Dewa Perang Pelindung Negara

Dewa Perang Pelindung Negara
Bab 15 Mendapatkan Kembali Apa Yang Menjadi Milikku


__ADS_3

Terkait masalah investasi, sebenarnya Asta hanya perlu menelepon saja.


Chelsea tiba-tiba berkata, “Oh iya, kamu tenang saja. Aku akan mengembalikan uang sepuluh miliar itu, semoga kita bisa segera mendapatkan investasinya.”


“Tidak perlu dibayar, untuk apa kita membicarakan hal ini?” ucap Asta sambil tersenyum.


“Tapi kamu juga harus membayar hutangnya. Bagaimana kamu akan membayar? Kamu juga tidak punya uang sekarang.”


Karena Chelsea berkata seperti itu, Asta pun mengangguk.


“Setelah proyek ini mulai menghasilkan uang, aku akan membeli rumah untuk kita. Kita juga tidak bisa terus tinggal bersama Ayah dan Ibu.”


Chelsea berencana membeli rumah.


Asta tiba-tiba teringat sesuatu, dia kemudian bertanya, “Apakah kamu masih ingat dengan rumah pernikahan kita?”


“Ingat, itu adalah villa yang kamu desain sendiri, sangat sempurna! Sayangnya ….” Ucap Chelsea menghela napas.


Asta tersenyum. “Chelsea, aku bersiap untuk meminta kembali vilanya.”


“Asta, sekarang vila itu adalah milik keluarga Huston. Kamu jangan melawan mereka,” ucap Chelsea menasehatinya.


“Tenang saja.”


Walaupun dia berkata seperti itu, tapi dia akan meminta semua barang yang telah diambil oleh keluarga Huston.


Hari kedua, Chelsea sudah mulai mencari investasi.


Asta tidak menemaninya, dia membiarkan Chelsea mencoba dulu, setelah itu dia akan mengatur investasi untuknya.


Handi dan istrinya mengerutkan kening melihat Asta yang sedang merokok di sofa.


“Matikan rokoknya! Sini, aku ingin berbicara denganmu!”


Handi menatap Asta dengan tatapan yang dingin.


Asta kemudian mematikan rokoknya dan mengikutinya.


“Ayah, apa yang ingin anda katakan?”


Handi mengerutkan kening. “Apakah kamu tidak menyadari kondisi sekarang?”


Asta tersenyum. “Kondisi sekarang cukup baik. Kita sudah mendapatkan proyek, selama bisa mendapatkan investasi, Chelsea dan kita akan memiliki masa depan yang cerah.”


“Betul, karena masa depan Chelsea membaik, kondisi kamu akan semakin berbahaya.”


“Ah?”


Mendengar ucapan Handi, Asta terlihat bingung.


“Kamu juga mengerti, setelah proyek ini selesai, Chelsea akan memiliki kekayaan ratusan miliar, dia juga akan memiliki kedudukan di Surabaya. Apakah kamu merasa dirimu cocok dengannya? Aku bukan meragukan kemampuanmu, hanya saja kamu harus mengerti, kamu baru saja keluar dari penjara, sekarang bukan seperti enam tahun yang lalu, memulai usaha sangat sulit. Perbedaan di antara kamu dan Chelsea akan semakin besar,” ucap Handi dengan serius.


Fitri juga berkata, “Iya, kamu tidak ada pekerjaan sekarang! Mana mungkin kamu layak berdiri di samping anakku?”


“Betul! Jika kamu masih terus menjadi suami Chelsea, Chelsea pasti akan merasa malu.”


“Kami akan mencari kesempatan untuk berdiskusi dengan Chelsea agar kalian bisa cerai, demi kebaikan kamu dan Chelsea juga! Kamu harus menyiapkan diri!” ucap Handi.


Asta tersenyum. “Ayah Ibu, apakah kalian ingin membuangku setelah tidak berguna lagi?”

__ADS_1


“Apa maksudmu? Membuangmu setelah tidak berguna? Apakah kamu yang mendapatkan proyek ini? Kamu hanya membantu sedikit saja, Chelsea bisa mendapatkan proyek ini juga karena kemampuanya, ‘kan?”


“Betul. Jadi proyek ini sama sekali tidak ada hubungan denganmu!”


Mendengarnya, Asta hanya bisa tersenyum.


“Kalian tenang saja, aku akan membuat Chelsea menjadi wanita paling bahagia di dunia!” ucap Asta.


Fitri melototnya dan berkata, “Kamu akan menggunakan apa untuk membahagiakan Chelsea, kamu bahkan tidak memiliki rumah! Kalau kamu masih mempunya villa besar seperti dulu, aku masih percaya. Sekarang, kamu hanyalah orang miskin, kamu tinggal di rumahku, apakah kamu tidak merasa malu?”


“Lebih baik kamu tinggalkan rumah beberapa hari dulu, aku tidak ingin melihatmu.”


“Betul, belakangan ini Chelsea lebih sibuk. Kalau kamu berada di sampingnya, Chelsea akan susah fokus.”


Handi langsung menyuruh Asta pergi.


Asta yang diusir keluar juga tidak marah, karena ini adalah hutang dia kepada Chelsea.


Di bawah, sebuah mobil Rolls Royce mendekat.


Mayor Naga Biru turun dari mobil. “Silakan, Jenderal!”


Asta masuk ke dalam mobil.


Fitri yang sedang melihat keluar jendela tiba-tiba berkata, “Handi, cepat lihat. Sepertinya Asta masuk ke dalam mobil mewah itu.”


Handi langsung mendekat, dia melihat sebuah mobil Rolls Royce pergi dari sana.


“Apakah itu mobil Rolls Royce?! Pemiliknya pasti bos besar! Kenapa Asta bisa masuk ke mobil itu?” tanya Handi.


Fitri menjelaskan, “Aku hanya melihat sekilas saja. Sepertinya aku salah lihat, kalau dia bisa membawa mobil Rolls Royce, mana mungkin aku masih tinggal di rumah seratus meter persegi lebih ini?”


“Betul, kalau berharap dengannya, bisa-bisa aku mati kelaparan.”


Di dalam mobil.


Naga Biru berkata, “Jenderal, sekarang kita pergi ke mana?”


“Kompleks Royal Garden!”


Dia harus mengambil kembali vilanya!


“Jenderal, aku sudah mencari tahu. Orang yang tinggal di vila anda adalah Lukman! Direktur Trans Media yang berada di bawah Grup Huston Internasional.”


“Dia adalah tangan kanan David Huston! Setelah mengkhianati Jenderal, dia langsung bekerja di bawah David.”


David adalah anak dari Chandra Huston, pamannya Asta. Dia adalah orang yang mengatakan ingin menikahi Chelsea di perjamuan hari itu.


Dia sudah mendambakan Chelsea sejak lama.


Ketika mendengar nama Lukman, aura dingin melintas di mata Asta.


Orang itu adalah tangan kanan dan orang kepercayaan Asta.


Asta yang mengangkatnya dari bawah, kalau bukan Asta, dia sudah masuk ke penjara karena penipuan.


Asta mengingatnya dengan jelas. Setelah dia kena masalah, Lukman langsung menjadi anjing keluarga Huston. Dia orang pertama yang menghubungi media untuk memfitnah Asta.


Dia juga membuat banyak bukti palsu dan berhasil memasukkan Asta ke dalam penjara ….

__ADS_1


Asta merasa konyol ketika mengingat Lukman yang selalu bersikap hormat di depannya.


Mereka akhirnya sampai di Kompleks Royal Garden.


Berdiri di depan villa yang Asta desain sendiri, dia semakin marah.


Lukman berani tinggal di rumah pernikahan Asta?


Mati!


Pengurus rumah menyadari Asta, dia keluar dan bertanya, “Apa yang kalian lakukan? Kalian mencari siapa?”


Asta tersenyum, “Aku datang melihat rumahku!”


“Apa? Rumah kamu? Kepalamu tidak masalah?”


“Aku kasih, pemilik rumah ini adalah Pak Lukman dari Trans Media!” ucap pengurus rumah dengan anda dingin.


Asta tersenyum dan berkata, “Kalau begitu, apakah Lukman pernah memberitahumu siapa pemilik sebelumnya dari vila ini?”


“Aku tidak peduli. Aku hanya mengakui Pak Lukman!”


Saat ini, sebuah mobil Porsche datang.


Pengurus rumah langsung membuka pintu.


Lukman dengan jas rapi turun dari mobil, di sampingnya ada seorang sekretaris dengan pakaian profesional yang memegangnya. Sekretaris ini sangat seksi, kedua kaki panjang yang dibalut stocking warna hitam terlihat sangat mempesona.


Sekretaris dan Lukman kembali ke rumah, tidak perlu dipikirkan juga tahu apa yang akan mereka lakukan.


“Siapa dua orang ini?” tanya Lukman dengan kesal setelah melihat ada dua orang yang berdiri di depan gerbang.


Asta menoleh ke belakang dengan pelan, ketika melihat Asta, Lukman langsung tercengang.


Lukman sedang dinas keluar kota saat acara perjamuan keluarga Huston, jadi dia tidak melihat Asta.


Sekarang, dia gemetar melihat Asta.


Berbeda dengan anggota keluarga Huston yang lain, Lukman memiliki perasaan takut kepada Asta.


Apalagi Lukman melakukan kesalahan kepada Asta, sekarang Lukman bahkan tidak berani menatap Asta.


“Bagaimana kabar Pak Lukman?” tanya Asta sambil tersenyum.


Lukman menjawab dengan gemetar. “Ke … kenapa kamu datang ke sini?”


“Datang melihat rumahku!” jawab Asta melihat ke arah vila.


Lukman memberanikan diri melihat Asta, lalu berkata, “Sekarang vila ini tidak ada hubungan denganmu, cepat pergi dari sini!”


Asta tersenyum. “Kalau aku tidak mau pergi?”


Sekretaris Lukman yang bernama Willen melotot ke arah Asta. “Siapa kamu? Kamu juga berani membuat kekacauan di sini? Cepat pergi! Kalau tidak, aku akan memberitahu Pak David, kamu pasti akan dipukul sampai cacat!”


Ketika sekretarisnya menyebut nama David, Lukman menjadi lebih berani dan berkata, “Asta, karena kamu adalah atasanku dulu, aku tidak akan mempersulitmu. Cepat pergi dari sini!”


“Emang kamu siapa? Kamu juga berani mempersulit aku?” tanya Asta tersenyum dingin.


Willen tersenyum dingin. “Asta, kenapa kamu tidak pergi bercermin dan lihat siapa dirimu? Kamu berani berbicara dengan Pak Lukman seperti ini? Cepat berlutut dan minta maaf, lalu merangkak keluar dari sini!”

__ADS_1


__ADS_2