
Benar-benar Ririn bikin darah Putra mendidih, rasanya ingin sekali Putra membalas semua perlakuan buruk terhadap kekasihnya itu. Karena ini benar-benar keterlaluan.
"Bisa-bisanya Ririn melakukan itu kepada Putri, sepertinya aku harus bertindak, karena jika dibiarkan Ririn akan semakin menjadi" batinnya kesal, karena Putra tahu bagaimana sifat mantan pacarnya itu. Ririn orang yang sangat nekat dan akan melakukan apapun untuk kepuasan dirinya.
"Sayang, maafin aku ya, tidak bisa melindungi kamu saat Ririn menganiaya kamu" ujar Putra merasa bersalah. Dan Putra pun terus menatap wajah pias kekasihnya itu.
"Aku gak apa-apa kok" sahut Putri lirih. "Lagian tadi aku sempat bales perlakuan Ririn terhadapku, jadi kamu nggak usah terlalu khawatir" ujarnya menenangkan, karena Putri tahu kalau Putra begitu mengkhawatirkannya.
"Ya sudah kalau begitu kita pulang ya nak" ajak Mama Diana kepada anak dan calon menantunya itu.
Tak lama sampailah di rumah dan merekapun beristirahat karena lelah seharian mengelilingi kota Jakarta ditambah lagi kejadian tadi di restoran saat Ririn menganiaya Putri. Rasanya begitu melelahkan dan menguras emosi.
"Sayang kamu istirahat gih ke kamar, mama juga mau istirahat dulu" ujar Mama Diana seraya berjalan menuju kamarnya yang agak jauh dari ruangan tempat mereka berada saat ini.
"Iya mah" sahut Putri dari kejauhan, karena wanita paruh baya itu sudah hampir sampai di pintu kamarnya.
Lalu Putra pun mengantarkan Putri ke kamar tamu agar dia beristirahat. "Sayang... sekali lagi maafin aku ya nggak bisa jaga kamu" ujar Putra merasa bersalah.
"Nggak apa-apa sayang, aku baik-baik aja kok." sahutnya.
"Hmmm.... kamu bisa tenang tapi aku kepikiran takut Ririn berbuat macam-macam lagi bahkan yang lebih dari tadi" ujarnya khawatir.
__ADS_1
"Sudahlah lupakan kejadian tadi, dan kalaupun Ririn melakukan itu aku tidak akan diam saja, aku akan membalas apa yang dia lakukan terhadap ku" Putri pun terus menenangkan agar kekasihnya itu tidak terlalu mengkhawatirkannya.
Cup,, satu kecupan lembut mendarat di bibir gadis itu. "Kamu memang wanita tangguh dan baik, aku nggak salah memilih kamu untuk jadi istriku" bisik Putra di telinga gadis itu.
Tak hanya menciumnya Putra pun memeluk kekasihnya itu dan membaringkan nya ke atas ranjang, Putri yang hanya bisa pasrah menerima ciuman demi ciuman yang Putra daratkan di bibir mungilnya itu. "buka mulutnya sayang" ujar Putra berbisik, karena Putri hanya diam terperangah dengan apa yang di lakukan kekasihnya itu. lalu gadis itu pun menuruti apa yang di bisikan kekasihnya itu, untuk membuka mulutnya, lalu Putra mengecup dan memainkan lidahnya di dalam mulut gadis itu, Putra merasakan begitu kencang debaran jantung kekasihnya. dia tahu kekasihnya itu hanya bisa terdiam pasrah dengan apa yang ia lakukan saat ini. Nafas keduanya pun sudah tak beraturan dan Putra terus ******* bibir mungil gadis itu yang membuatnya sangat bernafsu ketika berada di hadapannya.
"Sayang,, mengapa kamu membuat aku candu, candu untuk terus mencium dan mengecup bibir mungil ini" ujarnya
Tak berhenti di situ, Putra meneruskan aktivitas nya, lalu mencium leher gadis itu dengan penuh nafsu, Putri bergidik karena terasa geli saat Putra mengecup tengkuknya itu. "Geli tahu" ucap Putri pelan.
Putra benar-benar tak menghiraukan ucapannya, dia terus menerus mengecup lembut leher kekasihnya itu dan tangannya pun mulai meraba-raba kedalam bajunya.
"Putra mengapa kamu membuat aku tidak bisa berkutik seperti ini! "batinnya
Lalu Putra pun menyibakkan baju gadis itu yang posisinya tepat di bawah tubuh nya.
lalu pria tampan itu merem*s-rem*s dada ranum milik kekasihnya itu, kenyal dan begitu kencang membuat Putra semakin ingin berbuat nakal.
Putri merasakan di bagian bawah yang menindih tubuhnya itu ada benda keras yang sedari tadi mengganjal di atas tubuhnya itu.
Putra benar-benar sangat bernafsu dengan tubuh kekasihnya itu. Sampai-sampai Putra tak sadar kalau organ sensitif nya sudah tak terkendali. Tangan Putra tak diam di situ saja dia ingin sekali bermain-main di area sensitif milik kekasihnya itu, tapi dia takut tidak bisa menahan diri untuk tidak melakukannya.
__ADS_1
"Ahh,, aku tak boleh melakukan nya sekarang" batinnya
Tak lama Putra pun menghentikan aktivitas nya karena dia takut terjadi hal yang tidak di inginkan jika dia terus menerus bermain bersama tubuh kekasihnya itu
"Sayang kamu bobo siang ya, aku akan kembali ke kamar" ujar Putra lirih, dengan nafas tersengal-sengal dan tak beraturan. akibat aktivitas nakalnya.
"Hemm..." sahutnya singkat, karena Putri tidak tahu harus bicara apa, dia hanya heran dengan kekasihnya yang begitu bernafsu jika sedang berada di dekatnya.
Putra pun bergegas ke kamarnya, untuk menenangkan organ sensitif nya yang sedari tadi nampak mengganjal di balik celananya itu. Entahlah setiap berada di dekat gadis itu jiwa Pria nya begitu terbangun dan benar-benar tidak bisa di kendalikan. perasaan dulu saat bersama Ririn Putra tidak seliar ini, mengapa gadis ini begitu membuatnya mabuk kepayang.
*
*
*
*
*
Happy Reading 😍😍
__ADS_1