
Author Pov
Kini Rafin dan Putri sedang berada di dalam mobil dalam perjalanan ke Mall untuk menonton di Bioskop. Mengapa Rafin mengajak Putri untuk menonton karena baginya suasana menonton bersama itu sangat romantis dan ditambah lagi genre film yang akan mereka toton tersebut adalah horor, misalnya nanti Putri di tengah perjalanan menonton tiba-tiba hantunya nongol di layar lebar dan kemungkinan besar ia akan memeluk Rafin karena kaget. Bukannya hal seperti itu sangat menguntungkan. Itulah yang ada di pikiran Rafin saat ini.
Entah itu kesialan bagi Putri atau sebuah keberuntungan bagi Rafin, kebetulan sekali ada film horor baru yaitu ? Pengabdi Setan. Pengabdi Setan yang akan tayang pada hari ini.
Rafin memarkirkan mobilnya di parkiran Mall. Ia keluar dari mobil tersebut dan membukakan Pintu untuk Putri. Putri tersenyum ke arah Rafin yang membukakan pintu mobil untuknya dan keluar dari mobil yang menjadi tumpangannya tadi.
Mereka berjalan berdua menyusuri koridor dengan senyum yang tak henti dari wajah tampan dan cantik mereka. Namun tangan Rafin yang menggenggam tangan Putri, membuat Putri kaget dan langsung menatap Rafin heran.
Rafin yang merasakan kebingungan dari Putri langsung menoleh. "Biarkan seperti ini."
"Tapi kenapa?" tanya Putri bingung dan mana lagi jantungnya berdegup kencang saat merasakan sensasi hangat akibat sentuhan kulit di telapak tangannya.
"Kamu gak suka?" Putri tidak mengharapkan mendengar lontaran kalimat itu dari mulut Rafin, tapi ia hanya bingung dengan tindakan Rafin yang tiba-tiba. Di sisi lain Putri sangat risih dengan genggaman tangan Rafin dan di sisi lain lagi ia sangat tidak enak dengan Rafin, bagaimana juga Rafin lah yang akan membayarkan ia menonton.
"Eh, suka kok," sanggah Putri cepat agar Rafin tidak berfikir yang tidak-tidak tentang dirinya.
"Kalau gitu biarkan tetap terus begini." Putri hanya bisa mengangguk dan menyetujui permintaan Rafin, karena dengan memenuhi permintaan Rafin ia bisa membalas kebaikan Rafin hari ini.
"Nah gitu dong," ucap Rafin bangga sambil mengacak rambut Putri gemas dengan menggunakan tangan yang satunya.
Rafin menarik tangan Putri dari keramaian pengunjung mall yang lumayan banyak untuk memasuki lift. Putri yang di tarik mendengus kesal terhadap sikap Rafin yang kekanak-kanakan baginya.
Di dalam lift hanya ada keheningan yang menyelimuti Rafin dan Putri. Putri yang ingin memecahkan keheningan tersebut namun ia harus berbicara serempak dengan Rafin yang juga ingin sama ingin memecahkan keheningan.
"Rafin/Putri," ucap mereka bersamaan.
"Fin lo duluan," ujar Putri yang memberikan kesempatan Rafin berbicara duluan.
__ADS_1
"Nggak lo aja yang duluan," balas Rafin yang tak mau kalah.
"Lo"
"Lo"
"Lo"
"Lo"
"Elo aja"
Tak lama pintu lift terbuka dan barulah mereka menghentikan debat yang sama sekali tidak menguntungkan. Mereka sudah sampai di bagian Bioskop dan dengan cekatan Rafin menarik tangan Putri untuk mengikuti jalannya.
Rafin membeli tiket terlebih dahulu, setelah itu barulah dia masuk ke Bioskop dan menyerahkan tiket kepada penjaga Bioskop.
"Lumayan rame ya," ujar Putri melirik Rafin yang sedari tadi hanya berdiam diri saja.
Entah Rafin sadar atau tidak semenjak ia dekat dengan Putri ia lebih banyak tersenyum dari pada dahulu yang kaku dan dingin bak es batu.
Mereka duduk di salah satu bangku nomor 2 paling depan di Bioskop. Sembari menunggu Filmnya dimulai, Rafin dan Putri sama-sama memainkan alat teknologi yang sering digunakan setiap insan yaitu handphone.
Rafin membuka instagram miliknya, dan membuka bagian Chat. Di situ ia melihat grup persahabatannya dengan Riyan dan Irvan. Mereka berdua sedang meledek Rafin yang lagi masa pdkt dengan Putri.
Grup Penikmat Janda
Riyan: cieh yang lagi kencan, pj dong.
Irvan: oh iya ya Yan, ada yang lagi kasmaran.
__ADS_1
Riyan: saking kasmaran nya ingat kita aja pasti enggak.
Irvan: apalah daya kita yang jomblo ini.
Riyan: lo aja kali yang jomblo gue kaga.
Irvan: bangsat lo.
Rafin: berisik kalian berdua.
Irvan: duh ada yang terganggu kencan nya.
Rafin: yang ga ada gebetan dan pacar gak usah berisik dan spam yang ga jelas.
Setelah membalas chat di grupnya Rafin mematikan hpnya dan memasukan ke saku celana laki-laki itu. Rafin menatap ke arah Putri yang juga menatapnya, Putri tidak lagi memainkan handphone semenjak Rafin membalas chat teman-temannya, ia tadi hanya sekedar membalas chat dari Cintisa.
Tak berapa lama ada pemberitahuan bahwa sebentar lagi film akan tayang, Lampu bioskop yang semulanya terang kini berubah menjadi minim yang hanya ada cahaya dari layar lebar yang menayangkan film. Putri menonton dengan hikmat dan menghayati setiap alur cerita. Di tengah tengah cerita Ia mulai ketakutan saat mendengar suara-suara yang membuat bulu kuduk berdiri bagi yang penakut seperti Putri. Keringat dingin bercucuran di pelipisnya.
Rafin yang mengamati Putri sedari tadi rasanya ingin tergelak melihat Putri yang berkeringat hebat, baru segitu sudah takut, bagaimana jika melihat hantunya pasti akan berteriak histeris atau menangis. Rafin melap keringat Putri menggunakan sapu tangan yang berada di saku celananya. Ia selalu membawa sapu tangan tersebut kemana pun, karena ia tau pasti ia akan membutuhkan sapu tangan tersebut. Putri yang mendapat perlakuan tersebut hanya tersenyum kearah Rafin. "Terimakasih," ujar Putri.
Rafin mengangguk dan mengacak rambut Putri. Rafin menyodorkan popcorn yang ia beli tadi bersama Putri di mall sebelum masuk ke Bioskop. Putri langsung mengambil Popcorn yang diberikan Rafin, ia meletakan Popcorn tersebut di pangkuannya dan menikmati popcorn tersebut sendirian ia tidak memperhatikan Rafin yang geleng-geleng kepala. Masa dirinya yang membeli popcorn tersebut tapi tidak dibagi oleh Putri, bukannya tidak ikhlas tapi itu hanya ibarat saja.
Putri yang merasakan tenggorokannya kering langsung meminta air mineral kepada Rafin. Ia menoleh kearah Rafin yang sedang fokus menonton untuk meminta air mineral yang Rafin pegang setelah membelinya tadi namun barulah Putri sadar ia menikmati popcorn tersebut sendirian tanpa membagi yang membelinya. Rafin yang merasa ditatap pun memalingkan wajahnya ke Putri.
"Kenapa?"
_______
TBC
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA.