Di Antara 2 Benua

Di Antara 2 Benua
Part 21


__ADS_3

Wellcome back


Jangan lupa vote dan comen


Happy reading all


*******


Kini Putri sedang berguling guling di tempat tidur, ia merutuki dirinya yang tadi mencium Rafin. Putri duduk di kasurnya dan menutupi permukaan wajah dengan bantal, karean saat ini Putri sangat malu luar biasa. Kenapa sih ia tadi tidak menerima permintaan Rafin kiss di pipi, jika ia tadi menerima pasti ia tidak akan menoleh ke layar lebar yang tiba tiba ada mahluk yang paling di takuti Putri sehingga mengakibatkan ia ketakutan dan memeluk Rafi, dan parahnya lagi sampai mencium. Jika kalian menjadi Putri pasti sangat malu bukan.


Putri membuang bantal yang menjadi penutup wajahnya ke sembarang arah, namun bantal yang Putri buang mengenai seseorang yang sedang berdiri di belakang Putri, "Auuu," ringis orang itu. Putri langsung tercekat mendengar ringisan orang tersbut, ia menepuk jidatnya kenapa ia berbuat ulah lagi dan parahnya lagi orang yang terkena imbasnya seseorang yang sangat Putri kenal.


Putri membalikan badannya dan menatap orang itu dengan sengiran, "maaf ma, Putri gak sengaja." Putri membentuk jari tangannya seperti hurup V. Sang mama hanya geleng geleng kepala melihat tingkah anak sulungnya ini.


"Kamu lagi ada masalah Put," tanya Narni. Ia duduk di kasur samping Putri. Ia melirik ke arah Putri yang sedang salah tingkah.


"Gak kenapa napa kok ma."


"Kok muka kamu nunjukin salah tingkah."


"Hah- masa sih ma," Putri langsung menangkup mukanya malu. siapa sih gak malu kalau ketahuan lagi salah tingakah oleh orang tua, kan gak lucu toh. Narni yang melihat itu terkekeh, ternyata anaknya sudah dewasa dan sudah mengerti apa itu cinta, pendapat Narni tentang anaknya yang bertingkah seperti itu, sedang jatuh cinta. Cinta adalah sebuah perasaan yang di miliki setiap mahluk yang bernyawa dan sebuah perasaan takut kehilangan terhadap sesuatu dan enggan untuk menghianati. Jika ada sepasang kekasih dengan begitu mudahnya saling melempaskan, berarti peeasaan yang mereka rasakan bukan dari hati tapi nafsu semata.


Narni tersenyum kearah anaknya dan mengusap lembut surai Putri, "sayang, lakukanlah  yang menurutmu itu bagus selama tidak merugikan orang lain, ikutilah kata hatimu."


"Tumben bijak ma," yah memang jarang sekali Narni barkata bijak kepada anaknya sendiri sedangkan dengan anak orang lain sering sekali menasehati dengan kata kata bijak. Putri memeluk sang mama yang telah melahirkannya ke dunia ini, Putri menangis di pelukan sang mama sebab mamanya lah yang selalu ada buat dirinya. Ia berharap akan terus begini dan tidak ada masalah yang sehingga membuat hubungan mereka menjadi renggang, "makasih ma"


Narni mengecup pelipis Putri dengan sayang di sela pelukannya, ia menatap sang anak dengan seksama dan penuh kasih sayang, "nanti makan ya, mama udah buatin nasi goreng kesukaan kamu."

__ADS_1


Mata Putri langsung berbinar saat mendengar nama nasi goreng kesukaannya. Putri langsung melepaskan pelukan dan segera berlari ke arah pintu, Narni hanya mampu menggelengkan kepala melihat tingkah laku Putri yang menggemaskan saat sedang berbinar.


Di dapur Putri langsung membuka tudung saji di atas meja makan. Di situ ia melihat makanan yang ia sukai sedang tersaji dengan penuh kerapian oleh Narni. Putri menarik kursi yang berada di dekat meja, lalu mendudukan  pantatnya di situ. Ia mengambil nasi goreng dari tempat semula, Putri tidak menghiraukan lagi lingkungan sekitar, ia langsung melahap dengan nikmat nasi goreng tersebut.


Putri akui kalau ia memang sangat menyukai yang namanya makanan, ia tidak pernah takut jika badannya gendutan. krena baginya, untuk apa cantik cantik jika akhirnya jadi tengkorak. Kan kita hidup di dunia hanya sementara tidak selamanya dan juga hanya untuk menjalankan perintah dari tuhan masing masing untuk mencapai kehidupan yang sesungguhnya.


Setelah selesai makan ia mencuci piring terlebih dahulu dan barulah ia membersihkan badan untuk tidur. Putri memutarkan badannya untuk merenggangkan otot. Barulah ia segera masuk kedalam kamar dan tidur cantik untuk melupakan masalah sejenak.


******


Di pagi kamis yang cerah ada anak manusia yang sedang berdandan seadanya di depan cermin, ia merias wajahnya senatural mungkin dan apa adanya. Tidak terlalu menor seperti kebanyakan orang. Ia hari ini mengenakan hodie putih dan celana levis hitam, rambut sebahunya ia geraikan.


Serasa telah sempurna Putri langsung keluar dari kamar dan menuju teras rumah untuk mengambil sepeda, di karena kan ia hari ini akan kesekolah untuk mengurus Ijzah, dan begitu juaga siswa yang lain. Ia tidak lagi naik angkutan umum yang biasanya karena takut telat, sebab ia sudah lulus jadi kalau menggunakan sepeda tidak ada lagi kendala dan uang juga menjadi hemat.


Putri dengan semangat mengayuh sepedanya membelah jalanan macet Jakarta, meskipun udaranya sungguh tidak enak Putri tetap semangat, di karenakan saat ini masih pagi. Masa ia pagi pagi udah loyo. Ia terus mengayuh sepedanya sambil bernyanyi dan memandangi kota Jakarta yang di penuhi oleh gedung gedung besar yang menjulang tinggi. Ia turut perihatin dengan kota Jakarata yang hampir tidak lagi terlihat warana hijau di pinggiran jalan.


Tak terasa waktu begitu cepat, kini Putri telah sampai di depan pintu gerbang sekolahnya. Ia tersenyum tak terasa ia telah lulus dari. Sekolah ini.


"Ada apa neng?" Tanya pak Aryo dari dalam gerbang.


"Bukain Gerbangnya" perintah Putri dengan senyum manis andalannya.


Pak Aryo menggaruk kepalnya, "emang ada keperluan apa kesekolah?"


"Mau ngurus Ijazah"


"Maaf neng buakannya bapak tidak mau membuakakan, tapi ini sudah peraturan sekolah, hanya di bolehkan membuka gerbang pada saat jam istirahat."

__ADS_1


Putri mengusap wajahnya kasar, kenapa ia semapat melupakan peraturan tersebut. Ia melirik jam tangan yang melingkar di lengan kiri Putri. Dapat ia lihat kalau jam istirahat tinggal 2 jam lagi. Masa ia akan menunggu selama itu di depan gerbang sekolah tanpa ada atap sama sekali, yang ada ia akan gosong di situ. Tidak kehabisan ide, Putri berusaha merayu sang Satpam dengan pupy eyes dan memasang wajah imut untuk meluluhkan hati seorang satpam yang tengah berdiri di depan matanya.


Namun usaha yang Putri lakukan sia sia,tetap saja satpam tersebut tidak mengizinkan Putri. Ia menghentakan kakinya kesal.


Tin


Tin


Tin


Sebuah mobil SUV sedang memarkirakan mobilnya di belakang Putri. Putri menoleh kebelakang ingin melihat mobil siapa kah yang ada di belakangnya. Sang supir yang meliaht mobil Rafin langsung membuakkan pintu gerbang. Putri melongo tidak percaya dirinya dengan susah susah berusaha untuk di bukakan gerbang tapi tidak membuahkan hasil, dan sedangkan dengan hanya membunyikan klakson mobil langsung di bukakan. Wah emang dunia ini tidak adil.


Saat satpam tersebut menutup kembali gerbang yang tidak ingin memberikan akses masuk bagi Putri harus terhenti saat mendengar ucapan Rafin, "biarkan saja ia masuk," kepala Rafin keluar melalui kaca mobil yang sudah ia buka dan menghadap ke arah gerbang.


Satpam tersebut mengangguk dan mempersilahkan Putri masuk ke dalam perkarangan sekolah. Dengan senang hati Putri menerima tawaran tersebut, ia langsung mendorong sepedanya ke dalam untuk di parkir. Ia bersyukur kepada tuhan bahwa ada Rafin yang sudi menolong dirinya.


Setelah selesai memarkir sepeda, Putri memutuskan untu masuk ke dalam sekolah, namu aksinya harus terhenti saat ia merasakan rangkulan di bahunya. Putri menoleh kearah orang itu dan juga menoleh kearahnya, "Fin, apaan sih kamu, nanti kalau ada yang liat gimana?"


Putri merasa resah dengan keadaan ini bagaimana jika ada orang yang melihat dirinya yang di rangkul Rafin. Sunghuh Putri tidak mau menjadi amukan para fans Rafin. Kepala Putri celengak celenguk untuk memastikan para murid sedang belajar, dan tidak ada melihat dirinya.


"PUTRI, RAFIN." Putri menegang mendengar panggilan tersebut.


*******


Tbc


By: Amanda

__ADS_1


Dan follow ig


amandaferina6


__ADS_2