Di Antara 2 Benua

Di Antara 2 Benua
Part 6


__ADS_3

Waktu yang di tunggu tunggu oleh Putri pun akhirnya telah tiba yaitu hari minggu tanggal 3 juli atau hari di mana Fitria Novriyani akan menjadi semakin dewasa.


Tentunya hari ini yang ditunggu-tunggu oleh Putri dari umurnya masih 13 tahun, sebab di ulang tahunnya yang ke 17 lah Ardi menjanjikan untuk datang kembali kepada Putri.


Waktu telah berjalan cepat kini hari sudah menunjukan jam 20:00 wib malam. tak disangka-sangka dan jantung Putri tak bisa distabilkan. b


Kini Putri pun bersiap siap untuk memakai gaun ulang tahun nya yang dibelikan oleh sahabat nya Cintisa, meskipun sederhana Putri tetap bersyukur kepada Tuhan.


Putri kini sedang dirias dan diberi make up oleh Cintisa dan dipakaikan gaun yang sederhana, tapi ketika gaun tersebut dikenakan oleh Putri sangat lah indah dan bersinar.


"Put, cantik banget lu kayak bidadari, atau bahkan mungkin cantikan lo lagi dari bidadari," puji Cintisa kepada Putri dan berhasil membuat Putri jadi malu-malu kucing.


"Apaan sih lu Cin berlebihan banget sih biasa aja kali." Putri lalu menoleh ke kaca meja rias nya untuk membuktikan apakah yang dikatakan oleh Cintisa itu benar adanya, "yelah Cin gua cantik gini kan 99% berkat lu juga yang make up nya jago."


"Apanya karena gue, emang lu nya aja udah cantik," Cintisa lalu memeluk Putri, "cieh umur nya berapa sekarang nih? oh iya yang paling penting Ardi kaya apa ya mukanya pasti ganteng banget, gua jadi penasaran nih," sambil mengeratkan pelukan mereka dan memberikan usapan di punggung Putri.


"Ya ampun Cintisa jangan buat gua makin gugup nih." Kemudian Cintisa melepaskan pelukan mereka dan mengusap-usap dadanya yang sedang berdegup kencang.


Tok


Tok


Tok


Suara ketokan pintu telah membuat mereka berdua terdiam berbincang.


"Nak kamu dah siap belum? teman-teman kamu sudah banyak yang datang dan bentar lagi acara akan dimulai." Mendengar suara serak-serak basah dari balik pintu yang membuat Cintisa dan Putri bergegas keluar dari kamar sederhana milik Putri.


Ceklek


penampilan Putri yang sangat anggun dan cantik sukses membuat mata Narni ibu nya putri membulat dan tercengang.

__ADS_1


"Bu ada apa? oh iya Putri dah siap nih Bu." Kata-kata yang telah Putri keluarkan tidak didengar sama sekali oleh ibu nya karena fokus sang ibu yang teralihkan dengan kecantikan serta keanggunan Putri malam ini. Ia tercengang atas kecantikan putrinya yang tak disangka. Merasa jika saat ini ibunya tengah melamun Putri melambaikan tangannya di depan ibunya, lantas lambaian tangan Putri di depan mata Narni telah membuat Narni sadar dari lamunan nya.


"Maaf Nak, MasyaAllah cantiknya anak Mama malam ini," puji Narni kepada anak nya yang sudah menggunakan gaun yang bisa di bilang sangat sederhana dan bewarna putih dan panjang gaun nya sampai di dekat mata kaki dengan rambut diurai ke depan dada sebelah kanan.


"Apa an sih Ibu, oh ya bu apa Ardi sudah datang??" tanya Putri dengan ekspresi yang tidak dapat dijelaskan senang nya. Ia berharap Ardi akan memenuhi janjinya.


Ibunya hanya menampilkan muka sedih dan seraya menggelengkan kepala yang bertanda jika pria itu belum datang.


Cintisa lalu merangkul bahu Putri dan mengusap nya perlahan sambil memberi kan semangat.


"Udah Put jangan sedih mungkin lagi di jalan atau ada sedikit masalah di jalan," ucap Cintisa seraya meyakinkan putri.


"Makasih ya Cin, kamu selalu ada untuk gue." Putri menggenggam tangan Cintisa dan memberikan senyuman manis nya.


"Yaudah ayok kita keluar di luar sudah banyak yang nungguin," ucap ibunya Putri memecahkan suasana haru yang sedang dialami anak nya.


__________


aku mulai melangkahkan kaki keluar seraya menuju tempat peniupan dan pemotongan kueh yang sudah disediakan untuk ku.


Perlahan-lahan aku keluar menuju suatu ruangan yang sudah di dekor seindah mungkin.


Dan betapa terkejut nya aku melihat ruangan tersebut, "so beautiful," gumamku dalam diam.


Yah ruangan tersebut sudah dihiasi dengan balon-balon dan tulisan happy brithday yang terbuat dari balon serta kueh ulang tahun berserta air kotak. Sangat mewah dan aku tak menyangka dengan hal ini akan terjadi di ulang tahun ku yang ke 17.


Lalu aku berdiri di depan meja yang sudah disediakan serta mendengarkan rangkain-rangkaian acara yang dibawakan oleh Cintisa.


Aku pun celengak-celenguk dengan perasaan yang mulanya penuh kegembiraan berubah menjadi kegelisahan sambil melihat ke arah setiap sudut-sudut setiap ruangan.


Untuk memastikan apakah orang yang aku tunggu-tunggu bertahun-tahun kedatangan nya akan hadir di acara ulang tahun ku.

__ADS_1


Sesekali aku melirik jam yang melingkar di tangan ku dan berusaha memikirkan hal yang positif tentang Ardi.


Dan kemudian aku mengucap kan sebuah kalimat di dalam hati ku aku merapalkan beberapa harapan ku.


"Ardi kamu ada di mana sekarang, apakah kau akan menepati janjimu yang telah kau ucapkan 4 tahun yang lalu.


Aku merindukan mu Ar cepat lah datang."


tanpa ku sadri sebuah cairan keluar dari mata ku dan membasahi pipi indah ku.


Ibu yang berada di samping ku pun terkejut melihat cairan yang keluar dari mataku, " Put kamu kenapa, apa kamu mikirin Ardi lagi? Mungkin dia lagi ada masalah di New Zeland jadi tidak bisa datang, jadi kamu jangan egois memikirkan kehendak mu saja dan mungkin dia sudah lupa dengan mu, sudah lah usah dipikirkan lagi. Mama tidak ingin kamu sedih di ulangtahun mu hanya karena ini."


Perkataan ibu sungguh membuat ku bungkam dan menyakitkan hati ku, tidak mungkin Ardi melupakan ku begitu saja.


New zeland


Auto pov


"Kenapa kamu membantah papa untuk dijodohkan dengan Andreana dan bertemu dia hari ini, dan malah mau pergi ke Indonesia, oh apa mau bertemu dengan perempuan jalanan itu? Masih aja kamu ingat sama dia? Pokoknya papa tidak izinkan kamu ke Indonesia!" ucap Anthoni dengan nada yang kasar membuat insan yang berada di rumah mendengarnya merasa ketakutan tak terkecuali Ardi.


"Pa kenapa sih Papa selalu ngatur hidup Ardi. Ardi sudah gede Pa bukan anak kecil lagi dan Ardi juga berhak menentukan pilihan Ardi sendiri." Ardi mengucapkan kata demi kata tersebut dengan deraian air mata.


Ardi pun meninggalkan papa nya beserta ibu nya yang dari tadi hanya menyaksikan anak dan suami nya bertengkar dikarenakan Angelina tidak mau mencampuri urusan mereka yang akan berakibat kan masalah tersebut makin panjang.


Brakkk


Sura bantingan pintu yang bersumber dari kamarnya Ardi mampu menembus ke ruangan di mana Anthoni berada.


Anthoni yang mendengar hanya menggeleng-gelengkan kepala.


______

__ADS_1


TBC JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA


__ADS_2