
Welcome back
Jangan lupa comen and vote
Happy reading all
♡♡♡♡♡♡♡
TO: PRINCES PUTRI
Putri maaf kan aku yah gak bisa pergi ke acara ulang tahun mu yang ke 17, tapi aku ucap kan untuk mu HAPPY BRITHDAY TO YOU for of to 17 years old, semoga tambah cantik panjang umur dan pintar, asal kamu tau kamu adalah orang yang sangat berarti buat aku, aku tidak pernah mengalami hal seperti ini selain dengan mu, aku merasa nyaman saat di dekat mu dan tanpa aku sadari aku telah jauh masuk ke dalam perasaan yang semulanya tidak ku mengerti yaitu sebuah perasaan cinta.
Yah aku mencintaimu Fitria Novriyani, dan jangan lupa buka ya kado dari aku.
FROM:
ARDI ALBIN MENAKO
POV AUTHOR
Setelah membaca surat yang memilukan dan menyedihkan bagi Putri ia pun menangis tersedu-sedu. Entah mengapa setelah membaca surat itu rasa keinginan Putri semakin bertambah untuk menemui sang pangerannya yaitu Ardi.
Tapi Putri sama sekali tidak memiliki kontak satu pun dengan Ardi dan orang terdekat Ardi, dan Putri bahkan tidak sama sekali mengetahui apakah Ardi masih hidup atau tiada.
Tapi Putri berharap Ardi masih berada di dunia ini dan datang ke rumahnya dengan sebuah tujuan tertentu yang pastinya menyenangkan bagi seorang Fitria Novriyani.
Yah tapi itu hanyalah sebuah harapan yang Putri sama sekali tidak ketahui apakah keinginannya itu terpenuhi atau sebalik nya.
"Ardi kamu di mana? Aku kangen kamu kuharap kamu akan baik-baik saja di sana," lirih Putri dengan air mata yang mengalir di pipi mulus dan putih yang di miliki Putri.
"Ardi apakah kamu juga merindukan aku? Hiks hiks hiks...." Tangis Putri semakin pecah dan menjadi-jadi rasanya ia ingin berteriak sekarang juga. Dan Putri berharap teriakan nya tersebut sampai ke New Zeland dan didengar oleh Ardi.
"Tidak kah Kamu tau aku rindu? Mengapa kau mengungkapkan perasaan mu itu dengan sebuah tulisan bukan lisan, aku ingin kamu mengatakan nya secara langsung di depan aku." Air mata Putri semakin banyak menetes dan membasahi surat yang ia baca.
Tidak puas satu kali membaca surat tersebut Putri mengulangi sekali lagi, di terakhir kalimat Putri membaca surat tersebut putri langsung teringat sesuatu yaitu kado.
Putri langsung saja mengambil kado yang di berikan Ardi dan membuka nya.
Setelah membuka kado tersebut Putri meraih isi kado tersebut yang berisikan sebuah liontin yang berbandulkan lambang hati dan di situ terukir dengan indah huruf A&P yang singkatan dari Ardi dan Putri.
__ADS_1
Putri yang melihat liontin tersebut pun tersenyum bahagia, dan pastinya ia sangat senang.
Tidak menyia-nyiakan waktu Putri langsung memakai liontin tersebut ke lehernya. Liontin itu sangat indah setelah tergantung dengan manis di leher seorang Putri.
"Terimakasih. " Sebuah kata yang sangat berarti bagi setiap orang dan kata tersebut berhasil Putri ucapkan untuk sang pujaan hati yang sedang dibedakan jarak dengan Putri.
Putri terdiam dan pandangan nya lurus ke arah jendela kamar yang sederhana milik Putri meskipun ardi telah memberinya sebuah liontin dan mengungkap kan perasaan nya melalui sebuah kalimat yang ditulis di atas kertas akankah Ardi masih mengingat nya yaitu seorang gadis yang susah dan tidak memiliki banyak harta.
Sebuah ide muncul di kepala Putri, yaitu ide bagaimana jika ia terbang dari indonesia menuju New Zeland untuk mencari keberadaan Ardi.
Lagi-lagi Ekonomi sebagai penghambat semua rencana Putri, bagaimana mungkin Putri pergi mencari Ardi jika ia tidak sama sekali memiliki uang. yang ada dia di new zeland akan jadi gembel.
Rasanya kepala Putri sangat pusing dan ingin meledak mengingat sebuah ingatan masa kecil nya di saat semua orang menghina nya tapi Ardi selalu membela Putri jika dibully oleh teman-teman sekolah Putri tapi semua itu hanya sebuah kenangan manis yang akan selalu Putri ingat.
Di sela sela melamunnya tanpa Putri sadari ada seseorang yang sedari tadi mengamati Putri dari belakang pintu kamar nya.
Seseorang tersebut masuk ke dalam kamar Putri.
"Kenapa Nak," tegur orang itu dan membuyarkan lamunan Putri tentang Ardi.
Putri membalikan badan nya, mata Putri dan orang tersebut pun bertabrakan untuk beberapa detik, "oh Mama, gak kenapa-napa kok."
Sang mama pun menghela napas, " gimana gak kenapa napa itu mata kamu kenapa bengkak?" Tanya Narni kepada sang anak meskipun ia sudah tau apa penyebab anak satu satu nya ini menangis.
Narni melirik sebuah kertas yang ada di genggaman tangan putri meskipun ia mengintip putri tapi Narni tidak tau apa isi dari kertas tersebut.
Putri yang menyadari itu ia langsung menyimpan surat tersebut kebelakang badan nya.
"Itu apa Nak?"
"Oh ini surat dari Cintisa Ma," bohong putri.
"Yakin kamu, gak lagi bohongin mama kan?"
"Um i-iy-a Ma."
Sebenarnya Narni tau jikalau anak nya ini sedang berbohong kepada nya, karena Narni tau perasaan putri bagai mana, jadi ia mempercayainya saja apa yang di katakan Putri.
"Yaudah kalau gitu mama keluar ya, jangan lupa makan mama dah siapkan serapan kamu."
__ADS_1
"Iya Ma."
Putri menghela napas gusar dan menatap nanar ke arah liontin yang diberikan Ardi.
********
Sedangkan di New Zeland seorang anak sedang bertengkar dengan sang ayah tiada habis-habis nya ibu yang melihat semua itu hanya bisa menangis melihat kedua orang yang di sayangi nya sedang bertengkar.
"Berani berani nya kamu melawan papa mu, lihat pengaruh buruk yang di berikan anak jalanan itu, meskipun dia tak ada di sisi mu masih saja dia bisa mempengaruhi mu," bentak Anthoni kepada ardi.
"STOP PA, JANGAN SALAHIN PUTRI." Ardi yang mendengar Putri dihina-hina di depannya sendiri oleh ayah nya sendiri langsung menarik kerah baju Anthoni denan kuat sehingga Anthoni berjinjit.
"Anak sialan kamu," maki Anthoni kepada Ardi yang telah membuat nya emosi, saking emosi nya Anthoni sampai sampai meninju pipi kiri Ardi.
Angelina yang hanya menyaksikan sedari tadi ia langsung berteriak histeris saat melihat dengan mata nya sendiri Anthoni meninju Ardi.
"ARDI," pekik Angelina.
Ia langsung menghampiri Ardi yang sedang tersungkur di lantai, dan membantunya berdiri.
"Nak sudah," cegah Angelina saat ardi ingin meninju anthoni lagi, namun apa daya sifat keras kepala nya membuat Ardi tak menghiraukan kata kata Angelina dan ia meninju Anthoni sehingga darah segar mengalir di sudut bibir Anthoni.
Angelina yang melihat itu semakin terisak, "Papa sudah, Ardi sudah!!!" lirih angelina dengan nada yang pilu.
Di saat Anthoni ingin membalas pukulan Ardi tiba tiba saja Angelina langsung menjadikan dirinya tameng untuk melindungi Ardi dari pukulan Anthoni.
Dengan refleks dan tak sengaja Anthoni meninju wajah Angelina, mata Anthoni dan Ardi membulat saat melihat Angelina kesakitan.
"Akh," ringis Angelina.
Dan tak berapa lama Angelina tak sadar kan diri.
"MAMA," teriak Anthoni dan Ardi bersamaan.
*******
Tbc
Ok guys jadi segitu dulu ya. JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA.
__ADS_1
By: Amanda
Ig:amandaferina6