Di Lain Waktu

Di Lain Waktu
Pamit pulang


__ADS_3

"Mah, mama percaya kan sama Putri, Putri janji akan menikah dengan anak mama segera, dan Putri akan jadi menantu Mama" ujarnya nya menjelaskan.


"Iya sayang, Mama percaya kok sama kamu, karena Mama yakin kamu gadis yang baik" Sahutnya, seraya memeluk dan mencium ujung kepalan gadis itu.


"Terimaksih ya mah udah percaya sama Putri,


"Iya sayang" ujarnya lirih, Yasudah kamu istirahat ya dan Mama pamit mau pulang kan udah sore juga


"Iya Mah, Mama hati-hati ya, kabarin Putri kalau Mama sudah sampai rumah,


"Iya sayang Mama berangkat dulu ya,


Putri pun mengantarkannya ke depan kamar dan mencium punggung tangang wanita paruh baya itu yang akan beranjak pulang


"Daahh, sayang ucapnya sambil perlahan melajukan mobilnya.


Putri merasa sangat-sangat bahagia, memiliki Calon suami dan mertua yang sangat amat baik padanya,


"Ya TuhanTerimakasih dengan semua yang telah engkau berikan kepadaku, Aku berjanji akan menjaganya sampai kita halal nanti" batinnya.


Tak lama Angga pun datang ke kost Putri dia memang sudah cukup lama tidak berkunjung, semenjak Putri menceritakan bahwa dia sudah mempunyai pacar, biasanya hampir tiap hari Angga berada di depan kamar Putri mengobrol dan bercanda bersama Putri, mereka memang sahabat yang selalu ada baik suka ataupun duka.


"Put! Angga memanggil nya dari balik pintu kost


"Iya siapa" Sahutnya


"Gue Angga,


"Oh,Masuk Ga


"Loe kenapa?, kok pucat gitu muka nya" tanya Angga kahwatir


"Gue lagi sakit Ga" jawbanya lirih


"Dari kapan? kok loe gak ngasih tahu gue, loe udah nggk nganggap gue sahabat loe lagi yah" Tanya Angga

__ADS_1


"Bukan gitu Ga, gue cuma pusing dan Anemia aja kok, loe gak usah khawatir berlebihan gitu deh, tadi gue pingsan di kantor dan gue di suruh pulang sama Dokter perusahaan, Dokter bilang gue hanya butuh istirahat aja kok, dan barusan juga Mama nya Putra dari sini nengokin gue" Ujarnya meyakinkan


"Ohh, syukur deh kalo loe gak apa-apa, yaudah gue mau mandi dulu yah, kalau butuh apa-apa hubungi gue oke" uajarnya seraya berjalan keluar dari kamar Putri menuju rumahnya


"Iyaa" sahutnya lirih


"Kenapa sih hati gue sakit banget kalau Putri menyebutkan nama cowok itu, Putri gak pernah tahu bagaimana perasaan gue kepadanya, Putri gak pernah tahu betapa besar cinta gue kepadanya bahkan mungkin mengalahkan cowok nya itu, hanya saja gue memang tidak punya keberanian untuk mengatakannya" gumam Angga dalam hati seraya berjalan menuju kamar nya.


Begitu besar cinta Angga terhadap Putri walaupun Putri tak sedikitpun membalas cintanya, karena memang Putri tidak pernah mengetahui kalau Angga mempunyai rasa padanya, Putri hanya menganggap Angga sahabat sejatinya, yang mana dia selalu ada saat di butuhkan dan dia juga cukup lama mengenal Angga sudah hampir 4 tahun mereka bersama dengan ikatan persahabatan, Angga juga tidak pernah mempunyai keberanian untuk menyatakan perasaan nya itu, dia takut Putri akan menolak nya dan juga akan menjauhi nya nanti.


2 jam kemudian


klung,,


Pesan WhatsApp


"Sayang Mama sudah sampai di rumah ya" Mama Diana mengabarkan bahwa dia telah sampai dengan selamat ke rumahnya


"Iya Mah, Yasudah Mama istirahat juga yah" balas nya


°°°°°


Keesokan harinya


Putri merasakan badannya begitu lemah, dan kepalanya terasa sakit, bahkan sekarang dia merasa nafas nya agak sulit


"Ini ada apa dengan tubuhku, rasanya tidak karuan seperti ini?" batinnya


Dia mencoba bangun dan akhirnya terjatuh, lalu dia meraih ponselnya untuk menghubungi Angga.


Drrt,Drrt


Panggilan dari Putri, tumben pagi-pagi telpon gue ada apa yah " gumam Angga


"Ga, loe tolongin gue, kesini gue gak bisa bangun badan gue lemes banget entah kenapa" Tut,tuttt, sambungannya tiba-tiba terputus karena Putri saat itu langsung tidak sadarkan diri

__ADS_1


"Halo, halo Put loe kenapa? yahh dimatiin telponnya


"Putri kenapa yah?" batinnya


Angga pun langsung bergegas ke kamar Putri dan mendapati Putri yang terlihat begitu lemah dan sudah tidak sadakan diri


"Put! Putri loe kenapa? tanya Angga khawatir, dan Angga terus menggoyangkan badan putri yang sudah tak sadarkan diri itu


Angga pun bergegas mengambil mobil nya dan membawa Putri ke rumah sakit, lalu Angga mengangkat Putri ke dalam mobil dan di baringkan di sebelah kursi kemudi, lalu Angga langsung melajukan mobil nya itu, sesekali dia menoleh ke kursi sebelah kemudi untuk melihat Putri yang pinsan itu Putri terlihat begitu pucat. Angga begitu mengkhawatirkan sahabatnya.


Sesampainya di rumah sakit Putri langsung di bawa ke UGD.


"Tunggu di luar ya pak dokter akan segera memeriksanya" Ucap salah satu suster yang membawa Putri ke dalam UGD


"Iya Sus" sahut nya.


*


*


*


*


*


*


*


Masih penasaran kan Readers dengan kelanjutan nya?


jangan lupa like dan komen ya dan juga vote


Terimakasih 🙏🙏

__ADS_1


Happy Reading....


__ADS_2