
Setelah selesai makan mereka pun lanjut berbincang dengan Mama Diana, Putri mencoba mendekatkan diri kepada calon mertua nya itu dan Putri pun menceritakan keluh kesah hidupnya.
Hari pun mulai gelap dan Putri ijin pamit untuk pulang karena besok gadis itu harus bekerja.
"Tante Putri pamit pulang ya, kalau ada waktu nanti Putri main lagi kesini" ujarnya seraya mencium punggung tangan wanita paruh baya itu lalu memeluknya.
"Iya sayang hati-hati ya jaga diri baik-baik" Pesannya, Lalu Mama Diana pun membalas pelukannya dan mencium kening gadis itu.
"Yasudah Ma Putra antar Putri dulu ya" ujar Putra pamit
"Iya sayang, hati-hati jangan kebut-kebutan bawa calon mantu Mama ini."
"Siap Ma,, dah mama."
Merekapun bergegas keluar rumah dan langsung masuk ke dalam mobil yang sudah terparkir dekat pintu gerbang rumahnya itu, lalu Putra membukakan pintu mobil dan mempersilahkan Putri masuk ke dalam mobil.
"Sayang sebentar" ujar Putra seraya memasangkan sabuk pengaman ke tubuh gadis itu.
"Tuhan wajah dia dekat sekali dan hampir menempel dengan bibirku" batin Putri.
Berdebar jantung gadis itu saat bibir pria tampan itu hampir menyentuhnya. Setelah Putra memasangkan sabuk pengaman lalu menengok dan bibirnya benar-benar menyatu. Degupan jantung yang makin menderu seakan darah mengalir begitu cepat.
"Tuhan apakah dia mendengar debaran jantung ku" batin Putri.
Cup,, dengan cepat Putra pun mengecup lembut bibir mungil gadis itu. Jantung Putri serasa terhenti, saat Putra terus mengecup bibirnya dengan lembut, dan deru nafas keduanya mulai tak beraturan, Putri sama sekali tidak ada pergerakan dia hanya terdiam sembari memejamkan matanya saat Putra terus mengecup bibirnya.
Pasrah hanya itu yang bisa Putri perbuat, lama semakin lama Putra terus mengecupnya sampai nafas keduanya tersengal, sesekali Putra melonggarkan kecupannya dan menatap wajah merah gadis itu karena malu, lalu Putra memulainya lagi, Putri benar-benar tidak menyangka pacarnya akan seperti ini, Malu hanya itu yang ada dalam Benaknya saat ini.
"Kak udahan dong takut ada orang lewat" ujar Putri seraya melepaskan diri dari ciuman panas kekasihnya yang sedari tadi tidak berhenti mengecupnya.
"Nggak bakalan sayang di rumah ini gak bakalan ada orang lain yang lewat" Sahutnya.
"Emmm..." sahut Putri singkat.
Lalu Putra meneruskan kecupannya itu dan semakin memanas, wajah Putri semakin merah padam nafasnya sudah tidak beraturan, bukan hanya itu, tangan nakal Putra sudah mulai masuk ke dalam kemeja yang Putri pakai dia mulai merem*s-rem*s gundukan ranum milik gadis itu tidak ada penolakan, gadis itu hanya terdiam mengikuti permainan sang pacar yang semakin memuncak.
__ADS_1
"Tuhan apalagi ini? apa yang ingin dia lakukan sekarang" batinnya.
"Sayang kamu kok diem aja sih" ujarnya berbisik di telinga gadis yang sedari tadi hanya terdiam.
"Emm,,"
Hanya kata itu yang keluar dari mulut gadis itu.
Putra merasa di balik celana sudah mulai tak terkendali dan dia segera menghentikan aksi panasnya itu.
"Aku gak boleh lakuin ini pada Putri ini belum saatnya" batinnya.
"Sayang maafin aku ya" ujar Putra seraya memandang wajah gadis cantik di hadapannya itu, dan Putri segera merapihkan kancing kemejanya yang acak-acakan akibat ulah kekasihnya.
"Emm,,,
Lagi-lagi hanya kata itu yang keluar dari mulut gadis itu.
"Kita pulang ya."
Didalam perjalanan Putra selalu menoleh ke samping kursi kemudinya itu.
"Sayang kenapa diem aja" tanyanya seraya memegang tangan Putri memakai tangan kirinya dan tangan kanan fokus untuk mengendalikan setir.
Putri pun hanya menggelengkan kepalanya dan sedikit menyunggingkan senyum ke hadapan Putra.
Malu! itu yang ia rasakan saat ini.
Tak lama mereka pun sampai di depan Kost-an Putri, dan Putra pun langsung kembali pulang setelah mengantarkan kekasihnya itu.
"Sayang aku langsung pulang aja ya udah malem banget soalnya" ujar Putra pamit.
"Iya kak, hati-hati" sahut Putri
"Hmm,, kok masih manggil kakak sih" protesnya
__ADS_1
"Oh,, Iya maaf, Sayang hati-hati ya. I Miss you."
"Ehh, nanti dulu maen pergi-pergi aja" Putra menahan tangan Putri yang hendak keluar dari mobil.
"Nih! Putra menyodorkan pipinya kode agar Putri mencium nya. "Ayo lakukan, Sayang"
Cup,, tanpa banyak pikir Putri pun dengan cepat mendarankan kecupan nya di pipi mulus Pria itu.
"Miss you too... "Sahut Putra.
Lalu Putri segera keluar dari mobil dan berlari memasuki rumah kost nya itu.
"Sejak kapan loe punya keberanian seperti itu Put" gumamnya seraya memandang wajahnya yang masih sedikit memerah di hadapan cermin itu.
Putri terus menerus memegang bibir nya yang sudah di cium beberapa kali oleh Pria yang sekarang berstatus sebagai pacarnya itu.
"Ahh ini manis, dan sungguh membuat aku terbayang-bayang akan kelembutan bibirnya" gumamnya seraya tersenyum menyeringai.
Putri belum pernah sebahagia ini, dia memang belum pernah berpacaran sebelumnya, dan ini pertama kalinya dia memiliki pacar.
Putri terus menerus memikirkan kejadian tadi saat bersamaan Putra, tak lama diapun tertidur sampai esok hari.
*
*
*
*
*
**Hay Readers masih semangat membaca kan?
jangan lupa like, komentar dan vote ya,,
__ADS_1
#Happy Readingš