Di Antara 2 Benua

Di Antara 2 Benua
Part 11


__ADS_3

Jangan lupa vote and comen


Happy reading all


"Woii" teriak Cintisa mengejutkan Putri yang saat itu sedang fokus membaca buku, "baca buku terus lu gak capek apa?"


"Apa an sih Cin, tentulah harus baca buku kan nanti ulangan MTK."


"Hah, masa sih?" Cintisa yang tadinya terlihat sangat ceria langsung berubah menjadi panik, bagaimana tidak panik ia belum belajar dan menghapali rumus-rumusnya. "Aduh kemaren gue lupa catat rumusnya, Put gue minjam buku lo bentar." Tanpa ba bi bu dan izin Putri, Cintisa langsung merampas buku yang Putri pegang.


Putri yang melihat kelakuan sahabat nya ini hanya bisa geleng-geleng kepala kenapa ia bisa-bisanya kemarin berteman dengan Cintisa. "Izin dulu kek mau minjam jangan asal rampas aja," singgung Putri kepada Cintisa.


"Iye maaf, tuan Putri cantik Cintisa manis boleh minjam buku nya gak," mohon Cintisa dengan gaya pupy eyes nya.


Putri yang melihat itu pun sangat geli dan rasanya ingin muntah, "apaan sih lo Cin gak usah pake muka gitu juga kali, gue pengen muntah liat lo."


"Serah lu aja lah. Jadi lo mau minjamin gue apa enggak nih."


"Iya, gue pinjamin."


Cintisa yang mendengar persetujuan dari Putri pun langsung memeluk putri dengan erat. "Nah gitu dong itu baru sahabat gue"


"Usah kencang-kencang juga kali, lo mau ngebunuh gue apa?" keluh Putri karena ia merasakan pelukan Cintisa sangat erat sehingga membuat Putri sukar bernapas.


"Hehehe maaf," cengir Cintisa, dan melepaskan pelukan nya dari Putri.


"Hmmm."


"Ketus amat sih Neng."


"Au ah."


"Neng Putri," goda Cintisa.


"Jangan mulai deh Cin, baik lo baca buku sebelum bel masuk bunyi."


"Iya bawel."


"Apa lo bilang tadi?"


"Gue tadi bilang Putri cantik," bohong Cintisa untuk mengindari masalah, "udah-udah gue mau belajar dulu"


Cintisa mulai menghapal rumus namun baru beberapa menit Cintisa mulai fokus menghapal dan belajar, bel tanda masuk telah berbunyi.


'Kringgg'


'Kringgg'

__ADS_1


'Kringgg'


"Anjir gue baru mulai menghapal udah bel aja," maki Cintisa yang merasa sangat marah baru ingin menghapal rumus rumus eh malah bel bagaimana ia tidak kesal coba?


"Itu lah lu akibat tidak buka buku, kan gak tau kalau hari ini ada ulangan," sindir Putri. Cintisa memang selalu begitu ia malas untuk belajar bagi nya belajar itu membosankan apalagi pelajaran MTK ia selalu sering dihukum oleh guru killer bu Sacha karena sering tidak mengerjakan pr dan latihan.


"Nyindir ni ceritanya?"


"Menurut lo?"


"Iya gue salah dan gak pernah benar," lirih Cintisa dengan muka yang di buat buat menyedihkan.


Terdengar sura highels sepatu dari arah pintu masuk, Putri dan Cintisa langsung menoleh ke arah sumber suara.


Ternyata yang masuk adalah ibu Sacha, saat ibu Sacha masuk yang mulanya suara kelas yang seperti pasar tiba tiba saja menjadi hening. "OK anak anak antar buku paket, catatan, dan latihan ke depan, hari ini kita akan ulangan," seru ibu Sacha kepada para siswa.


Di dalam kelas tersebut berbagai macam ekspresi ditunjukan para siswa. Ada yang ekspresi nya senang, takut, tegang, biasa saja, cemberut, dan lain-lain semua nya menjadi satu campur aduk.


"Iya bu," jawab seluruh siswa yang ada di kelas dengan kompak.


********


"Akhirnya selesai juga ulangan, ni kepala rasanya ingin pecah," teriak Cintisa dengan lega. tidak sedikit orang yang memandang Cintisa dengan tatapan aneh.


"Cin gak usah pakai teriak teriak juga kali," tegur Putri karena banyak sekali sepasang mata yang memandangi mereka dengan aneh dan jijik.


Putri dan Cintisa pun melanjutkan perjalanannya yang ingin pergi ke kantin.


Sesampainya di kantin Putri dan Cintisa langsung duduk di salah satu meja yang di sediakan ibu kantin.


"Lo atau gue yang mesan."


"lu aja gue lagi malas," jawab Putri dengan muka yang memalas.


"Yaudah jadi lo mau pesan apa?"


"Bakso aja satu mangkok sama teh es."


Cintisa langsung bergegas pergi untuk memesan makanan mereka.


Putri yang saat itu sedang menunggu cintisa memesan makanan mereka pun, mendengar suara riyuh atau ribut dan teriak-terikan para siswi dari arah masuk kantin.


Putri yang penasaran apa yang terjadi sehingga ribut pun langsung melarikan pandangannya ke arah sumber suara, dan putri melihat di situ para Most Wanted sedang memasuki kantin, "oh pantas aja," ucap Putri karena ia sudah tau apa penyebab para siswi yang berteriak teriak histeris.


Tanpa Putri sadari mereka duduk bersebelahan dengan meja Putri. Putri menoleh ke arah samping dan ia melihat para Most Wanted duduk di sebelah meja mereka.


Mata Putri dan mata Rafin saling bertabrakan untuk beberapa detik, Putri yang menyadari itu pun hanya memberikan senyuman kepada Rafin dan di balas juga senyuman oleh Rafin.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian Cintisa datang dan membawa pesanan mereka yang di bantu dengan pelayan kantin.


Cintisa yang menyadari 3 Most Wanted duduk di sebelah mereka pun terkejut, "WOW put lihat tuh siapa yang duduk di sebelah meja kita," ucap Cintisa tanpa memindahkan pandangan nya dari Rafin dan kawan-kawan.


"Biasa aja kali," ujar Putri dan memutar bola matanya dengan malas.


Putri tidak terlalu memperhatikan Rafin dkk ia fokus untuk makan bakso yang telah membuat ia lapar sedari tadi. Putri makan bakso dengan lahap dan tidak memperhatikan sekitar yang memperhatikan dirinya dengan jijik dan geli tanpa terkecuali Rafin.


"Ya ampun Put lu kaya gak pernah makan seminggu aja," ucap Cintisa dengan menahan mualnya melihat Putri yang makan dengan belepotan.


Lihat saja Putri sekarang bahkan sisa makanan masih ada di sisi bibir mungil nya. Cintisa rasanya ingin tertawa terbahak bahak melihat penampilan Putri saat ini, "ya ampun Put liat noh bibir lu ada sisa makanan," tunjuk Cintisa ke arah sisi bibir Putri.


"Beneran lu?" Malu rasanya yang saat ini Putri rasakan ia langsung mengusap bibirnya dengan menggunakan tangan kanan.


Kini Putri melanjutkan acara makan yang tertunda akibat ada sisa makanan di bibir mungil nya kini ia makan lebih berhati hati dan anggun.


Namun perkataan yang Cintisa lontarkan membuat Putri tersedak bakso "put coba deh liat perasaan dari tadi Rafin liatin lu terus"


"Uhk uhk uhk masa sih." Dengan cepat Putri melihat ke arah Rafin dan benar saja Rafin melihat Putri. Mata Putri beradu pandang untuk beberapa saat dengan Rafin.


Panggilan dari Cintisa membuat mereka memutuskan kontak mata mereka. "Put, kayanya Rafin suka deh sama lo."


"Hah, candaan lu gak lucu Cin." Putri yang mendengarkan penuturan Cintisa barusan pun tergelak.


"Gue serius Put," ucap Cintisa dengan muka yang serius.


"Lo serius Cin?" tanya Putri dengan nada yang tak percaya. Putri tidak percaya atau shok jika benar Rafin suka sama Putri mungkin dia lagi khilaf karena suka dengan perempuan yang tidak ada apa apa nya banyak perempuan di luaran sana yang lebih baik dari pada dirinya.


"Kenapa sih lu jadi orang gak pekaan banget."


"Maksudnya?"


"Au ah gak tau gue." Kenapa wanita seperti Putri ini tidak pekaan sekali jadi orang, jelas-jelas tatapan Rafin itu adalah tatapan seorang lelaki kepada seorang wanita.


"Gak jelas banget sih Cin."


Sumpah Putri dibuat bingung dengan perkataan Cintisa, apa maksudnya Cintisa mengatakan kalau Rafin suka sama dia. Putri makin dibuat pusing lagi dengan drama yang baru muncul di kehidupan nya.


*******


Tbc


By:Amanda


Ig:amandaferina6


Vote & comen

__ADS_1


__ADS_2