Di Lain Waktu

Di Lain Waktu
Pernyataan


__ADS_3

Putri dan Hans pun telah sampai di kafe tempat biasa mereka berdua makan. Lalu, ketika mereka berdua akan menikmati makanan yang sudah ada di hadapan mereka, Hans tiba-tiba menyatakan perasaannya kepada Putri.


"Put gue mau ngomong sesuatu sama loe" Ucap Hans seraya menggenggam kedua tangan Putri.


"Iya ngomog aja" ujar nya singkat.


"Gu-gu-gue, gue suka sama loe Put" jawab Hans terbata-bata dan terlihat sekali dia begitu gugup dan tangannya pun terlihat gemetar.


"Apa maksudnya ini,? gue gak ngerti" ujar Putri seraya menarik tangannya yang berada dalam genggaman Hans.


"Jujur sudah lama gue suka sama loe, gue cinta dan sayang sama loe bukan hanya sekedar teman, gue sudah lama sekali memendam perasaan ini, dan sekarang gue memberanikan diri untuk mengungkapkannya, gue berharap loe juga suka sama gue Put." jelas Hans sambil memohon agar Putri menerima cintanya itu.


Gadis itupun terkejut mendengar pernyataan yang Hans lontarkan, karena Putri sama sekali tidak pernah sedikitpun suka pada Hans, Putri menganggap Hans hanya teman dekatnya saja bahkan Putri sudah menganggap Hans seperti kakak nya sendiri.


"Apa-apaan sih dia ini nggak tau apa gue udah anggap dia sahabat gue bahkan seperti kakak gue sendiri" batinnya


"Maafin gue ya Hans gue nggak bisa menerima perasaan cinta loe, karena gue udah suka sama orang lain, dan juga gue udah nganggap loe sebagai sahabat dan udah gue anggap sebagai kakak gue sendiri, gue harap loe bisa mengerti perasaan gue, dan keputusan gue ini, dan gue mohon loe jangan membenci gue karena gue nolak loe gua harap kita masih bisa berteman baik seperti biasa" ujar Putri menolak dengan halus.


Hans pun langsung termenung. Sedih, sakit, dan kecewa bercampur di pikirannya, ternyata wanita yang selama ini di cintainya sama sekali tidak mempunyai perasaan apapun kepadanya, lalu diapun tertunduk dan tidak sedikitpun menatap wajah gadis itu.


"Yasudah Put maafin gue" ucap Hans singkat dan diapun beranjak meninggalkan Putri tanpa memandangnya atau pun menoleh kepada gadis itu.


"Sabar Hans sabar loe masih bisa dapetin cewek yang lebih dari Putri loe hanya belum bisa membuka hati loe untuk orang lain" gumam nya dihati seraya terus berlari meninggalkannya gadis itu.


Entah apa yang dia rasakan saat ini yang pasti dia benar-benar kecewa, ingin rasanya marah dan berteriak tetapi apalah daya, karena dia berada di dalam keramaian dan dia juga tidak mau jadi pusat perhatian banyak orang.


"Hans,, loe mau kemana kan belum makan" teriak Putri memanggil Hans yang sudah pergi dari hadapannya itu.


"Apa gue salah menolak nya, apa gue terlalu kejam kepadanya karena gue tidak bisa membalas perasaannya, gue gak mau nyakitin hatinya dengan menerima nya, karena gue benar-benar tidak mencintainya, gue sayang sama dia tapi bukan sayang terhadap pacar, sayang sebagai sahabat dan kakak. "


Tak lama Putri pun langsung bergegas kembali ke kantor setelah menghabiskan makanannya itu.


Perasaannya benar-benar berkecamuk, entahlah bagaimana selanjutnya persahabatan mereka setelah ini, mereka mungkin tidak akan sedekat dulu lagi setelah kejadian ini. Tapi Putri berharap mereka masih bisa berteman dengan baik.


°°°°°


Di kantor


"Loe kenapa mukanya kusut dan di tekuk seperti itu" tanya Siska. Karena Siska melihat wajah sahabatnya itu sangat murung dan terlihat sangat kesal, Siska heran tidak seperti biasanya Putri begini, karena Putri orangnya sangat ceria.


"Ada apa ni bocah?" batin Siska bertanya-tanya.


"Gue lagi kesel, entahlah gue nggak tau harus bagaimana" ujarnya seraya memandang wajah sahabatnya itu.


"Kesel kenapa sih? cerita dong" sahut Siska seraya memeluk sahabatnya itu.


"Hans tadi ungkapin perasaannya ke gue, dia nembak gue, dan gue langsung menolak nya karena loe tahu kan siapa yang gue suka. Gue gak bisa bohongi perasaan gue sendiri

__ADS_1


dan gue juga gak mau nyakitin perasaan dia, makanya tadi langsung gue tolak mentah-mentah, terus dia langsung pergi ninggalin gue begitu saja, sepertinya dia sangat marah sama gue gara-gara gue tolak. Menurut loe apa gue salah?" jelasnya panjang lebar.


"Jadi ceritanya seperti itu!" sahut Siska


"Gue paham kok bagaimana posisi loe, dan loe juga nggk salah menolak Hans. Lagi pula jika nanti loe menerima nya dengan terpaksa itu malah akan menyakitinya" ujar Siska seraya mengelus-elus punggung sahabat itu.


"Maksih ya Sis udah ngertiin perasaan gue dan sekarang gue merasa sedikit lega" ujarnya, lalu membalas pelukan sahabatnya.


"Iya sama-sama, yaudah gak usah di pikirin kita lanjut kerja ya, bentar lagi bos datang. Merekapun fokus ke kerjaannya masing-masing, sampai tiba waktunya untuk pulang.


Putri dan Siska pun beranjak keluar dari kantor dan mereka berdua berjalan menuju pintu gerbang, di sepanjang perjalanannya Putri menumpahkan semua isi hatinya dan unek-unek yang ada dalam pikiran nya itu karna dikantor belum cukup puas menceritakan kepada sahabatnya itu.


Setibanya di kost-an Putri langsung merebahkan diri sejenak dan memandang langit-langit kamar nya itu, dia merasa hari ini sangat menjengkelkan.


"kenapa bisa sih dia suka sama gue, gue pikir dia baik sama gue gak ada maksud apa-apa ternyata ini maksudnya" gerutunya lalu ia pun menghela nafas panjang.


Tak lama dia bergegas ke kamar mandi "siapa tahu badan dan otak gue lebih fresh setelah mandi" gumamnya, agar bisa menghilangkan pikirannya terhadap Hans.


Mandi pun selesai dan beranjak melihat ponsel nya karena sedari tadi terdengar dering beberapa kali dari ponselnya itu.


Drrt,Drrt


2 panggilan tidak terjawab


"ini no siapa yah?" ujar nya bertanya-tanya.


"Halo, dengan siapa?" sapanya begitu telponnya tersambug.


"Saya Nona cantik" sahut Pria tampan diseberang telpon.


"Hmm,,, Siapa yah?, yang panggil gue dengan sebutan nona itu hanya Putra saja" batinnya menerka-nerka


"Oh,, ini kak Putra ya" tanya nya memastikan.


"Tepat sekali Nona" sahut Putra.


"Apakabar kak?"


"Baik, bagaimana dengan kamu?"


"Aku juga baik."


"Syukurlah kalau baik."


"Apa yang sedang kakak lakukan sekarang?" tanya nya.


"Lagi ngobrol aja" sahut Putra.

__ADS_1


"Ngobrol sama siapa kak, sama temen? lanjutnya.


"Sama kamu Nona" memang sama siapa lagi saya disini tinggal seorang diri" ujarnya menjelaskan.


"Ahh, iya ya kok aku gak kepikiran kesitu yah" sahutnya sembari tersenyum menyeringai.


"Kamu sedang apa Nona? tanya Putra.


"Aku baru selesai mandi kak."


"Wah sudah cantik dan wangi dong sini kakak cium" ujarnya menggoda.


"Apaan sih maen cium-cium aja" batinnya.


"Hey Nona kenapa kamu diam saja" tanya nya karena Putri tidak menjawab pertanyaan nya.


"Oh iya maaf Putri tadi nggak fokus" ujarnya gugup.


"Kamu pasti menghayal aku cium beneran ya" godanya lagi.


"Ihh kakak apaan sih" sahutnya menyangkal, padahal di dalam lubuk hatinya yang paling dalam dia sangat ingin sekali menjadi kekasih Pria tampan itu.


"Udah ngaku aja, mau kan? " Putra pun terus menggoda Putri, dia tau pasti wajah gadis itu sudah memerah Semerah tomat, "Ahh aku jadi ingin melihat bagaimana ekspresi wajah gugup gadis itu" gumamnya.


" Ihh,, kakak udah dong Putri matiin nih telponnya" ancam nya dan Putri bener-bener langsung mematikan teleponnya itu.


"Dia anak dukun apa pake tahu isi hati gue, memang sih gue mau di ciumnya tapikan gak perlu diperjelas juga" gumamnya.


*


*


*


*


*


*


Readers! masih mau lanjutkan?


sebelumnya maafin Autor ya banyak typo tapi


jangan lupa like, komen dan vote ya


Terimakasih 🙏🙏

__ADS_1


**happy Reading 😍😍😍


__ADS_2