
Setelah berbelanja, Mama Diana mengajak Putri ke sebuah restoran mewah yang ada di Jakarta, tempatnya pun tak jauh dari tempat mereka saat ini.
"Sayang, setelah ini kita makan dulu ya" ujar Mama Diana.
"Iya mah" sahut Putri.
Sepertinya Putra benar-benar hanya jadi sopir mereka. Bahkan Mamanya sendiri pun tampak acuh padanya karena Mama Diana hanya memperhatikan calon menantunya itu. Maklum saja dengan pacar Putra yang dulu kurang begitu akur.
"Putra ayo kita jalan" Ujar Mama Diana
"Hmmm,,, emang mau kemana lagi?" tanyanya kesal, karena dari tadi dia hanya jadi sopir kedua wanitanya itu.
"Ke restoran yang biasa kita makan" sahut Mama Diana
"Ya sudah ayo" sahut Putra pasrah. Tapi dia merasa senang melihat Wanita paruh baya itu bahagia.
°°°°°
Restoran
Sesampainya di restoran mereka memilih duduk di private room karena itu sudah menjadi kebiasaan jika makan bersama keluarga.
Seorang pelayan pun bergegas ke meja tempat mereka duduk, lalu menanyakan apa yang mau mereka bertiga pesan.
"Selamat siang nyonya! Silahkan pilih menu yang akan dipesan" ujar pelayanan lalu mencatat semua pesanan yang di pilih. Selesai mencatat pelayan pun langsung memberikan apa yang di catatnya kepada juru masak di restoran itu.
Tak lama hidangan yang di pesan pun datang, dan Mama Diana mempersilahkan kepada calon menantunya dan anak laki-lakinya itu untuk segera makan.
"Putra, Putri yuk kita makan." ujarnya mempersilahkan
"Iya mah" sahut Putri dan Putra berbarengan.
Merekapun makan makanannya dengan lahap karena capek dari pagi sudah keliling Mall yang sangat besar. Apalagi Putri yang baru pertama kali ke Mall yang begitu besar, dan juga di suruh bulak balik ke ruang ganti baju demi memenuhi permintaan calon mertuanya itu untuk mencoba semua baju yang di pilihkannya dalam jumlah yang tidak sedikit.
Capek! tapi bahagia, itu yang Putri rasakan saat ini. Mendapatkan Kekasih yang sangat mencintai nya dan calon mertuanya yang begitu sayang padanya. Tak henti-hentinya Putri mengucap rasa syukur atas nikmat yang ia dapatkan saat ini.
Disela-sela makan siang wanita paruh baya itu tetep tidak mau diam untuk berbincang dengan calon menantunya itu bahkan ketika sedang menyendok makanan ke dalam mulutnya. Seperti mendapatkan teman yang begitu cocok dalam hidupnya, karena Putri gadis yang penurut, maka dari itu ia sangat menyukainya
"Sayang, nanti kamu kasih nomor rekening kamu ke Putra ya" ujar Mama Diana seraya menyendok makanan di hadapannya itu.
"Buat apa Mah" tanya Putri penasaran.
"Udah kasih aja ke Putra biar dia kasih kamu uang bulanan buat keperluan kamu" ujarnya menjelaskan.
"Mah, nggak usah. Putri kan kerja, lagian Putri punya gaji kok" ujar Putri menolak.
"Udah gak apa-apa sayang, lagi pula Putra punya gaji banyak dan nggak pernah Mama minta, jadi mending buat kasih kamu" sahutnya lagi
"Mama...."
__ADS_1
"Udah gak usah nolak"
"Ini maksudnya apa sih gue gak boleh nolak apapun" batinnya
"Iya sayang, anggap aja ini tabungan kita berdua buat nanti kita menikah" Putra pun menimpali.
"Hmm...." sahut Putri pasrah, yang artinya setuju dengan apa yang merekam katakan. Karena dia sudah tidak mempunyai kata-kata lagi untuk menolak.
"Benar-benar calon suami dan mertua yang baik mereka ini" batinnya lagi
Di sela-sela obrolannya tiba-tiba Putri ijin ke toilet karena ingin Buang air kecil.
"Mah, Putri ijin ke toilet dulu ya sebentar"
"Iya sayang" sahut Mama Diana.
Putri berjalan ke toilet, setelah itu dia bercermin sebentar untuk merapikan pakaiannya itu.
Brukk,,
Dari belakang Ririn menarik dan mendorong Putri ke wastafel.
"Aww,, sakit" rintih Putri, karena Ririn tak hanya mendorong nya tapi dia menjambak rambut panjang gadis itu.
Putri hanya bisa merintih dan menahan sakit. Putri tak bisa melawan karena Ririn menjambaknya dengan sangat kuat dan penuh emosi.
"Kamu mau apa? Emang saya punya masalah apa dengan kamu?" tanya Putri penasaran. Karena dia merasa tidak pernah punya masalah dengan wanita di hadapannya itu.
Putri benar-benar tak habis pikir Ririn bisa senekat ini. "Bukannya kamu sudah lama putus dari Putra" tanyanya Kepada wanita di hadapannya itu.
Ririn sama sekali tak menggubris apa yang di tanyakan Putri, dia terus menjambak rambut gadis itu makin kuat.
Putri pun teriak karena Ririn bener-bener memperkuat jambakannya, sampai-sampai gadis itu terjatuh.
"Sialan! wanita ini belum tahu dia marahnya gue" batin Putri
Putri pun bangkit lalu dia mendekati wanita cantik itu.
Plakk plakk,, dua tamparan mendarat di wajah gadis itu, Aww,," rintih Ririn, karena Putri benar-benar membalasnya dengan penuh emosi karena perlakuan Ririn terhadapnya sungguh keterlaluan membuat Putri tidak bisa mengontrol emosinya.
"Kamu pikir aku akan diam saja kamu perlukan seperti ini" ujar Putri seraya menjambak rambut panjang cewek yang membuat darah nya mendidih seperti saat ini.
Plakkk,,, Putri mendaratkan tamparan lagi ke wajah mulus Ririn.
Ketika Ririn akan mendaratkan tamparan kepada gadis itu, dari belakang wanita paruh baya itu memegang tangannya yang hampir menampar calon menantunya itu.
"Ririn! berani kamu menyentuh Putri, akan ku patahkan tangan kamu yang mulus ini" ancamnya seraya memutar tangan wanita cantik itu.
"Aww,, Sakit" rintih Ririn, karena tangannya di putar dengan kuat oleh wanita paruh baya itu. "Dasar wanita tidak tau diri, wanita murahan, masih saja kamu berani mengganggu kehidupan anak saya." Benar-benar Ririn membuat wanita paruh baya itu murka.
__ADS_1
Wanita paruh baya itu datang karena dia merasa heran, kenapa calon menantunya itu tidak kunjung kembali dari toilet, dan dia berinisiatif menjemputnya. Dan ternyata begitu sampai di toilet di suguhkan pemandangan yang benar-benar membuat darahnya mendidih.
Ririn pun bergegas pergi dari toilet itu karena dia takut wanita paruh baya itu semakin murka. "Kurang ajar kamu Nenek tua, awas saja aku akan membalas semua perlakuan mu barusan" batinnya
Ketika Ririn hendak melangkahkan kakinya keluar dari toilet, langkahnya tertahan karena wanita paruh baya itu menarik tangannya lalu mendaratkan tamparan sekali lagi ke wajah wanita cantik itu.
"Aww,," rintih Ririn seraya memegang pipinya yang baru saja mendapatkan tamparan yang kedua Kalinya. "Sekali lagi kamu mengganggu calon menantuku jangan harap hidup kamu akan baik-baik saja" ancamnya
Lalu Ririn berlari dengan mata berkaca-kaca dan memegangi pipinya yang begitu sakit karena tamparan yang bertubi-tubi di daratkan oleh wanita paruh baya itu.
Lalu wanita paruh baya itu memeluk calon menantunya dan mengelus-elus pucuk kepala nya.
"Sayang kamu diapain aja sama wanita murahan itu" tanya nya seraya memeluk gadis itu.
"Tadi Putri di dorong mah, ditampar terus di jambak sangat kuat sampai terjatuh ke lantau" jelasnya
"Apa! berani-beraninya Ririn melakukan ini semua sama kamu. Lihat ya Ririn apa yang akan saya lakukan nanti" ancamnya.
Lalu mereka segera kembali ke meja makan.
Putra yang disana merasa heran dengan Mama dan kekasihnya itu. "kenapa mereka begitu lama di toilet" gumamnya
"Sayang kok lama sekali di toilet nya" tanya Putra kepada gadis itu
"Ririn mantan kamu yang kurang ajar itu menganiaya Putri" Sahut Mama Diana yang masih kesal dengan kelakuan mantan Putra itu.
"Apa!" sahut Putra kaget. "Mana yang sakit sayang, terus kamu di apain aja sama Ririn bilang sama aku sekarang" ujar Putra khawatir
"A-aku di tampar, lalu di Jambak dan di dorong sampe jatuh" jelas Putri
"Apa! Ririn melakukan semua itu sama kamu?
kurang ajar sekali wanita itu" ujar Putri kesal dan nampaknya Putra sudah geram dengan apa yang Ririn lakukan kepada kekasihnya itu.
"Ririn.... kurang ajar kamu, berani-beraninya menganiaya Putri, lihat saja aku akan balas ini semua" batinnya kesal
Nampaknya Putra sudah mulai geram dengan kelakuan Ririn yang tak lain mantan pacarnya itu.
*
*
*
*
*
Hay Readers
__ADS_1
Happy Reading 😍