
Tak lama, selesai makan malam Putra langsung mengantarkan kekasihnya pulang ke kost-annya.
Di dalam perjalanan Putra membicarakan tentang pernikahannya dengan gadis itu.
Pria tampan itu nampaknya ingin cepat-cepat menikah dengan kekasihnya.
"Sayang, kapan siap menikah denganku?" Ujarnya seraya memegang tangan kekasihnya, lalu mencium punggung tangan gadis itu.
"Gimana ya" ujar Putri ragu.
"Kok gimana sih! aku kan menanyakan kesiapan kamu untuk menikah dengan ku," ujar Putra heran dan sedikit kesal dengan jawaban yang kekasihnya lontarkan.
"Kita kan belum lama mengenal satu sama lain, apa kamu yakin mau menikah dengan aku secepat ini?" sambungnya lagi.
"Aku sangat yakin denganmu, dan Mama Diana juga hanya ingin punya menatu seperti kamu sayang." jelasnya meyakinkan, karena Pria tampan itu benar-benar tidak mau berlama-lama berpacaran dengan gadis cantik yang membuat dirinya mabuk kepayang.
"Sayang, kok diem sih, kenapa?"
"Kamu nggak mau ya menikah dengan ku?, atau kamu merasa tertekan dengan permintaan Aku dan Mama?" pertanyaan demi pertanyaan pun terus di lontarkan oleh Putra kepada gadis yang sedang kebingungan itu.
"Aku harus jawab apa? aku belum siap untuk menikah secepat ini" batinnya berkecamuk.
Putri bener-bener seperti buah simalakama, serba salah, mau menolak di kira tidak mau menikah dengannya, mau berkata nanti tetap suruh memutuskan kapan waktunya. "Ahh,, ini benar-benar membuatku pusing" batinnya lalu mengusap wajahnya kasar
"Sayang...!"
"Kenapa diem," ujar Putra heran lalu menghentikan mobilnya di pinggir jalan yang cukup sepi.
"Kok berhenti?" ucap Putri heran.
"Lagian kamu bengong terus dari tadi, kenapa? jangan-jangan kamu..." Putra ingin mengatakan itu terhenti karena ia merasa ucapan itu takut menyinggung perasaan kekasihnya.
"Aku, hanya sedang mempertimbangkan semua ini, aku tidak mau terlalu terburu-buru, apalagi...."
"Cewek gak tau diri"
__ADS_1
"Cewek Pelakor, gara-gara kamu Aku dibenci oleh Putra"
"Dasar cewek kampungan"
Ahh, kata-kata itu terus terngiang di telinga gadis itu. Putri nampaknya syok dengan perlakuan mantannya Putra tadi siang saat berada di toilet restoran.
Putri rasanya ingin sekali mengakhiri hubungannya dengan kekasihnya itu. Tapi, dia begitu mencintai Putra dan tidak sanggup untuk berpisah dengannya.
Merenung terus merenung Putri pun menemukan jalan keluar untuk hubungannya itu.
"Yasudahlah, aku minta waktu 1 tahun lagi untuk mempersiapkan diri, dan kita juga bisa lebih mengenal satu sama lain lebih jauh lagi, bagaimana?" ujar Putri seraya menatap wajah tampan kekasihnya itu.
"Baiklah, kalau begitu akupun setuju dengan keputusan kamu, dan aku akan bicarakan ini kepada Mama." Putra nampaknya begitu bahagia, karena sudah mempunyai kepastian untuknya menikah dengan kekasih yang sangat ia cintai.
Cupp,, satu kecupan mendarat di bibir mungil gadis itu. "Terimakasih ya sayang, aku sangat-sangat bahagia, dan aku akan bekerja keras untuk membuat acara pernikahan kita yang megah dan meriah. Aku ingin kita menikah di sebuah hotel besar dan mewah, karena kamu Wanita yang paling aku cintai. "
"Iya sayang, sama-sama, besok akupun akan memberitahu ibu dan nenek perihal perencanaan kita nanti," ujar Putri seraya membalas kecupan Kepada Pria tampan di hadapannya itu.
Putra tidak melepaskan balasan kecupan dari kekasihnya, dia menahan Putri untuk tetap berada dalam genggaman nya.
Sangking asiknya Putri tak sadar jika kancing bajunya sudah terbuka semua karena ulah kekasihnya itu. Rasanya seperti melayang di atas awan ketika Putra memainkan lidahnya dan merem*s-rem*s gundukan ranum milik kekasihnya itu.
Nampaknya celana Putra sudah mulai sempit karena ulah kekasihnya itu yang membuatnya ingin melakukan hal terlarang.
"Sayang, aku mau kamu...." bisiknya di telinga kanan kekasihnya itu.
"Maksudnya?" Putri langsung menghentikan aktifitas mereka yang sedang memuncak.
"Hmm,, kamu tak lihat punyaku" ujar Putra seraya menunjukkan ke arah bawah perutnya.
Mata gadis itupun terbelalak melihat organ sensitif kekasihnya itu bagitu besar terlihat dari luar celananya
"Makanya jangan cium-cium aku" ujar Putri tersenyum dan sedikit menertawakan kekasihnya itu.
"Kok gitu sih sayang," ujar Putra lalu menarik kembali wajah kekasihnya itu yang membuatnya menjadi seperti ini.
__ADS_1
"Kamu sih ngegemesin," bisiknya di telinga gadis itu. Putra benar-benar enggan menghentikan aksinya. Malahan pria itu sudah mulai memainkan tangan nakalnya di balik rok milik kekasihnya itu.
Putri benar-benar menerima semua perlakuan Pria tampan itu. Ini terasa sangat nikmat saat tangan Pria itu bergrilia di area sensitif gadis itu.
Mata Putri terpejam menikmati sentuhan demi sentuhan dari sang kekasih, sungguh ini sangat nikamat. Pria itu terus menerus memainkan tangannya di area sensitif kekasihnya. Lalu Putra merubah posisi tubuh nya lurus di atas kursi kemudi dan mengangkat kekasihnya itu ke pangkuannya.
"Sayang, mau ngapain" ujar Putri lalu menghentikan aktifitasnya.
"Gak apa-apa sayang, aku hanya ingin memeluk lebih dekat saja" ujar Putra lalu menyunggingkan senyum kepada kekasihnya itu.
"Hmmm...." sahut Putri singkat.
Putra pun langsung mengendalikan dirinya agar tidak melakukan keinginan itu kepada kekasihnya.
"Yasudah yuk kita jalan lagi," ujar Putra lalu melajukan mobilnya.
*
*
*
*
*
Hay Readers.
maaf ya lama up nya.
karena sedang menulis karya baru.
jangan lupa mampir ke karya baruku ya "Pernikahan Kontrak"
yang akan terbit tanggal 15 Juli 2020
__ADS_1
*Happy Reading dear😍😍