Di Lain Waktu

Di Lain Waktu
Mantan


__ADS_3

Pagi sekitar jam 08.00 WIB Putri bangun dari tidurnya dan dia pun langsung bergegas ke kamar mandi.


Setelah mandi Putri pun bergegas ke meja makan untuk sarapan, karena sedari tadi Mama Diana sudah memanggilnya untuk sarapan pagi.


"Sayang kamu masih ngantuk ya?" tanya Mama Diana, karena melihat mata gadis itu sembab seperti kurang tidur.


"Iya Mah, semalam Putri pulang jam 12 malem karena keasikan melihat pertunjukan air mancur menari ditaman." jelasnya


"Pantesan Mama nggak melihat kalian pulang ,karena Mama tidur jam 10 malam." ujar Mama Diana. "Ini lagi Putra kemana ya kok belum keluar kamar, apa dia masih tidur? gumamnya. "Coba sayang kamu panggil Putra di kamarnya." ujarnya menyuruh gadis itu untuk menjemput Putra di kamarnya.


"Iya Mah" sahut Putri lalu bergegas menuju kamar Putra.


Tok tok tok" Putri mengetuk pintu kamar kekasihnya itu.


"Masuk aja nggak di kunci" sahut Putra di dalam kamar


"Sayang ayo ke luar ditunggu Mama." ujar Putri, lalu menarik tangan Putra.


"Sayang kamu cantik banget sih" ujarnya memuji, alih-alih keluar kamar, Putra malah menarik Putri ke atas ranjang lalu mengecup bibir gadis itu dengan lembut dan penuh gairah "Sayang kenapa sih kamu semanis ini." bisiknya lembut di telinga gadis itu.


Benar-benar Putra hilang kendali jika sedang berdua bersama kekasihnya itu, karena wajah dan tubuh gadis itu membuat jiwa laki-lakinya keluar.


"Sayang lepasin kita ditungguin Mama dari tadi." ujar Putri seraya melepaskan diri dari cengkraman kekasihnya itu.


"Sebentar doang kok sayang." ujar Putra, lalu dia mencium gadis itu lagi.


"Sayang lama sekali memanggil Putra nya." teriak Mama Diana di balik pintu yang sebentar lagi akan masuk ke kamar Putra.


Lalu mereka berdua pun langsung berdiri dan Putri nampak terlihat sedang merapikan bajunya yang sedikit berantakan akibat ulah kekasihnya itu.


"Iya Mah, ini Putra udah siap kok tadi lagi mengeringkan rambut dulu" sahut Putra menyangkal.


"Ayo sayang" ajak mama Diana dan tanpa curiga Mama Diana pun langsung menarik gadis itu keluar dari kamar dan di ikuti oleh Putra.


Mereka menyantap sarapan pagi bertiga,


Kebahagiaan pun terlihat diwajah wanita paruh baya itu, Dia merasa telah mempunyai keluarga lengkap kembali setelah satu tahun yang lalu ditinggalkan sang suami yang menyisakan begitu banyak kesedihan, dan sekarang kebahagiaan itu kembali lagi dengan kehadiran gadis cantik yang begitu ia sayangi dan akan menjadi menantunya dalam waktu dekat.


Setelah sarapan wanita paruh baya itu mengajak calon menantunya jalan-jalan ke Mall terbesar yang ada di Jakarta dan memborong banyak baju di salah satu butik ternama.


"Sayang setelah ini kita jalan-jalan ya" ajak wanita paruh baya itu kepada calon menantunya.


"Kemana Mah?" sahut Putri.


"Ke Mall sayang, sekalian mau belanja bulanan dan belikan kamu sesuatu, kamu harus mau ya."


"Iya Mah" sahut Putri lirih

__ADS_1


"Manis sekali kalian berdua wanitaku" batin Putra lalu tersenyum


Putra merasa bahagia sekali karena Mama nya begitu menyayangi kekasihnya itu, dia semakin yakin untuk menjadikan Putri sebagai istrinya. Selain Cantik Putri juga baik dan sopan, itu yang membuat Putra semakin yakin untuk mempersuntingnya.


"Ya udah kalau sudah selesai Mama ganti baju dulu ya sayang, kamu sama Putra tunggu aja di mobil biar kita langsung berangkat" ujar Mama Diana


"Iya Mah" sahut Putri. Gadis itu hanya bisa mengiyahkan semua permintaan calon mertuanya itu karena walaupun menolak pasti dia Wanita paruh baya itu akan terus memaksanya.


Putra pun langsung menggandeng kekasihnya itu menuju mobil yang sudah terparkir di depan rumah karena semalam mobilnya tidak dimasukkan ke dalam garasi rumah, dan mereka pun masuk ke dalam mobil, sambil menunggu Mama Diana yang sedang mengganti baju mereka hanya beradu tatap tanpa mengeluarkan suara.


Tak lama wanita paruh baya itupun sudah berada di dalam mobil.


"Ayo sayang kita berangkat" ujar Mama Diana yang sudah berada di dalam mobil itu.


"Oke Mah" sahut Putra, lalu melajukan mobilnya.


Tak lama sampailah di Mall yang begitu bagus dan besar, Putri pun terperangah melihat gedung Mall yang begitu besar dan menjulang tinggi yang terdiri dari 10 lantai, Putri memang tidak pernah memasuki Mall semewah ini, karena Putri tinggal di kampung, semenjak kerja saja Putri pergi ke kota.


Mereka berjalan memasuki Mal, dan Mama Diana mengajak Putri menuju ke sebuah butik ternama yang berada di Mall itu.


"Sayang ayo kita kesini" ajak Mama Diana seraya menarik pergelangan tangan calon menantunya itu.


Di dalam sana wanita paruh baya itu mengambil banyak sekali baju-baju yang menurutnya bagus dan cocok untuk calon menantunya itu.


Dia mengambil 20 model baju terbaru dan menyuruh calon menantunya untuk mencobanya satu persatu.


"Mama, ini terlalu banyak, dan Putri nggak mungkin mencobanya semua" ujar Putri menolak.


"Udah gak usah nolak coba aja dulu kamu pasti sangat cantik memakai baju-baju ini" Wanita paruh baya itu terus memaksa Putri untuk mencoba semua baju pilihannya, dan Putri hanya bisa menghela nafas dengan kelakuan calon mertuanya itu


"Hmm,,,I-iya Mah" sahut Putri pasrah, karena mustahil baginya bisa membantah calon mertuanya itu.


Putri pun mencoba semua baju yang di pilihkan calon mertuanya itu, dan sepertinya semua pas di tubuh gadis itu. Wanita paruh baya itu sangat puas dengan pilihannya karena semua cocok di pakai calon menantunya itu.


"Sayang kamu cantik banget memakai baju ini, Ahh emang calon menantu Mama yang satu itu sangat cantik" ujarnya memuji


"Ahh, Mama bisa aja" sahut Putri seraya memeluk calon mertuanya itu. "Makasih ya Mah buat semua ini, Putri gak pernah sebahagia ini, Putri sayang Mama."


Dari kejauhan Putra melihat kelakuan Mama dan kekasihnya itu, mereka begitu kompak dan sangat dekat. Rasanya Putra bahagia sekali melihat pemandangan ini.


"Ahh,, Putri memang diciptakan untukku untuk membuat bahagia aku dan Mamaku" batinnya.


°°°°°


Mantan


Tiba-tiba seorang gadis cantik datang menghampiri Putra yang sedang duduk memandang kedua wanita spesial dalam hidupnya itu.

__ADS_1


"Putra, kamu lagi ngapain disini?" sapa Ririn, yang tak lain adalah mantan pacar Putra yang sudah lama menghilang dalam hidupnya, karena Ririn berselingkuh dengan sahabatnya sendiri.


"Bukan urusan kamu" jawabnya ketus


"Kok kamu gitu banget sih, bukankah kamu sangat mencintai aku dulu" ujar wanita cantik itu. Ririn pun duduk di samping Putra lalu melingkarkan tangannya di leher Putra yang statusnya sudah menjadi mantan pacarnya itu.


"Lepasin" ujar Putra seraya melepaskan tangan wanita itu dari lehernya.


Dari kejauhan mata Putri terbelalak melihat mereka seolah sedang bermesraan karena wanita itu sangat dekat dan hampir mencium kekasihnya itu.


"Siapa wanita cantik itu?, nampaknya dia begitu dekat dengan Putra" batinnya.


"Sayang. kok bengong kenapa?" ujar Mama Diana heran karena melihat calon menantunya itu aneh. Lalu wanita paruh baya itu melihat kearah pandangan gadis itu.


"Apa,,,!! wanita paruh baya itu nampak geram melihat kelakuan wanita yang sedang bersama Putra itu, lalu dia berjalan menuju tempat Putra dan Ririn duduk.


"Mau ngapain kamu ganggu anak saya lagi, dasar wanita murahan gak tau diri" makinya seraya menarik Ririn dan menjauhkannya dari Putra


"Eh Tante, apa kabar Tante?" sapa Ririn lalu menyodorkan tangan untuk bersalaman.


"Dasar wanita tidak tahu malu, belum puas kamu dengan satu lelaki dan sekarang mau goda anak saya lagi." makinya semakin geram dan kesal melihat kelakuan Ririn yang tak tahu malu. "Saya kasih tahu ya sama kamu jangan pernah mendekati anak saya lagi karena sebentar lagi Putra akan menikah dengan Putri gadis yang setia dan santun, tidak seperti kamu wanita murahan dan tidak tahu malu. Pergi kamu dari hadapan saya dan jangan pernah sekali pun menunjukkan batang hidungmu di hadapan saya lagi, ingat itu!" ancamnya.


Putri hanya terdiam dan bingung dengan wanita cantik di hadapannya itu. Mengapa calon mertuanya itu sangat marah dan begitu benci kepada wanita itu, dia seperti menyimpan dendam kepada wanita cantik yang sedang ada di hadapannya itu.


"Apa ini mantan Putra yang tempo hari Mama Diana ceritakan? " batinnya menerka


"Kurang ajar perempuan ini sudah merebut Putra dari gue, awas kamu gadis kampung dan awas lu Nenek tua sudah mempermalukan gue di depan umum seperti ini" batin Ririn kesal.


Lalu Ririn pun ke luar dari butik itu dengan wajah merah dan mata berkaca-kaca, karena makian dari Mamanya Putra sangat menusuk ke hatinya ditambah lagi Putra sekarang sudah mau menikah.


"Ternyata Putra sudah tidak mencintai aku lagi dia sudah melupakan aku" gumam Ririn seraya berlari menuju mobilnya yang berada di parkiran Mall.


*


*


*


*


Hay, hay Readers


masih penasaran kan dengan kelanjutan ceritanya


jangan lupa kasih like dan komen 🙏🙏


Happy Reading 😍

__ADS_1


__ADS_2