ucap Asta menggenggam tangannya.
Keesokan harinya.
Asta keluar dari rumah.
Ketika sampai di depan, sebuah mobil Maybach sudah berhenti di pinggir jalan.
Mayor Naga Biru turun dari mobil dan menyambut Asta.
“Bagaimana dengan kondisi keluarga Huston? Apakah ada yang datang untuk meminta maaf?” tanya Asta.
Mayor Naga Biru menggelengkan kepala. “Jenderal, keluarga Huston tidak ada yang datang meminta maaf.”
Sebuah aura dingin terlintas di mata Asta. “Mungkin harus ditekan lagi.”
Setelah sampai di bank, Asta ingin menarik uang tunai sepuluh miliar.
Hal ini membuat petugas bank kaget.
Terutama orang yang berdiri di samping Asta memakai seragam tentara dengan bintang satu di pundaknya.
Itu adalah seorang Mayor!
Direktur Bank Surabaya yang bernama Sigit langsung turun melayaninya.
Terakhir, dia membawa uang tunai keluar dari jalur naratama bersama seorang wanita tinggi bernama Friska.
Friska menatap ke Asta dan merasa familier.
“Identitas orang ini sangat menakutkan, bahkan Direktur kita sampai turun tangan.
Setelah mengantar kedua orang ini pergi, Sigit menghela napas lega.
Friska yang bingung bertanya, “Pak Sigit, siapa orang itu? Orang yang memakai seragam tentara di sampingnya itu seorang petinggi?”
Sigit menurunkan suaranya. “Jabatan orang itu adalah Mayor! Orang yang bisa diikuti oleh Mayor, coba kamu pikir sendiri ….”
“Wah!” Friska menarik napas dalam-dalam.
“Jadi, kamu jangan mengungkit tentang kejadian hari ini, semuanya harus dirahasiakan.”
Friska mengangguk, “Aku mengerti!”
“Siapapun yang tanya, kamu bilang saja itu pinjaman. Buatkan tagihan atau bukti sejenis.”
“Mengerti!”
__ADS_1
….
Malam hari, Handi bertiga sangat kaget melihat Asta membawa lima kotak uang tunai pulang ke rumah.
Mereka menghitung tiga kali dan memastikan bahwa jumlah sepuluh miliar.
“Dari … darimana kamu mendapatkan uang sebanyak ini? Apakah kamu meminjam kepada lintah darat?” ucap Chelsea yang ketakutan.
“Bukan lintah darah! Kalian tidak usah mempedulikannya! Cepat selesaikan masalah ini terlebih dahulu,” ucap Asta.
“Betul, kita selesaikan masalahnya dulu,” ucap Handi.
Chelsea berkata dengan ekspresi bingung. “Tapi lima milyar enam ratus juta sudah cukup! Kenapa kamu memberikan sepuluh miliar?”
“Nanti kamu juga tahu.”
…
Setelah menerima kabar bahwa mereka akan membayar hutang, Tommy langsung datang.
“Handi, kali ini kalian cepat juga. Kalian menjual seluruh aset di rumah untuk mengumpulkan lima milyar enam ratus juta, ‘kan? Aku mengira kalian pasti tidak sanggup membayarnya.” Ucap Tommy menyindirnya.
Handi melotot ke arahnya dan berkata, “Kakak tidak perlu khawatir! Pokoknya aku sudah mengumpulkan lima milyar enam ratus juta dan bisa membayar hutang ini!”
Tapi Tommy langsung mengubah ucapannya. “Siapa bilang lima milyar enam ratus juta? Apakah tidak perlu menghitung bunga? Ini surat hutangnya, jika dihitung dengan bunga, total sepuluh miliar lebih, kamu cukup bayar sepuluh miliar saja.”
“Apa? Sepuluh miliar? Sejak kapan berubah menjadi sepuluh miliar? Bahkan lintah darah juga tidak sekejam ini!” Handi dan Chelsea kaget mendengarnya.
Fitri berkata, “Ayah berjanji bahwa ini pinjaman tanpa syarat! Kenapa sekarang ada bunga?”
Chelsea dan Handi baru membaca surat hutang dan melihat memang ada bunga.
Mereka akhirnya tahu kenapa Asta memberikan sepuluh miliar.
Tapi surat hutang ini pasti diubah setelahnya.
Menyedihkan sekali!
Kakek sendiri memperlakukannya seperti itu?
Dia lebih tidak berguna dari orang luar!
Chelsea hampir menangis, Handi juga sedih.
Karena orang ini adalah Ayah kandungnya sendiri.
Kenapa dia menggunakan cara licik seperti ini untuk menjebak anaknya sendiri?
“Kenapa? Tidak mau mengakuinya? Boleh juga, aku akan menggugat kalian!” ucap Tommy dengan nada dingin.
“Tidak! Kami mengakuinya! Total sepuluh miliar, ‘kan? Ini, ambil semua!”
Saat ini, Asta meletakkan lima kotak uang tunai di hadapan Tommy dan yang lainnya.
Setelah memeriksanya, Tommy dan yang lain terkejut.
Uangnya asli, bahkan jumlahnya juga tidak kurang.
__ADS_1
Sepuluh miliar.
Asta merekam video proses pengembalian hutang dan juga merobek surat hutangnya.
“Dari mana kalian mendapatkan uang sepuluh miliar?” ucap Tommy yang mulai curiga.
“Bukan urusanmu, pergi sana!”
Asta langsung mengusir mereka keluar.
Di dalam rumah utama keluarga Astrid.
Semua orang terkejut melihat sepuluh miliar yang tergeletak di atas meja.
“Darimana mereka mendapatkan uang ini? Apakah Chelsea berusaha mengumpulkan sepuluh miliar agar kita tidak bisa menyentuh proyek dua triliun itu.”
Semua orang sangat panik.
Saat ini Willy pulang, dia pun berkata, “Ayah, aku sudah memeriksanya. Asta meminjam uang sepuluh milyar dari bank! Dia sepertinya memiliki aset atau sejenis yang bisa digadaikan.”
Budiman bertanya dengan ekspresi serius. “Apakah kamu yakin?”
“Yakin! Orang yang bertanggung jawab dengan hal ini adalah seorang supervisor senior di bank yang bernama nona Friska, aku menggunakan uang dan mendapatkan kontaknya. Dia yang mengatakan kepadaku bahwa orang yang meminjamnya bernama Asta. Aku membayar dua ratus juta untuk mendapatkan bukti aliran tagihannya!”
Budiman melihat buktinya dan memastikan tidak ada yang salah.
“Haha, ternyata uang pinjaman? Aku ingin lihat bagaimana dia akan membayarnya?”
“Sekarang masalah paling penting adalah bagaimana memulai proyek itu? Pada akhirnya, mereka akan datang memohon kepada kita!”
…
Setelah menyelesaikan masalah besar ini, Chelsea masih merasa tidak realistis.
Tadi mereka sudah menerima kabar dari keluarga Astrid, ternyata uang itu adalah uang pinjaman Asta kepada bank.
Chelsea sangat terharu ketika mengetahuinya.
Dia berpikir untuk segera mengembalikan uangnya.
“Kita harus mendapatkan investasi untuk memulai proyeknya!”
“Tapi ini adalah sebuah masalah besar, karena untuk memulai proyek dibutuhkan investasi yang besar.”
Berdasarkan perhitungan Chelsea, mereka membutuhkan modal awal enam puluh miliar, kemudian masih dibutuhkan seratus empat puluh miliar untuk ke belakang.
Handi juga bilang sangat sulit.
“Apakah kamu memiliki ide?” tanya Chelsea kepada Asta.
Asta tersenyum. “Aku cari perusahaan yang lebih besar, lalu kita coba satu per satu. Proyek ini adalah proyek besar, pasti ada perusahaan yang mau berinvestasi!”
Chelsea mengangguk. “Aku tahu, tapi aku khawatir walaupun semua perusahaan itu setuju, tapi bunga yang diinginkan mereka juga akan sangat besar! Mereka pasti akan menggunakan kesempatan ini untuk menekan kita.”
“Coba saja dulu? Siapa tahu ada investor yang tidak menginginkan keuntungan, ‘kan?” ucap Asta tersenyum manis.
“Mana mungkin?” ucap Chelsea yang merasa curiga.
__ADS_1