
2 jam kemudian. Putri pun terbangun dari tidur siangnya, sepertinya matahari pun sudah mulai memerah, nampaknya Putri harus segera pulang ke kost-annya karena besok dia harus bekerja. "Aku harus segera pulang nih" gumamnya seraya berjalan keluar kamar.
Putri berjalan dari kamar menuju ruang keluarga, disana sudah ada wanita paruh baya itu yang sedang bersantai dengan anak lelakinya, mereka sedang membicarakan tentang pernikahan anak bungsunya itu yang mungkin akan dilaksanakan secepatnya. Karena wanita paruh baya itu sudah tak sabar ingin punya menantu seperti Putri, yang bisa menemaninya dalam segala hal.
"Sayang, kamu sudah bangun?" ujar wanita paruh baya itu, lalu mengelus-elus pucuk kepala gadis di hadapannya yang masih mengucek matanya karena baru terbangun dari tidurnya.
"Iya Mah, Putri pulas banget tidurnya, sampe kebablasan gini, padahal Putri kan mau pulang ke kost-an" jelasnya.
"Yasudah nanti malam di anterin ya" sahut Putra. "Aku kan masih besok balik ke Malang nya, jadi agak nyantai."
"Iya sayang" sahut Putri lirih. "Yasudah Putri mau mandi dulu ya mah" ujarnya. Lalu berjalan menuju kamar dan segera mandi.
Selesai mandi Putri kembali ke ruang keluarga dimana tempat mereka berkumpul. Disana nampaknya sedang membicarakan obrolan serius antara ibu dan anak.
__ADS_1
"Kalian lagi ngobrol apa sih" sela Putri di tengah obrolan ibu dan anak itu.
"Ini sayang. kita lagi bahas pernikahan kalian, Mama mau pernikahan kalian di percepat."
"Maksud Mama?" sahut Putri heran.
"Gini ya sayang, Mama kan sudah tua, Mama ingin ada yang menemani seperti sekarang ini, ada Putra ada kamu, Mama ingin sekali melihat kalian di pelaminan sebelum Mama tiada" jelasnya.
"Mama kok ngomong begitu" sahut Putri heran, karena wanita paruh baya itu membuat Putri merasa iba dengan perkataan yang membawa-bawa kematian. "Mah! bukannya Putri nggak mau menikah cepat tapi, kita kan baru kenal 5 bulan belum benar-benar mengenal satu sama lainnya, memang Putri akui Putra sangat-sangat baik kepada Putri dan juga Mama begitu menyayangi Putri. tapi, Putri harus mengenal lebih sifat calon suami Putri. Karena rumah tangga itu bukan hanya berdasarkan cinta, akan tetapi banyak hal yang harus kita persiapan untuk menjadi suami istri yang Sakinah, bukankah begitu?" jelasnya panjang lebar.
Mereka bertiga terlarut dengan obrolan sriyus sampai tak terasa haripun sudah mulai gelap. kala itu Putra nampak memandangi kekasihnya dengan intens. "sayang mengapa kamu begitu dewasa dan lemah lembut, semua kata yang terucap dari bibirmu sangat tersusun rapi tanpa membuat orangtuaku tersinggung" batinnya memuji, karena kekasihnya itu sungguh dewasa dalam menyikapi hal ini. "Bener-bener aku tidak salah memilih kamu sayang" batinnya lagi. lalu mengusap pucuk kepala Putri dan mengecup kening gadis itu.
Disela pembicaraan Mama Diana mengajak kedua sejoli itu untuk makan malam. "Sayang ayo kita makan malam dulu baru nanti antar Putri pulang" ujarnya seraya menarik pergelangan tangan gadis itu dan di susul oleh anak lelakinya.
__ADS_1
*
*
*
*
Hay, Hay, Hay Maaf ya agak lama up nya๐๐
jangan lupa kasih like dan juga vote agar Autor semangat up nya.
Terimakasih ๐
__ADS_1
Happy Reading ๐