
Tak lama, mereka telah sampai di depan Kost-an, lalu Putri hendak keluar dari mobil, belum sempat keluar dari mobil Putra meraih tangan kekasihnya itu, Lalu mengecup lembut bibir mungil kekasihnya.
"Enak saja main keluar dari mobil begitu saja," ujarnya sinis. "Nih!" menyodorkan pipi kepada kekasihnya dan mengerlingkan matanya seblah. Kode agar sang kekasih menciumnya.
"Hehe,,, maaf lupa," sahutnya, lalu Putri pun mendaratkan ciuman di pipi kanan kiri
kekasihnya itu, dan kecupan terakhir di bibir merah pria tampan itu.
"Terimakasih ya sayang, sudah menemani aku seharian dan membuat aku bahagia" ujar Putra bahagia sembari menyunggingkan senyum manisnya.
"Iya sayang, sama-sama, aku juga bahagia banget saat berada di samping kamu" sahutnya. lalu Putri membuka pintu mobil dan beranjak keluar.
"See you Nona cantikku" ucapan terakhir dari Putra lalu melajukan mobilnya.
"See you too." balasnya, lalu Putri berjalan melewati lorong rumah kostnya itu, sembari tersenyum bahagia, karena dua hari ini menemani Putra dan calon mertuanya yang sangat baik. Putri juga telah memutuskan untuk menikah di tahun depan dengan kekasih yang sangat ia cintai.
Hatinya benar-benar sedang berbunga-bunga sampai-sampai sedang tertidur nyenyak dia mengigau. Maklum, namanya juga sedang dimabuk cinta.
°°°°°
**Pagi hari
Kriiinggg**,,,, suara Alarempun berbunyi tanda pagi telah tiba. Dengan mata yang masih terpejam Putri segera beranjak dari kasurnya sembari mengucek-ngucek mata yang masih merasakan kantuk.
Tak lama Putri pun bergegas menuju kamar mandi. Selesai mandi gadis itu bersiap untuk berangkat kerja bersama sahabatnya Tri.
"Putriii,,, loe udah siap belum?" teriak Tri dari balik kamar kostnya.
"Iya nih, gue udah siap" Sahutnya, lalu keluar dari kamar. Tri yang sedang duduk di kursipun segera berdiri, lalu berjalan bergandengan bersama sahabatnya itu.
__ADS_1
Sesampainya di kantor Putri terus menerus menyunggingkan senyumnya kepada seluruh teman kantornya itu.
Ahh,, bener-bener gadis itu seperti orang yang kurang waras. Bagaimana tidak, semua orang yang lewat di hadapannya matanya tertuju kepada dirinya yang sedari tadi tanpa henti tersenyum dan bergumam sendiri. "Maklum lagi kasmaran tingkat tinggi, jadi gitu deh." ujar salah satu teman kantornya.
Lama-lama teman kantor yang duduk bersebelahan dengannya terkekeh ingin menegur sahabatnya itu yang sedari tadi tertawa dan senyum-senyum sendiri seperti orang kurang waras.
"Ehh,, bawel! loe kenapa sih dari tadi kaya orang kesurupan jin Tomang" ujar Siska meledek sahabatnya itu.
"Ihh,, kepo deh" sahutnya, lalu tersenyum kembali.
"Coba sini gue pegang jidat loe" ujar Siska, lalu menempelkan tangannya ke jidat sahabatnya itu. "Sedikit panas, pantesan agak geser otak loe" ujar Siska tersenyum menyeringai dan tertawa terbahak-bahak. karena sudah membuat sahabatnya itu sedikit kesal.
"Dasar oncom loe!" maki Putri kesal, karena sahabatnya itu terus menerus mengejek dan menggodanya.
"Lagian loe itu benar-benar lagi kurang waras, dari mulai masuk kantor senyum-senyum sendiri dan ketawa-ketawa sendiri, sampai-sampai orang-orang di depan loe mentertawakan kelakuan loe."
"Emang kenapa? cerita dong sama gue" Siska pun penasaran dengan ucapan sahabatnya itu.
"Nih dengerin. Kemrin kan gue nginep tuh di rumah pacar gue, terus disana gue diajak jalan-jalan ke sebuah Mall besar sama calon mertua gue, gue di beliin baju banyaaaakkkk buangget, sampe gue pusing suruh nyobain satu persatu baju pilihan mamanya Putra. Tapi gue seneng juga sih di beliin baju baru banyak sama calon mertua gue itu. Udah gitu gue di kirim uang ke rekening gue 20 juta." jelasnya panjang lebar menceritakan semua kejadian ketika ia berada di rumah kekasihnya itu.
"Yang bener loe?" ujar Siska ragu dan juga penasaran.
"Sumpah, ngapain gue boong, nih loe lihat sendiri aja saldo rekening gue" ujar Putri meyakinkan, lalu menyodorkan ponselnya kepada Siska demi memperlihatkan isi saldo rekeningnya itu.
"Njiirr,,, pacar loe benar-benar super tajir melintir, selain tampan baik juga" puji Siska. "Loe tuh beruntung banget Put, punya pacar seperti Putra, udah gitu Mamanya baik pula, pokoknya loe tuh orang yang paling beruntung menurut gue."
"Satu lagi Sis yang belum gue kasih tau ke loe" ujar Putri yang lagi-lagi bikin penasaran sahabatnya itu.
"Apa? cepetan bilang," sahut Siska tak sabaran ingin mendengarkan cerita sahabatnya.
__ADS_1
"Gue sudah memutuskan akan menikah tahun depan dengan Putra"
"Really?...."
"Yups,,, gue serius," "Sebenarnya Mamanya ingin gue dan Putra menikah cepat, tapi guenya belum siap, makanya gue kasih waktu satu tahun, agar gue benar-benar siap berumah tangga " jelasnya.
"Uhh,, sahabatku yang bawel akhirnya laku juga" ucap Siska gemas sembari mencubit kedua pipi sahabatnya itu.
"Aww,,! sakit tau" rintih Putri, karena di cubit sahabatnya itu.
"Maaf! abisnya gemesin sih."
*
*
*
*
*
Pengumuman!
Para Readers yang baik, ada karya baruku loh.
"Pernikahan kontrak" baru terbit hari ini ya jangan lupa mampir🙏😊
Happy Reading dear 😍
__ADS_1