Di Lain Waktu

Di Lain Waktu
Merasa Bersalah


__ADS_3

"Angga kenapa yah kok dia jadi begitu, apa gara-gara gue kemarin cerita" gerutu Putri sambil bergegas berangkat kerja.


"Tapi kalau gara-gara gue cerita habis jadian masalah nya dimana? sedangkan Angga bukan pacar gue" batinnya, terus bertanya-tanya.


Putri masih belum tersadar kalau Angga menyukainya dan dia cemburu ketika mendengar ceritanya itu.


Klung,, pesan pribadi.


"Angga loe kenapa sih? tadi pagi-pagi sekali Mama Loe ke kamar gue, kata Mama Bela loe abis ngamuk-ngamuk dan gak mau keluar kamar dari semalam."


Angga pun mengabaikan pesan dari Putri dia hanya melihat isi pesannya tanpa membalasnya. Dia masih merasakan sakit hati dan begitu sesak di dada setelah mendengar cerita gadis yang di cintai sudah jadi kekasih orang lain.


"Kok tumben Angga nggak gak bales, cuma di baca doang pesan dari gue" batinnya.


Putri pun meminta pendapat Tri yang sekarang sedang ada di sampingnya.


"Tri, Angga tumben ya nggak bales chat gue, gak seperti biasanya. Padahal biasanya dia gak pernah begini, menurut loe dia kenapa ya? masa gara-gara gue cerita gue jadian sama Putra dia ngamuk-ngamuk?" jelasnya, lalu menceritakan tentang kedatangan Mama Bela pagi buta.


"Kalau menurut gue Angga cemburu deh sama loe, gara-gara loe cerita pacar loe itu, soalnya loe kan bilang pas loe cerita tentang pacar baru loe dia tiba-tiba ijin masuk rumah tanpa penjelasan" ujar Tri menduga, jika Angga sepertinya menyukai sahabatnya itu.


"Tapi kan selama ini Angga nggak pernah tuh bilang kalau dia cinta sama gue, lagian kita berempat kan sahabat, masa iya Angga punya perasaan lebih ke gue" tuturnya menjelaskan.


"Lantas Angga kenapa coba?" tanya Tri balik.


"Entahlah gue pusing."


Tapi didalam hati Putri yang paling dalam dia tetap memikirkan Angga sahabatnya itu, dia terus menerka-nerka apa penyebab Angga jadi seperti itu. Lalu Putri pun mencoba mengirim pesan lagi ke Angga. Karena merasa penasaran, dan lebih ke merasa bersalah.


"Apa bener yang Tri bilang tadi kalau Angga cemburu sama gue karena gue sudah punya pacar" batinnya, terus menerus memikirkan sahabatnya itu.


"Anggaaa,,, " teriak Putri dalam pesannya, "apa ini gara-gara gue yah loe kaya gini, jelaskan Ga apa salah gue? gue jadi merasa bersalah sama loe, dan loe juga biasanya tidak seperti ini, ini kaya bukan Angga sahabat gue, pokoknya kalau loe gak jelasin ke gue apa masalahnya gue nggak mau lagi temenan sama loe titik" ancam Putri dalam pesan pribadinya.


Semoga Angga balas pesan gue" gumam nya seraya berjalan cepat menuju kantornya, karena sebentar lagi jam masuk kerja.

__ADS_1


Tak lama Angga pun langsung melihat pesan dari Putri, karena dia merasa tidak enak dan karena Putri mengancamnya. Lalu Angga dengan cepat langsung membalas pesan dari Putri.


"Gue gak apa-apa Put ini bukan salah loe kok,'' jawab Angga menutupi perasaannya yang saat ini telah hancur dan terasa sangat sakit karena gadis yang di cintainya kini sudah menjadi milik orang lain.


°°°°°


Sampai di kantor


Sesampainya di kantor Putri bergegas melihat layar ponselnya dan dia melihat ada balasan pesan dari Angga. Lalu Putri bergegas membalas pesannya lagi.


"Tapi kok loe kaya gitu tadi Mama Bela cerita ke gue, gue ngerasa ini gara-gara gue, karena semalem loe cuekin gue dan pergi begitu saja" balasnya lagi.


"Nggak kok ini bukan salah loe" tepis Angga, karena Angga nggk mau Putri tahu kalau dia menyukainya.


"Hmmm,,, syukur deh kalau bukan gara-gara gue, gue jadi lega. Yasudah kalau begitu gue mau kerja dulu ya, byeee..." Putri pun mengakhiri chatnya bersama Angga karena dia merasa sudah tidak ada masalah lagi dengan sahabatnya itu.


Lalu Putri fokus bekerja dan mengerjakannya pekerjaan nya dengan serius, tapi di waktu senggang nya seperti biasa dia lihat-lihat akun sosmed milik nya, dia scroll beranda-beranda teman Sosmed nya dan lihat postingan Putra disana.


"Putra post Foto bersama nya pas hari Minggu saat mereka bertemu.


"I Miss you too sayang" Putri pun berkomentar dalam status kekasihnya.


Bahagia, terharu dan bangga itu yang ia rasakan saat ini, memiliki pasangan yang amat romantis dan perhatian ditambah lagi orang tuanya juga sangat menyayanginya.


"Ehh, Nona cantik akhirnya muncul juga" balas Putra di dalam kolom komentarnya.


"Kamu tuh so sweet banget sih sayang" balesnya lagi.


"Sayang bales pesan aku ya" ujar Putra.


Klung,,, pesan pribadi masuk.


"Hay Nona cantik pujaan hatiku, kamu lagi apa sayang?."

__ADS_1


Putri pun semakin berbunga-bunga dengan pujian yang dilontarkan kekasihnya itu.


"Ahh,, ini sangat manis" gumamnya.


"Lagi kerja sayang" balasnya pada pesan pribadinya


"Sayang, kangen, pengen ketemu lagi" ujar Putra manja.


"Masa" jawaban putri singkat, sengaja pura-pura cuek.


"Kok gitu sih jawabannya, aku jadi sedih nggak dikangenin pacar, huhuhhu."


"Biarin,, weekk"


"Ternyata kamu nggak cinta yah sama aku, ternyata perasaan ku bertepuk sebelah tangan, jangan-jangan kemarin kamu Nerima aku karna terpaksa iya kan? sakit sekali rasanya hati ini" ujarnya melas


Putri pun tertawa saat melihat balasaan dari kekasihnya yang begitu merasa tersakiti olehnya. Karena melihat kekasihnya serius menanggapi candaannya Putri segera mengakhiri aksi jahilnya itu.


"Cup cup sayang, aku becanda kok, mana mungkin aku nggak cinta sama calon suamiku yang tampan ini" ujar Putri memuji, agar kekasihnya tidak merasa tersakiti.


"Dasar ya kamu bikin aku syok aja. Sayang aku ada kerjaan nih udah dulu ya, nanti malam aku telpon ya, Miss you 😘."


"Miss you too..."


Putri pun lanjut bekerja dan lebih semangat lagi dalam mengerjakan pekerjaannya itu karena dia seperti mendapat asupan vitamin semangat dari sang kekasih pujaan hatinya.


*


*


*


*

__ADS_1


*Happy Reading*


__ADS_2