Di Antara 2 Benua

Di Antara 2 Benua
Part 7


__ADS_3

Di dalam kamar Ardi tengah menangis sambil memegang dan menatap sebuah benda perak yang melingkar dan berbandulkan kunci mini. Sebut saja dia adalah laki-laki pengecut yang menangis hanya karena seorang wanita yang merupakan makhluk lemah.


"Put maaf kan aku tidak datang ke ulang tahun mu, aku juga merindukan mu apakah kamu sekarang masih mengingat ku, jikalau kamu ingat kamu jangan kecewa kepada ku, dan bukalah surat yang ku beri 4 tahun yang lalu...


Dan pasti kamu cantik dan anggun sekali hari ini," Ardi sambil mengusap kalung yang di berikan putri dan air mata nya satu persatu jatuh ke sebuah gambar masa kecil nya dengan Putri.


Tiba-tiba sebuah tangan kekar menepuk bahu nya dan merampas sebuah poto dan kalung dari tangan Ardi.


Ardi yang menyadari akan kejadian tersebut lalu membalikan badan nya.


Dan betapa geram nya Ardi orang yang di depannya sedang menyobekan fotonya bersama Putri dan kalung nya pun dibuang ke sembarang arah menuju jendela dan mengenai tanah yang bersemak-semak tebal dari lantai 5 kamar Ardi.


"Apa yang telah dilakukan Papa? mengapa Papa membuang dan menyobek nya." Lalu Ardi memunguti bagian bagian poto yang yang sudah terpisah-pisah akibat ulah papa nya sendiri.


"Jadi kamu telah menyimpan poto itu tanpa sepengetahuan Papa rupanya." Suara tersebut sontak membuat Ardi semakin benci kepada ayah kandung nya sendiri.


"Emang apa urusan nya dengan Papa?" ucap Ardi dengan nada yang tidak kalah tinggi dengan Anthoni.


"Kamu bertanya apa masalah dengan papa (humptt)" anthoni sambil tertawa kecil, "Yah jelas keluarga kita akan malu atas perbuatan mu yang berhubungan dengan perempuan itu."


"kita??? Papa aja kali yang malu Ardi enggak," tangan Ardi sambil menepuk-nepuk halus bahu ayah nya.


PLAKK


Sebuah tangan kasar dan besar menyentuh kuat muka Ardi yang mulus dan tentunya mengakibatkan gambaran tangan terlukis di wajah Ardi.

__ADS_1


"Papa," ucap Ardi dan mencengkram kerah baju ayah nya.


Ayah nya hanya melihat kan apa yang akan dilakukan oleh Ardi.


Dan kemudian Anthoni melepaskan cekalan Ardi di kerah bajunya dan meninggalkan keluar dan mengunci pintu kamar Ardi dari luar menggunakan kunci yang diambil nya dari meja belajar Ardi.


"Papa buka pintunya!!" dengan sekuat tenaga Ardi menggedor pintu dan mendobraknya.


Pada akhir nya Ardi pun menyerah dan mendudukkan dirinya di belakang pintu sambil menangis.


_________


Indonesia


Putri pun telah menunggu kedatangan Ardi berjam-jam lamanya sambil sesekali mengintip keluar berharap Ardi datang.


Tanpa Putri sadari seseorang laki-laki tengah duduk di samping nya, " lo nungguin siapa sih pasti nungguin gue kan." Mendengar suara tersebut Putri langsung menoleh ke sampingnya dan terkaget-kaget, "lo kenapa sih Put ada masalah?"


"Enggak Fin gue cuman ngelamunin acara ini doang," bohong Putri.


"Gue tau kok lo tu bohong Put, ceritain aja masalah lu ke gue kalau nanti nya gue bisa bantu,"ucap Rafin sambil memandang lurus ke depan tanpa melihat wajah Putri.


"Iya sih aku ada masalah Fin, tapi janji ya kalau gue ceritain jangan ketawa dan dirahasiakan dari banyak orang," Putri menoleh ke arah Rafin untuk memandang wajah Rafin.


"Iya gue janji, jadi apa masalah nya?" dengan nada sangat-sangat penasaran.

__ADS_1


Putri pun menceritakan semuanya dengan panjang lebar kepada Rafin.


"Jadi gitu Fin," Putri menundukkan wajah nya dan menangis.


Rafin yang mendengar cerita Putri hanya bungkam tidak bisa berkata apa apa.


"Sudah lah mungkin dia ada urusan sehingga tidak dapat hadir." Rafin pun mendekap tubuh mungil milik Putri.


Putri pun menangis sepuas nya di dada bidang Rafin.


¤¤¤☆☆¤¤¤


Matahari telah menunjukan sinar nya di sebelah timur dan deringan handphone bertanda alarm pun menyadarkan seorang gadis yang tengah tertidur.


kemudian Putri bangun dari tidurnya dan menitikkan air mata nya.


Tiba-tiba ia langsung teringat akan surat yang di berikan Ardi untuk nya apabila ia tidak datang di acara ulang tahun dirinya.


Putri bergegas mencari kado dan surat tersebut, dan membongkar seluruh ruangan kamar nya sehingga kamar tersebut berantakan.


Kemudian ia melirik ke bawah kolong meja belajarnya yang sudah reyot dan ia melihat sebuah gulungan kertas yang kusam.


Putri langsung menyambar kertas tersebut dan membuka nya perlahan lahan.


Setelah membaca surat tersebut air mata Putri berjatuhan dengan derasnya dan membuat nya semakin merindukan sosok Ardi terus menerus.

__ADS_1


_________


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA


__ADS_2