
Tak lama merekapun sampai di rumah megah dan elegan milik Seorang pengacara yang cukup terkenal Ambrianto Suseno, beliau adalah ayah dari Putra Ambrianto.
Mobil pun Sudah terparkir di halaman rumah milik Putra dan Pria tampan itu bergegas turun untuk membukakan pintu mobil untuk kekasihnya.
"Silahkan Nonan cantik kesayanganku" Ujarnya.
"Terimakasih kak."
"Ayo kita masuk" ajak Putra Kepada gadis yang terperangah melihat kemewahan rumah di hadapannya.
Mata Putri terbelalak melihat rumah yang begitu besar dan mewah yang dilengkapi kolam renang dan taman bermain dan berjejer mobil-mobil mewah di garasi samping rumah itu.
"Wah ini rumah besar dan mewah banget, ini gue nggak lagi mimpi kan jadian sama cowok setajir Putra" batinnya.
"Ayo sayang masuk" ajak Putra keduakalinya karena Putri sedari tadi tidak menyahutinya.
"Ii-iya kak" Putri pun langsung masuk mengikuti Putra yang berjalan memasuki rumah yang sangat mewah itu dan saat memasuki rumah yang begitu besar dan mewah Putri semakin terperangah melihat seisi rumah yang dipenuhi barang-barang antik dan di sebuah tembok terpampang lukisan yang begitu indah dan pastinya harganya pun sangat wah.
"Oh,, Tuhan ini seperti di dalam istana milik seorang pangeran di negri dongeng" batinnya.
"Mama, Mama dimana?" teriak Putra mencari Mamanya.
"Iya sayang Mama di dapur" Sahut Mama Diana yang sedang berada di dapur bersama bibi asisten rumah tangganya itu.
"Mama kesini dong lihat siapa yang Putra bawa."
"Iya sayang ini Mamah udahan kok" sahut Mama Diana, lalu segera berjalan menuju Anak lelakinya berada, dilihatnya dari kejauhan Putra bersama seorang gadis cantik yang digandengnya itu.
"Sayang ini siapa" tanya Mama Diana.
__ADS_1
"Ini calon menantu Mama"
"Saya Putri Tante" sahut Putri seraya menyodorkan tangannya dan mencium punggung wanita paruh baya itu.
"Kamu cantik sekali nak, seperti nama nya Putri" ujarnya memuji.
"Sepertinya mama menyukai Putri" batin Putra.
"Kamu duduk dulu ya, biar Mama buatkan minuman dulu untuk kamu dan Putra" ujar mama Diana.
Mama Diana pun langsung bergegas ke dapur untuk membuatkan minuman gadis itu, tak lama Mama Diana datang membawakan jus jeruk untuk Putri dan Putranya itu.
"Sayang diminum dulu yah" ujarnya seraya menyodorkan segelas Jus jeruk ke meja di hadapan Putri.
"Iya Tante, terimakasih" Sahut Putri sopan.
"Ngomong-ngomong Putri tinggal dimana?" tanya Mama Diana
"Oh,, itu Deket, Tante pernah ke rumah temannya Putra daerah sana" ujarnya.
"Tante Papa nya kak Putra dimana" lalu menoleh ke arah Putra dan sedikit tersenyum.
"Papa nya Putra sudah meninggal dunia 1 tahun yang lalu akibat serangan jantung, dan sekarang Mama di rumah ini sendiri hanya ditemani bibi yang membantu mengurus rumah dan pak sopir dan ada kakaknya Putra yang perempuan sudah menikah lalu ikut bersama suaminya, mereka berkunjung ke rumah ini 2 Minggu sekali dan Putra 3 bulan sekali. Mama ingin jika Putra menikah nanti membawa istrinya tinggal dirumah ini karena rumah ini sudah diwariskan kepada Putra sebelum papa nya meninggal. Mama sangat kesepian dirumah ini hanya seorang diri, Mama Diana seolah menahan tangis kala ia bercerita tentang almarhum suaminya itu, setelah suaminya meninggal dunia dia benar-benar kesepian, hidupnya terasa hampa ditambah lagi kedua anaknya jauh darinya.
"Nampaknya mama Diana sangat sedih karena anak-anaknya berjauhan wanita paruh baya itu sangat kesepian dan dia menginginkan Putra untuk segera manikah dan membawa sang istri kerumah mewah itu" batin Putri menerka.
"Tante maafin Putri yah bikin Tante sedih, karena Putri menanyakan papa kak Putra" Putri merasa bersalah karena sudah membuka luka lama Tante.
Putri janji akan sering main kesini kalau Putri libur kerja" ujar Putri menenangkan dan mengelus bahu wanita paruh baya itu lalu memeluknya dan wanita paruh baya itupun membalas pelukannya. Hangat, itu yang ia rasakan saat berada dalam pelukan Mama Diana. Seperti mendapat kasih sayang seorang ibu yang sangat ia dambakan selama ini, karena Putri sangat amat jarang mendapatkan kasih sayang ibu kandungnya apalagi bapaknya. Ibu kandung Putri pulang hanya 1 kali dalam setahun dan itupun sangat singkat hanya 2 atau 3 hari saja di rumah.
__ADS_1
"Gak apa-apa sayang, kamu berhak tahu semua ini, Mama seneng banget kamu mau kesini, kamu memang gadis yang baik dan penyayang."
"Mama udah dong pelukannya" ujar Putra.
"Emang kenapa sih sayang? cemburu sama Mama" sahutnya sambil tersenyum menyeringai.
"Bukan gitu ma, mama ajak Putri makan dong, kita dari tadi belum makan Putra udah laper nih." ujar Putra.
"Oh iya Mama sampe lupa sangking keasikan ngobrol sama calon mantu Mama yang cantik ini, yuk sayang kita makan" ajaknya seraya menarik pergelangan tangan gadis itu dan membawanya ke meja makan.
Putri sangat senang sekali dengan Mama Putra yang baik dan ramah, dan juga tidak sombong walaupun dia orang kaya yang bergelimangan harta tetapi penampilan sangat sederhana dan juga rendah hati, Putri serasa menemukan tumpukan emas di dalam istana, memiliki kekasih yang tampan, romantis, baik pula dan memiliki calon mertua yang sayang padanya walaupun baru pertama kali bertemu Putri seperti sudah lama mengenal nya.
*
*
*
*
*
*
Hay Readers maafkan Author yang suka typo ya,
Selamat membaca buat para pecinta novel romantis jangan lupa kasih like, komen dan vote ya
Terimakasih
__ADS_1
**Happy Reading 😍