
"Halo!" sapa Ardi di telpon yang ada di sebarang sana.
"Tumben lo nelpon gue ada apaan ni," tanya orang yang di sebarang sana.
"Gimana kalua kita besok ketemuan di club, gue lagi malas besok. "
"Gimana ya masalah nya gue ada janji sama cewek gue, yaudah gue bakalan usahain nanti nemani lo ke culb setelah ngantar cewek gue yang super cerewet."
"Serah lo aja. "
"Ok sampai ketemu di club. "
"Sekalian aja lo ajakin yang lain biar gue yang traktir," tawar Ardi.
"Ok siap bos," ucap Rengki dengan penuh semangat karena ia mendengar bahwa Ardi yang akan membayar semua nya nanti.
Setelah mendapatkan persetujuan, Ardi langsung memutuskan sambungan telpon secara sepihak, bukan berarti pulsanya yang takut habis tapi ia merasa semua itu sangat cukup jadi ia tidak perlu menghabiskan waktu berharga nya untuk berbicara di telpon.
Ardi segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badanĀ yang terasa sangat lengket.
Beberapa menit kemudian Ardi keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai celana boxer dan kaos kebesaran bewarna putih yang bergambar kan tengkorak di bagian depan baju.
Ia pun menghampiri tempat tidur atau ranjang dan merebahkan badan kekar nan keras itu ke kasur dengan posisi telentang dan kedua tangan nya diletakan di atas kepala. Ardi menatap lurus keatas memperhatikan langit langit kamar.
__ADS_1
Perlahan memori ia dan Putri bermunculan di kepala nya.
Flashback
"Ardi kamu tadi udah janji sama aku, kalau kamu pengen ngajarin aku main sepeda," rengek seorang anak gadis yang cantik dan tentunya menggemaskan.
"Iya iya, tapi nanti ya aku lagu capek," mohon Ardi kecil kepada anak gadis itu.
"Pokoknya aku gak mau tau kamu harus ngajarin aku sekarang juga," Putri menggoncang goncang badan Ardi dan menarik paksa agar Ardi bangun dari sopa lapuk Putri yang sedang rebahan.
Ardi kecil yang tak tahan melihat tingkah Putri dan memberikan wajah imutnya kepada Ardi agar Ardi luluh dan Putri pun berhasil ," iya tuan Putri, bawel amat sih. Yaudah yuk kita pergi."
"Yey Ardi memang yang terbaik, gitu dong kalau jadi sahabat Putri, harus nurut," tidak bisa di bendung lagi kalau Putri saat ini sangat senang, akhirnya Ardi mau juga mengajarkan dia naik sepeda.
Ardi yang menyaksikan tingkah menggemaskan Putri pun melihat nya terkikik geli.
Ardi menuntun Putri untuk menaiki sepeda nya dan memegangi agar Putri tidak jatuh, dengan sangat pelan Ardi menuntun Putri dengan memegang tangan Putri dan Putri pun mulai mengayuh sepeda nya pelan pelan serasa sudah seimbang Ardi melepas kan tangan nya.
Dan yah Putri berhasil menaiki sepeda ia sudah mulai bisa menyeimbangkan sepeda nya.
Saking senang nya ia, tanpa Putri sadari ban sepedanya tersandung batu sehingga mengakibat kan Putri jatuh ke tanah.
"Akh... hiks hiks hua Ardi," tangis putri pecah saat ia merasa kan seluruh badan nya sakit usai terjatuh.
__ADS_1
Ardi yang melihat itu langsung bergegas menghampiri Putri yang sedang menangis.
"Ya ampun Put lutut kamu berdarah." Ardi mengangkat sepeda yang menimpa tubuh Putri dan meletakan nya di samping ia melihat lutut Putri yang mengeluarkan darah tanpa basa basi ia langsung merobek baju mahal dan bermerek miliknya.
Dengan hati hati Ardi melilitkan kain ke lutut Putri.
Putri yang melihat Ardi mengobati nya pun tersenyum rasa nya Putri sangat beruntung telah memiliki teman sebaik Ardi.
"Yes, sudah selesai," teriak Ardi dengan bangga saat telah selesai memberi perban ke lutut Putri.
"Makasih Ardi."
"Sama sama cantik," ucap Ardi tersenyum dan mengacak rambut Putri.
Flashback of
Ardi yang mengingat masa kecil nya pun tersenyum miris.
Ia meraih poto Putri yang berada di laci.
"Tunggu aku Put," ucap Ardi dengan yakin dan mantap.
****
__ADS_1
tbc
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA.