Di Lain Waktu

Di Lain Waktu
Kekhawatiran Mama Bela


__ADS_3

Sudah hampir 2 jam Angga di kamarnya dan tidak mengeluarkan suara sedikitpun, Mama Bela terus menerus mengetuk pintu kamar Angga, tapi tidak ada jawaban sama sekali.


"Sayang buka pintu nya, kamu belum makan, kamu kenapa sih Nak? cerita dong sama mama kalau ada masalah." Perasaan khawatir Mama Bela makin menjadi karena Angga tidak menyahuti panggilannya."


"Ya Tuhan, ada apa dengan anakku?, jangan-jangan Angga bu.." batinnya berfikir aneh.


"Gak,, gak mungkin Angga senekat itu" gumam Mama Bela, dan terus menyakinkan dirinya kalau anak lelakinya itu baik-baik saja.


Wanita paruh baya itu tidak menyerah, terus membujuk anak lelakinya agar membukakan pintu kamar.


"Sayang ayo dong buka pintunya," terus mengetuk lagi tanpa henti. "Sayang kamu mau bikin Mama sakit ya?, ayo Nak keluar " ujar Mama Bela terus memohon agar Angga membukakan pintunya.


Ceklek,, di Bukakan lah pintunya oleh anak lelakinya itu


"Apa sih Ma?" gumam Angga seraya melemparkan badannya ke atas kasur.


"Kamu kenapa sih Nak?" tanya Mama Bela khawatir. Ada masalah apa sayang, ngomong sama Mama.


"Aku Gak apa-apa Ma," jawab Angga ketus, "Udah sana Mama keluar Angga mau sendiri," lalu Angga mengusir dan mendorong Mama Bela agar segera keluar dari kamarnya.


"Kamu belum makan sayang, makan dulu yuk" ajak mama Bela, apa mau Mama bawain ke kamar?" tawarannya sambil mengelus punggung putranya itu.


"Nggak mau!" bentak Angga ke Mamanya itu sambil melepaskan tangan wanita paruh baya itu yang ada di punggungnya.


"Udah cepetan mama keluar dari kamar Angga, Aku mau sendiri dulu."


"Yasudah iya Mama keluar. tapi,kamu jangan macem-macem yah sayang, jangan bikin Mama jantungan. dan kalau kamu udah tenang cerita ya nak sama Mama," Mama Bela pun keluar dari kamar Angga dengan penuh kekhawatiran dan penuh tanya.


Begitu nampak di wajahnya yang begitu mengkhawatirkan anak lelaki semata wayangnya itu.

__ADS_1


"Tuhan ada apa dengan anakku, kenapa dia seperti ini?" batinnya.


Setelah Mama Bela keluar Angga segera mengunci kembali kamarnya dan melanjutkan tidurnya. Angga pun tertidur sampe pagi hari, dia merasa hari ini hari buruk dan berencana tidak masuk kerja karena hatinya sedang kacau. Lalu Angga meminta ijin kepada atasannya untuk tidak masuk dan tak lupa menghubungi Andri sahabatnya itu.


Pesan pribadi..


"Pak maaf saya hari ini tidak bisa masuk kerja, dikarenakan saya sedang tidak enak badan." Begitulah isi pesan pribadinya.


"Iya" balasnya singkat.


"Terimakasih pak" balas Angga lagi.


"Bro sorry gue hari ini nggak masuk kerja, loe tolong handle kerjaan gue ya, thanks." Chat Angga kepada sahabatnya Andri.


Angga pun melanjutkan tidur nya karena dia gak mau ingat-ingat kajdian kemrin dimana Putri menceritakan bahwa dirinya sudah mempunyai pacar, dan Angga memilih melanjutkan tidurnya.


Mama Bela masih merasa penasaran dan khawatir kenapa anaknya bisa seperti itu. Dan Wanita paruh baya itu berencana menanyakan ke teman dekat Angga yaitu Putri. Karena Mama Bela tahu Putri sering sekali bersama Anak lelakinya itu, lalu Mama Bela pun bergegas menuju ke kamar Putri sebelum Putri berangkat bekerja.


"Put ini Mama Bela nak," ujarnya di balik pintu kost-an Putri.


"Iya Mah sebentar" sahutnya dari dalam kamar. "Ada apa ya mama Bela pagi-pagi udah kesini" batinnya bertanya-tanya.


Ceklek,, di bukalah pintu kamar dan Putri langsung mempersilahkan Mama Bela masuk.


"Sini Mah masuk" ajak Putri. "Ada apa Mah tumben pagi-pagi udah kesini?" tanya Putri penasaran, karena tak biasa berkunjung pagi buta ke kamar anak-anak kostnya.


"Put kamu tau nggak Angga kenapa?" tanya Mama Bela penasaran. "Kemrin sore Angga banting-banting semua barang yang ada di kamar nya sambil teriak-teriak, dan dia juga gak mau keluar kamar sampai saat ini" Tuturnya.


"Yang bener Mah?" sambar Putri kaget, karena Angga tidak pernah seperti itu sebelumnya.

__ADS_1


"Iya Put makanya Mama kesini mau nanya ke kamu siapa tau kamu tahu Anak Mama kenapa" Tutur Mama Bela.


"*A*ngga kenapa yah kok dia begitu apa gara-gara gue kemrin sore" batinnya.


"Mah kemarin terakhir sore sih Angga sama Putri di balkon ngobrol berdua seperti biasa"


Putri pun menceritakannya dengan detail.


"Gini mah Putri kan curhat sama Angga kalau Putri baru saja jadian sama cowok Putri, terus Angga bengong aja, lalu Angga ijin ke Putri buat masuk ke rumah. Stelah itu Putri juga langsung balik ke kamar, aku nggak tau lagi setelah itu" ujarnya menjelaskan.


"Oh,, jadi ceritanya seperti itu" sahut mama Bela.


"Jadi ini masalahnya, sepertinya Angga menyukai Putri tapi Putri tidak mengetahuinya" batin Mama Bela.


"Yasudah kalau begitu Mama pamit dulu, terimkasih ya Nak" ujarnya, lalu keluar dari kamar gadis itu.


"Apa benar Angga suka sama Putri? tapi, selama ini Angga nggak pernah cerita sama Mama kalau dia menyukai Putri" gumanya seraya berjalan menuju ruang tamu di rumah itu lalu duduk termangu.


*


*


*


*


**Hay para Readers,, lanjut membaca yuk


setelah itu jangan lupa Like dan komen dan juga vote ya

__ADS_1


Terimakasih ๐Ÿ™๐Ÿ™


Happy Reading All๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š


__ADS_2