Di Lain Waktu

Di Lain Waktu
Jadian


__ADS_3

Putri dan kedua sahabat nya itu menghabiskan waktu weekend di Mall, hari sudah semakin malam dan mereka pun bergegas pulang.


Keesokan harinya Putri menjalankan aktifitas seperti biasanya, hari-hari penuh dengan semangat dan kegembiraan apalagi minggu ini dia kan bertemu dengan Pria idamannya itu.


"Ahh rasanya pengen cepet-cepet hari Minggu" Gumamnya.


°°°°


Tiba waktunya


Minggu pagi pukul 07.00 Wib Putri sudah siap akan bertemu Pria idamannya itu, dia mempersiapkan dirinya dan menata penampilan nya dari jam 05.00 wib pagi.


"Gue udah cantik belum ya?" batinnya seraya melihat kaca di hadapannya itu dan menyisir rambut panjangnya yang lurus terurai.


"Sepertinya sudah oke nih penampilan gue?, sebentar lagi kan Putra datang."


Tin-tin,, suara klakson terdengar dari luar rumah kost


"Wah sepertinya itu suara mobil Putra deh" tebaknya.


Lalu Putri pun bergegas keluar kamar dan melihat dari depan Kost-annya dan pandangan nya tertuju ke arah mobil hitam yang di sebelahnya ada Pria tampan seperti sedang mencari seseorang.


"Apakah itu bener Putra? dia ganteng bangeeet, udah gitu penampilan nya cool lagi" gumamnya.


Di samping mobil Putra mencoba menelpon Putri untuk meyakinkan apakah ini benar tempat gadis cantik itu ngekost.


Drrt, panggilan masuk,


"Halo, Nona cantik aku sudah sampai di lokasi yang kamu kirimkan" ujar Putra menyapa ketika telponnya terhubung.


"Oh iya kak Putri ke situ ya tunggu sebentar" Sahut Putri, lalu berjalan menuju Pria yang sedari tadi beridiri di samping mobil hitam


"Ternyata dugaan gue bener, itu Putra. ya ampun dia keren bangeeet" batin Putri girang, karena lelaki yang menemuinya sangat tampan dan keren abis.


Berdebar-debar itulah yang Putri rasakan saat ini, karena Pria yang menemuinya itu benar-benar tampan dan kaya raya, dilihatnya disana dia membawa kendaraan yang sangat mewah dan sudah pasti harganya sangat mahal.


"Ahh kok aku deg-degan gini ya" gumam Putri seraya berjalan menuju tempat Pria tampan itu berdiri.


"Dengan kak Putra" sapanya seraya menjulurkan tangan untuk bersalaman. Lalu Putra pun langsung membalikkan badannya ke arah gadis itu, dan mata Putra terbelalak melihat kecantikan gadis yang ada di hadapannya itu sampai-sampai dia belum menjawab pertanyaan Putri tadi dan tak membalas salamnya.


"Tuhan ini wanita benar-benar cantik" batin Putra seraya terus memandangi paras cantik gadis itu


"Hey,,Apakah ini kak Putra? " tanya Putri kedua kalinya, sambil mengibaskan kan kedua tangannya di depan muka Pria tampan itu, karena Pria itu tak kunjung menjawab pertanyaannya itu.


"Ahh iyaa, saya Putra maaf tadi bengong" sahutnya gugup.


"Kamu Putri kan? tanya nya balik seraya menyodorkan tangan untuk bersalaman.


"I-iya aku Putri" jawabnya gugup.


"Ya Tuhan gue nggak mimpi kan ketemu cowok setampan dan se gagah ini" batinnya.


"Wah kamu ternyata lebih cantik aslinya dari pada di foto" ujar Putra memuji.


"Ahh, kakak bisa aja" sahutnya, Yaudah yuk kita masuk dulu atau mau langsung jalan" tanya Putri memastikan


"Langsung aja ya Cantik,,"


"Yaudah kalau gitu Putri mau kunci kost-an dulu ya tunggu sebentar."


Setelah mengunci kost-an nya Putri pun langsung bergegas menuju tempat mobil Putra terparkir dan disana Putra sudah menunggu dan membukakan pintu mobil untuknya.


"Silahkan masuk Nona cantik" Putra pun mempersilahkan Putri untuk masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


"I-iya kak terimakasih."


Lalu Putra langsung masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya , di dalam perjalanan sesekali Pria itu menengok ke kursi sebelah kemudi, memandangi gadis yang sangat cantik yang berada di sampingnya itu, Putri hanya tertunduk malu saat Putra terus memandang nya.


"Kamu kenapa Nona cantik, kok mukanya merah begitu? kamu gugup ya bertemu Pria tampan seperti Aku." Dia memang sangat percaya diri dan memang kenyataannya dia sangat tampan.


"Ini cowok ngomong aja gak tau apa gue gugup dan deg-degan, pake acara godain lagi" batinnya


"Hmm,, Sahut Putra singkat.


Mobil pun terus melaju ke tempat yang mereka tuju dan sebentar lagi mereka akan sampai di tempat tujuan yang ingin putra tujukan, satu tempat yang romantis dan indah dan juga sangat bagus pemandangan nya, Putra berencana untuk menyatakan perasaan kepada gadis itu, karena dia tidak mau mengulur waktu untuk mendapatkan gadis cantik itu, apalagi Putra memang sudah lama sekali hidup dalam kesendirian.


Tak lama mobil mereka sudah terparkir di tempat tujuan, lalu Putra bergegas keluar mobil dan membukakan pintu untuk gadis itu, dia sungguh pria yang sangat romantis.


"Silahkan keluar Nona cantik kita sudah sampai" ujarnya mempersilahkan.


"Terimakasih kak" sahut Putri sopan.


Mereka pun langsung berjalan menuju tempat yang sangat romantis itu, dan Putra mengandeng gadis cantik itu.


"Ayo Nona" Ajak Putra seraya memegang erat tangan gadis itu.


"Apa lagi ini? dia bikin jantung aku berdebar tiada henti dengan tingkah nya ini" batin Putri.


"Ahh, I-iya kak" sahutnya gugup. "benar-benar dia bikin jantungku berhenti tiba-tiba."


Tak lama merekapun tiba di tempat yang mereka tuju dimana disuguhkan nya pemandangan yang sangat-sangat indah, udara yang sejuk dan juga banyak pasangan sejoli yang sedang berkencan.


"Tuhan ini indah sekali" batin Putri


Dia baru kali ini melihat pemandangan seindah ini dan mata Putri terus terbelalak melihat keindahan tempat yang Putra tunjukkan.


"Bagus kan?"


"Suka?."


"Suka banget, kak Putra sering kesini?" tanya nya


"Iya sering banget, kalau lagi pulang ke Jakarta pasti menyempatkan ke tempat ini untuk merefresh otak agar tidak penat."


"Kita kesana yuk" ajak Putra seraya menarik pergelangan tangan gadis itu dan membawanya ke tempat yang sangat indah dan romantis.


Putri pun mengikuti langkah Pria tampan itu tanpa penolakan.


"Gimana tempatnya ini keren nggak?"


Putri pun terperangah melihat tempat yang ia lihat sangat-sangat indah dan ini asli keren.


"Sumpah ini keren banget kak" sahutnya memuji, Putri belum pernah ke tempat sekeren ini.


"Iya kah" sahut Putra.


"Iya kak..."


Mereka berdua memandangi keindahan alam semesta yang tersaji di tempat itu, lalu tak lama Putra mengungkapkan perasaan nya kepada Putri.


"Put, hadap sini dong" ujar Putra,


dan Putri pun menuruti permintaan Pria di sampingnya itu untuk berhadapan dan mensejajarkan pandangannya.


"Iya kak kenapa?


Deg-deg jantung Putri rasakan berseru kencang saat sepasang mata menatap penuh Cinta.

__ADS_1


"Ini cowok mau apa sih bikin gue tambah klepek-klepek aja dengan suruh memandang nya begini" batinnya.


"Nona manis maukah kamu menjadi kekasihku"


Putri pun terkaget-kaget dengan pernyataan yang di lontarkan Putra, yang ia pikir ini terlalu cepat.


"Tuhan rasanya jantungku bener-bener berhenti dibuatnya" batinnya.


Benar-benar kali ini jantung Putri hampir copot dibuat pria tampan itu.


"Nona mengapa diam?" Putra pun melambaikan tangannya ke depan muka gadis itu karena gadis itu tak kunjung menjawabnya.


"Ahh,, maaf kak, tadi ngomong apa? tanya Putri memastikan dia takut ini hanyalah mimpi.


"Nona cantik maukah kamu menjadi kekasih Putra Ambrianto?" ucap Putra kesekian kalinya.


"ini benarkan nggak mimpi" batinnya terus menerka dan Putri mencubit pipinya untuk memastikan ini mimpi apa bukan.


"Aww, sakit! ternyata ini benar bukan mimpi" gumamnya.


Tanpa pikir panjang Putri pun menerima Putra menjadi kekasih nya karena Putri juga memang sangat menyukai Pria itu.


"I-iiya aku mau" jawabnya terbata-bata karena malu dan gugup.


"Ini beneran kan" tanya Putra memastikan.


"Iya" sahutnya malu-malu, lalu menundukkan wajahnya.


Emuahhh,, satu kecupan mendarat di bibir mungil gadis cantik itu.


Darah Putri terasa semakin mengalir deras, dan jantung nya pun terasa seperti mau copot di buat nya, terlihat wajahnya yang begitu memerah karena gugup dan malu, dan ini kali pertama ia mendapatkan ciuman dari seorang pria.


"Kakak,, inikan banyak orang, Putri kan malu" ujarnya lalu menunduk.


"Abisnya aku bahagia sekali, kamu membuat aku sangat bahagia hari ini sayang, I Miss you."


"Miss you too"


Lalu Putra memeluk gadis itu yang sekarang sudah menjadi kekasihnya. Dia merasakan debaran yang amat sangat kencang dalam diri gadis cantik itu, Putra merasa hari ini hari yang sangat bahagia dan hari yang sangat bersejarah baginya.


"Aku harus membawa gadis ini ke mama agar mama tidak mengkhawatirkan aku lagi karena aku masih sendiri" batin Putra.


Tak lama Putra pun mengajak Putri ke rumah nya dan dia ingin mengenalkan kekasih barunya Kepada Mamanya.


*


*


*


*


*


Hay Readers


masih setia kan membaca cerita ku


jangan lupa like dan komen ya lalu vote


jangan pelit jempol nya yah😊😊


Terimakasih dan Happy Reading 😍

__ADS_1


__ADS_2